Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Menikah dengannya


__ADS_3

Misha membeku begitu Fabian menatapnya sangat tajam seperti hendak membunuhnya, disinilah dia harus terjebak dalam emosi Fabian dan tidak bisa pergi kemana-mana.


"Siapa yang bilang begitu ke kamu? Pasti ada seseorang kan!" tanya Fabian tegas.


Misha menelan saliva nya, "Ya. Istri kamu sendiri yang bilang begitu, dia samperin aku ke sekolah dan maki-maki aku disana." Fabian langsung naik pitam, emosinya menggebu-gebu begitu mengetahui Khayra lah pelakunya.


"Sudah saya duga, wanita itu benar-benar!" Fabian menggeram kesal, satu tangannya sudah terkepal kuat menunjukkan betapa emosi dirinya.


"Kenapa tuan terlihat marah? Bukannya bagus ya kalau istri kamu kasih tau semuanya? Jadi, aku bisa jaga jarak dari kamu," tanya Misha.


"Jelas saya marah, karena dia sudah menghina kamu! Bisa-bisanya dia sebut kamu pelakor, saya gak terima!" tegas Fabian.


"Mengapa begitu? Dia kan istri tuan, harusnya tuan itu lebih belain dia daripada aku!" ucap Misha merasa heran.


"Dia memang istri saya, tapi asal kamu tahu aja dia itu gak pernah cinta sama saya. Selama tiga tahun pernikahan kita, dia gak pernah bahagiain saya apalagi penuhi kebutuhan saya," ujar Fabian.


"Masa sih? Jadi, karena itu tuan beli aku?" tanya Misha.


"Ya, itu alasan utama saya. Sekarang kamu ngerti kan kenapa saya marah banget sama istri saya itu?!" jawab Fabian.


"Iya tuan, tapi tetap aja dia istri tuan. Aku gak mungkin bisa dekat-dekat sama tuan, selagi tuan masih punya istri. Aku gak mau dianggap pelakor!" ucap Misha.


"Kamu tenang aja! Saya sebentar lagi bakal cerai kok sama dia, abis itu saya langsung nikahin kamu supaya kita bisa sama-sama terus," ucap Fabian.


"Hah? Tuan bicara apa sih?!" Misha terkejut hebat.


"Saya serius Misha, saya sudah gak tahan lagi dengan sikap istri saya itu. Dia pantas mendapatkan ini semua!" tegas Fabian.


"Sabar tuan! Tuan gak boleh gegabah kayak gini, jangan hanya karena aku, tuan langsung mau ceraikan istri tuan!" ucap Misha.


"Ini bukan karena kamu Misha, tapi emang saya sendiri udah lama pengen cerai sama istri saya. Kamu gak perlu merasa bersalah, saya akan pisah dari Khayra secepatnya dan kita juga akan langsung menikah!" ucap Fabian meyakinkan Misha, ia juga menggerakkan satu tangannya untuk mengusap lembut puncak kepala Misha.


Misha hanya bisa diam dan mengangguk setuju, dia juga tak mengerti harus apa saat ini.




Khayra sendiri saat ini masih berada di lokasi pemotretan, dia terlihat bahagia karena berhasil menegur Misha tadi.


"Hahaha, senang banget rasanya! Pasti setelah ini cewek kegatelan itu gak bakal berani deketin mas Biyan lagi, dia gak mungkin berani lawan aku!" ucap Khayra sambil menyunggingkan senyumnya.


Tak lama kemudian, seorang wanita datang menghampirinya dengan wajah tegang.

__ADS_1


"Permisi Khayra!" ucapnya.


"Eh iya, kenapa?" tanya Khayra bingung.


"Eee itu Kay anu.."


"Anu anu apa sih?! Ada apa?" sela Khayra kesal.


"Di depan ada suami kamu, dia ngamuk-ngamuk katanya mau ketemu kamu. Mending cepetan deh kamu keluar dan temuin dia!" jelas wanita itu.


"Apa? Suami aku datang sambil ngamuk? Ada apa emangnya?" Khayra terkejut dan reflek bangkit dari duduknya.


"Saya kurang tahu, kamu coba aja ke depan dan tanya langsung sama suami kamu!" usul si wanita.


"Hadeh, ada-ada aja deh! Kenapa lagi sih sama mas Biyan? Baru aku senang-senang, eh udah dibikin pusing lagi!" gerutu Khayra.


Khayra langsung berjalan keluar ruangan itu sambil terus menggerutu.


Sesampainya di luar, Khayra terperangah mendapati suaminya ada disana bersama seorang wanita yang sangat ia benci, ya tentu saja itu Misha.


"Mas Biyan??" ucap Khayra tampak kaget.


Fabian dan Misha menoleh ke arah yang sama, mereka melangkah menghampiri Khayra lalu berhenti tepat di dekatnya.


"Aku sudah tau semuanya, Misha sudah jelasin ke aku kalau kamu tadi datang ke sekolahnya dan maki-maki dia seakan-akan dia ini yang salah dalam hubungan kita!" bentak Fabian.


"Emang benar begitu kan mas? Gara-gara dia, sekarang hubungan kita makin kacau! Malah kamu sampai mau cerai sama aku, cuma demi wanita murahan ini!" kesal Khayra.


"Jaga bicara kamu Khayra! Wanita yang kamu sebut murahan ini, adalah calon istri aku. Aku akan menikah dengan dia sebentar lagi," tegas Fabian.


"Hah??!" Khayra terkejut bukan main.


"Iya, aku dan Misha akan menikah setelah kita cerai nanti Khayra," ucap Fabian sembari merangkul pundak Misha dan merapatkan jarak diantara mereka.


"Kamu benar-benar keterlaluan, mas! Aku gak akan izinin kamu nikah sama perempuan gak tahu diri ini! Aku juga gak mau cerai dari kamu!" ujar Khayra.


"Itu terserah kamu, kalau kamu masih tetap mau bertahan, berarti kamu harus siap untuk dimadu!" ucap Fabian dengan santai.


"Gak! Aku gak mau dicerai atau dimadu, pokoknya aku cuma mau jadi istri kamu satu-satunya! Aku juga pastikan, kamu gak mungkin bisa menikah sama perempuan itu!" ucap Khayra emosi.


Fabian menyeringai lebar, "Terserah apa kata kamu aja, intinya aku tetap akan menikahi Misha. Sudah ya, aku pergi dulu. Kamu lanjut aja kerjanya, gak perlu mikirin aku lagi!" ucapnya santai.


"Mas, mas tunggu mas!" teriak Khayra berusaha menahan Fabian.

__ADS_1


Namun, lelaki itu tak mau mendengarkannya dan pergi begitu saja bersama Misha. Khayra juga tak bisa terus mengejar mereka, karena dia harus melakukan pemotretan.


"Kay, kamu mau kemana? Kamu masih ada empat sesi foto lagi, jangan pergi dulu!" ucap manager Khayra mencekal lengan wanita itu.


"Haish, sial!" Khayra mengumpat kesal.




Fabian dan Misha telah tiba di mansion tempat mereka tinggal, keduanya terduduk di sofa untuk beristirahat sejenak sembari menenangkan diri.


Fabian nampak tersenyum, mengusap wajah Misha dengan lembut dan sesekali mengecupnya. Pria itu membelai rambut Misha, sesuatu yang seringkali dia lakukan selama ini.


"Tuan, apa tuan serius sama kata-kata tuan tadi?" tanya Misha.


"Eee kata-kata saya yang mana ya?" Fabian balik bertanya pada wanitanya.


"Itu tadi loh, tuan kan bilang mau nikahin aku. Apa tuan serius pengen jadikan aku yang kedua?" Misha memperjelas pertanyaannya.


"Bukan yang kedua Misha, kamu itu satu-satunya istri saya. Saya kan udah bilang, saya bakal ceraikan istri saya itu!" ucap Fabian.


"Tapi tuan, istri tuan tadi kelihatannya gak suka banget sama aku. Dia gak mungkin biarin kita nikah gitu aja," ucap Misha.


"Kamu gausah cemas! Saya yang urus istri saya itu, dia gak mungkin bisa lakuin apa-apa! Kita pasti tetap bakal nikah, karena saya gak mau kehilangan wanita seperti kamu!" ucap Fabian tampak serius.


"Eee emang apa sih alasan tuan mau nikahin aku? Sampai kayaknya tuan ngebet banget begitu," tanya Misha penasaran.


"Pake ditanya lagi, kan tadi saya udah jelasin. Saya gak mau kehilangan kamu Misha, karena wanita seperti kamu itu sangat langka dan sulit ditemukan! Terlebih, kamu juga jago di ranjang dan selalu bikin saya puas," jawab Fabian dengan sensual.


Misha merinding mendengarnya, apalagi lelaki itu menatapnya dengan penuh gairah.


"Kalau tuan mau nikahin aku karena ranjang, kan tuan bisa dapetin itu tanpa harus menikah dengan aku. Contohnya sekarang, kalau tuan mau jatah kan tinggal minta," ucap Misha.


Fabian terkekeh mendengarnya, mendaratkan kecupan lembut di kedua pipi Misha sembari mengusap rambutnya.


"Oke, kalo gitu saya minta sekarang!" bisik Fabian.


Deg!


Misha melongok lebar, tanpa aba-aba pria itu langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2