DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 34


__ADS_3

 Tristan yang saat ini berada di kantor, tampak gelisah.Tristan begitu khawatir Reva merajuk dan tak mau memaafkannya.


"Sedang apa Reva sekarang, apa dia marah,bagaimana kalau dia tidak mau memaafkan ku,memikirkan hal itu membuatku takut,Apa ku hubungi saja dia" Tristan, meraih ponsel di meja kerja,lalu menghubungi Reva, sudah tersambung namun belum juga diangkat.


"Sepertinya Reva, benar-benar merajuk,biarlah aku memberinya waktu untuk berpikir,dan semoga saat aku pulang nanti dia sudah tidak marah lagi" Pikir Tristan.


Hingga sore menjelang Reva belum juga menghubungi Tristan kembali.Tristan melupakan sesuatu,dia lupa sudah berapa jam ini dia tidak mendapat laporan dari pengawal Reva, biasanya setiap jam dia akan mendapatkan laporan setiap kegiatan Reva, tapi kenapa sudah hampir lima jam Dion belum juga memberi kabar,apa Reva sedang mengurung diri di kamar.


Tristan memutuskan untuk menghubungi Roy.Guna menanyakan keberadaan Reva.


"Halo,Roy kenapa pengawal mu tidak pernah mengirim laporan tentang kegiatan Reva padaku,apa Reva di rumah mengurung diri atau dia berada di suatu tempat?.Minta Dion untuk memberi laporan padaku,segera"


"Baik tuan" Setelah mendapat perintah dari Tristan, Roy segera menghubungi Dion, menanyakan keberadaan Reva, dan memintanya mengirim laporan kegiatan Reva kepada Tristan.


 "Halo Dion segera kirimkan laporan kegiatan nona muda sekarang,dan dimana keberadaannya saat ini" Panggilan sudah tersambung dengan Dion.


"Maksud Bos apa?Bukankah Nona muda saat ini sedang bersama tuan Tristan?"


"Apa maksudmu Dion,nona muda sedang berada di luar,dia tidak bersama tuan Tristan, jangan bilang kalau kalian tidak bersama nona muda saat ini!"


"Begini Bos,tadi siang nona muda pergi ke cafe X dan kami mengawasinya hingga masuk ke dalam cafe tersebut,dan saat tiba di dalam saya melihat ada tuan Tristan, saya pikir nona muda ada janji untuk bertemu dengan tuan tristan.Jadi kami tinggal nona muda di sana,lalu kami kembali ke markas"


"Sial itu artinya nona muda tidak bersama dengan kalian?Cepat cari dan temukan keberadaan nona muda lalu laporkan pada ku!"


"Baik Bos" Roy memutus panggilan,dia terlihat hilir mudik beberapa kali,pikirannya begitu panik banyak dugaan buruk muncul di kepala ya.


Roy keluar dari ruangannya,bermaksud menyampaikan berita yang baru saja ia dengar .


Roy sudah berdiri di depan pintu,sudah berapa lali tangannya terangkat ingin mengetuk,tapi urung dia lakukan sebab dia takut akan kemarahan Tristan.


Pada akhirnya Roy memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan Tristan, setelah itu dia melangkah kecil menghampiri Tristan.


"Tuan"

__ADS_1


"Ada Apa,bagaimana kabar istriku,apa dia baik baik saja?" Tristan Bicara tampa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Begini tuan,saya baru saja menghubungi Dion" Ucap Roy sangat hati hati.


"Lalu,dimana istriku?"


"Maaf tuan Dion kehilangan jejak nona Reva, saat masuk kedalam cafe tadi siang Dion melihat keberadaan anda di sana,Dion dan rekannya mengira nona muda bersama anda tuan"


"Apa?" Bugh Tristan melayangkan tinju ke arah wajah Roy.


"Bukankah Sudah aku katakan perketat penjagaannya,tapi apa sekarang mereka kehilangan jejaknya,benar-benar tidak bisa diandalkan.Sekarang juga cari istriku,sampai ketemu dimana pun dia berada!"


Tristan begitu panik,dia kemudian lari keluar dari ruangannya,menuju lift untuk dapat segera turun kebawah,dia berniat mencari keberadaan Reva, sendiri.


Sementara itu Dion dan rekan rekannya nampak sibuk mencari keberadaan Reva, mereka berpencar mencari ke berbagai tempat.Bahkan Dion sudah menghubungi Bik Asih tapi Bik asih bilang Reva tidak pernah pulang ke rumah,membuat Dion semakin panik.


"Ayolah nona anda sembunyi dimana?Jangan buat kami dalam masalah, aku mohon pulanglah" Gumam Dion.


Kemudian Dion,mencari ke arah taman dimana siang tadi Reva berada di sana.


Hingga matanya menangkap sesuatu yang tergeletak di rumput.Dion mengenali barang itu,sebuah tas selempang milik Reva, tergeletak tak jauh dari bangku taman.


"Sial sepertinya mereka sudah berhasil membawa Nona muda,bagaimana ini,pasti Bos dan tuan Tristan bakal marah besar" Gumam Dion.


Mau tak mau Dion harus menyampaikan penemuannya kepada Roy.Benar saja hanya dalam hitungan menit Roy, dan Tristan sudah tiba di sana,dan tampa basa basi Tristan langsung mendaratkan bogem mentah ke wajah Dion.


Disaat bersamaan dering ponsel Tristan berbunyi,terlihat kontak baru memanggil.Tristan yakin ini pasti nomor penculik itu. Dan segera mengangkatnya.


"Halo"


"Ha ha ha Tristan, ternyata kamu cepat juga mengangkat panggilanku ha ha "


"Katakan saja apa mau mu brengsek!"

__ADS_1


"Wah wah wah sudah semakin pintar kamu sekarang,tidak mau berbasa basi langsung to the poin,aku suka"


"Tidak perlu banyak bacot sekarang sebutkan apa yang kau inginkan dariku"


"Wow aku suka,ternyata kamu takut sekali kehilangan wanita simpanan mu ini,baiklah aku akan memberimu penawaran,kalau kamu mau wanita mu Ini selamat,maka aku minta kamu serahkan semua barang bukti yang kamu punya,tentang semua kejahatan ku"


"Sudah ku duga,hanya sebatas ini kemampuanmu untuk mengalahkan ku,baiklah aku akan turuti keinginanmu,tapi dengan satu syarat"


"Apa itu?"


"Jangan sampai wanitaku terluka sedikitpun ,tergores sedikit saja kulitnya, kamu tahu sendiri akibatnya!" Ancam Tristan.


"Ok baiklah,temui aku di markas ku tepat tengah malam nanti,jangan ada polisi,dan aku mau kamu datang sendiri!"


"Baik, aku akan datang sendiri" Panggilan terputus.


"Roy, atur kepergian ku ke sana,gunakan rencana yang sudah kita susun sedari awal,aku mau kali ini kita bisa meringkusnya"


"Baik tuan,kami akan segera menyiapkan segala keperluan anda" Kemudian Tristan pergi meninggalkan Roy, bersama para pengawalnya di taman, setelah itu dia masuk ke dalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.


"Dion kumpulkan semua pengawal, kita kembali ke markas!"


"Siap Bos'' Dion kemudian menghubungi para pengawal yang saat ini tengah berpencar mencari keberadaan Reva, dan meminta Mereka berkumpul di markas.


 Roy,Dion dan semua pengawal sudah berkumpul di markas,jumlah mereka lebih dari lima puluh orang, mereka mengatur siasat,dan memberikan tugas kepada masing masing tim.Mereka akan mengepung seluruh markas Baskoro.


Ada regu tembak yang bertujuan untuk melumpuhkan musuh,ada tim penyelamat yang bertugas menyelamatkan Reva, dan tim yang akan berjaga di setiap titik.


Roy dan lima orang pengawal akan mengawal Tristan, Tim Dion dan beberapa orang lainnya, akan membebaskan Reva. Sedangkan sisanya akan berjaga dan melumpuhkan musuh.


Semua persiapan sudah beres tinggal mereka bergerak ke markas musuh.


Sementara Tristan, saat ini masih berada di mansion,menyiapkan beberapa barang yang ia butuhkan.Setelah itu dia. kembali memacu mobilnya menuju markas.

__ADS_1


" Bersabarlah sayang,aku akan datang menyelamatkan mu"


Bersambung........


__ADS_2