Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 47. I'm Here For You


__ADS_3

"Aku tidak mau di sini, ayo bawa aku pergi."


Dengan perasaan yang kacau, Amanda meminta Dominic membawa dia pergi dari apartemen. Ke mana saja asal ia tidak bisa melihat wajah Saga dan kembali teringat dengan rasa sakitnya.


Dominic melepaskan pelukan Amanda terlebih dahulu, lalu menghapus jejak basah yang masih senantiasa mengalir dari kedua sudut mata gadis itu menggunakan ibu jarinya, "Don't cry, I'm here for you. Do you want to go? We're going now!" Ujar Dominic, dan Amanda langsung menganggukkan kepalanya.


Dominic menggenggam erat tangan Amanda, tetapi sebelum benar-benar pergi ia melayangkan tatapan tajam ke arah Saga. Mereka saling tatap, tapi hanya ada kobaran api permusuhan.


Melihat kepergian Amanda dengan Dominic, Saga berniat untuk menyusul keduanya, tetapi belum sempat mengambil langkah, tangannya sudah dicekal oleh Donita.


"Saga, kamu mau ke mana?" tanya Donita.


"Aku akan mengikuti mereka berdua, karena aku tidak bisa membiarkan Amanda pergi begitu saja, apalagi sudah selarut ini," jawab Saga dengan menaikkan pita suaranya.


"Saga, Dominic adalah pria baik, aku tahu persis bagaimana sifatnya, jadi percaya padaku kalau dia tidak akan berbuat macam-macam pada Amanda!" cetus Donita, kembali menahan lengan Saga yang sudah hampir terlepas dari genggamannya.


Namun, entah kenapa melihat kemarahan gadis itu membuat hati Saga merasa tak tenang.

__ADS_1


"Tapi, Don. Bagaimana kalau akhirnya terjadi sesuatu pada mereka, aku tidak mungkin bisa diampuni oleh Tuan Aneeq. Amanda adalah tanggung jawabku sekarang!"


"Saga, dengarkan aku. Dominic itu menyukai Amanda, bahkan dia pernah bilang bahwa dia membencimu karena kamu selalu membantu gadis yang dia suka. Aku mohon, beri dia kesempatan untuk berdua dengan Amanda. Lagi pula aku yakin, Amanda tidak akan mungkin mau bertemu denganmu lagi."


Sebagai seseorang yang mengetahui bagaimana perasaan Dominic terhadap Amanda. Donita pun ingin membantu pria itu, apalagi di situasi yang terjadi sekarang.


Amanda terlihat sangat kecewa pada Saga, dan jalan satu-satunya untuk meluruhkan perasaan itu, tentu dengan tidak bertemu pria yang sudah menghancurkan hatinya.


Saga menyugar rambutnya ke belakang. Dia menghela nafas panjang, tetapi tak ada kelegaan sedikit pun yang ia rasakan.


Sementara Donita yang berada di sisinya, terus mengusap punggung kekar itu. Dia sadar betul, akar masalah ini ada padanya. Andai ia tidak melakukan kesalahan, tentu Saga sudah menjadi suaminya, dan Amanda tidak perlu lagi memiliki harapan itu.


Sedangkan di dalam mobil, Amanda terus menatap nanar jalanan yang telah dilewatinya. Semua ingatan manis ia dan Saga, seolah menjadi senjata untuk membuatnya makin merana.


Gadis itu terisak-isak dan berusaha menghapus air matanya dengan kasar. Namun, sekeras apapun upayanya, hal tersebut tak membuat bulir-bulir bening itu berhenti mengalir.


Dan setelah mereka mengitari jalanan ibu kota selama setengah jam. Amanda menunjuk sebuah klub malam yang baru saja mereka lewati, dia berkata dengan suara parau, "Aku ingin ke sana."

__ADS_1


"Amanda, tempat itu tidak cocok untukmu."


"Tapi aku ingin ke sana, aku ingin menghabiskan beberapa botol minuman agar aku bisa lupa dengan apa yang baru saja terjadi. Jadi hentikan mobilmu!" Suara parau itu terdengar lebih keras, hingga mau tak mau membuat Dominic menghentikan kendaraan roda empat miliknya.


Amanda langsung meraih handle pintu, tetapi sebelum benda itu terbuka, tangannya lebih dulu dicekal oleh Dominic.


"Amanda, dengan kamu minuman-minuman, semuanya tidak lantas selesai. Rasa sakit itu akan tetap kembali, jadi jangan gegabah."


Dominic masih berusaha menahan Amanda, tetapi gadis itu seolah tak mau dengar hingga dengan cepat dia menyentak tangan Dominic.


"Aku tidak peduli. Untuk malam ini saja, aku ingin merasakan kelegaan, jadi jangan halangi aku. Dan pergilah, kalau kamu memang ingin pergi, aku bisa sendiri," ujar Amanda dengan bibir yang bergetar.


Sorot mata penuh luka itu membuat Dominic melemah. Akhirnya dia pun tak lagi menahan keinginan Amanda, "Okey, kamu tidak perlu turun. Aku akan menemanimu ke sana."


***


Sabar sabar ya gaes😌

__ADS_1


Iklan dulu nih lapak cucu buaya🐊



__ADS_2