
Di sebuah apartemen mewah terletak di lantai tiga puluh.
Seorang gadis cantik tengah bersiap siap, dia ingin mengadakan pertemuan kembali dengan Tristan.
Kali ini Sonya memutuskan untuk pergi sendiri tampa ditemani oleh Raysa.
Sonya yakin bahwa usahanya untuk menjatuhkan Reva, sudah berhasil.
Sonya tidak ingin mengotori tangannya secara langsung.
Dia mencari seseorang yang pas untuk diajak kerjasama.
Dan orang itu adalah Fiona.
Pada saat Sonya, keluar dari ruangan Tristan, saat itulah dia bertemu dengan Fiona.
Mereka berbincang sedikit,dari obrolan itulah Sonya bisa menyimpulkan bahwa Fiona juga membenci Reva.
Akhirnya Sonya, menawarkan kerjasama pada Fiona.
Dengan iming-iming uang tunai yang cukup besar, membuat Fiona bersedia menerima tawaran Sonya.
Hari ini Tristan mengajak Sonya, untuk bertemu di sebuah Hotel bintang lima.
Tristan sudah memesan kamar Vip untuk mereka.
Hati Sonya kian berbunga tatkala membaca pesan singkat dari Tristan.
Yang menyatakan bahwa dia rindu dan ingin bertemu dengannya di hotel tersebut.
Tampa pikir panjang,Sonya mengiyakan untuk menemui Tristan.
Tampa dia tahu ini adalah jebakan yang direncanakan Tristan, sebelum Sonya berhasil mencelakai Reva.
Sonya yakin sudah berhasil menyingkirkan Reva, dari hidup Tristan.
"Tristan kamu memang dilahirkan untuk menjadi milikku,takdirmu adalah aku!" Seringai jahat terbit di wajah cantik Sonya.
Sonya memoles wajahnya dengan makeup tebal.
Menurut Sonya, Tristan pasti akan terpesona saat melihat penampilannya kali ini.
Selesai merias wajah, Sonya segera melangkah ke ruang ganti.
Sonya mengambil satu buah gaun,yang menurutnya sangat cocok untuk memikat Tristan.
Gaun yang terlihat seperti kekurangan bahan.
Gaun berwarna hijau sage,tampa lengan.Dengan belahan di dada,saat dipakai maka akan menampakkan dua gundukan yang menyembul dari balik pelindungnya.
Panjang gaun tersebut sebatas paha.Bahkan hanya menutupi bokongnya saja.Bila Sonya menunduk sudah pasti akan memperlihatkan bagian tubuhnya yang di bungkus oleh gaun tersebut.
Setelah itu Sonya membiarkan rambut panjangnya tergerai.
Tidak lupa menyemprotkan parfum kesukaannya,membuat siapa saja yang mencium aromanya akan terbius oleh wangi tubuhnya.
Setelah selesai dengan semua urusannya Sonya, melangkah turun kelantai dasar,Sonya melangkah dengan anggun,memasuki lift, melewati lantai demi lantai hingga lift berhenti tepat di lantai dasar.
Beberapa pasang mata para pria yang melihat penampilan Sonya meneteskan air liur.
Sonya mengacuhkan para pria hidung belang yang mencoba menggodanya.
__ADS_1
Sonya segera memasuki mobil kesayangannya.
Melaju perlahan menembus padatnya lalu lalang kendaraan lain.
Tiga puluh menit kemudian.Sonya sudah tiba di hotel yang di maksud.
Dengan percaya diri yang tinggi Sonya melangkah masuk menuju kamar yang di pesan oleh Tristan.
Setibanya di sana,Sonya segera menekan bel.
Tristan yang sejak tadi menunggu,segera membuka pintu.
Sonya yang kalap langsung menyerbu.Mendekap erat tubuh Tristan, yang hanya menggunakan piyama handuk.
Dengan sigap Tristan, menahan tubuh dan tangan serta bibir Sonya yang bersiap menyerangnya.
"Kenapa sepertinya kamu begitu buru-buru,apa ada janji dengan orang lain?" Ucap Tristan, santai.
"Tidak,aku tidak memiliki janji dengan siapapun, aku hanya begitu senang,jadi aku ingin memelukmu erat,aku rindu saat saat berdua seperti sekarang ini,aku senang akhirnya kamu memilihku"
"Duduklah sebentar,temani aku ngopi,bukankah sudah lama kita tidak ngopi bareng"
"Ternyata kamu masih ingat dengan kebiasaan kita dulu,aku jadi merindukan Renata."
"Biarkan dia tenang disana.Aku yakin dia pasti sudah tenang dan bahagia di sana."
"Iya,seandainya dia masih disini,pasti kita akan tetap menjadi sahabat yang paling bahagia saat ini"
"Ngomong ngomong kenapa kamu berpakaian seperti wanita penggoda,memangnya kamu ingin menggoda siapa,aku?"
"Tristan, mengapa nada bicaramu seperti itu,tentu saja aku berpakaian seperti hanya ingin membuatmu senang,bagaimana penampilan ku,menarik bukan? Tidak seperti bocah ingusan mu itu"
"Siapa yang kamu bilang bocah,dia istriku!"
"Aku tahu kamu cantik,dan sempurna seperti yang kamu bilang,tapi apa kamu bisa membuat dada dan jantungku berdebar?''
"Aku yakin aku pasti bisa,asalkan kamu mau membuka hatimu untukku,aku mohon izinkan aku mencintaimu,biarkan aku memperjuangkan cintamu" Ucap Sonya.Seraya memberanikan diri memeluk tubuh tinggi tegap,dan berwajah tampan tersebut.
Namun dengan sigap Tristan, mendorong tubuh Sonya hingga terjungkal ke belakang.
Beruntung Sonya bisa menguasai diri,sehingga tubuhnya tidak membentur lantai.
"Tristan, kenapa kamu tega mendorongku, apa salahku,bukankah kamu yang mengundangku kemari,tapi kenapa kamu menolak untuk ku sentuh?"
"Apa kamu tahu aku mengundangmu kemari untuk apa?"
"Untuk membahas hubungan kita kedepannya,dan juga melepas rindu yang sudah lama terpendam"
"Kamu salah sangka Sonya,aku mengundangmu kemari bukan untuk membahas tentang kita.Tapi aku ingin memperkenalkan kamu dengan Istriku,agar kalian bisa saling mengenal"
"Apa? jadi kamu mengundangku kemari bukan untuk memilihku,tapi untuk mempermalukan diriku?"
"Aku tidak berniat mempermalukan diri mu,kamu sendiri yang berpikiran semacam itu.Bukankah aku tidak mengatakan untuk apa tujuan pertemuan kita,aku hanya memintamu datang kemari,kalau kamu mengira aku memintamu bertemu untuk membahas hubungan kita,kamu salah aku tidak mempunyai niat seperti itu"
"Tristan! kenapa seenaknya kamu mempermainkan perasaanku.Aku kemari hanya untuk mu,tapi kenapa kamu mengabaikan ku,tapi baiklah mungkin dengan cara baik baik kamu tidak mau,bagaimana kalau dengan cara seperti ini" Ucap Sonya sembari menanggalkan gaun kekurangan bahan yang ia pakai.
"Apa yang kamu lakukan Sonya, hentikan jangan membuat dirimu bertambah malu,kamu wanita terhormat carilah pria yang tulus mencintaimu, Jangan lakukan ini,pakai bajumu kembali" Ucap Tristan,sembari membalik badan tidak mau melihat penampilan Sonya yang hampir polos.
Kesempatan ini pun tidak di sia siakan oleh Sonya,dia segera menerkam tubuh Tristan.
Tristan,tidak tahu pergerakan Sonya, sebab posisinya sedang berbalik padan.
__ADS_1
Tampa aba-aba Sonya, mendorong tubuh Tristan, hingga tersungkur ke ranjang king size yang ada di kamar tersebut.
Sonya menyerang Tristan, dengan membabi buta.
Dia menciumi wajah Tristan, dengan brutal.
"Hentikan Sonya, jangan lakukan ini aku pria beristri,aku mencintai istriku! Ucap tristan mendorong tubuh sonya yang menduduki perutnya.
Dengan sekali dorongan tubuh Sonya tersungkur dan jatuh dari ranjang.Lalu "Buggh" tubuh sonya jatuh ke lantai.
Disaat yang bersamaan muncul dua orang yang bersembunyi di balik tirai.
Mereka adalah Roy,dan Reva.
"Apa yang kalian lakukan?" Ucap Reva, dengan wajah yang memerah menahan marah,sekaligus malu melihat penampilan Sonya yang terlihat seperti wanita malam.
"Kebetulan kamu datang,aku dan suamimu sedang melakukan hubungan terlarang.Lihatlah kami sedang bercumbu tapi kamu mengganggu kesenangan kami,iya kan Tristan, Sayang." Ucap Sonya mencoba memanasi hati Reva.
"Tante,selama ini aku sudah berbaik hati membiarkanmu mendekati suamiku,tapi ternyata kamu tidak tahu diri"
"Tante,siapa yang kamu panggil tante,aku bukan tante mu!" Ucap Sonya seraya berlari ingin menyerang Reva, namun Roy sudah berdiri menghadang pergerakan Sonya.
"Ibu Sonya,sebaiknya anda perbaiki dulu penampilan anda,lihatlah tampilan anda sudah seperi wanita murahan yang menjajakan diri pada pria hidung belang.Segera kenakan pakaian anda kembali!. Atau anda ingin saya seret keluar dari kamar ini dengan penampilan seperti ini.Coba anda pikir,apa kata orang-orang diluar sana bila melihat wanita terhormat seperti anda berpenampilan memalukan seperti ini."
"Jangan ikut campur,minggir aku mau menghajar bocah tidak tahu diri ini,jangan coba-coba melindunginya,pergi kamu!"
"Dia tanggung jawabku,sedikit saja tangan kotor mu menyentuh kulit Nona Muda, maka aku pastikan kedua tanganmu itu aku patahkan!. Sekarang,cepat pakai lagi gaun mu,sebelum tubuh polos mu itu aku seret keluar dari hotel ini!"
Dengan terpaksa Sonya, memungut gaun yang teronggok di lantai,lalu memakainya lagi.
"Kali ini aku mengalah tapi lain kali aku pastikan kalian akan menyesal karena sudah mempermalukan ku seperti ini.Kamu ingat ini baik-baik Tristan, aku akan membuat hidupmu dan juga istrimu tidak tenang.Aku pastikan kalian akan membayar semua ini!" Ucap Sonya seraya melangkah pergi.
Namun,sebelum ia mencapai pintu keluar Tristan kembali berucap.
"Berhentilah Sonya, sudahi kegilaan mu,karena itu hanya akan menghancurkan hidupmu"
"Kita lihat saja,aku atau kamu yang akan hancur" Jawab Sonya, seraya melangkah pergi.
Perasaan hati Sonya semakin terluka,dendam di hatinya kian membara.
Merasa dipermalukan oleh Tristan di depan istri bocahnya,serta Roy, sang sekretaris. Membuat harga diri Sonya semakin tercabik-cabik.
Tunggu saja pembalasan ku,aku pastikan kamu akan menyesal seumur hidupmu Tristan, karena sudah berani mempermainkan perasaan ku.
Sementara itu Reva yang berada di kamar, segera menarik tangan Tristan, masuk kedalam kamar mandi.
Perasaan tidak rela suaminya disentuh oleh wanita lain membuat Reva berinisiatif untuk memandikan Tristan.
Reva, mengguyur tubuh Tristan, menggosok setiap inci kulit menggunakan sabun,bahkan wajahnya dibuat licin seperti keramik karena berulang kali Reva, gosok,bilas gosok lagi bilas lagi Setelah dirasa bersih barulah Reva, menyudahi aksinya.
Begitupun Tristan, dengan semangat dia menunjuk bagian mana saja bekas ciuman yang di berikan Sonya.
Hampir satu jam mereka berada didalam kamar mandi. Roy yang sedari tadi menunggu,Akhirnya memilih keluar meninggalkan dua insan yang sedang dilanda kebucinan.
Tidak Tuan Tristan, tidak nona Muda, semuanya terkena bucin akut,aku sebaiknya pergi sebelum kewarasan ku ini berganti kegilaan seperti mereka.Batin Roy, seraya melangkah pergi.
Bersambung
Halo semua,maaf ya baru bisa up lagi soalnya mimin dari demam,jadi ga bisa ngapa ngapain,tapi mimin janji bakal usahakan untuk up setiap hari seperti biasa.
dan terima kasih untuk l masih setia membaca cerita Tristan dan Reva semoga kalian puas.
__ADS_1
Bila ada yang kurang berkenan dihati kiranya mimin minta maaf.
jangan lupa sajeeeeeen biar mimin makin semangat💪🏻💪🏻