
Malam kian larut,namun tak menghentikan aktivitas dua insan beda generasi yang tengah mencapai puncak kenikmatan,berpacu dengan peluh yang membanjiri keduanya.Entah sudah berapa kali mereka menggapai puncak nirwana,namun seakan tak pernah puas lagi,dan lagi mereka mengulang adegan demi adegan panas itu.
Hingga dini hari barulah mereka dapat beristirahat dan memejamkan mata,tidur dalam keadaan tubuh polos,hanya ditutupi dengan selimut tebal mereka tidur saling memeluk.
Saat matahari telah meninggi barulah Mira mulai mengerjapkan mata karena perut sudah terasa sangat lapar,Mira meraih ponselnya yang ada di atas meja kecil di sudut ranjang.Melihat jam ternyata sudah jam sebelas siang,Mira beranjak dari ranjang dan saat akan melangkah dia meringis merasakan nyeri di bagian intimnya.
"Auh....." Mendengar suara Mira yang merintih seketika membuat Baskoro terkejut,dan terjaga dari tidurnya,butuh beberapa detik untuknya mengumpulkan kesadaran,setelah mengingat semuanya barulah dia tersadar dan beranjak dari ranjang lalu menghampiri Mira.
"Kamu kenapa,sakit ya? memang seperti itu rasanya kalau pertama kali melakukannya, pasti akan terasa perih,ayo aku gendong" Dan tampa aba-aba Baskoro langsung menggendong tubuh Mira, membawanya ke kamar mandi,mendudukkannya di kloset baru setelah itu dia mengisi bak mandi dengan air hangat.
Setelah bak terisi penuh dia kemudian merengkuh tubuh lemah Mira dan membawanya masuk kedalam bak mandi,setelah itu dia pun ikut masuk kedalam bak mandi dan duduk dibelakang tubuh Mira.
Baskoro memandikan Mira, menggosok punggung bahkan seluruh tubuhnya dengan sabun, namun ditengah aksinya Baskoro kemudian merasakan sesuatu yang mulai mengeras dan pada akhirnya adegan panas itu berulang di dalam bak mandi,Mira sudah merasa sangat lemah namun Baskoro meyakinkannya bahwa hanya satu kali ini saja,dan Mira membiarkannya melakukan keinginannya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Baskoro kemudian memesan makanan untuk mereka berdua makan,selang setengah jam makanan yang mereka pesan datang dan mereka mulai makan dengan lahapnya karena memang sudah merasa sangat lapar.
Selesai makan mereka duduk di ruang santai sambil menonton tv.
"Memangnya hari ini Om ga ke kantor?" Mira memulai percakapan.
"Tidak,aku sudah mengambil cuti tiga hari,itu kulakukan hanya untuk bisa bersama mu."
Mendengar ucapan Baskoro Mira merasa bahagia,karena merasa sudah mendapat tempat di hati Baskoro.
"Memangnya tante tidak curiga,bagai mana kalau dia tahu?."
"Tenanglah Mira,karena aku sudah meyakinkannya bahwa aku akan ada perjalanan keluar kota untuk tiga hari ke depan guna meninjau proyek yang baru ku rintis di sana,dan aku yakin Reno pasti bisa mengatasinya.
Baskoro mengingat usahanya untuk sampai ke apartemen Mira yang sedikit mengalami masalah,sebenarnya tidak susah meyakinkan fani,hanya sedikit berbohong fani akan cepat percaya namun yang jadi kendala adalah Reno sendiri yang begitu keberatan dengan keinginan Baskoro.
__ADS_1
" Tuan,saya mohon jangan anda teruskan niat anda untuk menjadikan Mira simpanan anda,karena saya sudah berjanji pada Pak Burhan bahwa saya akan menjaganya bahkan saya menjadikan diri saya sebagai jaminannya, kalau sampai Pak Burhan tahu saya takut dia akan murka dan membeberkan semua keterlibatan anda tuan" Reno berkata sembari memohon pada Baskoro.
''Reno aku sudah memikirkannya penuh dengan pertimbangan, disini aku tidak memaksanya tapi dia sendiri yang datang kepadaku dan memohon agar menjadikannya simpanan,apakah aku salah?."
"Tuan, bagaimana kalau nyonya tau tentang semua ini,anda tahu sendiri kan resikonya."
"Dari itu aku memintamu untuk berusaha bagaimana pun caranya fani jangan sampai tahu,sepandai-pandai mu sajalah menyembunyikan nya dari fani."
"Bukanlah selama ini anda adalah suami yang setia,tidak pernah berpaling meski nyonya tidak mampu melayani anda,sudah berapa banyak wanita yang menggoda anda tapi anda menolaknya?."
"Reno aku ini lelaki normal,aku juga butuh untuk melepaskan hasrat ku,sekarang kerjakan saja tugasmu dengan baik,jangan terlalu mencampuri urusanku" Setelah mendengar ucapan Baskoro,Reno segera berlalu dan tidak berkata apa-apa lagi.
"Kenapa Om melamun,apa Om sedang memikirkan istri Om??."
"Tidak,aku hanya sedang berpikir bagaimana hubungan kita kedepannya, Mira jujur aku katakan kamu sungguh luar biasa,milikmu begitu sempit dan mengigit membuat ku kecanduan ingin mengulang nya lagi dan lagi" Ucap Baskoro sembari bangkit dan mengangkat tubuh Mira dan mendudukkannya di pangkuan.
Mira paham dan mulai mengalungkan tangan di leher Baskoro dan membalas serangan demi serangan yang di berikan Baskoro.Dan di siang hari dengan cuaca yang begitu terik tak membuat keduanya mengurungkan niat untuk kembali berpacu dan berpeluh mengejar kenikmatan,di atas sofa diruang santai menjadi tempat mereka saling serang.
...****************...
Kita tinggalkan sejenak kisah hubungan yang rumit antara Baskoro dan Mira,kita kembali kepada kesayangan kita Reva dan Tristan.
Hari ini Ibu mengundang mereka untuk datang ke rumah utama,untuk makan malam bersama dan membahas masalah kembalinya Pak Ahmad ke perusaahan lagi.
Saat mereka tiba di rumah utama terlihat mobil Pak Ahmad sudah terparkir di halaman itu artinya beliau sudah duluan sampai. Roy segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Tuannya, sementara Reva enggan untuk turun dia begitu malu pada Roy mengingat bagai mana Tristan memperlakukannya di dalam mobil di lihat oleh Roy, Tampa ada perasaan malu dengan vulgar nya dia bertanya tentang hal-hal yang bersifat pribadi,bahkan sesekali mencuri ciuman di bibir Reva.
Melihat Reva yang malu-malu membuat Tristan meminta Roy untuk pergi dari sana, lalu dia meraih tangan Reva dan mengajaknya masuk kedalam rumah.Ibu begitu antusias menyambut kedatangan Anak dan menantunya,Ibu meraih tangan Reva dan memberikan pelukan hangat serta mencium pucuk kepala sang menantu,membuat Reva merasa bahagia karena di perlakukan begitu baik oleh ibu mertuanya.
"Kalian sudah tiba,ayo Tristan bawa Reva masuk Ayah mu sudah menunggu didalam". Ucap ibu. Senyum ceria tak lepas dari keduanya,tangan saling menggenggam berjalan masuk kedalam ruangan dimana Pak Ahmad dan Presdir tengah berbincang,melihat kedatangan mereka berdua kedua Ayah itu bangkit dan menghampiri keduanya.
__ADS_1
Reva bergegas menyalami tangan Ayah mertuanya begitu pula dengan Tristan, lalu Reva berhambur kedalam pelukan Pak Ahmad,mereka melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.
"Bagaimana kabar mu Nak,Ayah yakin kamu pasti bahagia,karena ada Tristan yang menjagamu" Ucap Ayah seraya menghapus air mata rindu yang jatuh di pipi mulus Reva.
"Iya Yah, Reva sangat bahagia karena Kak Tristan memperlakukan ku dengan sangat baik." Ucap Reva tulus.
Kemudian Pak Ahmad menepuk bahu Tristan dan mengucapkan terima kasih karena sudah menjaga dan membahagiakan Reva.
"Nak Tristan terima kasih karena sudah menjaga Reva, dan memberikannya kebahagiaan,serta terima kasih juga karena kamu sudah membuktikan bahwa Ayah tidak bersalah,dengan begitu nama baik Ayah yang sempat tercemar kini sudah kembali."
"Ayah tidak perlu berterima kasih,karena sudah jadi kewajiban ku menjaga dan membahagiakan anak gadis Ayah,dan sudah sepantasnya aku menjaga nama baik keluarga kita karena Ayah adalah orang yang berjasa di perusahaan ini,dan juga Ayah adalah Ayah mertuaku yang harus aku bela." Ucap Tristan dan di balas oleh pelukan hangat dari sang Ayah mertua.
Mendengar ucapan sang anak membuat Presdir dan juga Ibu merasa bangga karena anak mereka telah tumbuh menjadi pria yang penuh tanggung jawab,tak terkecuali Reva yang juga bangga memiliki suami yang begitu penyayang,bukan hanya terhadapnya tapi juga orang-orang yang ada di sekelilingnya.
"Dan aku harap kedepannya kita akan saling menjaga,dan memperhatikan satu sama lain agar tidak ada celah untuk orang-orang yang ingin berbuat jahat terhadap keluarga kita" Ucap Presdir menimpali.Dan semua mengangguk setuju.
"Ayo kita makan malam dulu,setelah itu kita lanjut lagi ngobrolnya" Ajak Ibu.Dan mereka beranjak pergi ke ruang makan.
Dan di meja makan lagi-lagi Tristan menunjukkan perhatian nya terhadap Reva, dia mengambilkan nasi dan beberapa lauk lalu memberikannya pada Reva, dengan senang hati Reva menerima dan mengucapkan terima kasih namun langsung di balas oleh Tristan dengan
mendaratkan kecupan di bibirnya.Seketika wajah Reva merona karena malu namun membuat yang lain tertawa bahagia melihat kemesraan keduanya.
"Terima kasih, ya tuhan karena engkau telah memberikan kebahagiaan untuk putriku,dan aku memohon padamu, agar selalu melindungi kami dari segala marabahaya,aamiin...." Pak Ahmad berdoa dalam hati.
Melihat kebahagiaan putri semata wayangnya,membuat Pak Ahmad membuang segala keresahan yang selama ini mengganjal di pikirannya,perasaan takut kalau saja Reva tak bahagia kini terpatahkan dengan semua bukti yang tampak di depan matanya,dengan mata yang sudah mengembun Pak Ahmad berbisik didalam hati,menyebut nama istri tercinta dan menyampaikan rasa bahagia yang tak terkira.
"Sayang,lihatlah putri kita sekarang sudah menemukan kebahagiaan aku harap kamu di sana juga bahagia dan tenanglah di alam ke abadian."Harapan dan doa Pak Ahmad langitkan berharap sang maha cipta mengabulkan semuanya.
**Bersambung**........
__ADS_1