
Dion telah mengantongi satu nama.
Sedari awal Dion sudah menduga gadis angkuh tersebutlah pelakunya.
Namun Dion tidak mau gegabah.Dia tidak ingin menuduh tampa bukti.
Dion bekerja sangat gesit,hanya dengan waktu kurang lebih satu jam.Dion sudah kembali ke kantor,menemui Roy.
Untuk melaporkan hadil penyelidikannya.
Sementara itu Reva yang kelelahan karena melayani gairah Tristan. Akhirnya jatuh tertidur di sofa.
Sedangkan Tristan, sendiri membersihkan sisa sisa bekas permainan panas mereka.
Merapikan kembali dunia yang kacau,seperti kapal pecah.
Setelah dirasa cukup.Roy memerintahkan para staf yang ada di divisi Tristan, untuk naik dan melanjutkan pekerjaan mereka.
Roy beberapa kali menarik napas panjang.Menormalkan kembali degup jantungnya.Yang ikut berdisko ria saat mendengar suara suara aneh dari ruangan Tristan.
Roy mengetuk pintu ruangan Tristan.
Tok tok tok "Tuan apa saya boleh masuk?"
"Masuklah" Jawab Tristan, Setelah memastikan posisi Reva yang berbaring di sofa,dalam keadaan yang baik.
Roy akhirnya melangkahkan kaki masuk.
Setelah memastikan keberadaan Reva,yang terlihat meringkuk di sofa,tapi hanya kepalanya saja yang terlihat menyembul dari balik jas Tristan, yang ia gunakan untuk menutupi sebagian tubuh Reva.
"Ada apa,apakah ada hal yang penting?lihat istriku sedang tidur,jangan sampai kehadiranmu membangunkannya." Ucap Tristan, sedikit berbisik.
"Anda harus lihat ini Tuan" Ucap Roy, seraya menyerahkan ponsel.Kemudian membuka layar yang menunjukkan gambar Reva yang terpampang jelas di sana.
Seketika emosi Tristan, meledak.
"Siapa manusia brengsek yang sudah berani menyebarkan isu seperti ini,segera cari tahu dan seret dia kehadapanku!"
"Saya sudah memerintahkan Dion untuk menyelidiki kasus ini,sebentar lagi kita akan menemukan pelakunya. Saya juga sudah meminta Dion untuk menghapus berita tersebut dari semua media sosial yang sudah terlanjur tersebar."
"Pastikan bahwa berita murahan ini sudah benar-benar bersih dari media sosial. Siapapun pelakunya,aku pastikan mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal,atas perbuatan mereka"
"Tuan apa tidak sebaiknya pernikahan kalian di publikasikan ke masyarakat agar tidak ada lagi isu ataupun berita miring seperti ini."
"Aku pun berniat demikian,tapi tidak semudah itu Roy.Masih banyak pertimbangan yang harus aku pikirkan sebelum melakukan itu,Orang-orang yang menginginkan kehancuran ku diluar sana.Kamu tau sendiri Reva, adalah sumber kekuatan sekaligus kelemahan ku,aku tidak ingin orang-orang menjadikan Reva,sebagai senjata mereka untuk menyerang ku.Apalagi tadi saat Reva, datang kemari.Sonya dan Raysa masih berada di kantor terpaksa aku mengenalkan Reva, pada mereka"
"Saya yakin Tuan, berita hari ini pasti ada campur tangan Sonya, dan juga orang kantor kita."
"Aku juga sependapat denganmu,tapi siapa orang sudah berani berkhianat dibelakang ku?"
"Tidak lama lagi kita akan mengetahui, siapa pelakunya Tuan."
Disaat Roy dan Tristan, sedang berbincang,tampa mereka tahu Reva, sudah terbangun sejak tadi,dan Reva mendengar percakapan mereka,saat tadi nama Sonya disebut.Membuat Reva, penasaran akan hubungan Tristan dan Sonya.
__ADS_1
Namun Reva, memilih untuk pura-pura tidur,dia akan menyelidiki sendiri siapa Sonya dan apa hubungan mereka sebenarnya.
Sementara itu terdengar suara ketukan di pintu ruangan Tristan,Roy segera membukanya.Ternyata Dion yang datang.
Dion menyerahkan hasil penyelidikannya. Ternya Fiona adalah orang yang berada dibalik isu tersebut.
Tristan, segera meminta Roy, untuk mengumpulkan semua staf dan karyawan di aula kantor.
Mereka bertiga pun keluar,meninggalkan Reva, yang terbaring sendiri di sofa.
Setelah memastikan semuanya aman.Reva, segera bangkit.Reva membuka pintu,lalu menyembulkan kepalanya sedikit ternyata semua ruangan telah kosong.
Reva pun keluar melangkah menuju lift.Menekan tombol menuju lantai paling dasar.
Reva yakin bahwa aula yang dimaksud berada di lantai paling dasar.
Namun setelah Reva, turun.Dan mencari dimana letak aula berada ternyata dia tidak menemukan keberadaan aula yang dimaksud.
Reva kebingungan, ingin bertanya tapi Reva, tidak menemukan satu orangpun ada di ruangan tersebut.
Reva, memutuskan untuk keluar, menuju mini market yang ada di sebrang jalan Reva, merasakan tenggorokannya kering,Reva berniat membeli minuman.
Saat Reva masuk kedalam mini market yang begitu ramai.Seketika Reva, mendapatkan tatapan sinis dan mengejek dari para pengunjung dan pelayan mini market tersebut.
"Wah ... ini nih bocah ingusan yang lagi viral,gara-gara jadi simpanan Ceo tampan yang kantornya ada di sebrang jalan itu." Ucap salah satu pengunjung,seorang ibu muda yang tengah menggendong anaknya.
"Cantik sih,tapi sayang jadi simpanan" Timpal ibu ibu lainnya.
"Mending jadi istri saya aja Nona, saya duda tampa anak." Sambung pria setengah baya.
"Gadis jaman sekarang,keliatannya polos,ternyata jadi simpanan" Ucap seorang ibu yang sudah tua.
Dan ada banyak lagi kata kata yang keluar dari bibir para pengunjung.
Reva, ingin membantah,tapi percuma meskipun Reva, mengatakan bahwa dia istri sah Tristan, siapa yang akan percaya.
Reva, memilih buru-buru mengambil beberapa botol minuman serta cemilan,Reva mengacuhkan omongan orang-orang yang ada di sana.
Kemudian Reva segera pergi kekasir untuk membayar.Tapi diluar dugaan kasir tersebut menolak untuk menerima bayaran Reva.
Mereka menganggap Reva, tidak pantas untuk mendapatkan pelayanan istimewa dari mereka.
"Kenapa anda menolak untuk melayani saya,apa anda kira saya tidak punya uang?"
"Saya yakin seorang simpanan seperti kamu sudah pasti banyak uang.Dari itu saya tidak mau menerima uang haram hasil jual diri"
"Jaga omongan anda,jangan terlalu lancang menilai saya,kalau anda tidak tahu kebenarannya."
"Kebenaran apa?kebenaran bahwa kamu adalah simpanan Ceo Tuan Tristan?"
"Saya rasa kita tidak punya masalah,Nona. Kenapa anda sepertinya begitu membenci saya,apa Tuan Tristan itu suami anda,atau anda merasa kalah karena tidak bisa mendapatkan Tristan. Kalian semua dengar ini baik baik,saya adalah istri sah dari Tristan. Kalau tidak percaya silahkan tanya langsung pada Tristan. Permisi!" Ucap Reva, seraya berlalu dari sana.
Semua pengunjung dan pelayan mini market seketika tertawa mengejek menganggap lucu ucapan Reva.
__ADS_1
"Kalau mimpi jangan ketinggian Nona, kalau jatuh pasti sakit" Ucap kasir mini market tersebut di sertai tawa yang kian menggema di dalam mini market tersebut.
Reva, akhirnya keluar dengan tangan kosong.
Salah satu anak buah Dion nampak terengah-engah menghampiri Reva yang hendak menyebrang jalan.
"Kenapa anda keluyuran diluar Nona,kalau Tuan Tristan, tahu pasti kami akan langsung dihukum atau justru dipecat"
"Aku haus,ingin membeli minum,tapi orang-orang di sana malah mengejekku,dan tidak mau melayaniku"
"Apa?mereka berani menolak melayani anda Nona,benar-benar lancang mereka.Saya akan mengadukan ini pada Bos.Mari saya antar Nona, kembali ke ruangan Tuan Tristan."
Reva,melangkah menyebrangi jalan,diiringi anak buah Dion,kemudian dia mengantar Reva hingga kembali keruangan Tristan.Lalu berjalan ke pantry mengambilkan Reva, minuman dingin.
Setelah menyuguhkan minuman dingin pada Reva, pemuda yang bernama Bayu,segera menghampiri Dion yang berada di Aula kantor.
Saat bayu tiba di sana, terlihat pemandangan yang begitu menyedihkan.
Seorang gadis cantik,memakai seragam khas kantor terlihat duduk bersimpuh memohon pengampunan pada Tristan.
Dia adalah Fiona.
Tristan, memberinya dua pilihan.
Memberitahu siapa dalang dibalik kasus ini,kemudian dia mendapat keringanan dipecat namun tidak mendapatkan blacklist, sehingga dia masih bisa bekerja di perusahaan lain.
Atau tetap bungkam.Lalu Dipecat,dan di blacklist,itu artinya dia tidak bisa bekerja di perusahaan manapun lagi.
Fiona masih enggan untuk menjawab.Dia masih menangis tersedu, menyesali perbuatannya.
Tristan, sendiri meyakini bahwa Fiona tidak beraksi sendiri.Melainkan ada seseorang yang berada dibalik aksinya.
Sejak tertangkap, tadi.Fiona masih bungkam. Dia enggan menyebutkan siapa orang yang telah bekerjasama dengannya.
"Baiklah,aku sudah berbaik hati memberikan mu kesempatan, tapi kamu tidak mau menerima kesempatan baik ini.Kamu dengar ini baik baik, meskipun kamu tidak memberi tahuku siapa orangnya.Aku akan mencari tahu sendiri,dan aku pastikan akan menangkapnya dengan tangan ku sendiri."
"Ampun Tuan saya salah,saya mengaku salah.Maafkan saya,saya berjanji tidak akan mengulangi ini lagi,Tapi saya mohon jangan pecat saya Tuan, kalau saya tidak bekerja siapa yang akan menghidupi ibu dan kedua adik saya yang masih sekolah"
"Bukankah sudah aku katakan, aku akan mengampuni mu,dengan syarat beritahu aku siapa yang menyuruhmu, melakukan ini.Aku yakin pasti ada orang lain yang berada dibalik aksimu ini,Iya Kan?"
'Saya akan memberitahu, tapi Tuan harus berjanji dahulu,bahwa Tuan tidak akan memecat saya"
"Aku berjanji akan tetap membiarkan mu bekerja disini,tapi dengan syarat kamu akan menuruti semua perintahku"
"Baik,Tuan saya akan mematuhi anda,tapi saya mohon biarkan saya tetap bekerja di kantor anda Tuan."
Terjadilah kesepakatan antara Tristan, dan Fiona.
Tristan, sudah mengantongi nama orang yang bekerjasama dengan Fiona.
Lalu Fiona mendapat tugas dari Tristan, untuk menjadi kaki tangan Tristan.
Fiona akan menggali banyak Imformasi dari orang tersebut,dan tidak akan membocorkan rahasia, bahwa Tristan sudah mengetahui aksi mereka.
__ADS_1
Tristan, akan menjebak orang tersebut hingga dia datang dan mengakui sendiri kejahatannya.
Bersambung.