Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 79. Hari Terakhir


__ADS_3

Hari Terakhir.


Dominic memiliki satu misi terakhir dari Aneeq. Sebuah penentu berhasil atau tidaknya dia melewati ujian calon menantu untuk meminang gadis cantik dari keluarga Tan, yakni Amanda.


Namun, sampai Aneeq selesai sarapan Dominic tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Padahal biasanya pria itu datang begitu cepat. Hal tersebut tentu membuat Amanda ikut menyematkan sebuah tanda tanya di kepalanya.


Mungkin dia datang terlambat. Hem, lihat saja apa yang akan dilakukan Daddy hari ini. Batin Amanda saat ia menghentikan kunyahannya, karena kini otaknya mulai penuh dengan nama Dominic.


"Sayang, kamu kerja kan hari ini?" tanya Jennie pada sang anak. Amanda yang setengah melamun pun hanya menjawab. "Hah?"


"Kamu melamun?" Jennie merubah pertanyaannya.


"Tidak kok, Mom, aku hanya sedang berpikir tentang pekerjaanku hari ini," kilah Amanda.


"Oh, Mommy pikir kamu sedang melamunkan apa. Artinya hari ini kamu kerja kan?"


"Iya, Mom, tapi aku berangkat shift dua."


Jennie manggut-manggut dan segera menyelesaikan sarapannya. Sebab ia melihat sang suami yang sudah siap untuk pergi ke perusahaan.


Tak berapa lama kemudian Aneeq bangkit dari kursi, disusul Jennie yang akan mengantar suaminya sampai depan rumah. Aneeq pamit pada seluruh keluarga, tetapi sebelum dia benar-benar pergi, dia melihat putrinya yang kembali sibuk dalam lamunan.


"Amanda," panggil Aneeq.

__ADS_1


"Ah iya, Dad, Daddy hati-hati," jawab Amanda sedikit gelagapan.


"Bukan itu. Tapi Daddy hanya ingin bilang, kalau Dominic tidak akan datang hari ini," ujar Aneeq seolah menjawab semua kerisauan Amanda selama berada di meja makan.


"Tidak datang? Apakah terjadi sesuatu padanya? Ah maksudku—"


"Tidak!" potong Aneeq cepat sebelum sang putri melanjutkan pembicaraannya. "Dia menyerah menjalankan misi dari Daddy. Dan dia juga sudah mengatakan yang sebenarnya tentang kalian, bahwa kalian berdua tidak pernah melakukan apa-apa. Jadi, dia tidak akan datang lagi ke mari, kamu bebas, tanpa harus tertekan dengannya."


Apa reaksi Amanda saat itu? Terkejut, shock, terperangah, apalagi yang bisa menggambarkan sebuah ketidakpercayaan? Di kursinya Amanda hanya terdiam seribu bahasa dengan otak yang mendadak blank. Sampai dia tidak sadar, kalau sang ayah sudah meninggalkannya di meja sarapan.


"Amanda, kamu tidak apa-apa?" tanya Gloria yang saat itu memang duduk di sampingnya.


Seketika itu juga Amanda mendapatkan kembali kesadarannya, dia menoleh ke arah Gloria sambil menggelengkan kepala. "Aku baik-baik saja, Aunty."


Amanda mengangguk sekilas, nafsu makannya mendadak menghilang entah sebab apa. Dia tidak yakin itu semua karena kabar mengejutkan ini. Ya, tidak mungkin. Bukankah itu semua keinginannya dari awal, agar ia berhenti berhubungan dengan Dominic, seharusnya dia harus terima keputusan itu.


***


Biasanya saat Amanda bekerja, dia bisa dengan mudah bertemu dengan Dominic. Namun, hari ini hingga malam tiba, tak satu kali pun dia melihat wajah pria itu.


Apakah hari ini Dominic juga tidak pergi ke iLuva Hotels? Tidak mungkin, karena Amanda mengecek ke basemen, ada mobil Dominic di sana.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia malah bersikap seolah-olah ingin menjauhiku?" gumam Amanda sambil menggenggam ponsel, mulai merasakan keresahan yang tak biasa.

__ADS_1


Saat ini dia ada di toilet, dia melirik benda pipih yang ada di tangannya, Dominic juga tidak mengirim pesan. Apakah harus dia yang memulainya? Sama seperti ketika dia ingin mendekati Saga?


"Tidak! Aku gengsi. Lagi pula dia itu berbeda, aku tidak menyukainya," gumam Amanda, berusaha menyakinkan hatinya, bahwa saat ini tidak ada satu pun nama di sana.


Tak ada yang dia lakukan selain berdiam diri, hingga terlewat sepuluh menit, akhirnya pintu diketuk dari luar.


"Amanda, kamu masih di dalam?" tanya Lara yang takut temannya kenapa-kenapa, karena sudah cukup lama Amanda meninggalkannya.


Akhirnya benda persegi panjang itu terbuka menampilkan wajah Amanda yang begitu kusut. "Aku tidak apa-apa, La."


"Tapi kenapa kamu lama sekali di kamar mandi? Kamu sakit perut?"


Amanda hanya menggelengkan kepala sambil melangkah menuju lobby, dan Lara terus mengikuti langkah gadis itu, berusaha mensejajarkan diri.


Ketika mereka hampir saja tiba di lobby hotel, Amanda melihat bayangan tubuh Dominic sekilas. Dia pun langsung memfokuskan diri, tetapi Dominic yang saat itu ingin keluar nyatanya tak melihat ke arah Amanda sedikit pun.


Dan hal tersebut tentu membuatnya semakin merasa kecewa.


Ada apa sih dengan penglihatannya? Harusnya dia melihatku!


***


Jangan lupa disawerrrr💃💃

__ADS_1


__ADS_2