Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 29. Siapa Dia?


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuh, Amanda benar-benar menyambangi apartemen Saga. Gadis itu segera memencet bel, dan tanpa menunggu lama sang pemilik sudah membukakan pintu untuknya.


Saga yang sedang memasak air langsung mengajak Amanda ke dapur mininya yang langsung terhubung dengan balkon.


"Biar aku saja, Kakak yang siapkan bumbu," ucap Amanda seraya mengambil dua bungkus mie yang sudah tersedia di dekat kompor.


"Kamu bisa melakukannya?" tanya Saga seraya menatap gadis cantik yang tengah berdiri di sampingnya. Saat itu Amanda menguncir rambutnya tinggi-tinggi, membuat Saga bisa melihat leher jenjangnya dengan leluasa.


"Tentu saja bisa. Aku bukan Aunty Glor yang masak telur saja sampai gosong," jawab Amanda dengan senyum ceria.


Saga terkekeh kecil, seharusnya ia menyadari itu. Sebab meskipun segala kebutuhan Amanda bisa disiapkan oleh orang lain, gadis itu tidak terlihat manja.


Terbukti dari tempat magang pilihannya, padahal bisa saja gadis itu bergabung dengan Tan Group tanpa harus bersusah payah.


Di depan Saga, Amanda benar-benar menunjukkan kepiawaiannya dalam memasak. Hingga tak berapa lama kemudian, dua mangkuk beserta teteek bengeknya terhidang di atas meja.


Aroma sedap yang terasa begitu khas langsung menguar, membuat perut lapar Saga meraung-raung. Namun, sebelum ia mengambil alat makan, Amanda sudah lebih dulu mengulurkan benda yang sudah ia lap dengan tisu itu.

__ADS_1


"Mie instan memang sangat nikmat, apalagi dimakan saat malam hari. Tapi ingat, Kakak tidak boleh sering-sering memakannya. Kakak harus hidup dengan sehat," ujar Amanda, yang membuat Saga menatap dengan kagum.


Sambil meraih sendok dan garpu dari tangan Amanda, pria itu menganggukkan kepala, "Terima kasih sudah mengingatkanku."


"Sama-sama dan selamat makan," jawab Amanda sambil mengulum senyum. Entah kenapa malam ini dia merasakan kebahagiaan yang berkali-kali lipat.


Tak butuh waktu lama untuk Saga menghabiskan satu mangkuk mie yang ada di hadapannya. Amanda sampai terkekeh, karena pria itu terlihat sangat lahap hingga tak ada satu tetes air pun tersisa.


"Apakah Kakak benar-benar lapar?" tanya Amanda saat Saga menandaskan setengah air di dalam gelas.


"Entahlah, rasanya jauh lebih enak ketika ada yang membuatkan," jawab Saga apa adanya. Tak tahu di mana letak perbedaannya, yang jelas saat ia masak sendiri rasanya biasa saja.


Saga langsung mengangguk cepat. Membuat bunga-bunga cinta dalam hati Amanda semakin tumbuh subur, karena terus-menerus disiram oleh sikap Saga yang menyenangkan.


Pertemuan mereka tak lantas berhenti begitu saja, sebab mereka memutuskan untuk mengobrol di balkon. Sambil menikmati semilir angin yang berhembus, Amanda tak henti-hentinya menatap keindahan yang Tuhan ciptakan lewat pria yang ada di hadapannya.


Kamu benar-benar mengagumkan, Kak. Batin Amanda, lalu tiba-tiba dia teringat dengan sesuatu, hingga dengan cepat ia mengambil ponsel yang ada di saku piyamanya.

__ADS_1


"Oh iya, Kak, ada yang ingin tanyakan padamu," ujar Amanda.


"Apa itu?"


Amanda mengulurkan ponselnya untuk menunjukkan foto Donita yang baru saja bertemu dengan seorang pria yang ia sangka adalah Dominic.


"Kakak, kenal dengan pria ini?" tanya Amanda.


Saga terdiam sambil terus memperhatikan foto itu, dan tanpa diduga ia menganggukkan kepala. "Aku tahu. Tapi aku tidak penasaran." Jawabnya, sebab kemarin dia sudah menyuruh orang untuk menyelidiki pria yang tiba-tiba Donita temui.


"Siapa dia?"


"Salah satu pengusaha hotel," jawab pria itu, yang membuat Amanda semakin yakin kalau dia adalah Dominic.


Entah kenapa perasaan Amanda sedikit terusik, tetapi bukan karena dia menyukai Dominic. Dia geram, mengingat pria itu menjadikan dia sebagai pemeran drama untuk mengelabuhi sang nyonya, Sarah.


"Kenapa tidak si Donat Kentang saja," gumam Amanda dengan gigi yang bergemeletuk. Mengingat tadi pagi Dominic mengeluh sakit, tapi bisa-bisanya pria itu menemui Donita dan terlihat segar bugar.

__ADS_1


***


Galau gak guys? 🤣🤣🤣


__ADS_2