Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 36. Sangat Cantik


__ADS_3

Mendadak Amanda menjadi pusat perhatian, karena tiba-tiba dirinya digandeng oleh sang nyonya pemilik hotel, sementara di belakang kedua wanita itu ada Dominic yang terus mengekor dengan tampang lusuh.


Sudah sejak awal para karyawan merasa curiga dengan hubungan Amanda dan Dominic. Hingga pada hari ini kecurigaan itu seolah terjawab, saat melihat bagaimana Sarah memperlakukan Amanda.


Semua orang menatap penuh rasa iri, karena mereka tahu betul bagaimana sikap baik Sarah terhadap karyawannya. Begitu juga dengan Dominic, entah sihir apa yang Amanda punya, hingga membuat sosok yang dikenal garang itu, kini hanya bisa pasrah saat dirinya disuruh menjadi supir.


"Padahal ada Lucas, kenapa harus aku sih, Mom?" protes Dominic, karena mereka hanya akan pergi bertiga. Sumpah demi apapun, secinta-cintanya dia terhadap seorang wanita, dia paling malas kalau sudah diajak pergi berbelanja.


Bukan apa, sebelum toko dikelilingi 7 kali, maka mereka tidak akan pernah berhenti.


"Biarkan dia bekerja, kamu ikut kami, kalau kamu membantah, Mommy akan menurunkan jabatanmu hari ini juga," jawab Sarah dipenuhi ancaman, membuat Dominic hanya bisa mendesaahkan nafas kasar.


"Mommy ini apa-apaan sih?"


"Mommy tidak sedang bercanda, Dom, jadi camkan itu semua!" tegas Sarah dengan tatapan tajam yang membuat Dominic langsung kicep.


Melihat Dominic yang tak bisa berkutik, menjadi hiburan tersendiri bagi Amanda. Sehingga dia merencanakan sesuatu untuk mengerjai pria itu, mumpung ada Sarah yang bisa ia jadikan tameng saat Dominic marah-marah.


Tiba-tiba Amanda berpindah posisi dengan berdiri di samping Dominic. Gadis itu meraih lengan Dominic seraya berkata dengan nada merengek, "Kamu jarang sekali memiliki waktu untukku. Jadi sekarang ayo ajak aku bersenang-senang, aku ingin dimanja."


Dominic langsung ternganga melihat perubahan sikap Amanda. Namun, belum sempat dirinya bicara, gadis itu sudah menyeretnya masuk ke dalam mobil, membuat Sarah semakin terlihat sumringah.


"Ah, melihat anak muda berpacaran memang menggemaskan," gumam Sarah seraya mengekor untuk masuk ke dalam mobil. "Eh tapi Dom kan sudah tidak muda ya. Hihi, tidak apa-apa yang penting jiwanya tetap bergelora, apalagi dia mendapatkan gadis seperti Maman yang cantik dan ceria."

__ADS_1


Akhirnya Dominic hanya bisa pasrah, sebab kali ini Sarah terlihat tak main-main dengan ancamannya. Dan ia yakin Amanda juga sengaja bersikap seperti itu di depan ibunya, agar dia merasa kesal dan marah.


Dengan perasaan campur aduk, Dominic membawa kendaraan roda empat miliknya membelah jalan raya. Tujuan pertama mereka adalah restoran, karena baik Dominic maupun Sarah, sama-sama belum sarapan.


"Sayang, kamu benar-benar tidak makan?" tanya Sarah perhatian, karena dia melihat Amanda hanya memesan buah-buahan.


"Sebelum berangkat kerja, aku selalu membuat sarapan sendiri, Mom. Karena begitulah kebiasaan keluargaku, kami pantang pergi sebelum mengisi perut masing-masing."


"Wah kamu ini anaknya mandiri sekali ya. Kebiasaan keluargamu juga bagus. Pantas Dominic suka," ujar Sarah seraya melirik sang putra yang terus-menerus menampakkan wajah kusut. Entahlah, rasanya Dominic masih tak percaya kalau ternyata Amanda anak orang berada, bahkan mungkin jauh di atasnya. Karena ia tidak tahu pasti, berapa banyak anak cabang Tan Group yang sudah tersebar di berbagai wilayah ibu kota.


Argh, rasanya kepalaku ingin meledak. Rutuk Dominic di dalam hati.


Sementara itu, Amanda yang mendengar pujian Sarah, hanya bisa mengulum senyum tipis. Hingga tak berapa lama kemudian, waktu sarapan telah selesai. Sarah langsung mengajak Amanda untuk pergi ke pusat perbelanjaan dan berniat membelikan gadis itu beberapa pakaian.


"Maman Sayang," panggil Sarah.


Tepat pada saat itu seluruh karyawan toko langsung melirik ke arah Amanda dengan sebuah kernyitan. Mereka pikir Sarah sedang memanggil Dominic, ternyata tebakan mereka salah.


Sadar akan tatapan aneh itu, lantas Amanda pun mendekat ke arah Sarah dan berbicara dengan nada pelan, "Mommy, boleh aku minta sesuatu?"


"Kenapa Sayang?"


"Jangan panggil aku seperti itu lagi."

__ADS_1


"Lho kenapa? Namamu bagus kok, Sayang, jangan pedulikan pandangan mereka," jawab Sarah, tak ingin Amanda merasa tak nyaman.


"Bukan, sebenarnya namaku Amanda, tapi Tuan—eum maksudku—dia—" Amanda menunjuk Dominic yang tengah duduk di sofa. "Sengaja menggantinya." Sambung gadis itu dengan bibir mencebik.


Mendengar itu, Sarah langsung terkekeh-kekeh, "Apakah semacam panggilan sayang? Astaga, kalian ini benar-benar manis sekali."


Amanda menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Tak tahu harus menjawab apa, akhirnya dia mengiyakan saja ucapan Sarah.


"Baiklah, mulai sekarang Mommy tidak akan memanggilmu seperti itu lagi. Dominic ini kurang ajar sekali ya, nama cantik-cantik malah dipanggil Maman," ujar Sarah seraya merangkul Amanda.


Lalu dia meminta pada karyawan toko untuk mengeluarkan pakaian terbaik, agar Amanda bisa mencobanya.


Tak tanggung-tanggung sepuluh pakaian dengan brand ternama langsung dikeluarkan. Amanda sampai tak enak hati, karena ternyata Sarah benar-benar tulus menyayanginya. Ah, pada akhirnya Amanda merasa takut kalau-kalau nantinya dia mengecewakan wanita paruh baya itu.


"Sayang, ayo pergi ke ruang ganti dan coba pakaiannya, biar Dominic bisa menilai penampilanmu nanti," ujar Sarah, dan Amanda pun langsung patuh.


Gadis itu mengganti pakaian dengan dress pertama, yang sudah tentu ia tahu berapa nominal harganya. Karena tubuhnya yang langsing dan sangat proporsional, Amanda nampak begitu cantik.


Dia keluar dan Sarah langsung menatap kagum calon menantunya itu.


"Wah, Dom, lihat Amanda, dia cantik sekali," seru Sarah dengan mata yang berbinar-binar.


Mendengar itu, Dominic tak bisa abai, dia ikut mengangkat kepala dan melihat ke arah Amanda yang tengah berjalan ke arahnya. Satu ungkapan yang pas, cantik! Ah tidak, sangat cantik.

__ADS_1


Hingga membuat jantung Dominic tiba-tiba berdebar dengan keras. Bahkan, satu detik pun Dominic tak rela melepas pandangannya pada sosok Amanda.


***


__ADS_2