Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 13. Aku Tidak Takut


__ADS_3

"Jangan berani keluar dari kamarku sebelum aku selesai!" teriak Dominic lagi memperingati Amanda, membuat gadis itu langsung meneguk ludahnya susah payah.


"Haish, kenapa mulutku lancang sekali? Harusnya aku memakinya di dalam hati saja," gumam Amanda merutuki kebodohannya.


Alhasil Amanda terus berada di sana meski tugasnya sudah selesai. Akan tetapi yang membuatnya geram, Dominic sengaja berlama-lama berada di kamar mandi untuk mengerjainya.


Amanda yang semula berdiri di sisi ranjang, kini melangkah mendekati pintu kamar mandi dan memasang telinga di sana. Sunyi, dia tidak mendengar guyuran air atau apapun.


Benar-benar Domba Tua ini ingin menghabiskan kesabaranku yang setipis tisu dibelah tujuh.


Tok Tok Tok ...


"Tuan, kamu ini sedang apa? Kenapa lama sekali?" teriak Amanda, karena sudah hampir satu jam Dominic belum keluar juga.


"Ada beberapa area yang sulit dibersihkan jadi cukup memakan waktu. Tapi tenang saja, sebentar lagi kok," balas Dominic dengan santai, padahal kini dia tengah berendam.


"Sampai kapan, Tuan? Kamu tidak berencana untuk terus berada di dalam sana sampai jam makan siang 'kan?" Amanda bertanya dengan nada menyindir, tetapi Dominic seolah tak peduli dengan keluhan gadis itu.


"Ya, kalau memang bisa selama itu kenapa tidak?"


Amanda langsung menggeram dengan tangannya yang terkepal. Namun, beruntung dia masih bisa mengendalikan emosinya. Jadi dia memilih untuk duduk di sofa.


Kalau sudah seperti ini rasanya dia menyesal karena tidak mengikuti saran ayahnya. Andai dia menjadi anak yang patuh, mungkin saat ini dia tidak perlu meladeni tingkah Dominic yang benar-benar aneh itu.

__ADS_1


"Sabar, Amanda, sabar. Ini pilihanmu sendiri, jadi jangan banyak mengeluh," gumam gadis itu sambil mengelus dadanya dengan pelan, berharap dia bisa lebih tenang.


Jarum jam terus berputar, dan selama itu Amanda menunggu dengan rasa bosan. Hingga tak berapa lama kemudian Dominic keluar dengan tubuh yang terlihat segar bugar.


Pria itu memakai kimono dan berjalan sambil mengibaskan rambutnya dengan handuk kecil. Saat Dominic ingin mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Amanda, tak disangka handuk kecil di tangannya melayang ke udara dan mengenai wajah Amanda.


Pluk!


Tepat pada saat itu Amanda langsung merubah dirinya menjadi seekor singa betina. Dia siap meluapkan amarah karena Dominic benar-benar membuat mood paginya hancur berantakan.


"Domba Tua Sialan!" cetus Amanda saat Dominic hendak masuk ke dalam ruang ganti baju. Akhirnya umpatan itu keluar juga dari mulutnya, karena Dominic sudah sangat keterlaluan.


Amanda berjalan cepat ke arah Dominic dan menghempas kasar handuk kecil yang ada di tangannya ke lantai.


Kening Dominic berkerut. "Kamu sudah gila ya? Berani sekali memaki-maki tamu seperti itu. Aku bisa melaporkan kelakuanmu ini pada Bu Nayla."


Namun, kali ini Amanda tidak takut dengan ancaman Dominic. Dia malah terkesan menantang. Dengan berani dia mengangkat dagu dan menunjuk dada Dominic menggunakan jarinya. "Aku tidak takut. Karena aku juga bisa melaporkan kelakuanmu itu. Cih, bilang saja kalau kamu ingin mengerjaiku. Ingatlah, aku bukan gadis yang bisa ditindas, kita selesaikan masalah ini di luar."


Bukannya kesal dengan semua perkataan Amanda, dia justru dibuat kagum. Karena biasanya dia dikelilingi oleh wanita penjilat, berbeda dengan Amanda yang selalu apa adanya.


"Kenapa? Kamu takut sekarang? Ingat ya, di sini kamu itu hanya tamu. Meskipun tamu adalah raja, tapi kamu tidak bisa seenaknya!" ketus Amanda melihat Dominic yang terus bergeming dan menatapnya.


Cih, dia malah pura-pura bodoh.

__ADS_1


Setelah berhasil menguapkan segala kekesalannya, Amanda pun memilih untuk pergi dari kamar Dominic. Menciptakan seringai tipis di bibir pria tampan itu.


Gadis itu tidak tahu, bahwa dia akan mendapat sebuah fakta mengejutkan. Karena setelah Amanda turun, semua karyawan baik yang trainee maupun anak magang diminta untuk berkumpul di lobby utama.


"Ada apa sih, La?" tanya Amanda pada sang teman.


"Boss menyuruh kita untuk berkumpul, sepertinya ada sesuatu yang ingin beliau sampaikan," jawab Lara sambil melangkah.


Amanda manggut-manggut dan memutuskan untuk mengikuti langkah Lara. Di samping penasaran dengan informasi yang akan dia dapat, dia juga ingin tahu sosok yang memimpin hotel ini.


Dan semu orang langsung menundukkan kepala saat seorang pria tiba-tiba hadir ditengah-tengah mereka. Sementara Amanda langsung nampak sangat terperangah, karena melihat orang-orang di sekitarnya begitu tunduk pada Dominic.


Oh my God, jangan bilang kalau dia? Batin Amanda ketar-ketir. Bahkan seluruh tubuhnya mendadak dingin.


"Pagi semuanya," sapa Dominic dengan suara datar.


"Pagi, Tuan," jawab semua orang dengan kompak, semakin membuat Amanda menganga. Tepat pada saat itu, tatapan Dominic langsung tertuju pada satu arah. Dia menarik sudut bibirnya ke atas, seolah mengejek Amanda.


Glek!


Mampus kamu, Man! Amanda berteriak di dalam batinnya.


***

__ADS_1


Inget gaes, ini cuma hiburan🤣🤣


__ADS_2