DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 56


__ADS_3

"Dewi bukan lah nama yang sebenarnya"


"Maksud Ibu?" Ucap Ibu Mila.Membuat Burhan dan Mira, semakin yakin bahwa Dewi adalah Gina.


"Kami tidak tahu dari mana Dewi sebenarnya berasal.Saat pak Karta dan suami saya serta satu teman mereka menemukan Dewi tersangkut di pepohonan di bantaran sungai.Kala itu Dewi tidak sadarkan diri.Tubuh penuh luka sayatan serta lebam di wajahnya." Ucap Ibu Mila terkenang kembali peristiwa naas dua puluh tahun silam.


"Saat ditemukan,mereka mengira Dewi sudah mati.Namun setelah diangkat ke tepi sungai ternyata Dewi masih hidup,tapi dengan kondisi yang begitu lemah.Pak Karta dan suami saya berinisiatif membawanya pulang ke rumah pak Karta.Sesampainya di rumah bu Halimah yang tidak memiliki anak berniat merawatnya hingga sembuh." Ucap Bu Mila menambahkan.


"Butuh waktu beberapa hari untuk merawat Dewi,setelah dia sadar ternyata Dewi hilang ingatan.Tuan Burhan,Nona Mira, sebaiknya kalian temui Dewi secara langsung,agar kalian bisa menemukan kebenaran dari cerita saya ini" Ibu Mila memberi saran.


"Ya,benar Tuan, Nona. Sebaiknya kalian mendengar cerita ini langsung dari Dewi.Mungkin dengan bertemu dengan kalian Dewi bisa mengingat semuanya.'' Ucap Pak Kades.


"Iya,Pak kades,Ibu Mila kami juga minta tolong agar sekiranya Pak kades dan Ibu mau mengantar kami ke rumah Dewi." Pinta Burhan.


"Baiklah Kalau begitu mari saya antar ke rumah Dewi sekarang" Ucap pak kades.


Kemudian mereka beranjak pergi meninggalkan kediaman pak kades.Lalu masuk ke dalam mobil Burhan untuk pergi ke rumah Dewi.


Sesampainya di sana rumah Dewi tampak lengang,hanya ada dua ibu ibu yang menemani Dewi membereskan bekas tahlilan kematian bu Halimah.


Pak kades dan ibu Mila segera turun,di susul oleh Mira dan Burhan.


Ada perasaan berdebar yang Burhan rasakan di dalam dadanya.Perasaan takut bila Dewi,itu sebenarnya adalah Gina.Tapi bagaimana kalau Gina tidak mengenali dirinya dan Mira.


Sedangkan Mira, berdoa dan berharap semoga Dewi adalah ibu yang selama ini dia rindukan.


Ada perasaan lega di hati Burhan,saat mengetahui bahwa Dewi masih sendiri dan tidak menikah lagi.


"Assalamualaikum" Ucap mereka berempat secara bersamaan saat sudah berdiri di depan pintu rumah Dewi.


"Walaikumsalam" Terdengar Jawaban dari dalam rumah.


"Pak kades Ibu Mila,silahkan masuk Dewi lagi Di belakang biar saya panggilkan.Silahkan duduk dulu Pak,Bu." Ucap wanita yang bernama Sri.


Ibu Sri segera berlalu ke belakang menemui Dewi,ingin memberi tahu tentang kedatangan tamunya.


"Dewi,di depan ada tamu" Ucap Bu Sri.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Dewi penasaran.


"Pak kades dengan ibunya,serta dua orang tapi saya tidak mengenalinya,sepertinya mereka dari kota."


Dewi terpaku sesaat saat mendengar penjelasan Bu Sri.


"Da ... dari kota?" Ucap Dewi panik.


"Sepertinya begitu,karena melihat penampilan mereka sangat keren juga mobil yang mereka bawa kelihatannya mewah banget sepertinya mereka orang kaya"


"Siapa mereka dan untuk apa mereka kemari?"


"Makanya temui dulu mereka di luar sana,supaya kamu enggak penasaran" Ucap Bu Sri lagi.Kemudian mengambil empat cangkir, berniat membuatkan keempat tamu mereka teh manis.


Dewi memberanikan diri untuk keluar menemui para tamu yang sudah menunggunya di ruang tamu.


Saat tiba di ruang tamu wajah pertama yang Dewi lihat adalah wajah Pak kades serta ibunya.


Sedangkan dua tamu lainnya posisi mereka duduk membelakangi pintu tengah.


"Selamat siang Pak kades ,Ibu Mila.Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Dewi.


"Si ...siapa Pak kades?" Ucap Dewi gugup.


Sementara Burhan yang mendengar suara Dewi berbicara membuat tubuhnya bergetar.Burhan ingat suara merdu itu,suara yang selama dua puluh tahun ini dia rindukan.Burhan bangkit dari kursi lalu menoleh ke sumber suara.


Degg .... saat mata Burhan menatap wajah Dewi yang sudah tidak lagi muda namun tetap cantik seperti saat terakhir kali mereka bertemu.


"Gina!" Ucap Burhan seketika saat melihat wajah Dewi secara jelas.


Dewi yang dipanggil namanya serta ditatap secara intens dari orang yang selama ini dia rindukan,mendadak bibirnya kelu Tubuhnya bergetar hebat saat tahu siapa tamu yang saat ini berdiri di hadapannya.


Dewi tidak segera menyahut,dia masih mencerna kejadian yang tengah dia alami.Dari mana Burhan tahu bahwa dia ada disini.Bagaimana cara Mereka bisa menemukan tempat persembunyiannya.


"Dewi ini ada Tuan Burhan dan Nona Mira, katanya mereka mau ketemu sama kamu" Ucap Ibu Mila.


Mira ikut bangkit dan memutar tubuhnya menghadap ke arah Dewi yang berdiri mematung.

__ADS_1


"Siapa kalian,dan mau apa kalian datang kemari?" Ucapan Dewi,yang membuat dada Burhan dan Mira, terasa sesak.


"Mereka datang dari kota,dan sengaja kemari untuk menemui mu,apa kamu tidak mengingat mereka?.Tuan Burhan bilang dia sedang mencari istrinya yang hilang dua puluh tahun lalu,mereka menduga kamu adalah Gina yang mereka cari selama ini" Ucap Pak Kades.


Burhan melangkah maju,mendekati Dewi,yang berdiri diambang pintu tengah.


"Gina apa kamu tidak mengingatku.Aku Burhan suamimu,aku datang kemari ingin menjemputmu,sayang.Aku tidak sendiri ada putri kecil kita Mira, yang sekarang sudah beranjak dewasa.Lihatlah wajahnya persis seperti kamu saat muda dulu." Ucap Burhan.Posisinya sudah berdiri tepat di hadapan Dewi.


Dewi masih mematung,tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. Kemudian Mira, mendekat lalu meraih tangan Dewi,lalu diciumnya tangan lembut itu dengan hidmat. Lalu ia letakkan telapak tangan Dewi di pipi kirinya,kemudian ia raih tangan kiri Dewi lalu ia letakkan di pipi kanannya.


"Ibu,ini aku Mira, putri kecil Ibu,apa Ibu lupa sama aku?aku kangen sama Ibu,apa Ibu gak kangen sama aku" Ucap Mira seraya menatap mata sayu Ibunya yang terlihat mulai mengembun.


Sekuat apa Dewi berusaha untuk berpura-pura tidak mengenali mereka,namun perasaan rindu yang membuncah membuat Dewi meraih tubuh Mira, kedalam pelukannya,begitu erat ia memeluk tubuh Mira, takut bila ini hanyalah mimpi.


"Mira ....apa benar Kamu putri Ibu,kamu sudah besar,Nak.Ibu juga tersiksa karena menanggung rindu sama kamu dan ayahmu.Maafkan Ibu,Nak.Maaf ibu terlalu pengecut untuk menemui kalian.Ibu takut kalian akan bernasib sama seperti Ibu." Ucap Dewi seraya memeluk tubuh Mira, kemudian Burhan ikut memeluk tubuh kedua wanita yang dicintainya.


Terdengar isak tangis yang begitu pilu dari bibir ketiganya.Tak terkecuali Pak kades,Ibu Mila,Ibu Sri dan juga beberapa orang yang kembali datang ke rumah Dewi,saat melihat adanya tamu asing yang datang ke sana.Mereka semua menangis terharu menyaksikan pertemuan keluarga yang sudah lama terpisah.


Cukup lama ketiganya saling peluk.Dewi melerai pelukannya, kemudian ditangkupnya wajah Mira yang basah oleh air mata. Lalu ia kecup seluruh wajah itu,penuh cinta dan sayang.Kembali keduanya saling peluk.


"Ibu juga begitu merindukan kalian.


Tapi Ibu takut Nak,Ibu tidak berani pulang,Ibu khawatir, bagaimana kalau Baskoro juga mencelakai kalian,bila tahu kalau Ibu masih hidup."


"Mulai Sekarang Ibu jangan takut,sebab kejahatan yang dilakukan oleh brengsek itu sudah terungkap.Dan sekarang dia sudah mendapatkan hukuman yang setimpal atas kejahatannya,Bu." Ucap Mira meyakinkan sang Ibu.


"Gina,kamu ikut kami pulang ke kota ya.Kita mulai hidup yang baru." Ucap Burhan.


"Maaf,Mas.Aku tidak bisa"


"Kenapa tidak bisa?bukankah kamu hanya tinggal sendiri di rumah ini?"


"Aku........"


****Bersambung****


Maaf ya baru bisa up soalnya masih ada acara keluarga.Dan semoga rasa penasaran kalian terjawab ya.

__ADS_1


Btw buat kalian semua saya ucapkan terima kasih karena tetap setia dengan kisah Dokter cinta ceo.saya harap kalian berkenan untuk memberikan like,komen,hadiah serta vote mingguannya.agar aku tetap semangat dalam berkarya iloveu sekebon buat 😘🥰🥰🥰


__ADS_2