
Sementara itu di tempat lain, Kenan sedang menikmati minuman bersama teman-temannya di sebuah Bar. Sesekali ia menyesap rokok dan mengepulkan asap itu ke arah wanita cantik yang duduk berada di sampingnya. Wanita itu mengibaskan tangannya sambil tersenyum, seraya meraih dagu Kenan. Ia mulai bergerak naik dan duduk di atas pangkuan pria itu. Mereka berdua pun berciuman sangat lama dan semakin panas, tidak mengacuhkan keberadaan semua orang di sekitarnya.
“Bagaimana kalau kita lanjut di apartemenku?" bisik perempuan itu sambil mengalungkan kedua lengannya di leher Kenan. Pria itu menautkan kening dan mengecup bibir wanita itu seringan kupu-kupu, tak ada minat.
”Jauh?" tanya Kenan pelan, sebenarnya ia cukup malas meladeni.
Sejak ia memergoki adanya seorang wanita yang sedang menatap dari dalam jendela kaca kediaman milik kakaknya, ia merasa sangat terganggu. Hal itu membuatnya selalu memikirkan wajah itu. Hanya sekali dan kembali terjadi setelah sekian lama, ia malah dengan mata kepala sendiri menyaksikan wanita itu kabur dari rumah kakaknya. Ia tidak menyangka wanita itu benar-benar nyata, selama ini ia hanya menganggapnya sebagai hantu atau halusinasinya semata.
“Hanya sepuluh menit dari sini," bisik wanita itu memainkan rambut halus yang menghiasi dagu Kenan seraya menatap pria itu dengan lirikan menggoda.
”Guys, kita cabut," pamit Kenan sambil menurunkan wanita itu dari pangkuannya. Ia pun segera berdiri.
Wanita itu bersorak senang dalam hati seraya mengerlingkan mata kepada para rekannya. Tangannya bergayut mesra pada lengan Kenan, ia merasa bangga karena sudah berhasil menggaet seorang Kenan Indira.
Kenan terlihat biasa saja menanggapi. Setelah teman satu genknya mengiyakan, Kenan segera berjalan pergi keluar dari Bar. Wanita itu masih saja menggoda Kenan dengan pelukan juga jemari tangan nakal yang mulai iseng menyentuh tubuhnya, tapi tetap saja Kenan hanya tersenyum tipis tidak membalas rayuan itu.
“Apa kamu pria sepayah itu?" komentar wanita itu merasa diabaikan.
”Aku? Wah … kamu sedang menantangku," desis Kenan segera diberi tawa wanita itu.
Mereka berjalan menuju ke arah parkiran. Kenan menyalakan lock kontak mobil mewah miliknya hingga berhasil membuat wanita itu berdecak kagum, hal itu semakin memberinya sebuah pelukan erat. Kenan lagi-lagi hanya tersenyum tipis.
“Ke arah mana?" tanya Kenan mendorong wanita itu memasuki mobil seraya menutup pintunya dengan cepat.
__ADS_1
Kenan berlari kecil ke arah pintu bagian kemudi dan bergegas masuk sambil melirik ke arah wanita yang kini sudah melepas jaket dan hanya menyisakan pakaian minim yang jujur saja bisa membuatnya merasa terpancing juga.
”Royal Apartemen, apa kamu tahu tempatnya?" ucap wanita itu bermaksud menyombongkan diri. Kenan berdecak sambil tertawa.
“Aku tidak menyangka kamu tinggal di sana. Punyamu sendiri?" ucap Kenan yang merasa apartemen itu terlalu mewah untuk seorang wanita penghibur.
Wanita itu tertawa terbahak. Ia mengibaskan jemari tangannya sambil melengos ke arah jendela kaca mobil, menatap dari kejauhan apartemen mewah di mana dirinya tinggal.
”Aku wanita simpanan seorang pria kaya raya, asal kamu tahu," bisiknya melirik Kenan dengan kerlingan mata nakalnya, wanita itu kembali tertawa.
Kenan manggut-manggut. Pria itu pun segera menyalakan mesin mobil menuju gedung apartemen yang bisa terlihat dari Bar, tempat nongkrong bersama teman-temannya.
“Apa tidak masalah, kamu membawa pria lain ke dalam apartemenmu? Kamu bisa ditendang laki-laki simpananmu," ujar Kenan segera diberi kekehan wanita berwajah dewasa dari dirinya itu.
”Apa kamu takut? Bukankah kita hanya akan saling menyapa saat saling membutuhkan saja. Jadi, akan aman-aman saja kalau kita hanya sesekali bersenang-senang," ucap wanita itu sambil mengerlingkan kedua bulu matanya. Kenan manggut-manggut menyetujuinya.
Kenan tipe pria yang tidak menyukai sebuah ikatan. Wanita tipe bebas seperti ini klop sekali dengan dirinya, ia merasa tidak masalah dengan pertemuan singkat seperti itu.
Kenan segera menghentikan laju mobilnya saat sudah berada di dalam basemen. Menoleh sesaat ke arah wanita yang melambaikan tangan bermaksud mengajaknya segera turun. Kenan hanya bisa membalas senyuman dan turun juga dari dalam mobil, mengikuti langkah wanita itu menuju ke dalam lobby.
Mereka hanya butuh beberapa menit di dalam lift unit yang di tinggali wanita itu berada di lantai empat puluh sembilan. Kenan dan wanita itu hanya saling melemparkan pandangan tanpa melakukan hal bodoh, karena jelas ada sebuah cctv di dalam lift.
“Aku harap kamu sehebat wajahmu," goda wanita itu membuat Kenan tersenyum tipis.
__ADS_1
Wanita itu cantik, tapi sayang Kenan sama sekali tidak berminat sampai sejauh itu malam ini. Mungkin ia hanya akan bermain sebentar untuk menghilangkan suntuk dan pergi jauh setelah itu.
Kenan segera keluar dari dalam lift sesaat setelah pintunya terbuka. Wanita itu berlari kecil menyusul seraya bergayut mesra di lengannya yang kokoh. Sungguh postur yang sangat disukai oleh banyak kaum wanita. Kenan meraih pinggang wanita itu sambil berjalan beriringan.
Kenan membeliak, menghentikan langkahnya begitu melihat Teshar keluar dari dalam sebuah unit apartemen, terlihat kakaknya sedang menutup pintu. Pikirannya segera tertuju pada gadis yang tengah disembunyikan kakaknya, dan menebak bahwa gadis itu pasti berhasil ditemukan dan kini disembunyikan di apartemen ini.
”Kenapa berhenti?" tanya wanita itu bingung sambil mengamati gelagat aneh Kenan dengan wajah penasaran.
Sebelum wanita itu melihat Teshar yang kini sedang berjalan ke arahnya, Kenan segera memutar tubuhnya dan mendorong pelan hingga punggungnya menyentuh dinding. Wanita itu menatapnya bingung.
"Ada apa?" bisiknya dengan mata tertuju kepada Kenan.
Kenan meraih tengkuk wanita itu dan segera memberi ciuman panas ketika Teshar berjalan melewatinya. Sebisa mungkin Kenan berusaha membuat Teshar membuang muka dan jangan sampai melihat dirinya berada di apartemen ini. Kenan sangat hafal, kakaknya membenci kelakuan tidak terpuji di tempat umum dan berusaha menghindarinya.
Idenya berhasil, Teshar membuang muka saat melihat pemandangan tidak sopan yang tersaji saat berjalan di koridor unit apartemennya. Sambil melengos ia berjalan melewati kedua pasangan yang dia anggap gila. Teshar tidak sadar kalau ternyata pria gila itu adalah adiknya sendiri.
“Kita lanjut di dalam, kamarmu sebelah mana?" bisik Kenan seraya melepaskan ciumannya.
Wanita itu mengangguk dengan napas terengah, membiarkan Kenan menarik jemari tangannya agar mengikuti langkahnya. Hati wanita itu teramat bahagia, pria ini seperti sangat menginginkannya.
Kenan terkenal sebagai sosok pria playboy yang sangat sulit untuk ditakhlukkan, bisa berhasil mengajaknya one stand night sudah merupakan kebanggaan tersendiri bagi kaum hawa yang mengenalnya.
”Apa Teshar menyembunyikan gadis itu di apartemen ini?" batin Kenan termangu menatap pintu yang berada di sampingnya.
__ADS_1
Letak pintu itu berjajar dengan pintu kamar milik wanita kenalannya itu tinggal.