Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 61. Mengikuti Permainan Dominic


__ADS_3

"Saya bicara apa adanya, Tuan, bahkan malam itu saya tidak memakai pengaman, saya tidak bisa menjamin kalau benih yang saya tanam itu tidak jadi, maka dari itu saya akan bertanggung jawab," jawab Dominic, semakin sukses membuat jantung Amanda terjun bebas sebebas-bebasnya.


"Hei, jangan berikan pengakuan palsu!" ketus Amanda dengan emosi yang menggebu. Karena sangat amat tak percaya dengan kalimat yang terlontar dari mulut Dominic.


"Aku sudah mengatakannya, Amanda, di saat itu hanya aku yang sadar. Jadi, aku yang paling tahu," jawab Dominic dengan raut wajah yang terlihat begitu meyakinkan.


Awalnya Aneeq menggeram dan terus mengepalkan tangannya dengan kuat, seolah siap untuk menghajar Dominic kembali sampai habis. Namun, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu, hingga bibir pria itu berkedut saat memperhatikan kaki Dominic yang terus bergetar hebat.


Sial, nyalinya benar-benar besar untuk merebut putri kesayanganku. Batin Aneeq, yakin betul bahwa apa yang dikatakan Dominic adalah sebuah kebohongan.


"Jadi, maksudmu kamu ingin menikahi putriku?" tanya Aneeq memastikan, dan Dominic langsung mengangguk mantap.


"Benar, Tuan," jawabnya.


Aneeq menatap Dominic dengan lekat, dan selama itu pula kaki Dominic tak bisa diajak kerja sama, membuat seringai di bibir Aneeq semakin lebar. Dominic sendiri yang memulai permainan, maka jangan salahkan dia, kalau dia akan mengikuti permainan tersebut.


"Baiklah, tapi jangan kamu pikir, dengan niat tanggung jawabmu itu lantas membuatku memberikan restu secara cuma-cuma!" ucap Aneeq yang membuat Dominic terperangah. Begitu juga dengan Amanda.


Gadis cantik itu langsung menatap ke arah Aneeq meminta penjelasan.


"Dad, apa yang ingin Daddy lakukan? Ini tidak benar lho," kata Amanda sambil terus menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu ikut campur, sebab ini semua urusan Daddy dengan dia!" balas Aneeq seraya menatap Dominic yang kembali menelan ludahnya susah payah. Perasaan Dominic mulai tak enak saat mendapati tatapan Aneeq yang tak biasa.


"Tapi, Dad, semua ini jelas berhubungan denganku. Dan aku tidak ingin—"


"Stop! Lebih baik kamu tinggalkan kami berdua," tukas Aneeq menghentikan protes Amanda. Sontak saja hal tersebut membuat Amanda bungkam, karena dia tidak mungkin lagi untuk melawan sang ayah.


"Dan untukmu, aku tanya sekali lagi, apakah kamu yakin ingin bertanggung jawab pada putriku dengan menikahinya?" ujar Aneeq yang ditunjukkan pada Dominic.


Tak dapat dikendalikan lagi, seluruh tubuh Dominic bergetar disertai keringat dingin. Hingga dia memilih untuk mengelap cairan yang sudah hampir jatuh dari pelipisnya.


Dia sudah tidak bisa mundur lagi, karena dia yakin semuanya memiliki resiko masing-masing. Jadi, dia lebih memilih maju untuk memperjuangkan cintanya. Dan ia pastikan bahwa ia tidak akan gagal, ya meksipun dia sedikit pesimis karena yang harus dia hadapi adalah orang menyeramkan seperti Aneeq.


"Saya siap menerima apapun itu, Tuan, karena saya serius dengan Amanda," jawab pria itu yang membuat Amanda semakin menganga. Bagaimana gadis itu tidak terkejut, karena tidak ada angin tidak ada hujan, Dominic tiba-tiba mengatakan perasaannya.


Glek!


Dominic menelan ludahnya susah payah, dia tidak sadar bahwa sebenarnya Aneeq hanya mengikuti drama yang dia buat. Aneeq sama sekali tak percaya kalau Amanda sudah digagahi oleh Dominic. Mengingat riwayat hidup pria seperti Dominic, Aneeq yakin sang calon menantu belum bisa mempergunakan ularnya dengan baik.


"Dan tepat hari ini adalah hari pertamamu. Jadi sekarang ikut denganku!" sambung Aneeq, seraya melangkah meninggalkan ruang tamu.


Dominic ketar-ketir sendiri, tak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh sang calon mertua. Hingga dia pun perlahan ikut bangkit, tapi baru saja menegakkan badannya, Amanda kembali memukulnya dengan keras.

__ADS_1


"Ck, aku benci padamu!" cetusnya dengan bibir mencebik, bukannya kasihan, dia malah semakin kesal, hingga dia pun turut meninggalkan Dominic yang kikuk dengan situasi yang tengah dia hadapi.


Dominic menghela nafas panjang seraya menyaksikan kepergian Aneeq dan Amanda. Namun, karena tak ingin ketinggalan dia pun segera menyusul.


"Ya Tuhan ... semoga kali ini Engkau memberikan kekuatan padaku," ucap Dominic sebelum melangkah, lalu membawa kakinya yang sudah sangat lemas. "Haish, kenapa juga Engkau menciptakan orang seperti Tuan Aneeq." Lirihnya dengan tampang lesu.


Baru saja keluar dari ruangan tersebut, Dominic langsung mendapat seruan dari Mira. "Belok kanan, Tuan."


"Oh iya, terima kasih, Bi," balas Dominic, lalu membelokkan kakinya, namun karena tak ingin Dominic tersesat karena banyak ruangan di mansion ini, wanita itu pun menunjukkan jalan yang benar.


Hingga mereka tiba di satu ruangan yang tidak pernah dikunjungi oleh anggota keluarga.


"Tuan, permisi," ucap Mira seraya membuka pintu, di dalam sana sudah ada Aneeq yang tengah mencoba sesuatu.


Saat Aneeq berbalik ke arah pintu, Dominic langsung menelan ludahnya kasar, tak habis pikir apa yang dilakukan oleh pria itu dengan senjata api yang ada di tangannya.


"Tuan, itu?" tanya Dominic dengan terbata.


"Ya, untuk mengetes ketahanan kepalamu," jawab Aneeq semakin membuat pria seperti Dominic merinding.


***

__ADS_1


Besok lu mau dikorbanin bang 🤣🤣🤣


__ADS_2