
Tak hanya pergi makan, Amanda dan Gloria juga memilih untuk menghabiskan waktu dengan pergi ke pusat perbelanjaan. Seperti tak ada hari esok mereka menghabiskan uang banyak dalam satu malam hanya untuk membeli pakaian.
Jiwa kaum sosialita dalam diri mereka bergejolak saat melewati barang-barang branded terpajang seolah melambai-lambai minta dibawa pulang.
Namun, satu hal yang membuat mata Gloria memicing, yaitu saat Amanda berkata. "Semua ini Aunty yang bayar 'kan?"
"Hei, enak saja. Kamu pikir aku rekening berjalan. Suamiku juga kerja untuk mendapatkan uang, seenaknya minta gratis."
Amanda menghela nafas kecil dengan bibir yang mengerucut imut untuk merayu tantenya itu. "Ayolah, Aunty. Kasihani aku, aku 'kan belum memiliki suami. Nanti kalau aku sudah menikah, aku berjanji akan mentraktirmu. Sepuasnya."
"Yang jadi pertanyaannya kapan kamu akan menikah? Dan seandainya itu terjadi, aku juga tidak akan tega memeras uang asisten suamiku!" ujar Gloria, terselip dalam kalimatnya bahwa ia mendukung hubungan Amanda dengan Saga.
"Mana aku tahu, tanya saja sama Tuhan. Lagi pula bukan masalah tega dan tidak tega, yang dinilai di sini adalah niatnya. Aku sudah berniat untuk mentraktir Aunty, kalau Aunty tidak mau ya sudah," jawab Amanda dengan enteng.
Mendengar itu Gloria langsung memutar bola matanya jengah. Kalau begini ceritanya, ia tidak akan mengajak Amanda untuk berbelanja. Bisa-bisa ia diceramahi oleh Ziel sehari semalam.
"Cih, benar-benar, anak siapa sih kamu?!" cetus Gloria seraya melayangkan tatapan sebal. Dia berjalan lebih dulu ke arah kasir dengan menghentak-hentakan kakinya ke lantai.
Sementara Amanda langsung tersenyum lebar, karena akhirnya dia tidak perlu mengeluarkan uang.
"Aku cucu Grandpa Ken," jawab Amanda sambil terkekeh dan mengekor pada tantenya.
*
__ADS_1
*
*
Pukul 8 lewat beberapa menit, Amanda sampai di apartemen. Dia segera memarkirkan motor dan membawa semua barang-barang belanjaannya. Namun, saat ia hendak melangkah ke arah lift, mobil Saga tiba-tiba datang.
Pria itu juga baru pulang, karena sempat lembur dengan sang tuan.
"Amanda?" panggil Saga saat melihat gadis cantik itu sudah berdiri di sisi mobilnya. "Kamu baru pulang?" Sambung pria itu seraya melangkah ke arah Amanda.
"Iya, aku baru saja menghabiskan waktu dengan Aunty Glor. Kakak sendiri kenapa baru pulang?"
"Oh, aku ada sedikit kerjaan tadi." Saga tiba-tiba meraih paper bag dari tangan Amanda, membuat gadis itu langsung terperangah.
"Jangan membuat citraku buruk. Bagaimana jika ada yang melihat kita dan berpikir bahwa seorang pria membiarkan gadis di sampingnya kesusahan?"
Mendengar itu Amanda langsung mengulum senyum, lalu membiarkan Saga mengambil alih belanjaanya. Mereka melangkah bersama untuk sampai di unit apartemen masing-masing.
"Berarti kamu sudah makan?" tanya Saga saat mereka berdiri menunggu lift terbuka. Dan Amanda langsung menganggukkan kepala, dia benar-benar merasa diterbangkan ke langit yang paling tinggi karena mendapat perhatian dari pria yang dicintainya.
"Aku belum makan. Mau menemaniku makan mie instan?"
Amanda langsung terpaku mendapat tawaran itu. Mungkin bagi sebagian orang semua itu terdengar biasa, tetapi tidak untuk gadis yang sedang mengharapkan cinta dari pria pujaannya.
__ADS_1
Pipi Amanda seketika bersemu, lalu dengan malu-malu dia menganggukkan kepala. "Boleh, tapi apakah aku boleh membersihkan tubuhku sebentar?"
Saga tersenyum manis seraya berkata, "Tentu saja boleh. Aku juga mau mandi dulu. Atau kita mandi bersama?" Kelakar pria itu seraya mengusak puncak kepala Amanda, membuat jantung gadis itu seperti berhenti berdetak.
Amanda terus menatap Saga yang sedang tertawa. Dalam hati, gadis itu ingin berteriak, karena merasa tak tahan dengan tingkah Saga yang begitu manis.
Ting!
Pintu lift terbuka, Saga segera menghentikan tawanya dan kembali berkata pada gadis yang ada di sampingnya.
"Aku hanya bercanda, ayo naik!"
Amanda langsung gelagapan dan secara reflek membuang wajah karena tak mau Saga membaca pancaran kebahagiaan yang ada di matanya.
"Tentu saja, aku tahu Kakak hanya bercanda. Mana mungkin Kakak berani mengajakku melakukan hal seperti itu," balas Amanda seraya melangkah.
Mereka tidak hanya berdua di dalam lift, karena ada beberapa orang yang menyusul. Saat ada seseorang yang menyenggol bahu Amanda, Saga segera melindungi gadis itu dengan lengan kekarnya. Membuat Amanda semakin kesulitan bernafas.
Astaga, rasanya aku ingin menghentikan waktu satu malam saja.
*
*
__ADS_1
Happy weekend epribedoyyy🤸🤸🤸