
Di lain tempat, disebuah kontrakan padat penduduk yang berada di pinggiran kota,terlihat seorang gadis yang sangat menyedihkan. Kehidupan yang berubah drastis,dari yang hidup penuh dengan kemewahan sekarang justru terbalik tiga ratus enam puluh derajat.
Dia adalah Mira,sejak sang Ayah tertangkap dan di penjara, kehidupannya sangat memprihatinkan.Tidak ada lagi kemewahan yang bisa dia nikmati semua harta benda dan aset berharga sudah disita oleh perusahaan, bahkan kuliahnya pun harus terhenti sebab dia terpaksa di keluarkan oleh pihak Kampus karena di anggap membuat keonaran dengan membuat berita bohong tentang Reva.
Hidup penuh kesulitan,tidak ada tempat untuk bergantung,sebab dia hanya memiliki sang Ayah,sedangkan Ibunya sudah lama pergi meninggalkannya saat kecil,konon kabarnya Ibunya lari dengan pria lain,sebab ekonomi sang ayah yang terbilang serba kekurangan.
Dari sejak itulah sang Ayah berkerja mati-matian untuk memperbaiki ekonomi mereka agar tak lagi di pandang sebelah mata.Meski harus melakukan pekerjaan yang beresiko tinggi seperti sekarang ini,sang Ayah tak perduli yang penting bisa mengumpulkan banyak uang.
Mira menyeka sisa air mata yang sejak siang tadi membanjiri wajahnya,Mira berpikir akan mencari cara supaya dia tidak kelaparan dan dapat bertahan hidup.
"Aku harus mencari seseorang yang bisa ku andalkan,aku tidak mau hidup miskin,ya... aku harus mendapatkan pria kaya agar bisa memberiku kehidupan yang layak seperti dulu" Gumam Mira.
''Tapi bagai mana caranya?,aku harus bisa merayu pria kaya,tapi siapa?,bukan kah Reva bisa menjadi simpanan Tristan? Aku pun harus mendapatkan pria kaya seperti Tristan."
Sementara itu di lain tempat, di sebuah sel tahanan seorang pria setengah baya duduk meringkuk di sudut ruangan yang hanya berukuran dua kali tiga meter,dengan beberapa penghuni lainnya.
Pikirannya melayang jauh berpusat pada sang putri tercinta,yang entah bagai mana nasibnya kini.
"Mira sayang,maafkan Ayah ya Nak,Ayah sudah mengecewakan mu,bertahanlah Nak Ayah akan mencari cara supaya kamu bisa bertahan meski jauh dari Ayah.Bergumam dalam hati dengan tangis yang tertahan.
" Kenapa Tuan Baskoro Belum juga menemui ku,apa dia melupakan aku,andai saja aku tidak tergiur bujuk rayunya pasti kehidupan ku tidak akan sehancur ini" Kembali terbayang pertemuannya dengan Baskoro beberapa bulan yang lalu, dan membuatnya menjadi pengkhianat seperti sekarang ini.
Di sebuah acara seminar Burhan bertemu dengan Baskoro tampa sengaja,Baskoro mendekati Burhan dan menawarkan kerjasama bahkan Baskoro menjanjikan jabatan sebagai seorang wakil direktur di perusahaannya bila misinya berhasil.Namun sebelum misi itu berhasil Burhan sudah lebih dulu ketahuan dan akhirnya tertangkap.
Saat sedang asik termenung seorang penjaga menghampirinya."Pak Burhan ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda mari ikut saya"Ucap penjaga tersebut sambil membuka pintu sel.
Burhan mengekor di belakang penjaga itu yang membawanya keruang besuk.
"Silahkan tuan waktu anda hanya lima belas menit" Ucap penjaga sembari berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Apa kabar Pak Burhan."
"Seperti yang kamu lihat sekarang ini Reno,aku tidak baik-baik saja,aku menghawatirkan putriku,entah bagaimana nasibnya sekarang selama aku tidak ada di sampingnya" Kesedihan terpancar di wajah yang beranjak tua itu.
"Untuk keadaan putri anda saat ini saya masih mengupayakan mencari keberadaanya."
"Maksud anda putri saya tidak ada di rumah begitu."
Maaf Pak Burhan ini adalah keteledoran saya,saya kurang cepat beraksi saat rumah anda disita oleh pihak Perusahaan secara otomatis putri anda harus pergi dari sana dan saya terlambat menemuinya."
"Oh Mira anakku yang malang hiks..."
"Tenang Pak Burhan saat ini saya sedang mengerahkan anak buah saya untuk mencari keberadaan putri anda,dan saya yakin mereka pasti akan menemukanya."
"Bagaimana saya bisa tenang Reno,putriku seorang gadis ,mungkin saja saat ini dia sedang terlunta-lunta ,Reno sampaikan pada Tuan Baskoro aku tidak menuntut lebih tapi aku mohon lindungi putriku jaga dia dan berikan kehidupan yang layak untuknya."
"Tuan Baskoro meminta saya untuk menyampaikan suatu pesan pada anda."
"Apa itu cepat katakan!"
"Tuan Baskoro meminta anda untuk tidak menyebutkan namanya dalam kasus ini,dan beliau berjanji akan memastikan kehidupan yang layak untuk Nona Mira,bagaimana, apa anda setuju."
"Baiklah aku setuju tapi aku berharap ini bukan hanya omong kosong,bila sampai terjadi sesuatu pada putri ku maka aku tidak bisa memenuhi janjiku,aku pasti akan membeberkan semuanya."
__ADS_1
"Percayakan semuanya pada ku Pak Burhan aku yang akan menjamin semuanya." Setelah terjadi kesepakatan Reno bergegas pergi meninggalkan Burhan yang sedikit merasa lega atas janji yang di ucapkan Reno.
...****************...
Tok... tok... tok..terdengar suara ketukan yang berulang kali dari pintu kontrakan milik Mira, namun tidak mendapatkan sahutan sepertinya sang penghuni kontrakan masih terlelap,dan saat ini waktu masih menunjukkan jam lima pagi.
Karena merasa terusik Mira segera berjalan ke arah pintu dan membukanya, dia terkejut sebab ada lima pria yang tidak dia kenal berdiri di ambang pintu.
"Anda siapa?dan ada perlu apa?" Ucap Mira malas karena kantuk masih menderanya.
"Boleh aku masuk?" Tanya seseorang diantara mereka yang tak lain adalah Reno.Dan Mira mempersilahkannya masuk dan duduk di atas karpet karena memang Mira tidak memiliki kursi.
"Mira,kenalkan aku Reno sekretaris Tuan Burhan, sekaligus sahabat ayah mu." Mira terlihat bingung dengan penjelasan Reno.
"Lalu untuk apa anda kemari?."
"Kemarin aku menemui Ayah mu,dan dia memintaku untuk mencari mu dan membawamu ke tempat yang lebih aman,beliau juga memintaku untuk menjagamu."
"Ayah!! hiks.." Mira kembali terisak saat nama Ayahnya di sebut.
"Tenanglah Mira Ayah mu baik baik saja,dari itu menurut lah agar ayah mu bisa tenang dan tidak lagi kepikiran tentang keadaanmu."
"Baiklah kak bila ini permintaan Ayah, maka aku akan menurutinya" Mira beranjak dan memasukkan pakaiannya kedalam koper dan berniat pergi ke rumah pemilik kontrakan untuk mengembalikan kunci rumah.
"Untuk sementara kamu tinggal di apartemen ku dulu,sebelum Tuan Baskoro mendapatkan rumah untuk mu" Ucap Reno saat sudah berada di dalam mobil.
"Iya Kak." Jawab Mira singkat.
Mobil melaju menembus padatnya kendaraan yang lalu lalang,Reno berharap mereka tidak bertemu dengan kemacetan.
"Masuklah dan itu kamarmu bila kamu butuh sesuatu katakan saja jangan sungkan,mandi dan ganti pakaianmu karena kita akan menemui Tuan Baskoro untuk membicarakan masalah tempat tinggal mu." Ucap Reno dan diikuti anggukan oleh Mira.
Lalu Reno memesan sarapan untuk mereka berdua.
Sementara di dalam kamar mandi,tampak seringai licik di bibir Mira karena dia mendapatkan ide,ya dia berniat akan menjadikan Tuan Baskoro sebagai ATM berjalan untuknya.
"Aku harus bisa memikat hati Tuan Baskoro dan menjadikannya sebagai pohon uangku" Gumam Mira sambil menyelesaikan ritual mandinya.
"Mira! ayo buruan nanti aku terlambat pergi ke kantor" Seru Reno dari balik pintu.
"Iya Kak, sebentar lagi'' Jawab Mira.
Mira mematut dirinya di dalam cermin cukup puas dengan riasan dan juga pakaian yang di kenakannya.Memoles wajah dengan makeup tipis lalu menggunakan dress selutut dengan bahu yang terbuka,lalu mengenakan blazer diluarnya supaya Reno tidak curiga dengan niatnya,lalu menggunakan sepatu kets.
"Sempurna" Ucapnya puas.
Mira keluar dari kamar,dan sudah ada Reno yang menunggunya lalu mengajaknya ke meja makan untuk sarapan.Mira apapun yang dikatan Tuan Baskoro nanti kamu cukup menjawab iya saja,karena beliau tidak suka dengan orang yang banyak bicara,apa kamu paham?."
"Iya Kak, aku paham" Jawabnya singkat.
"Kalau begitu ayo kita berangkat!" Ajak Reno yang beranjak lalu Mira mengekor di belakangnya.
Di sepanjang jalan mereka hanya diam,tidak ada yang mau mengajak bicara,sementara Mira sibuk dengan pikirannya tentang sosok Baskoro,"Seperti apa tampangnya,masih muda atau sudah aki-aki?" Penasaran sendiri.
__ADS_1
Tak lama mobil sudah memasuki area kantor dan berhenti di parkiran, Reno segera keluar di ikuti Mira yang juga sudah turun dari mobil."Mira ingat pesanku tadi,tidak perlu gugup karena beliau bukanlah orang jahat,tapi bersikaplah sopan,kamu mengerti."
"Iya Kak." Kemudian mereka melangkah masuk ke dalam kantor,dan di lobi banyak pasang mata yang menatap heran dengan keberadaan Mira yang datang bersama Reno.
Tapi Reno hanya acuh,hanya dengan berdehem saja semua karyawan sudah pasti menunduk karena Reno adalah orang nomor dua di perusahaan yang harus mereka segani.
Menekan tombol lift dan menuju lantai paling atas karena di sanalah ruangan Presdir berada.Keluar dari lift mereka langsung pergi keruangan Presdir dan mengetuk pintu.
Tok...tok...tok "Masuk" terdengar jawaban dari dalam,dan Reno segera memutar gagang pintu,dan saat pintu terbuka Reno segera menarik tangan Mira untuk masuk ke dalam ruangan.
"Tuan,saya membawa putri Pak Burhan" Ucap Reno yang seketika membuat Baskoro berbalik dan menatap wajah Mira yang menunduk.
"Siapa namamu?"
"Sa..saya Mira Tuan" Jawab Mira gugup.
"Reno akan mencarikan apartemen untukmu dan menurut lah padanya karena mulai hari ini kamu berada di bawah pengawasnya."
"Baik Tuan."
"Apa ada hal lain yang ingin kamu tanyakan?" Mira terlihat ragu namun keinginannya untuk menjadikan Baskoro pohon uang sudah bulat,sehingga dia memberanikan diri untuk menjawab.
"Apa boleh saya bicara empat mata dengan Tuan, karena ada hal yang ingin saya bicarakan tapi ini bersipat pribadi." Kening Baskoro berkerut namun sedetik kemudian dia meminta Reno untuk keluar,memberikan kesempatan untuk Mira berbicara.
"Apa yang ingin kamu katakan?" Baskoro bertanya saat Reno sudah menutup pintu ruangan itu kembali.
"Begini Tuan, apa boleh saya panggil Om?."
"Silahkan senyaman mu saja,Mira duduklah dulu jangan terus berdiri" Ucap Baskoro seraya menunjuk kursi di depannya.
"Terima kasih Om" Mira melangkah tapi bukannya duduk di kursi yang di tunjuk Baskoro justru berjalan mendekat ke arahnya.
"Om,apa boleh aku meminta satu hal" Mira berkata seraya membuka blazer yang iya kenakan menanggalkannya lalu dibiarkan jatuh kelantai,seketika memperlihatkan bahu putih mulus dan dada yang menonjol.
Baskoro terkejut,lalu menelan ludah,bagaimana tidak sudah beberapa tahun ini dia sudah tidak lagi mendapatkan kepuasan dari istrinya,karena keadaan istri yang sakit-sakitan,sejak kematian sang putri tercinta membuat sang istri mengalami depresi dan harus dirawat dirumahnya.
Mira melangkah semakin dekat,lalu berdiri di belakang kursi yang di duduki Baskoro,kemudian dengan beraninya Mira merangkulkan kedua tangan di pundak Baskoro dan berbisik ditelinga nya dengan posisi bibir yang menyentuh telinga Baskoro.
"Om,bukankah Om sudah lama kesepian,apa boleh aku menghilangkan dahaga Om,aku jamin Om tidak akan menyesal,sebab aku masih perawan" Berbisik dengan suara yang mend***h membuat kelakian Baskoro bereaksi.
"Cukup Mira, jangan kamu teruskan aku ini pria beristri,dan aku juga bukan lagi seusia mu,jadi berpikirlah sebelum kamu menyesal" Ucap Baskoro sembari menekan gairah yang mulai naik.
"Om,aku hanya punya Ayah,tapi sekarang dia sudah tidak lagi bebas menemaniku,aku butuh sandaran,dan kalau untuk menikah itu tidak mungkin,sebab Ayah saja masih di penjara,aku takut Om hiks...." mira berkata seraya tangannya mulai membelai dada bidang milik Baskoro, membuat yang menerima sentuhannya semakin susah untuk bernapas.
"Apa kamu sudah pikirkan resikonya?aku ini punya istri yang jadi prioritas ku, jadi pikirkan baik-baik Mira."
"Aku sudah memikirkannya Om,apapun resikonya akan aku hadapi,asalkan om mau menerimaku sebagai simpanan,tidak menikah pun tidak masalah,asalkan Om bisa membagi waktu untuk ku."
Tak lama Baskoro menekan nomor telpon yang terhubung langsung pada Reno.
"Reno apa kamu sudah dapat apartemen untuk mira?,bagus,kalau begitu jemput dia di kantor sekarang juga!."
"Mira tawaranmu akan ku pikirkan,nanti malam aku akan ke apartemen mu,untuk memberikan jawaban dan sekarang pergilah bersama Reno ke apartemen barumu."
__ADS_1
"Baik Om,kalau begitu saya permisi dan saya tunggu kedatangan Om nanti malam" Usai bicara begitu mira memungut blazer dan kembali memakainya lalu melangkah keluar dari ruangan,dia merasa yakin rencananya akan berhasil,sebab malam nanti dia akan kembali merayu Baskoro.
**Bersambung**........