
"Kak Saga, Kak Donita?" panggil Amanda, membuat kedua orang yang sedang bercumbu di depan pintu itu lantas melayangkan tatapan ke arahnya.
Suara kekehan yang sempat mengudara terhenti seketika. Sementara Amanda merasakan lututnya yang tak bertenaga. Dia terus menatap sang pujaan yang ternyata belum bisa lepas dari masa lalunya.
Wajah Saga tampak pias, seolah baru saja tertangkap basah. Hingga beberapa waktu ke depan, tidak ada yang bersuara, suasana di sekitar mereka terasa sangat hening, dan tiba-tiba terdengar suara isak tangis tertahan dari bibir Amanda.
"Amanda," panggil Saga cemas seraya mendekati gadis itu. Namun, suara itu justru membuat Amanda semakin merasa sesak, hingga ia menggigit bibirnya kuat-kuat.
"Kalian kembali bersama?" tanya Amanda dengan hati yang tercabik-cabik, membuat langkah Saga terhenti tepat di hadapannya.
Bukannya lekas menjawab, Saga justru terlihat kikuk. Dia menoleh ke arah Donita yang bergeming di tempatnya, lalu mengangguk pelan, "Aku dan Donita memutuskan untuk kembali melanjutkan rencana pernikahan kami."
Ya, di belakang Amanda. Diam-diam keduanya kembali bersama. Setelah Donita mengakui segala kesalahannya di masa lalu dan bersungguh-sungguh untuk berubah, Akhirnya Saga menerima kembali wanita dengan alasan masih cinta.
__ADS_1
Tangis Amanda langsung pecah saat itu juga. Karena jawaban yang Saga berikan membuat dia tertampar untuk yang kedua kalinya.
Bahkan bunga yang sempat bermekaran, kini langsung gugur seketika. Terhempas angin hingga tak ada yang tersisa.
"Lalu apa maksudmu bersikap baik padaku? Hah? Kenapa kamu selalu membantuku ketika aku kesusahan, kenapa kamu memberikan perhatian yang membuat aku merasa senang, kenapa kamu mengkhawatirkanku dan membuatku keliru? Kenapa?!" teriak Amanda, suaranya semakin meninggi hingga bergema di lorong itu.
Dia terus menatap Saga dengan uraian air mata, batinnya benar-benar sakit karena merasa dipermainkan, padahal dia sendiri yang melambungkan harapan setinggi langit pada pria yang ada di hadapannya.
Sementara Saga hanya menjalankan tugasnya, karena mendapat perintah dari Aneeq. Di samping itu, semua kasih sayang yang ia berikan, tidak lebih dari kasih sayang seorang Kakak kepada adiknya.
Tiba-tiba Amanda tertawa miris, karena selama ini dia terlalu berharap pada pria yang tidak pernah bisa melihat ke arahnya. Dia yang salah, dia yang tidak bisa mengendalikan perasaannya.
"Amanda, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membohongimu," ujar Saga, pria itu berpikir bahwa Amanda merasa dibohongi, karena selama ini gadis itu selalu berusaha melindunginya dari gangguan Donita.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu meminta maaf, Kak. Karena aku yang salah, aku salah menaruh hati padamu. Aku salah mengartikan semua sikap baikmu, aku salah karena berharap lebih pada hubungan kita. Padahal di sini hanya ada cinta sepihak saja. Kamu tidak pernah melihatku sebagai seorang wanita, di matamu aku hanyalah adik kecil yang merepotkan. Ya, aku menyukaimu, teramat menyukaimu, hingga aku rela patah untuk yang kedua kalinya. Kamu sukses menghancurkan hatiku, Kak, bahkan tanpa menyentuhku sedikit pun," tutur Amanda sambil terisak-isak. Bahkan bahunya senantiasa naik turun, karena terlalu menggebu-gebu.
Sementara Saga merasakan jantungnya seperti tersengat, karena mendengar ungkapan hati Amanda. Selama ini dia pikir, Amanda tak memiliki perasaan apa-apa padanya.
Karena meskipun ia tidak kembali dengan Donita. Dia akan tetap tahu diri untuk tidak mendekati Amanda, sebagai anak dari bosnya.
"Kamu tahu, kamu adalah pria paling bodoh yang pernah aku temui!" tukas Amanda, melihat Saga yang hanya bergeming. Dia memutar badan, dan ternyata sedari tadi ada Dominic di sana.
Deg!
Tatapan mereka langsung bertemu, karena ternyata pria itu diam-diam mengikuti Amanda dan tak sengaja menyaksikan pertengkaran di antara mereka.
Tanpa diduga Amanda berlari ke arahnya, gadis itu memeluk Dominic dengan erat sambil berkata, "Aku tidak mau di sini, ayo bawa aku pergi."
__ADS_1
***
Potek hati Maman πππ