DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 29


__ADS_3

 Rasa cinta Tristan tumbuh berkali kali lipat,semenjak dia mengetahui isi hati Reva.Namun berbeda dengan Reva, dia semakin menekan hati dan perasaan nya ketika tahu bahwa Tristan menyukai gadis lain.Reva tidak ingin kecewa nanti nya.


Tristan membiarkan Reva terjebak dalam praduga tentang isi hati Tristan Sebenarnya.Tristan percaya bahwa Reva mengetahui perasaan nya,bukankah selama ini Tristan sudah membuktikan perasaan nya lewat perbuatan dan perhatian nya.Namun Tristan melupakan satu hal, bahwa wanita perlu kepastian bukan sekedar tindakan.


Kesalahpahaman terjadi di antara mereka berdua,Tristan mengira Reva sudah tau siapa gadis yang dia cintai,sedang kan Reva menyangka gadis yang Tristan maksud bukan diri nya melainkan wanita lain.


Dasar Tristan tidak peka.


Hari ini Tristan sengaja pulang lebih awal,sebab dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama Reva.


Reva hari ini memang tidak ada kelas.Dia menghabiskan waktunya di taman samping,menyiram bunga,dan membersihkan rumput yang mulai tumbuh liar.


Tepat jam sembilan pagi Reva sudah selesai membersihkan taman,di bantu oleh Pak supri.


Setelah selesai Reva berjalan ke arah kolam renang yang ada di dekat taman.Reva mengitari kolam lalu duduk di tepian kolam, sedang kan kedua kaki nya ia masukkan ke dalam air yang terasa menyegarkan.


Setelah menimbang akhirnya Reva memutuskan untuk berenang, karena sudah lama dia tidak berenang di kolam.


Sementara Tristan baru saja turun dari mobil dan langsung masuk,menaiki tangga menuju kamar. Saat tiba di kamar,Tristan tindak menemukan keberadaan Reva.


"Ke mana Reva tumben dia tidak ada di kamar,apa mungkin dia sedang ada di dapur." Gumam Tristan.


Tristan menuju ruang ganti,mengganti pakaian kerja dengan pakaian santai baju atasan kaos dan celana pendek,setelah itu dia turun ke dapur,berniat mancari keberadaan Reva, namun hingga semua sudut dapur ia periksa tidak menemukan keberadaan Reva, begitu pun Bi Asih.


Tristan kembali naik ke kamar,mengambil ponsel berniat menghubungi Reva. Ternyata ponsel Reva tertinggal di kamar.


"Kemana Reva,apa dia ada di balkon"


Langkah kaki Tristan membawanya ke arah balkon,yang memang sudah terbuka pintunya.


Tristan melangkah ke arah luar balkon,tidak juga dia temukan keberadaan sang istri.Tampa sengaja ia menoleh ke bawah,ke arah taman dan kolam,seketika matanya menangkap sosok yang tengah meliuk-liuk di dalam air bak putri duyung.


Senyum di wajah Tristan terbit, secerah mentari pagi.

__ADS_1


"Tidak sia-sia aku pulang sepagi ini,kalau santapannya selezat ini" Ucap Tristan, diiringi seringai licik di wajahnya.


Tristan bergegas kembali turun ke bawah,berlari kecil menghampiri sang pujaan hati yang tengah ia rindukan.


Sementara Reva tak manyadari kehadiran Tristan, mungkin karena terlalu asik berenang, membuatnya tak melihat bahwa Tristan sudah masuk ke dalam kolam,menyelam dan memeluknya dari belakang.


"Aaaaaahh" Reva menjerit sekerasnya,membuat Pak supri lari tergopoh menghampiri,namun kemudian ia berbalik arah saat melihat Tristan tengah memeluk Reva dari belakang.


"Ada ada saja kelakuan anak muda zaman sekarang, aku kira apa, ternyata di belit ular besar, Non Reva ngagetin baja" Gumam Pak Supri kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Bisa ga sih Kak,jangan buat kaget,jantungku terasa bergeser karena terkejut" Ucap Reva sambil bibirnya mengerucut.


Momen seperti itu di jadikan Tristan sebagai kesempatan untuk ******* bibir seksi Reva.


Seketika Reva bungkam, lama kelamaan mereka hanyut dalam ciuman yang makin panas.


Reva mengalungkan kedua tangannya di leher Tristan, sedangkan kedua tangan Tristan memeluk pinggang Reva, dengan erat.


"Tumben Kak Tristan, pulang sepagi ini" Ucap Reva, dengan kedua tangan masih mengalung di leher Tristan."Sengaja,aku kangen jadi pulang lebih awal,tapi ternyata aku menemukanmu di sini."


"Iya Kak aku udah lama ga berenang,selesai bersihin taman aku langsung ke kolam ini,dan tertarik untuk berenang"


"Jadi gak sia-sia aku pulang cepat,kalau akhirnya bisa melihat bidadari mandi di kolam" Goda Tristan.


"Gombal banget sih Kak"


"Kok gombal,emang beneran kamu cantik kayak bidadari" Ucapan Tristan, membuat wajah Reva, bersemu merah.


"Mau coba bercinta dalam air?."


"Jangan macam-maam Kak,ada Pak Supri di sana" Reva, menunjuk keberadaan Supri yang tengah membersihkan sisa rumput.


"Gampang,aku tinggal suruh dia masuk,kan beres.sekarang kamu mau tidak?"

__ADS_1


"Enggak Kak,aku gak mau,jangan aneh-aneh Kak sekarang ayo naik" Tristan mengabaikan ucapan Reva.


"Pak Supri,kemari!" Pak supri berlari kecil menghampiri sang majikan.


"Ada apa tuan"


"Sekarang kamu masuk,dan bilang kepada seluruh pelayan mansion jangan ada yang masuk ke area kolam,kamu mengerti?"


"Baik tuan,saya mengerti."


"Ya sudah sana"


Dasar orang aneh,memang nya kalian mau ngapain sih tuan,sampai-sampai kami tidak di perbolehkan ke sini,mana kerjaan ku belum beres lagi,emang dasar nasib jadi pelayan ya begini.


Supri memilih menuruti perintah tuannya dari pada di hukum atau bahkan di pecat nantinya,tugasnya sekarang adalah memberi tahu semua pelayan di mansion ini untuk tidak pergi ke area kolam renang,seperti yang di perintah kan tuannya.


Kembali kepad dua orang yang saat ini berada di dalam kolam.Reva, sudah mau kabur saat mendengar suaminya memerintah kan Supri pergi,akan sangat memalukan bila para pelayan menerka isi kepala tuannya.


Reva melepaskan kedua tangannya dari leher Tristan mencoba untuk kabur, tapi terhambat sebab Tristan sudah lebih dulu menyergapnya.Dan terjadilah pergumulan seperti yang Tristan, inginkan.Dan hanya mereka berdua yang tahu sensasi apa yang mereka dapatkan(Author ga mau ikut campur urusan pribadi mereka 🤭😁).


Setelah puas baru Tristan, mengajak Reva keluar dari dalam kolam,dan membawa nya masuk kedalam untuk membersihkan diri.


Wajah Reva, sudah seperti kepiting rebus bila mengingat adegan demi adegan yang berseliweran di kepalanya,ingin rasanya dia menenggelamkan diri di dasar laut,bila nanti harus berpapasan dengan para pelayan malu sekali rasanya.


Beruntung saat masuk dan naik ke kamarnya reva tak menemukan satu orang pun pelayan,Reva merasa sangat beruntung,tampa Reva tahu Tristan lah yang memberi perintah kepada seluruh pelayan untuk menghindari bertemu dengan mereka.


Tristan tahu istrinya sangat pemalu, dari itu dia meminta para pelayan untuk tidak keluar dari kamar mereka saat dia dan Reva, masuk nanti.


Mereka sudah selesai membersihkan diri,kini saatnya beristirahat.Tristan, membawa Reva naik ke ranjang merebahkan diri untuk melepas lelah,tapi bukan Tristan namanya kalau hanya sebatas rebahan,sebab tangan dan bibir sudah kembali bergerilya menjamah dan meraba sesuka hatinya.kecupan sini kecupan sana sampai puas,sedangkan Reva, tidak bisa menolak karena sebenarnya dia pun menikmati sentuhan demi sentuhan Tristan.


Kak andai aku gadis yang kau cinta betapa beruntung nya aku,walaupun hati dan cintamu bukan untukku tapi aku sudah bisa merasakan bagaimana engkau memanjakan diriku,itu sudah cukup bagiku,tugas ku sekarang akan menekan hati dan perasaanku untuk tidak jatuh cinta padamu.Meski terlambat sebab perasaan itu sudah mulai bersemi meski pada akhirnya kandas saat kau bilang mencintai gadis lain.Izinkan aku untuk menerima semua perlakuan baikmu kak,dan biarkan diriku egois dengan tetap mencintaimu.


Tristan, tetap membiarkan Reva dengan pemikiran yang berbeda,entah sampai kapan sebab yang Tristan tahu Reva mencintainya,tak perlu ia ungkapkan lagi perasaannya,Begitulah pemikiran Tristan.

__ADS_1


__ADS_2