
Misha bersama teman-temannya berniat pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku yang bisa mereka gunakan dalam mengerjakan tugas kelompok di sekolah.
Namun, sepanjang perjalanan Misha justru merasa lemas dan pusing. Tiba-tiba juga ia merasa mual, seperti ada sesuatu yang ingin ia muntah kan dengan segera.
"Huweekk huweekk!!" Elin serta kedua temannya langsung melirik ke arahnya dengan bingung.
"Ih Misha, lo kenapa kok mual gitu? Lo sakit ya?" tanya Elin cemas.
"Iya Misha, kalo lo sakit mending kita antar ke UKS dulu!" sahut Gibran.
"Hooh, lo mau dibawa ke UKS Mis?" tanya Elin lagi.
"Eh enggak-enggak, aku gapapa kok. Kalian gak perlu khawatir gitu lah! Aku cuma agak mual sedikit kok," tolak Misha.
"Serius lo? Kalau emang lo sakit, udah ayo kita antar ke UKS dulu biar diobatin!" ujar Elin.
"Gausah, kita cepetan ke perpus aja biar bisa cepat ngerjain tugasnya juga!" ucap Misha.
"Yakin lo Mis? Gimana nanti kalau lo tiba-tiba muntah di rumah sakit?" tanya Elin ragu.
"Gak bakal lah, aku kuat kok. Udah ayo buruan kita ke perpus!" ujar Misha.
"Oke deh! Tapi, misal lo butuh apa-apa nanti, bilang aja ya ke kita!" ucap Elin.
Misha mengangguk pelan, ia masih terus memegangi keningnya yang terasa pusing serta perutnya yang mual.
"Aku kenapa ya? Kok rasanya pusing dan mual banget dari pagi tadi?" batin Misha.
Mereka kembali melanjutkan langkah menuju perpustakaan, tetapi lagi-lagi rasa mual Misha muncul dan tidak dapat ia tahan.
"Huweekk huweekk!!"
"Hah Misha?? Tuh kan, kayaknya lo emang sakit deh! Yuk kita ke UKS aja!" ujar Elin panik.
"Iya Misha, jangan dipaksa kalo emang gak kuat mah! Muka lu juga kelihatan pucat banget tuh, mending lu periksa dulu!" sahut Gibran.
"Aku gapapa guys, aku gak sakit kok!" ucap Misha kekeuh.
"Haduh, lo jangan ngeyel dong Misha! Kalau terjadi sesuatu sama lo nanti gimana? Kita gak mau ya disalahin karena dianggap gak becus jagain lo," ucap Yerin.
"Betul tuh, mending lo diperiksa dulu di UKS! Kalau emang lo gak sakit, baru deh kita lanjut ke perpus buat ngerjain tugas kelompok," sahut Gibran.
"Tapi guys, kelamaan kalo kita ke UKS dulu. Udah lah gapapa, aku juga udah gak terlalu mual lagi kok. Mungkin aja tadi itu cuma angin lewat," ucap Misha tetap tidak mau diperiksa di UKS.
"Keras kepala banget sih lo! Yaudah, tapi kita jalan pelan-pelan aja!" ujar Gibran.
__ADS_1
"Iya, sini gue pegangin lo biar lo gak jatuh karena pusing," Elin mendekat dan menggandeng tangan Misha untuk membantunya berjalan.
"Thanks ya Elin!" ucap Misha.
Elin mengangguk, keempat siswa-siswi itu pun melanjutkan langkah mereka. Namun, Misha masih saja merasa mual dan pusing di waktu yang bersamaan.
"Huweekk huweekk huweekk!!" kali ini Misha tak tahan lagi, dia bergegas pergi ke toilet untuk memuntahkan sesuatu.
"Eh eh, Misha lo kenapa??!" teriak Elin panik.
"Guys, gimana dong? Kita ikutin Misha yuk! Gue khawatir dia kenapa-napa!" cemas Elin.
"Iya iya, ayo kita samperin dia!" ucap Yerin ikut panik.
Akhirnya ketiganya memilih menyusul Misha ke toilet untuk memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja disana.
•
•
"Huweekk huweekk..."
Di toilet sendiri, Misha bergerak cepat menuju wastafel dan muntah-muntah disana. Rasa mualnya masih terus terasa, membuat Misha agak sulit mengendalikan dirinya.
"Duh, aku kenapa jadi gini sih? Perasaan kemarin aku gak kayak gini, apa yang terjadi sama aku?" batin Misha.
Tiba-tiba Misha teringat pada perkataan Fabian beberapa waktu lalu mengenai kehadiran seorang anak di perutnya.
"Kamu sungguh cantik Misha! Dalam kondisi lelah saja, kamu bisa secantik ini! Saya makin tidak sabar untuk menikahi kamu dan memiliki anak darimu!"
"Cepatlah tumbuh anakku! Daddy sudah tidak sabar ingin melihat keberadaan mu!"
Sontak Misha pun panik, dia belum siap memiliki anak mengingat dirinya masih harus menyelesaikan sekolahnya.
"Ah enggak-enggak, gak mungkin aku hamil anak tuan Fabian! Aku belum siap buat hamil, ini pasti cuma kebetulan aja! Tuan kan selalu beri aku obat pencegah hamil, jadi pasti aku gak hamil dan aku begini karena sakit biasa!" ujar Misha.
"AAAAA GAK MUNGKIN!!!" teriaknya histeris.
"Misha! Misha, kamu gapapa kan??!" kemunculan Elin serta dua temannya yang lain disana, membuat Misha terkejut dan langsung mengusap air mata serta bekas muntahan di wajahnya.
"Eh kalian, kenapa kalian ngikutin aku kesini? Aku tadi cuma tuntasin rasa mual aku kok, sekarang udah agak lega dan enakan," ucap Misha.
"Bener lo udah enakan? Kalau emang masih kerasa mual dan sakit, mending lo periksa dulu deh ke UKS! Gue takut lo kenapa-napa Misha, yuk kita antar!" ucap Elin.
"Gapapa, gausah Elin. Aku ini mual-mual mungkin karena kebanyakan makan kali," ucap Misha.
__ADS_1
"Kebanyakan makan apa? Daritadi aja lo baru makan roti sebiji sama minum susu, darimana banyaknya coba?" ujar Elin.
"Ini sih fix, lo emang lagi sakit Misha! Ayolah kita ke UKS aja dulu buat diperiksa, supaya lo juga tau penyebab lo mual-mual!" usul Yerin.
"Udah lah Misha, jangan sok kuat deh! Lo itu sakit dan lo harus diperiksa!" sahut Gibran.
Misha terdiam bingung sembari menundukkan wajahnya, ia hanya khawatir jika sampai dokter di UKS menyatakan kalau dirinya saat ini tengah hamil. Tentu berita itu akan menghebohkan seisi sekolah dan namanya bisa jelek seperti apa yang dialami salah satu murid disana sebelumnya.
"Misha, lo kenapa diem aja sih? Ayo kita ke UKS biar lo diperiksa ya!" ujar Elin.
"Eee enggak Elin, kita langsung ke perpustakaan aja! Lagian rasa mual aku udah hilang kok," ucap Misha menolak.
"Beneran udah hilang?" tanya Elin.
"Iya, kamu lihat sendiri kan ini?" jawab Misha.
"Ya syukur deh! Tapi, kalau lu kerasa pusing atau mual lagi, kita langsung ke UKS aja ya!" ucap Elin.
"Iya iya," ucap Misha singkat.
"Eh ya, tadi lo kenapa teriak-teriak gak mungkin sih? Apanya yang gak mungkin Misha??" tanya Yerin dengan wajah penasaran.
Deg!
"Nah iya tuh, gue juga gak sengaja dengar suara teriakan lo tadi. Sebenarnya lo kenapa Misha? Apa yang gak mungkin?" sahut Elin.
Misha semakin dibuat bingung, pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan oleh teman-temannya dan Misha sendiri tak tahu harus menjawab apa.
"Eee itu tuh aku cuma lagi semangati diri aku sendiri aja, supaya aku yakin kalau aku itu gak mungkin kena penyakit atau apalah itu!" jawab Misha berbohong.
"Ohh, ya aamiin deh semoga lo emang gak sakit ya Misha!" ujar Elin.
"Dia emang gak sakit, tapi hamil." sebuah suara terdengar di telinga mereka berempat, tak lama tiga orang gadis muncul dari depan toilet berjalan mengarah ke tempat mereka.
Perkataan gadis itu, membuat Misha semakin berdebar-debar. Dia khawatir teman-temannya akan terpengaruh dengan perkataan Nesya.
"Lo bicara apa sih Nesya?! Jangan sembarangan nyebar fitnah tentang sohib gue deh!" tegur Elin.
"Gue gak fitnah, emang bener begitu kok. Ya kan Misha?" ujar Nesya.
Misha gelagapan dibuatnya, dia berpikir keras untuk menyangkal semua ucapan-ucapan Nesya tentang dirinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1