Fierce Boss Or Handsome Assisten

Fierce Boss Or Handsome Assisten
Bab 45. Tertohok


__ADS_3

Ya, Donita adalah anak tiri dari ayah Dominic. Namun, Dominic tidak bisa membenci wanita itu, karena mereka pernah membuat sebuah rencana untuk menggagalkan pernikahan kedua orang tua mereka, hanya karena Donita pun tak setuju dengan pernikahan kedua sang ibu, tetapi nyatanya misi itu tidak berhasil.


Semenjak itu Donita dan Dominic memiliki hubungan yang cukup baik. Mereka benar-benar seperti saudara, hingga Sarah pun tak bisa memandang Donita sebelah mata.


Bahkan karena itu semua Donita tak segan untuk meminta bantuan pada Dominic, sama seperti ketika ia bermasalah dengan mantan selingkuhannya.


Sore di kafe itu dia meminta bertemu dengan Dominic. Dia menjelaskan penyebab terjadinya pembatalan pernikahan antara ia dan Saga, lalu meminta Dominic agar membantunya untuk menghapus video asusilaa itu.


Namun, sayangnya Dominic tak bisa membantu banyak, karena mantan kekasih Donita justru melarikan diri ke luar negeri dan membuat wanita itu merasa putus asa. Tak tahu lagi harus berbuat apa, akhirnya Donita memilih untuk jujur pada Saga.


Satu bukti kegagalan terjadi lagi pada orang terdekat Dominic. Dan karenanya membuat Dominic merasa tak percaya pada pernikahan. Namun, semua itu justru terkalahkan ketika Amanda mulai mengisi sisi kosong dalam hatinya.


Padahal selama ia hidup dengan sang ibu, ia sudah bertekad untuk tidak menikah. Dia ingin menemani Sarah sampai di ujung usia. Tak peduli sebanyak apa wanita yang dikenalkan ibunya, hatinya tetap tak bergerak.


Hingga hari itu, di saat ia hendak pergi ke pesta pernikahan Donita. Dia justru bertemu dengan seorang gadis cantik dengan gaun pesta, wajahnya tampak lusuh, tetapi tetap tak mengurangi kecantikannya.


Seorang gadis yang entah memiliki keberanian sebesar apa, hingga tanpa memikirkan keselamatannya, ia justru berlari hanya untuk mengambil kucing kecil yang berdiam diri di tengah jalan.


Di hari itu Dominic merasakan getaran yang berbeda, dan terus merasakannya sampai sekarang.

__ADS_1


**


Malam itu Amanda tak dijemput oleh Saga. Dia berdiri di sisi jalan sambil memesan taksi online. Namun, tiba-tiba sebuah klakson terdengar sangat nyaring, membuat Amanda secara reflek mengangkat kepalanya.


Terlihat seseorang menurunkan kaca mobilnya. Dia adalah Dominic, orang yang sedang berusaha mencurahkan semua perhatiannya untuk Amanda. Meskipun sampai saat ini dia belum berani untuk mengutarakan perasaannya.


"Sudah larut malam, naiklah, aku akan mengantarmu," ujar Dominic sedikit berteriak.


Amanda melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah hampir jam 12, karena waktunya habis untuk menunggu kendaraan yang tak kunjung datang.


Tanpa membantah Amanda langsung bergegas menuju mobil Dominic. Dia naik dan duduk di samping pria itu, membuat Dominic sedikit mengulas senyum.


"Ke mana orang yang biasa menjemputmu?" tanya Dominic seraya mengendalikan kemudi. Dia harus berputar arah untuk sampai di apartemen Amanda.


"Lain kali bilang saja padaku kalau dia tidak menjemputmu."


Kening Amanda langsung berkerut. "Untuk apa aku melapor padamu?"


"Tentu saja mengantarmu pulang. Apalagi?"

__ADS_1


Mulai deh, padahal judulnya dia sedang berusaha untuk memberikan perhatian pada Amanda. Namun, ada saja pertikaian kecil di antara mereka.


Detik selanjutnya mereka sama-sama bungkam. Tak tahu harus membicarakan apa, padahal mulut sudah gatal ingin bicara, tetapi semua itu terkalahkan oleh rasa gengsi di hati masing-masing.


Hingga tak terasa keheningan itu menemani mereka sampai mobil berhenti di depan sebuah bangunan pencakar langit.


Sadar bahwa sudah sampai, Amanda langsung turun dari mobil Dominic. Kali ini sebelum melenggang pergi, Amanda menyempatkan diri untuk mengucapkan terima kasih.


"Makasih ya, Bos Dom—Dom—Dominic," ucap Amanda, untuk pertama kalinya sejak ia bekerja ia mengeja nama Dominic dengan benar. Biasanya kalau tidak Om, ya Domba Tua.


"Hem ...." Dominic hanya mengeluarkan kata itu, dan Amanda langsung pamit untuk naik ke atas.


Gadis itu berjalan dengan penuh keceriaan, seperti biasanya. Dan lagi-lagi hal tersebut membuat bibir Dominic berkedut.


Amanda masuk ke dalam lift untuk sampai di unit apartemennya. Dan ketika baru saja tiba di lantai yang ia tuju, ia disuguhkan pemandangan yang membuat hatinya tertohok.


Deg!


"Kak Saga, Kak Donita?" panggilnya membuat kedua orang yang sedang bercumbu di depan pintu itu lantas melayangkan tatapan ke arah Amanda.

__ADS_1


***


Asekkk huru hara💃💃💃


__ADS_2