DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 7


__ADS_3

Reva mulai menggeliat, terdengar kokok ayam dari kejauhan ia meraih ponsel yang ada di sisi bantalnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul empat pagi.


"Sudah hampir subuh ternyata, sebaiknya aku bangun dan mandi" Gumam Reva, kemudian dia menoleh ke arah samping terlihat sosok yang saat ini sedang tertidur pulas wajahnya begitu teduh dan damai. Reva menggeser tubuhnya lalu mendekat dan memandangi wajah teduh yang masih pulas dalam tidurnya.


"kalau tidur begini kenapa wajah Kakak terlihat semakin tampan" Batin Reva.


Tangannya terulur menyentuh setiap lekuk wajah yang tercipta begitu sempurna mulai dari alis,mata,lalu turun ke hidung dan terakhir bibir seksi milik Tristan, membuat Reva menelan ludah, "Hah....apa ya rasanya kalau di c**m bibir seksi ini..." Pikiran Reva melanglang buana, tampa dia sadari mata yang tadi tertutup kini sudah terbuka lebar "Sudah puas atau belum?" Seketika tubuh Reva terlonjak kebelakang suara bariton Tristan mengejutkan Reva.


Tubuh Reva membeku dia merasa malu yang teramat "Aku ketahuan" Batin Reva.


"Kenapa gak diterusin ayo lanjutin yang mana lagi yang mau disentuh" Kata kata Tristan membuat wajah Reva memanas.


"Maaf Kak aku kira Kakak tidur...''


"Aku memang sedang tidur, tapi ada yang menggangguku bahkan membangunkan singa yang sedang tidur" Tristan merasakan sesak di bagian bawahnya.


"A..apa maksud Kak Tristan"


"Bukan apa apa, ayo segera bangun dan mandi karena sebentar lagi waktu subuh tiba!.


Kesempatan itu digunakan Reva untuk kabur, hanya denan hitungan detik dia sudah mengunci dirinya dikamar mandi.


"Bodoh...bodoh... kamu bodoh Reva,....kenapa jadi seberani itu menyentuh wajah nya...lihat tampang mu sudah seperti kepiting rebus...aku jadi malu" Reva mengutuk dirinya di depan cermin.


"Reva buruan mandi, aku juga mau mandi nanti telat ke masjid!."


"I...iya Kak sebentar......" terdengar suara guyuran air membasuh tubuh Reva.


Tak berapa lama Reva keluar menggunakan badroob dan berjalan keluar sambil berlari kecil menuju ruang ganti, Tristan yang melihatnya merasa lucu "Kenapa seperti anak tikus berlari ya..."


Tristan kemudian masuk kamar mandi dan mengguyur tubuh nya dengan air.


Saat tristan keluar dari kamar mandi tampak Reva sudah duduk di tepi ranjang,bersiap menanti azan subuh sembari memainkan ponselnya. Tristan melirik sekilas kemudian berlalu masuk ke ruang ganti,tak lama ia keluar dengan busana muslim lengkap dengan sajadah di bahunya.


"Aku berangkat ke masjid" Pamit tristan, membuat Reva menoleh dan mengambil tangan Tristan, lalu menciumnya secara khidmad,membuat Tristan kagum dengan perlakuan Reva.


Selepas kepergian Tristan, Reva juga bersiap untuk sholat karena suara azan telah berkumandang,selesai solat Reva segera turun ke dapur berkutat dengan alat masaknya.


...****************...


"Apa hari ini kamu ada kelas? Tristan bertanya seraya menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Iya Kak, hari ini aku ada kelas"

__ADS_1


"Setelah ini bersiap biar Pak Haris akan mengantar mu."


"Baik Kak"


Selesai sarapan Reva bersiap dia memilih menggunakan pakaian kasual, celana jeans dan kemeja putih lengan panjang yang ia gulung tiga perempat sepatu kets dan juga tas selempang rambut di ikat tinggi,lalu memoles wajah nya dengan makeup tipis,setelah beres Reva keluar dari kamar dan pergi menuju ruang kerja Tristan.


tok...tok..tok...Reva mengetuk pintu.


"Masuk..." Tristan sedang fokus menatap layar laptop tidak memperhatikan kedatangan Reva.


"Kak, aku mau pamit " suara Reva membuat Tristan mendongak dan menatap wajah Reva,untuk sesaat Tristan terpana dengan penampilan Reva,"kenapa kamu begitu mirip dengan nya apa kamu adalah reinkarnasi dari dia"...Batin Tristan. Reva mendekat dan menyalami tangan Tristan, lalu berniat pergi dari sana.


"Reva, kemari"


Reva kembali mendekati Tristan lalu ia menyodorkan black card kepada Reva.


"Apa ini Kak?"


"Pakai lah untuk semua kebutuhan mu"


Tapi saya tidak pantas menerima nya Kak" Reva menolak.


"Reva kamu itu istriku dan aku wajib menafkahi mu ambil kartu ini dan gunakan sebaik mungkin dan satu lagi aku tidak suka penolakan!."


"Baik Kak, terimakasih aku berangkat" Reva mengambil kartu dan menaruhnya di dalam dompet lalu bergegas keluar, ternyata Pak Haris sudah menunggunya dan membukakan pintu untuk Reva, dia segera naik, perlahan mobil mulai berjalan meninggal kan mension.


"Wah ada si Reva tuh..." Terdengar suara Mira sambil menunjuk kearah kedatangan Reva. "Oh.. anak si tukang korup ya ha...ha...ha..." Suara dua orang lainnya menimpali mereka mengejek Reva. Ketiga gadis itu adalah sahabat Reva, namun setelah mengetahui Ayah Reva bangkrut mereka memilih menjauhinya.


"Perhatian semuanya....temen temen mulai sekarang jaga barang berharga kalian soalnya sekarang kelas kita sudah ada pencuri"


"Mira apa maksudmu!!" Reva terlihat berang.


"Kenapa? memang kenyataannya kan Ayah mu sudah terbukti mencuri uang perusahaan dan sekarang kalian bangkrut dan aku rasa kamu sekarang lagi butuh uang banyak buat biaya hidup."


"Aku tidak keberatan kalau kalian ingin menjauhi ku, tapi jangan kamu hina Ayah ku kalau kamu sendiri tidak tau apa apa!."


"Reva..Reva,...kamu kira kami ini tuli berita ini sudah tersebar luas dan kamu masih menyangkalnya, apa kamu lupa Ayah kita bekerja di perusahaan yang sama"


"Lalu mau mu apa?"


"Aku mau kamu jauh jauh dari kami, karena kamu tidak selevel dengan kami!."


Reva memilih pergi dan tidak melayani mereka dia mencari tempat duduk yang berjauhan dari ketiganya.

__ADS_1


...****************...


Di lain tempat Tristan terlihat mengepalkan tangannya laporan dari orang kepercayaannya yang mengatakan bahwa Reva sedang di ganggu oleh ketiga temannya membuat amarahnya meluap.


"Awasi terus mereka dan laporkan kepadaku bila mereka melakukan kekerasan pada nona kalian!" Terdengar ia berbicara dengan seseorang di telpon.


"Aku mau kamu cari tau siapa ketiga gadis brengsek itu!" Kemudian sambungan telpon terputus.


"Berani-beraninya mereka mengganggu Reva ku" Tristan terlihat murka kemudian kembali membuka berkas yang dikirim oleh Roy kemarin.


Sedang asik dengan laporan yang sedang dia periksa suara ponsel berdering terlihat kontak Ayah memanggil, segera Tristan menggeser tombol hijau.


"Halo assalamualaikum Ayah, ada apa?..."


"Waalaikum salam....Tristan, perusahaan kembali goyah beberapa relasi kembali menarik saham mereka,sepertinya isu buruk kembali menerpa,Ayah harap kamu cepat kembali ke kantor,jangan biarkan kursi mu kosong karena itu memudah kan para penghianat bebas beraksi!"


"Baik Ayah setelah penyelidikan ku selesai aku akan segera kembali ke kantor, perintahkan Roy mengirimkan semua data ke pada ku aku akan mengurus semuanya dari sini."


"Ya baiklah kalau begitu Ayah akan meminta Roy segera ke tempatmu"


"Assalamualaikum..."


"Walaikumsalam..."


Siapa lagi tikus tikus yang suka bermain main dengan ku, lihat saja tidak lama lagi kalian akan berakhir di penjara!" Tristan kembali membuka laptop dan meneruskan pekerjaannya.


"Aku harus cepat menyelesaikan permasalahan ini sebelum timbul masalah yang lain."


Tak lama pintu ruang kerjanya diketuk.


Tok..tok...tok..


"Masuk"


"Bagai mana Roy, apa kamu membawa semua data yang ku minta"


"Iya Tuan semua data ada di dalam file ini" Roy menyerah kan sebuah file kepada Tristan.


"Kerja bagus Roy, dan aku minta kamu hubungi Ayah mertua ku dan minta semua data keuangan satu tahun terakhir!"


"Baik Tuan,saya permisi"


"Hemmm...pergilah!"

__ADS_1


"Kena kalian, sebentar lagi kebusukan kalian akan segera terbongkar". Tristan kembali mengepalkan tangan. "Dan apa bila semua terbukti, bahwa kalian pelakunya maka tidak akan ada ampun untuk kalian" Aura mencekam terlihat di wajah dingin Tristan.


**Bersambung**.....


__ADS_2