DOKTER CINTA CEO

DOKTER CINTA CEO
Bab 18


__ADS_3

Selepas kepergian Mira, Baskoro menarik napas panjang,hasrat yang sudah mulai naik membuatnya salah tingkah.


"Apa aku terima saja tawaran Mira, tapi bagaimana dengan fani,saat ini dia membutuhkanku,Tapi aku kan pria normal yang membutuhkan kehangatan seorang wanita,baiklah aku akan mencoba menerima tawaran Mira" Gumam Baskoro yang dilanda kebimbangan.


Baskoro meraih ponselnya lalu melakukan panggilan ke nomor Reno.


..."Halo Reno,bagaimana apa kalian sudah sampai?...


"*********"


"Bagus,kamu berikan fasilitas yang terbaik untuk Mira, dan pastikan semua kebutuhannya terpenuhi,setelah itu kembali ke kantor ada yang ingin ku bicarakan denganmu." Sambungan terputus dan Baskoro memilih beranjak pergi ke kamar mandi yang ada di ruangannya, berniat bermain solo untuk menuntaskan hasrat yang sedari tadi membara.


"Mira, kamu cantik dan sentuhan mu ah...baru dibelai sedikit saja sudah membuatku menegang apa lagi kalau.....tak sabar rasanya menunggu nanti malam" Gumam Baskoro sembari tangannya bermain solo di atas inti tubuhnya,sembari membayangkan wajah Mira yang ia jadi kan objek fantasinya.


Setelah Reno pergi Mira mengelilingi apartemennya, berada di lantai sepuluh,dengan dua kamar tidur lengkap dengan pasilitas nya,di ruang tamu ada sofa yang membentuk L dan meja kaca,ada ruang santai dan tv besar yang tergantung diding,dapur yang terhubung dengan meja makan dan mini Bar, puas dengan pasilitas yang di berikan oleh Baskoro.


Mira memilih beristirahat sejenak merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran king size dengan kasur tebal dan empuk,Mira mulai memejamkan mata dan tertidur.


Dua jam lamanya Mira tertidur dia terbangun karena suara perut yang bergemuruh menuntut untuk segera di isi.Mira mengambil dompet yang ada di tasnya dia menghitung jumlah uang yang tersisa di dompetnya,dan perhitungannya dia bisa pergi ke salon untuk perawatan guna merayu Baskoro nanti malam.Mira melangkah keluar dari kamar dan memencet tombol lift dan turun ke lantai dasar untuk mencari restoran.


Setelah perutnya kenyang Mira bergegas pergi ke salon yang ada di dekat apartemen,dia berniat melakukan perawatan seluruh badan agar Baskoro luluh dan tergoda padanya.

__ADS_1


Tiga jam sudah berlalu tepat pukul lima sore Mira baru bisa keluar dari salon,dengan penampilan baru,dia lalu singgah ke butik untuk membeli gaun tidur yang bisa membangkitkan gairah lelaki yang melihatnya memakai gaun itu.Setelah beres Mira segera kembali ke apartemen.


Sembari menunggu waktu malam mira berjalan kearah balkon kamarnya,dia menyibakkan tirai yang menutupi pintu balkon lalu membuka pintu,Mira melangkah keluar balkon dia terpana melihat pemandangan yang begitu indah dari atas balkon,setelah puas dia memilih duduk di ayunan seperti jaring yang ada di balkon tersebut,lalu merebahkan diri di sana,sambil pikirannya melayang kepada sosok Ayah tercinta.


"Ayah bersabarlah,dan maaf mira harus melakukan ini untuk bisa bertahan hidup." Gumamnya.


Malam mulai menyapa Mira beranjak dari ayunan dan melangkah masuk melepas pakaian yang iya kenakan dan menggantinya dengan gaun yang dia beli tadi di butik.Gaun tidur berwarna merah dengan bahan yang tembus pandang,sangat kontras dengan kulitnya yang putih,memakai dalaman yang senada dengan gaun yang di pakainya.


Mira berjalan ke depan cermin mematut dirinya di sana, gaun yang seperti kekurangan bahan dan hanya sebatas paha bagian atasnya saja yang tertutup,kemudian dia mengambil blazer dan memakainya,menutupi gaun yang tidak cocok untuk di lihat pria yang bukan pasangannya.


Setelah selesai Mira menyemprotkan parfum di bagian leher dan pergelangan tangannya, aroma parfum yang memikat siapa saja yang mencium aroma wanginya. Mira berjalan ke ruang santai lalu menghidupkan tv,sembari menunggu kedatangan targetnya.


Tepat pukul tujuh bel berbunyi,dan Mira bergegas melangkah ke pintu dan membukanya,seorang pria dengan perawakan tinggi besar namun terlihat gagah dengan setelan kemeja dan celana bahan namun tak mengurangi ketampanannya meski usia sudah tak lagi muda.


Baskoro melangkah masuk indra penciumannya sudah menangkap aroma yang begitu menggoda membuat dadanya berdebar dan hatinya berdesir."Ya tuhan,hanya mencium aroma tubuhnya saja sudah membuatku melayang" Baskoro membatin.


"Ayo Om duduk,Mira membawa Baskoro duduk. di sofa yang ada di ruang tamu." Om mau minum apa,teh kopi atau minuman dingin?" Tawar Mira basa basi. "Tidak perlu Mira, aku hanya ingin bicara sebentar denganmu,aku hanya ingin memastikan bahwa keputusan mu sudah bulat atau kamu mau menyudahinya sekarang sebelum terlambat,karena penyesalan itu selalu ada di belakang." Tanya Baskoro panjang lebar.


"Keputusanku sudah bulat Om dan aku yakin tidak akan pernah menyesalinya" Jawab Mira penuh keyakinan.


"Baiklah kalau begitu,tapi ada syarat yang akan aku ajukan,apa kamu siap dengan dua syarat yang akan aku ajukan?."

__ADS_1


"Mudah-mudahan saya siap Om" Kembali Mira menjawab dengan pasti.


"Baiklah,syarat yang pertama, jangan pernah menemui ku di kantor apa lagi di rumah,lalu yang ke dua bersikaplah biasa saja di depan semua orang seolah-olah kita tidak saling kenal,apa kamu sanggup."


"Iya Om aku sanggup." Mira menjawab sembari berdiri dan mulai membuka kancing blazer nya satu persatu,lalu menanggalkannya sehingga menampakkan lekuk tubuh dibalik gaun haram yang ia kenakan.Seketika mata Baskoro tak berkedip dengan deru napas yang kian berat.


Mira melangkah mendekat dan duduk di atas pangkuan Baskoro dengan posisi menghadapkan wajahnya ke wajah Baskoro,hasrat yang sudah lama terpendam tiba tiba mencuat naik,hilang lah sudah gelar yang selama ini tersemat untuk baskoro yaitu kata setia,Baskoro mulai terlena dan melupakan fani yang selama ini menjadi prioritas nya.


Dada Mira berada tepat di wajah Baskoro membuatnya susah payah menelan ludah,dan Mira kembali berbisik di telinga. Baskoro "Om lakukanlah apa yang Om mau,tapi aku minta lakukan dengan perlahan ya Om karena ini pertama untukku" Seketika tubuh Baskoro menegang,dan Mira mulai menjalankan aksinya.


Ini adalah pengalaman pertama Mira, karena selama ini dia belum pernah disentuh oleh pria manapun.Namun tadi saat berada di salon dia membuka aplikasi dan mencari tahu cara melakukan rangsangan terhadap lawan jenis,dan malam ini Mira akan mempraktekan nya.


Mira menggoyangkan pinggulnya yang berada di atas pangkuan Baskoro lalu tangannya mulai mengusap dada bidang Baskoro,sentuhan demi sentuhan dia lakukan dan detik berikutnya baskoro sudah bangkit dan menggendong tubuh mungil Mira ala bridal style,"Dimana kamarmu" Baskoro bertanya dengan suara berat,dan Mira menunjuk dengan bibirnya.


Baskoro membawa tubuh Mira ke kamar dan merebahkannya di ranjang,ia tatap wajah cantik yang tersenyum menggodanya,perlahan ia dekatkan wajah lalu menyentuh bibir Mira dengan kecupan kemudian perlahan menjadi ci***n panjang,Mira yang baru pertama kali merasakannya mendadak tubuhnya bergetar napas yang memburu dan jantung yang sudah tidak di tempatnya lagi,Mira melingkarkan tangannya di leher Baskoro, ci***n itu merambat turun ke leher jenjangnya dan Baskoro menghirup wangi yang semakin membangkitkan gairahnya.


Sekarang tangan besar Baskoro sudah masuk dan menyusup kedalam gaun yang kurang bahan itu.Meraba setiap lekuk tubuh mira mengusap paha mulusnya,dan dengan sekali tarikan gaun itu sudah terlempar ke lantai,Baskoro terpana melihat indahnya tubuh molek Mira, kembali ia mencumbu sang kekasih hati dengan rakusnya.


Sementara tubuh Mira sudah seperti cacing kepanasan,menggeliat dan meliuk seperti ular menari.Detik berikutnya tubuh Mira sudah polos tampa sehelai kain,Baskoro kembali ******* habis seluruh tubuh Mira meninggalkan jejak dimana-mana, entah bagaimana caranya tampa Mira sadari tubuh Baskoro pun sudah tak ada lagi sehelai pakaian pun yang menempel,detik berikutnya terdengar suara pekikan tertahan dari bibir Mira, rasa sakit yang terasa mengoyak inti tubuhnya,Baskoro mencoba menenangkannya, dan memberikan sentuhan dan kecupan lembut dibibir mungilnya.


Setelah Baskoro merasa bahwa Mira sudah mulai tenang dia mulai melanjutkan tugasnya perlahan,sementara Mira sudah berapa kali dibuatnya melayang,dan kisah selanjutnya hanya mereka berdua yang tahu,soalnya tangan author udah pegel🤭 kita lanjut lagi besok ya.

__ADS_1


**Bersambung**.......


__ADS_2