
Sudah seharian Tristan berada di ruang kerjanya,dia sibuk dengan layar laptopnya,banyak nya laporan dan data yang harus ia periksa.bahkan untuk makan siang pun ia meminta Bik Asih, membawakannya ke ruang kerja.
Sementara Reva baru saja pulang dari kampus,dia segera turun dari mobil kemudian bergegas masuk ke dalam rumah,dan tujuan utamanya adalah kamar,sesampai di kamar Reva tidak menemukan keberadaan Tristan di sana.
"Kemana Kak Tristan? apa dia di ruang kerjanya??"
Reva masuk ke kamar mandi ,dia ingin mandi supaya menyegarkan badan dan otaknya yang seharian ini di buat panas oleh kelakuan Mira dan teman temannya.Reva mengisi bhatt up lalu memberi aroma terapi kemudian ia merendam tubuhnya di sana.
"Ternyata sebatas itu arti persahabatan buat kalian?,harta dan kekayaan menjadi tolak ukurnya?,baik lah dengan begitu sudah membuktikan bahwa kalian memang tidak layak untuk di jadikan sahabat yang baik buat ku".Gumam Reva.
Sekitar dua pulih menit Reva berendam, setelah dia merasa segar,Reva segera bangkit dan masuk ke ruang ganti, Reva membuka lemari pakaian miliknya,dia terkejut karena lemari yang tadinya hanya ada beberapa potong baju miliknya,namun kini sudah terisi penuh pakaian dengan berbagai model dan warna.
"Siapa yang meletakkan baju baju ini?,apakah Kak Tristan yang melakukannya?,wah banyak sekali bahkan aku sendiri bingung untuk memilih baju mana yang akan kupakai"
Reva tampak kebingungan kemudian dia memutuskan untuk mengenakan dress selutut, lengan pendek berwarna pink muda dengan motif bunga ,membuatnya terlihat semakin cantik.Setelah selesai Reva keluar dan turun kebawah berniat ke dapur memasak makanan untuk makan malam.
Reva bertemu dengan Bik Asih, yang tampak sibuk dengan wajan penggorengan di tangannya.
"Hai Bik Asih,lagi masak apa?"
"Eh non Reva, bikin kaget Bibik aja non,ini lagi buat ayam kecap kesukaan Tuan Tristan non,apa ada makanan yang non Reva inginkan?,nanti Bibik buatin non"
"Ga usah Bik,saya makan menu yang ada aja,apa masih ada menu yang mau di masak lainnya Bik biar saya bantu masak"
"Ga usah non,sebaiknya non Reva buatin tuan kopi saja ,biasanya jam segini dia mau ngopi non".
"Buat kopi?"
"Iya non,nanti Bibik kasih tau takarannya"
Reva kemudian mengambil cangkir dan sendok ,lalu menakar kopi dan gula sesuai arahan Bik Asih,kemudian menuangkan air panas,setelah itu ia melangkah naik ke lantai tiga di ruang kerja Tristan.
__ADS_1
"Tok...tok...tok..." Reva mengetuk pintu.
"Masuk" Terdengar suara Tristan dari dalam sana.
"Kak aku buatin kopi untuk Kak Tristan." Tristan terkejut dia kira Bik Asih yang datang, ternyata Reva,karena terlalu fokus membuatnya tidak melihat siapa yang datang.
"Letakkan di situ,kamu sudah pulang?"
"Iya Kak,oh..ya Kak apa Kakak yang menaruh baju baju di lemari ku?,untuk apa baju sebanyak itu,aku saja bingung mau memakainya".
"Bukan,itu ibu yang memesan dari butik langganannya,apa kamu suka?"
"Iya kak aku suka, tapi sepertinya itu kebanyakan Kak,bukan kah aku hanya pergi kuliah saja,untuk apa pakaian sebanyak itu?"
"Reva itu keinginan ibu,niat nya hanya ingin membuatmu senang dan nyaman,terima saja tidak usah protes,kalau mau protes sama ibu saja jangan sama aku" Tristan terlihat kesal.
"Bukan nya protes Kak,hanya saja sayang uangnya di habiskan hanya untuk membeli baju sebanyak itu,apa lagi aku yakin harganya pasti mahal?"
"Ibu tidak punya anak gadis,jadi dia berniat memanjakan mu sebagai bentuk rasa sayangnya kekamu"
" Tut...tut....tut" suara ponsel tersambung namun belum juga diangkat.
"Halo sayang...apa kabar?,gimana suka sama hadiah yang ibu kirim?" Terdengar suara ibu di seberang sana.
"Iya bu,Reva suka,terima kasih ya Bu,tapi kenapa banyak sekali Bu?,pasti uang ibu habis banyak ya Bu?"
"Reva sayang...buat ibu itu ga ada apa apanya,di bandingkan pengorbanan kamu ,ibu hanya ingin memberikan hadiah kecil buat putri ibu tersayang,jadi jangan di tolak ya sayang"
"Ibu bukan nya Reva nolak,malahan Reva mau berterima kasih sama ibu,karena sudah begitu perhatian dan sayang sama Reva,perlakuan ibu terhadap Reva terlalu baik Bu,Reva takut mengecewakan Ayah dan Ibu,kalau sampai Reva gagal membuat kak Tristan kembali seperti dulu"
"Reva jangan bicara seperti itu,meskipun nantinya Tristan tidak bisa menerima kamu sebagai istrinya,Ibu dan Ayah akan tetap menerima kamu sebagai putri kami,jadi jangan pernah sungkan ya Nak"
__ADS_1
"Iya Bu, sekali lagi terima kasih,Reva merasa menemukan kembali sosok seorang Ibu,karena kasih sayang itu kembali Reva dapatkan dari Ibu".
"Reva bukan kah Ibu sudah bilang kamu itu putri Ibu,jadi Ibu ingin membahagiakan putri Ibu,jangan pernah sungkan ya sayang..."
"Iya Bu,sekali lagi terima kasih"
"Iya,kalau begitu ibu tutup dulu ya sayang,jangan lupa istirahat pasti kamu capek seharian kuliah kan?"
"Iya Bu,Reva sudah mulai kuliah lagi,maaf tidak membicarakan ini dengan Ayah dan Ibu"
"Reva, untuk apa kamu meminta izin dari kami,tampa kamu bicara pun ayah dan ibu pasti izinkan kamu,asal kamu bisa membagi waktu, menurut ibu tidak masalah".
"Iya Bu,kalau begitu Reva tutup ya Bu"
"Iya salam buat Tristan ya "
"Iya Bu"
Setelah selesai Reva segera turun ke bawah dan kembali ke dapur menemui Bik Asih.
"Wah udah selesai ya Bik?,maaf ya Bik Reva lama soalnya tadi dari nelpon Ibu"
"Ga apa apa non,inikan emang tugasnya Bibik,jadi non Reva ga perlu minta maaf"
"Tapi saya ga enak Bik, kalau gak ikut bantu bantu,soalnya bosen kalau cuma diem aja gak ngapa ngapain"
"Non tadi Tuan Tristan udah bilang ke Bibik,gak bolehin non Reva capek sama ga boleh ngelakuin apa apa di rumah,soalnya non Reva ini nyonya di rumah ini,jadi biarkan semua tugas kami yang ngerjain,tugasnya non Reva hanya melayani Tuan Tristan aja ya Non"
"Iya Bik Asih,kalau gitu Reva ke kamar aja ya Bik"
"Iya non silahkan" Bik Asih merasa senang karena adanya Reva di rumah ini membuat Tuannya sudah mulai membuka diri dan hati.
__ADS_1
"Semoga Tuan Tristan dan Nona Reva bisa menjadi pasangan yang bahagia,dan bisa saling mencintai supaya Tuan Tristan bisa kembali seperti dulu lagi" Batin Bik Asih.
**Bersambung**........