
Hari ini Dewi berniat untuk pergi ke pasar tradisional yang ada dikota.Rencananya Dewi akan menjual hasil kebun untuk di tukar dengan kebutuhan lainnya.
Dewi tidak sendirian ada beberapa ibu ibu dari desa tersebut yang akan berangkat. Mereka akan dibawa oleh mobil truk pengangkut.Untuk membawa hasil panen.Serta satu mobil angkutan umum. yang akan membawa Dewi beserta ibu ibu yang lainnya.
Seiring berkembangnya waktu Desa tempat tinggal Dewi kini sudah mengalami banyak kemajuan.
Salah satunya kendaraan berupa angkutan umum, sepeda motor,mobil truk atau pickup. Sehingga warga desa tersebut bisa bulak balik kota tampa harus bersusah payah seperti dulu.
Desa yang dulu tertinggal sekarang sudah menjadi desa yang maju.Bahkan tekhnologi canggih sudah menjangkau desa tersebut.
Dewi akan menjual hasil panen berupa sayur sayuran serta buah buahan.
Setelah semua barang dagangannya laku Dewi segera pergi ke apotik untuk menebus obat sang ibu.Baru setelah itu Dewi akan berbelanja bahan pokok lainnya.
Saat akan keluar dari apotik tampa sengaja Dewi bertabrakan dengan seorang wanita muda,akibat benturan yang cukup keras gadis tersebut jatuh dan tubuhnya menyentuh lantai.
Dewi buru-buru membantu gadis tersebut untuk bangun.Namun saat Dewi melihat wajah gadis itu,seketika tubuh Dewi bergetar hebat.Ada debaran di dada yang Dewi rasakan.
Mengapa wajahnya mirip seperti saat aku muda dulu,apa jangan-jangan dia Mira putriku?
Dewi membatin.
Saat sedang melamun tiba-tiba saja sebuah sapaan lembut terdengar ditelinga Dewi.
Maaf Bu,Saya kurang hati hati" Ucap gadis tersebut.
"Tidak apa apa,Nak.Ibu juga salah karena buru-buru jadi tidak melihatmu" Ucap Dewi,sembari keluar dari apotik tersebut.
Beberapa kali Dewi mengusap dada yang berdentum sangat keras.
Keterkejutan Dewi tidak hanya sampai disitu.Saat Dewi akan melangkah pergi Dewi sempat mendengar suara bariton seorang pria yang menanyakan keadaan gadis yang dia tabrak tadi.
"Mira sayang kamu tidak apa-apa,Nak?"
"Enggak apa-apa, Ayah.Mira yang gak fokus akhirnya nabrak ibu ibu tadi."
"Dimana orangnya,Nak.Apa dia tidak apa-apa?"
"Iya,Ayah.Ibu tadi baik-baik saja dia sudah pergi"
Dewi berdiri dibalik dinding apotik,sembari meremas dadanya yang sakit.
"Mas Burhan,Kamu kah itu,dan apa dia Mira putri kita." Gumam Dewi.
Ingin rasanya Dewi berlari dan memeluk suami dan anaknya.Tapi Dewi takut,Bagaimana kalau tiba-tiba ada wanita lain yang sudah menggantikan tempatnya.
Dengan berat hati Dewi melangkah pergi meninggalkan apotik tersebut.
Namun belum sempat kakinya melangkah,suara Mira kembali memanggil sambil memegang tangannya.Membuat tubuh Dewi membeku.
__ADS_1
Dewi takut Burhan akan mengenalinya.Secepat kilat Dewi menutup separuh wajahnya dengan menggunakan masker.
"Ibu,apa ibu tidak apa-apa?" ucap Mira.
Degg ..... dada Dewi berdebar semakin kencang.
"Saya tidak apa-apa,Nona" Jawab Dewi tampa menoleh kebelakang.
"Syukurlah kalau begitu,tadi ibu langsung pergi,sebelum saya memastikan keadaan ibu."
"Iya saya sedang ada urusan,kalau begitu saya permisi,Nona.Maaf karena sudah membuat anda jatuh tadi."
"Tidak apa-apa, Bu.Mungkin karena kita sama sama enggak fokus tadi."
"Kalau begitu saya permisi,Nona." Ucap Dewi kemudian berlalu dari sana.
"Kenapa Ayah bengong,apa Ayah kenal sama ibu tadi?" Tanya Mira saat melihat Wajah ayahnya yang sepertinya penasaran dengan sosok wanita tadi.
"Ayah,tidak apa-apa, Mira.Mungkin karena rindu sama sosok ibumu,membuat Ayah penasaran sama perempuan tadi.Soalnya suara perempuan itu mirip dengan suara ibumu."
Burhan begitu penasaran dengan wanita yang mereka temui barusan,dan yang lebih membuat Burhan heran,kenapa wanita itu enggan menampakkan wajahnya.
Kenapa suara dan juga postur tubuh wanita itu mengingatkan aku pada kamu Gina,apa mungkin dia adalah reinkarnasi dari dirimu,aku merindukanmu Gina,sangat rindu.Andai kamu masih hidup mungkin hidup Mira tidak akan sehancur sekarang.
Burhan membatin.
Burhan dan Mira akhirnya memilih pergi dari sana,setelah mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
"Dewi ayo kita kembali,mobil sudah mau berangkat" Ucap salah satu ibu ibu yang datang bersama Dewi tadi.
Akhirnya Dewi kembali ke desa dengan perasaan yang campur aduk.Bahagia tak terkira saat melihat suami dan anaknya hidup dengan baik.Sedih karena tak bisa menyapa mereka.Saat ini rasa hati Dewi seperti di remas remas. Sakit yang tak bisa dia ungkapkan.Bisa melihat orang yamg kita sayangi,tampa bisa menyentuhnya.
Tadi mereka hanya berdua,apa mas Burhan tidak menikah lagi,mana mungkin mas Burhan bisa menjalani hidup tampa istri,mungkin saja istrinya tidak ikut.
Dewi kembali membatin.
Sepanjang perjalanan pulang Dewi lebih banyak diam.Dia larut dengan pikirannya sendiri tentang anak dan suaminya yang baru saja bertemu dengannya.
Sementara itu Burhan yang penasaran dengan sosok Dewi.Dia berniat akan kembali lagi ke pasar besok,untuk mencari tahu siapa sebenarnya sosok misterius tersebut.
Mira merasa heran dengan sikap ayahnya yang mendadak berubah jadi pendiam,setelah bertemu dengan wanita tadi.
Apa mungkin ayah ada hubungan khusus, dengan wanita tadi.Sikap mereka sangat aneh.Ayah mendadak jadi pendiam,sedangkan wanita tadi enggan menampakkan wajahnya.Apa mungkin mereka memiliki hubungan di masa lalu.Aku harus mencari tahu.
Batin Mira, dia bertekad akan mencari tahu siapa wanita tadi.
"Ayah,apa ayah kenal sama perempuan tadi,atau kalian pernah punya hubungan masa lalu,kenapa sikap ayah berubah sejak bertemu dengan wanita itu?" Tanya Mira makin penasaran.
"Ayah tidak mengenalnya,bagaimana mungkin kami bisa memiliki hubungan masa lalu,kalau bertemu saja baru hari ini." jawab Burhan.
__ADS_1
Benar juga pikir Mira. Akhirnya Mira memilih diam tidak lagi membicarakan wanita tersebut.
Keesokan harinya Mira sudah bersiap untuk kembali ke pasar untuk mencari tahu siapa wanita kemarin.Mira sengaja tidak meminta izin pada sang ayah,sebab dia tidak mau ayahnya tersinggung.
Setelah Burhan pergi ke kantor.Mira pun bersiap untuk melakukan penyelidikan.
Mira memulai penyelidikannya dari bertanya kepada orang-orang yang ada di pasar.Penyelidikan Mira tidak membuahkan hasil apapun, sebab Mira tidak memiliki petunjuk apapun.Setidaknya mira harus menunjukkan photo atau menjelaskan secara rinci bentuk fisik yang dimiliki wanita tersebut.
Setelah berkeliling pasar bertanya ke sana kemari namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.Akhirnya tempat terakhir yang akan Mira tuju adalah apotik,yang mempertemukan dia dengan wanita tersebut.
Mira menanyakan tentang wanita yang sedang dicarinya,kepada karyawan apotik.
Setelah menjelaskan dengan rinci soal pertemuan mereka kemarin dan menyebutkan ciri ciri serta pakaian yang di pakai Dewi kemarin.Akhirnya salah satu dari karyawan apotik tersebut mengenali sosok Dewi. Sebab Dewi adalah pelanggan tetap apotik tersebut.
"Kalau tidak salah namanya Ibu Dewi,beliau berasal dari desa terpencil yang berada paling ujung kota ini.Yang saya tahu beliau seorang perawan tua,yang belum menikah sampai sekarang.Ibu Dewi merawat ibunya yang sedang sakit oleh sebab itu setiap minggu beliau akan kembali ke apotik untuk menebus obat buat ibunya." Jelas karyawan apotik tersebut panjang lebar.
Mira memutuskan untuk pulang dan akan kembali lagi ke pasar minggu depan.
Sedangkan Burhan nampak gelisah,pikirannya tidak tenang sejak bertemu dengan wanita yang membuat pikirannya terganggu.
Saat jam makan siang Burhan memutuskan untuk pergi ke pasar tradisional kemarin.Dia ingin mencari tahu tentang sosok wanita yang diyakininya mirip dengan almarhumah sang istri.
Burhan tidak memiliki banyak waktu,sebab setelah jam makan siang dia harus kembali lagi ke kantor.
Tujuan Burhan adalah apotik yang mereka kunjungi kemarin.
Sama seperti Mira,Burhan mendapatkan jawaban dan penjelasan yang sama.Bahwa Dewi akan kembali minggu depan untuk menebus obat sang ibu.
Setelah mendapatkan penjelasan yang akurat akhirnya Burhan bisa bernapas lega.Dia berniat akan kembali lagi ke apotik tersebut minggu depan.
Sedangkan karyawan apotik yang mereka temui merasa bingung,mengapa dalam satu hari ada dua orang berbeda yang menanyakan tentang sosok Dewi.
Sementara Dewi atau Gina saat ini selalu bersin.Mungkin karena namanya terlalu banyak disebut.
"Kenapa dengan hidungmu,apa mungkin kamu terlalu banyak menghirup asap mobil atau debu,sehingga kamu bersin bersin terus dari tadi" Ucap ibu Halimah.
"Entahlah,Bu.Mungkin ada seseorang yang membincangkan aku,sebab waktu jalan dan pulang tadi tidak ada debu karena semalam turun hujan" Ucap Dewi.Dia merasa heran sendiri dengan hidungnya yang mendadak bersin terus terusan.
Pikiran Dewi tiba-tiba teringat akan dua sosok yang dia temui tadi di pasar.
Mas Burhan. Mira ibu kangen,Nak.Maafkan ibu yang pengecut ini,ibu takut bila ibu menemui kalian penjahat Baskoro akan mencelakai kalian.Ibu juga takut bila tahu kenyataan bahwa ayahmu sudah menikah lagi,itu akan membuat hati ibu hancur,Nak.Ibu harap kamu dan ayahmu hidup bahagia meski tampa adanya Ibu.
Bersambung.......
Akankah mira dan kedua orang tuanya bisa kembali dipertemukan,ikuti kisah mereka selanjutnya Pada Bab yang akan datang.
Dan buat yang kemarin udah nulis di kolom komentar terima kasih ya dan jawaban kalian ternya benar semuanya.jangan lupa untuk memberikan like serta vote mingguannya agar karya ini bisa masuk rekomendasi selanjutnya.
Buat yang baru bergabung jangan lupa untuk subscribe nya.terima kasih.
__ADS_1
(Kalau bisa kasih bintang lima ya guys 😁🤭)