
Seharian ini Amanda hanya mengurung diri di dalam kamar. Hingga saat matahari sudah mulai condong ke arah barat, ada seseorang yang mengetuk pintunya. Dengan gerakan malas Amanda pun mengangkat kepala.
"Siapa?" tanyanya dengan suara serak, karena sedari tadi dia memang mogok makan dan minum. Entahlah rasanya hari ini dia sedang tidak berselera.
"Man, ini aku," jawab seseorang di balik benda persegi panjang itu, yang tak lain dan tak bukan adalah sang tante, Gloria.
Amanda menghela nafas kecil, mau apa Gloria datang ke kamarnya? Kalau hanya untuk sekedar mengorek informasi, rasanya dia sangat enggan untuk menjelaskan.
Dengan langkah gontai Amanda melangkah untuk membuka pintu, karena dia memang terus mengunci benda itu. Begitu sukses terbuka Gloria langsung menampakkan wajah sumringah. Bahkan dengan cepat wanita itu meraih pergelangan tangan Amanda untuk ditariknya.
"Aunty, pelan-pelan!" protes Amanda dengan suara ketus. Namun, Gloria tak peduli, sebab dia malah menjatuhkan pantatnya di sofa.
"Aku ada berita bahagia," ucap Gloria saat Amanda sudah sukses duduk di sampingnya.
Amanda yang sedang merasa galau nampak tidak terlalu antusias. Dia mengerutkan dahi lalu menimpali ucapan Gloria. "Berita apa?" Katanya.
Sebelum memberitahu Amanda, Gloria lebih dulu mengambil sesuatu dari dalam tas. Terlihat dari pakaiannya, Gloria baru saja pulang dari perusahaan, karena masih memakai seragam hitam putih.
"Tara!!"
Gloria menyerahkan sebuah tespek dengan dua garis merah. Melihat itu, wajah Amanda yang semula tertekuk langsung berubah, dia menutup mulutnya yang mendadak terbuka. Dia terperangah.
"Aunty hamil?" tanya Amanda tak percaya juga bercampur haru.
__ADS_1
Gloria mengangguk cepat. Saat di kantor dia mengalami mual-mual hebat, dan Ziel langsung memanggil dokter. Setelah diperiksa ternyata hasilnya positif.
"Aku hamil anak Ziel, sebentar lagi kami berdua akan menjadi orang tua. Oh iya Ziel juga sudah memberitahu seluruh keluarga, jadi nanti malam kita makan-makan di luar. Jangan lupa dandan yang cantik ya."
"Selamat, Aunty," balas Amanda seraya memeluk Gloria. Dia kesampingkan sejenak masalah pribadinya, tentang perselisihannya dengan Dominic dan juga tentang rasa yang tak kunjung menemui titik henti.
"Terima kasih, Man. Aku tidak menyangka akan secepat ini mendapatkan bayi kecil," timpal Gloria sambil menepuk-nepuk punggung Amanda.
***
Malam hari.
Sebenarnya Amanda begitu malas untuk bepergian, apalagi bertemu dengan banyak orang. Namun, karena tak ingin membuat Gloria kecewa, dia pun terpaksa bersiap-siap dan sedikit memoles wajahnya menggunakan make up. Itu pun hanya bedak dan juga lipbalm.
Dalam pikiran gadis itu yang penting malam ini dia bisa absen di antara deretan keluarga yang hadir. Jadi, dia tidak terlalu memikirkan penampilannya.
"Sayang, kamu ikut mobil Mommy sama Daddy ya," ucap Jennie saat melihat putrinya datang.
Amanda langsung mengangguk patuh. Dan setelah itu semua orang langsung masuk ke mobil masing-masing. Sebagian anak Ken dan Zoya yang tidak tinggal di mansion pun sudah diberitahu tentang kabar ini, jadi mereka akan bertemu langsung di restoran.
Waktu di perjalanan menjadi sedikit lebih lama karena jalanan yang macet. Akan tetapi setelah mereka bergulat dengan suara klakson dan lampu merah, akhirnya mereka sampai juga.
Aneeq segera memarkirkan mobilnya dan diikuti beberapa mobil yang mengekor di belakangnya. Saat mereka masuk ke ruangan yang sebelumnya sudah dipesan, ternyata sebagian sudah datang lebih dulu.
__ADS_1
Suasana langsung berubah heboh, dan didominan oleh kaum ibu-ibu, mereka saling memeluk dan bertegur sapa satu sama lain, karena sudah jarang sekali bertemu. Ditambah kesibukan yang sudah menjadi rutinitas mereka sehari-hari.
"Mommy dan Daddy apa kabar?"
"Mommy dan Daddy sehat 'kan?"
"Ah, aku rindu sekali pada Mommy."
"Eh rindu Daddy juga."
Banyak sekali kalimat-kalimat itu terlontar, mengudara di satu ruangan di mana keluarga Tan berada.
Setelah puas melepas rindu mereka mulai menempati tempat duduk masing-masing. Begitu pun juga dengan Amanda. Namun, sampai makanan terhidang, kursi di samping Amanda tetap kosong, awalnya Amanda tidak begitu peduli, tetapi begitu mendengar sang ayah berkata. "Tunggu sebentar, Saga masih di perjalanan."
Amanda langsung mengangkat kepalanya. Saga? Untuk apa Saga juga diundang dalam acara makan malam keluarganya?
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Baru saja dibicarakan Saga datang dengan penampilan yang begitu gagah. Dia masuk dengan di antar seorang pelayan, kemudian menyapa dengan begitu sopan.
"Selamat malam semuanya."
Aneeq langsung mempersilahkan Saga untuk duduk. Dan pria itu menempati kursi kosong di samping Amanda.
@@@
__ADS_1
Cus lomba penuhin kolom komentar🤭🤭