Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 50. Kita Buat Jadi Nyata


__ADS_3

Dunia sudah mulai terlihat terang. Sementara dua anak manusia yang masih saling memeluk itu tampak tak ingin membuka mata sedikit pun. Sebab saat hari hampir pagi, mereka baru saja tertidur.


Namun, suara alarm yang berasal dari ponsel Amanda terdengar sangat nyaring di telinga, membuat waktu istirahat mereka terganggu. Sebagai sang pemilik, Amanda pun terpaksa untuk membuka mata.


Dia merasakan kepalanya yang berdenyut-denyut, efek alkohol yang ia minum semalam. Akan tetapi ada yang lebih mengejutkan dari itu, sebab ia merasakan sesuatu yang aneh.


Ada yang menjerat tubuhnya, hingga nyaris tak bisa terlepas. Begitu sadar kalau dia tidak tidur sendirian di atas ranjang, sontak saja Amanda langsung menengadah dan yang ia lihat pertama kali justru wajah tampan Dominic yang masih terlelap.


Karena shock Amanda lantas mendorong tubuh Dominic sekuat tenaga dan berteriak dengan sangat kencang.


"Argh, kenapa kamu bisa ada di sini? Siapa yang mengizinkanmu memelukku? Hah, atas dasar apa kamu tidur di ranjang yang sama denganku," cetus Amanda, apalagi melihat Dominic yang bertelanjang dada, sontak saja hal tersebut membuatnya ketar-ketir.


"Jangan bilang kamu—"


Dia memeriksa bagian tubuhnya, tetapi ternyata pakaiannya masih lengkap, tak ada satu pun yang terlepas, tapi ketika melihat dadanya yang dipenuhi tanda kemerahan Amanda mendadak frustasi.


"Astaga, apa ini?" Amanda mengusaknya dengan sedikit keras. Akan tetapi karena mahakarya itu sangat langka, maka tidak bisa hilang begitu saja. "Apa yang sudah kamu lakukan padaku?!"


Dia bukan gadis bodoh yang tak paham dengan semua tanda yang ada di tubuhnya. Dan siapa lagi pelakunya, kalau bukan pria yang ada di hadapannya.


Dominic yang masih setengah sadar, berusaha mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu. Lalu melihat Amanda yang sudah menggebu-gebu, padahal hari masih terlalu pagi untuk mendebatkan masalah semalam.

__ADS_1


Hah, benar-benar seperti dugaannya. Bagaimana kalau ia sampai berbuat lebih dari sekedar menciptakan hickeey? Mungkin Amanda akan jauh lebih frustasi dari pada ini.


"Kamu tidak ingat apa-apa?" tanya Dominic.


"Jangan membuat teka-teki, jawab saja apa yang sudah kamu lakukan semalam, Domba Tua Sialan!"


"Hei, semalam aku hampir saja diperkosaa, bibirku sampai kebas karena seseorang yang mabuk tak kunjung sadar, harusnya aku yang marah, bukan kamu," cibir Dominic untuk membuat Amanda malu terhadap kelakuannya sendiri. Padahal dalam hati dia sangat menyukainya.


Mendengar itu, Amanda langsung bungkam. Dia putar tentang kejadian semalam saat ia meminta Dominic untuk masuk ke dalam klub. Di sana ia menghabiskan beberapa minuman hingga benar-benar mabuk.


Lalu setelah itu dia tidak ingat lagi. Dia tidak menyangka kalau efeknya akan separah ini. Akan tetapi, tunggu dulu ... ia tidak mau langsung percaya, karena biasanya Dominic suka mengelabuhinya.


"I don't believe it. Pasti kamu yang sudah memulainya. Jawab dengan benar, kamu yang sudah menjebakku 'kan? Kamu memanfaatkan aku yang sedang mabuk demi kepentingan pribadimu!" cetus Amanda dengan penuh percaya diri, tetapi Dominic terus bersikap santai, seolah tak melakukan kesalahan.


Semua yang dikatakan oleh pria itu benar, tetapi entah kenapa dia tidak bisa menerima semua fakta itu. Karena dengan membayangkannya saja, dia sudah sangat malu.


"Tapi ini—" Amanda menunjuk beberapa tanda kepemilikan yang Dominic ciptakan. Tidak mungkin kan kalau dia sampai meminta Dominic melakukan hal-hal seperti itu, hah ini benar-benar di luar kesadarannya.


"Anggap saja itu balasan karena kamu sudah menyerangku lebih dulu. Jadi sekarang kita impas."


Cih, Amanda, apa yang sudah kamu lakukan sih? Bisa-bisanya kamu berubah liar di depan pria yang belum lama kamu kenal, terlebih dia Bosmu. Astaga, kamu benar-benar gila, Amanda!

__ADS_1


Gadis itu mengepalkan tangan dan menutupi wajahnya yang sudah tak memiliki urat malu. Lalu bagaimana dia akan bersikap sekarang? Tidak mungkin Dominic melupakan semuanya, lalu nampak biasa-biasa saja.


"Oke, aku sadar bahwa apa yang aku lakukan semalam itu salah. Tapi aku mohon, jangan mengungkitnya, anggap saja kita tidak pernah melakukan apa-apa," mohon Amanda, belum lepas dari bayang-bayang Saga, dia malah harus berurusan lagi dengan Dominic. Sepertinya dia tidak akan pernah dibiarkan untuk tenang.


"Tapi bagaimana kalau aku meminta tanggung jawabmu? Karena kamu adalah orang pertama yang merebut ciumanku, bahkan dengan gerakan yang sangat brutal. Aku sampai tidak menyangka—"


"Hentikan! Hentikan semuanya, aku tidak mau mendengar apapun lagi tentang semalam. Jadi, sekarang apa maumu, aku harus bertanggung jawab apa?" tukas Amanda, dia terlalu malu untuk mengingat semuanya.


Dominic menyunggingkan senyum tipis, dia bangkit dari ranjang dan melangkah ke arah Amanda. Gadis itu hendak beringsut, tetapi dengan cepat Dominic menahan tangannya.


"Berhenti membuat drama di depan Mommy, kita buat semuanya jadi nyata," ujar Dominic yang membuat Amanda menganga.


"What? Apa maksudnya?" tanya gadis itu dengan kening yang mengernyit.


Namun, belum sempat Dominic menjawab, sebuah bel terdengar, menandakan bahwa ada seseorang di luar sana.


"Sepertinya pegawai hotel datang," ujar Dominic, dia melepaskan Amanda terlebih dahulu dan melenggang ke arah pintu.


Begitu pintu terbuka, dia langsung mendapat serangan membabi buta dari seorang pria yang ternyata ayah dari Amanda.


"Badjingan kau!"

__ADS_1


***


Selu selu🤣🤣 aku dukung capa ya🤭😂


__ADS_2