Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 44. Cukup Mengejutkan


__ADS_3

Dengan dada yang bergemuruh, Dominic kembali ke hotel. Api kecemburuan yang sempat padam, kini kembali berkobar hanya karena Amanda menerima bantuan dari Saga.


Namun, karena dia bukan siapa-siapa, dia tidak bisa melarang atau pun mengatur Amanda sesuka hatinya.


Saat melewati pintu utama, pria itu langsung memanggil Nayla. Namun, karena tatapan Dominic belum melunak, hal tersebut membuat Nayla berpikir bahwa dia sudah melakukan sebuah kesalahan.


"Tuan memanggil saya?" tanya Nayla dengan wajah yang tertunduk, tak berani untuk menatap sang bos.


Karena sepertinya suasana hati Dominic sedang tidak baik-baik saja. Sejak datang ke hotel, pria itu selalu marah-marah. Bahkan Lucas jadi super sibuk, karena disuruh ini dan itu.


"Ya, aku ingin mengingatkanmu untuk memberitahu para karyawan agar mereka saling peduli dengan rekan satu sama lain. Ketika ada yang sakit atau tertimpa masalah, ya dibantu. Jangan hanya diam seperti tadi. Dan kamu, sebagai pemimpin seharusnya kamu lebih bertanggung jawab dengan para bawahanmu, understand?" ujar Dominic dengan tegas. Karena perasaannya yang tak karuan, Nayla pun jadi terkena imbasnya.


Entahlah, sepertinya Amanda membawa pengaruh besar pada dirinya. Hingga dia kerap bertindak secara berlebihan.


"Baik, Tuan, saya akan perbaiki kinerja saya," jawab Nayla.


"Pokoknya aku tidak mau ada kejadian seperti tadi siang. Karena di sini masih banyak karyawan cadangan yang siap untuk menggantikan pekerjaan. Buat mereka berguna!"


Nayla hanya mampu menganggukkan kepalanya, sementara Dominic langsung melenggang begitu saja. Seperti ada yang mencekik lehernya, dia melonggarkan dasi dengan gerakan kasar, tak peduli pada tatapan semua orang yang dilewatinya.


*


*

__ADS_1


*


Sudah hampir satu bulan Amanda magang di hotel yang dikelola oleh Dominic. Dan selama itu pula ia tidak pernah mengeluhkan keadaannya pada sang ayah dan sang ibu. Dia telah membuktikan pada kedua orang itu, bahwa ia bisa bertanggung jawab pada pekerjaan yang telah dipilihnya.


Karena jam operasional yang tidak pernah terputus, tepat hari ini Amanda mendapat giliran shift 2, yakni di jam 3 sore sampai jam 11 malam.


Seperti hari-hari sebelumnya, setiap mendapat shift 2 dan 3, dia selalu naik taksi atau pun diantar oleh Saga.


"Sudah siap?" tanya Saga, hari ini hari weekend, tetapi karena Amanda tak bisa mengambil libur secara sembarangan, jadi dia tetap masuk kerja.


"Sudah, Kak," jawab Amanda sambil tersenyum. Semenjak mereka menjadi tetangga, tidak ada lagi jarak di antara mereka. Bahkan Saga tampak jauh lebih perhatian, membuat hati Amanda tak bisa untuk tidak bahagia.


"Oh iya nanti malam aku jemput kamu agak terlambat ya," ujar Saga saat mereka sedang melangkah menuju basemen.


"Kalau Kakak tidak bisa jemput juga tidak apa-apa kok. Aku 'kan bisa naik taksi," balas Amanda, tak ingin merepotkan Saga. Karena sampai sekarang dia masih belum tahu kalau pria itu adalah orang suruhan ayahnya.


Amanda langsung mengangguk lucu.


"Tapi aku khawatir karena kamu kan pulang larut malam."


"Haish, berhenti mencemaskanku secara berlebihan, Kak. Nikmatilah hari liburmu, kamu ingin me time 'kan?" tebak Amanda, tetapi Saga hanya mengulum senyum tipis.


Mereka masuk ke dalam mobil dan kendaraan itu langsung melandas ke jalan raya. Namun, karena ibu kota adalah daerah yang tidak pernah sepi dari yang namanya kendaraan, perjalanan mereka jadi sedikit macet.

__ADS_1


Hingga lima menit sebelum pergantian shift, Amanda baru tiba di iLuva Hotels. Gadis itu keluar dengan terburu-buru, tetapi langkahnya terhenti karena Sarah tiba-tiba berdiri tepat di hadapannya.


"Mommy?" panggil Amanda secara reflek sambil nyengir kuda.


Namun, Sarah justru mengernyitkan dahinya, karena Amanda diantar oleh pria lain. Bukankah seharusnya Dominic yang ada di sana?


"Bukankah kamu calon suami Donita? Kenapa kamu bisa bersama Amanda?" tanya Sarah pada Saga yang saat itu masih berada di sana.


Mendengar pertanyaan itu, tak hanya Saga yang terkejut. Namun, Amanda juga merasakan hal yang sama. Jangan sampai Sarah berpikir yang tidak-tidak tentang mereka.


"Kalian—"


"Mom, kita hanya teman, Kak Saga adalah tetanggaku," potong Amanda dengan cepat, sebelum terjadi kesalahpahaman. Dan kini giliran Saga yang mengerutkan keningnya. Kenapa Amanda memanggil Sarah dengan sebutan seperti itu, sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka?


"Oh jadi kalian tetangga," ujar Sarah sambil manggut-manggut. Beberapa saat lalu, jantungnya sempat berdegup dengan kencang, takut kalau sang calon menantu mengkhianati putranya.


"Tante tahu dari mana kalau saya calon suami Donita?" timpal Saga penasaran. Karena seingatnya, Donita tidak pernah mengenalkan wanita ini padanya.


"Tentu saja aku tahu, Donita adalah anak tiri mantan suamiku. Tapi sayang ya, pernikahan kalian harus batal," balas Sarah turut merasa prihatin.


Mendengar itu, Amanda langsung terperangah, karena itu artinya Dominic dan Donita masih saudara. Jadi, pria yang pernah dia lihat di kafe waktu itu benar-benar Dominic.


Fakta baru yang cukup mengejutkan, tetapi entah kenapa juga melegakan.

__ADS_1


***


Jadi gitu kira-kira 🤣🤣 degdegan gak gaes🤣🤣🤣 Minta votenya donggg🙃🙃


__ADS_2