Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 52. Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Aksi pemukulan yang dilakukan Aneeq terhadap Dominic langsung menjadi berita mengejutkan. Karena beberapa orang diam-diam mengunggah kejadian tersebut, dan membuat media menjadi heboh.


Siapa yang tidak kenal dengan Aneeq? Seorang pengusaha yang populer sejak muda dan disegani oleh para pesaingnya. Hampir tak ada yang berani berurusan dengannya, maka dari itu publik sangat terkejut ketika mendengar berita Aneeq menghajar pria yang diduga membawa anak gadisnya ke hotel.


Namun, semua media yang mengabarkan hal tersebut langsung dibereskan oleh Ziel, tanpa menunggu perintah dari sang ayah, dia seolah tahu apa yang harus ia lakukan, hingga dalam waktu sekejap, kabar itu langsung terhapus dari laman media.


Sementara itu, Amanda yang terpaksa pulang ke rumah bersama Aneeq, mendadak bisu, hingga selama di perjalanan dia terus bungkam.


Ketika ingin bicara, dia selalu merasa takut karena tatapan Aneeq benar-benar belum melunak. Ya, terlihat sekali meski sudah berhasil menghajar Dominic sampai puas, rasanya semua itu belum cukup bagi Aneeq.


Entahlah, Amanda tak tahu apa yang ada di otak ayahnya sekarang. Karena kesalahpahaman ini sepertinya akan berbuntut panjang, dan berpengaruh dengan kegiatan magangnya.


"Tidak hanya dia, kamu juga akan Daddy mintai penjelasan!" celetuk Aneeq, saat mereka baru saja tiba di mansion. Dan hal tersebut sukses membuat Amanda mengangkat kepalanya.


"Iya, Dad, sebelumnya aku minta maaf karena sudah membuat Daddy malu," balas Amanda dengan raut wajah bersalah. Ya, padahal Dominic sudah memperingatinya untuk tidak masuk ke dalam klub, tetapi dia malah keras kepala.


Aneeq tak menjawab, karena detik selanjutnya dia malah meminta Amanda untuk turun. Karena dia akan pergi ke perusahaan. "Turunlah ... Daddy masih ada urusan."


Dengan perasaan yang tak karuan, Amanda terpaksa menuruti perintah ayahnya. Padahal dia masih ingin bicara, tetapi sepertinya waktunya belum pas.


Setelah Amanda turun, Aneeq langsung melajukan kembali kendaraan roda empat miliknya dengan begitu kencang. Tak berbeda jauh dengan aktivitas yang dilakukan Saga sekarang.


Kini dia sudah ada di dalam mobil untuk mengantar Donita terlebih dahulu. Baru setelah itu ia akan pergi ke perusahaan.

__ADS_1


Namun, dari semalam Saga nampak gusar. Setelah mendengar ungkapan hati Amanda, mendadak ia tak bisa tidur. Apalagi setelah mengetahui kabar yang tengah beredar, makin kacau saja pikirannya.


Dan hal tersebut membuat Donita pun ikut resah. Sebab ia yakin pria yang dipukuli oleh Aneeq adalah Dominic, saudara tirinya.


"Saga, aku—"


"Diamlah, Don. Kamu lihat sekarang? Aku harus berhadapan dengan Tuan Aneeq, andai semalam aku mengikuti Amanda, kejadiannya tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana nasibku sekarang!" potong Saga dengan penuh rasa sesal. Bagaimana tidak, semalam Donita terus menahannya, dan dengan bodohnya dia menuruti apa kata wanita itu.


"Aku tidak tahu akan ada kejadian seperti ini, Saga. Lagi pula aku yakin Dominic tidak mungkin melakukan hal seperti itu, ini semua hanya salah paham," balas Donita, masih membela Dominic, dan semua itu sukses membuat Saga meliriknya dengan tajam.


"Kamu sadar kalau kamu tidak tahu apa-apa. Tapi kamu selalu membela pria itu. Apakah karena dia juga kamu kembali? Supaya dia bisa bebas mendekati Amanda?" celetuk Saga dengan kekesalan yang semakin menggunung. Karena dia tak bisa membayangkan apa yang akan Aneeq lakukan padanya.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu sih? Padahal aku tulus minta maaf padamu Saga," ujar Donita dengan bibir yang mulai bergetar. Rasanya tak enak sekali melihat Saga yang selalu marah-marah seperti ini.


"Kalau begitu berhenti membelanya!" ketus Saga seraya memegang kepalanya yang berdenyut.


Deg!


*


*


*

__ADS_1


Tiba di perusahaan, Saga langsung menyambangi ruangan Aneeq. Dan ketika kakinya baru melangkah masuk, dia langsung disambut oleh wajah dingin sang bos.


Tatapan tajam itu membuat Saga meneguk ludahnya susah payah. Karena sudah dipastikan, dia akan mendapatkan kemarahan Aneeq yang begitu besar.


"Pagi, Tuan," ucap Saga, berdiri tepat di depan meja kerja Aneeq. Dia bersikap sopan seperti biasanya, meski dia tidak yakin semua itu bisa memadamkan api yang sedang berkobar di dada tuannya.


Tampak sudut bibir Aneeq menyeringai. Dia bangkit dan berdiri di sisi Saga, membuat pria itu semakin menundukkan kepalanya dalam.


"Setelah melalaikan tugas yang aku berikan, kamu masih bisa mengucapkan kata selamat pagi?" cibir Aneeq yang membuat Saga semakin ketar-ketir.


Bahkan lidah pria itu mendadak kelu, hingga tak mampu untuk bicara. Ya, dia mengaku salah, karena terlepas perselisihan yang terjadi di antara ia dan Amanda. Tidak sepatutnya dia lepas tangan.


Bugh!


Aneeq menendang kaki Saga, hingga pria itu hilang keseimbangan dan berakhir berlutut di lantai. Aneeq sudah tahu masalah yang terjadi semalam, dan hal tersebut cukup membuat dia kecewa pada Saga.


"Maafkan saya, Tuan. Saya bersalah karena telah melalaikan tugas dari anda," ujar Saga, tak berani sedikit pun untuk mengangkat wajahnya di depan Aneeq.


Suasana nampak hening, karena Aneeq tak lekas bicara. Hingga tiba-tiba Aneeq melemparkan map ke hadapan Saga.


"Tanda tangani surat kepindahanmu, karena aku tidak ingin melihatmu lagi di sini."


Deg!

__ADS_1


***


Syukur gak di dor ya, Bang Sagu🫣


__ADS_2