
"Eee permisi!" tiba-tiba suara berat muncul, membuyarkan momen mengharukan mereka.
"Loh, ayah Hardi?" Fabian terkejut bukan main saat melihat kehadiran Hardi di dekatnya, ia dan mamanya pun sontak berdiri.
"Iya nak Biyan, ayah kesini mau lihat kondisi papa kamu. Sekaligus ayah mau menyampaikan permohonan maaf atas apa yang sudah dilakukan Ashraf," jelas Hardi.
Fabian terdiam sejenak, sedangkan Cornelia terlihat kebingungan menatap ke arah Hardi.
"Ah iya, perkenalkan saya Hardi, ayah Misha! Anda pasti ibunya nak Fabian kan?" ucap Hardi mengenalkan dirinya pada Cornelia.
"Betul, saya Cornelia mamanya Fabian," jawab Cornelia seraya menjabat tangan Hardi.
"Silahkan duduk yah!" ucap Fabian mengajak Hardi duduk disana.
Mereka bertiga duduk bersebelahan, lalu lanjut berbincang-bincang kecil membahas kejadian yang menimpa Dominic.
"Saya kesini untuk minta maaf sama kalian, saya sendiri juga gak nyangka keponakan saya bisa tega melakukan perbuatan itu pada pak Dominic. Dia sepertinya sudah diselimuti dendam, sehingga dia tidak berpikir panjang," ucap Hardi.
"Ayah gak perlu minta maaf soal itu, itu kan bukan salah ayah! Lagipun, Ashraf kan juga udah di penjara. Saya rasa itu sudah cukup sebagai hukuman untuk dia," ucap Fabian.
"Iya pak Hardi, kami juga paham kenapa Ashraf melakukan itu. Ya meski saya sendiri tidak terima dengan perlakuan Ashraf pada suami saya, tapi ini semua kan juga karena kesalahan suami saya di masa lalu pada keluarga anda," timpal Cornelia.
"Ah enggak Bu, yang lalu biarlah berlalu, saya sendiri sudah memaafkan pak Dominic kok. Tapi, Ashraf ini memang anaknya susah sekali dikasih taunya," ucap Hardi.
"Gapapa pak, kami sudah maafkan dia kok. Seperti bapak yang mau memaafkan kesalahan kami, meskipun kesalahan suami saya di masa lalu sangat besar," ucap Cornelia.
Hardi mengangguk pelan disertai senyuman.
"Oh ya, kondisi pak Dominic sendiri bagaimana? Beliau baik-baik saja kan?" tanya Hardi.
"Papa masih belum membaik yah, tapi gak terlalu parah juga kok," jawab Fabian.
"Syukurlah!" ucap Hardi sambil tersenyum.
"Eee ini Misha kemana ya? Tadi pagi dia pamit ke saya buat jenguk pak Dominic disini, tapi kok dia malah gak ada?" sambungnya sembari celingak-celinguk.
"Misha katanya mau temuin Ashraf di penjara, dia pengen bicara empat mata sama Ashraf dan bahas soal kelakuannya itu. Saya sudah sempat melarang, tapi dia tetap kekeuh buat datang ke penjara," jawab Fabian.
"Oh ya ampun! Saya jadi khawatir Misha kenapa-napa, gimana kalau Ashraf berbuat yang tidak-tidak sama Misha?!" cemas Hardi.
"Tenang aja yah! Ayah gak perlu khawatir sama Misha, saya yakin Ashraf gak mungkin berani melukai Misha! Lagipun, disana kan banyak polisi yang berjaga yah," ucap Fabian.
"Iya juga sih, semoga aja Misha gak kenapa-napa dan bisa kembali kesini!" ucap Hardi.
"Aamiin! Yaudah, ayah tenang aja ya! Eee apa ayah mau lihat kondisi papa di dalam?" ujar Fabian.
"Apa boleh?" tanya Hardi.
__ADS_1
"Tentu saja boleh ayah, tapi ayah harus pakai pakaian sintetis ya sesuai prosedur rumah sakit!" jawab Fabian.
"Iya iya, kalo gitu ayah ke dalam dulu ya mau lihat kondisi papa kamu?" ucap Hardi meminta izin.
"Silahkan ayah!" ucap Fabian memberi izin.
"Iya, silahkan aja kalau bapak mau menengok suami saya!" timpal Cornelia.
"Terimakasih Bu, Fabian!" ucap Hardi tersenyum.
Hardi pun bangkit dari duduknya, lalu bergerak menuju ruang tempat Dominic dirawat untuk mengecek kondisinya.
•
•
Fabian baru teringat kalau hari ini adalah hari pernikahan Khayra dan Mahen, dia juga lupa kalau dia diundang untuk menghadiri pernikahan mereka.
"Aduh saya lupa lagi harus datang di nikahan Khayra sama Mahen!" keluh Fabian.
"Kamu kenapa Fabian? Kok tiba-tiba kamu ngusap jidat begitu?" tanya Cornelia heran.
"Eee ini ma, aku baru ingat kalau hari ini itu pernikahan Khayra dan Mahen," jawab Fabian.
"Terus kenapa?" tanya Cornelia tak mengerti.
"Oalah, iya ya. Mama sama papa sebenarnya juga diundang sama Khayra, tapi kan mau gimana lagi sayang? Gak mungkin kita datang," ujar Cornelia.
"Iya sih ma, tapi masalahnya aku gak enak sama Mahen kalau gak datang," ucap Fabian.
"Yaudah, kamu aja yang datang gimana? Sekalian kamu wakili mama sama papa disana, bilang ke mereka kalau mama papa gak bisa datang karena kondisi papa kamu masih belum pulih," ucap Cornelia.
"Oke deh ma! Nanti aku bakal sampaikan ke Khayra atau Mahen, berarti mama aku tinggal dong?" ucap Fabian merasa ragu.
"Iya, udah gapapa. Lagian kan masih ada pak Hardi disini, masih ada yang nemenin mama. Udah kamu pergi aja sana!" ucap Cornelia.
"Iya ma, aku mau pulang dulu ganti baju. Tolong bilangin sama pak Hardi ya ma kalau aku mau pergi dulu!" ucap Fabian.
"Iya Fabian," ucap Cornelia sambil tersenyum.
Fabian pun bangkit dari tempat duduk, lalu berniat pergi ke nikahan Khayra dan Mahen.
Namun belum sempat ia melangkah, ia sudah lebih dulu bertemu dengan Misha disana.
"Loh mas, kamu mau kemana?" tanya Misha.
"Eh Misha? Kamu udah selesai bicara sama Ashraf nya?" Fabian justru balik bertanya pada kekasihnya.
__ADS_1
"Iya udah kok, terus sekarang kamu mau kemana mas?" ucap Misha.
"Saya pengen datang ke acara pernikahan Mahen dan Khayra," jawab Fabian.
"Ohh, sendiri aja?" tanya Misha.
"Kalau kamu mau ikut, yaudah ayo temenin saya!" ujar Fabian seraya merangkul Misha.
"Ih aku capek tau mas!" rengek Misha.
"Berarti kamu gak mau ikut saya nih? Okelah gapapa, kamu disini aja temenin mama ya?" ucap Fabian.
Misha mengangguk sambil tersenyum.
"Aku titip salam aja buat mbak Khayra sama pak Mahen," ucap Misha.
"Oke! Eh ya, ada ayah kamu juga disini loh," ucap Fabian.
"Hah ayah??!" kaget Misha.
"Iya sayang, ayah kamu tadi datang kesini katanya mau jengukin papa dan minta maaf soal kelakuan Ashraf," jelas Fabian.
"Duh, ayah kenapa nekat banget sih pergi sendirian? Terus sekarang ayah dimana?" tanya Misha khawatir.
"Ayah kamu di dalam lagi nengokin papa, udah kamu tenang aja ya!" jawab Fabian.
"Iya mas, yaudah kamu hati-hati ya di jalan!" ucap Misha.
"Pasti sayang, kalo gitu saya pergi dulu ya?" ucap Fabian sembari mengusap rambut Misha.
Misha tersenyum dan mencium punggung tangan calon suaminya itu, membiarkan Fabian pergi seorang diri ke pernikahan Khayra.
"Misha!" panggil Cornelia.
"Eh mama, maaf ma aku malah fokus ke mas Fabian aja!" ucap Misha.
"Ahaha, iya gapapa Misha. Sini duduk samping mama!" ujar Cornelia.
"Ah iya ma," Misha menurut dan ikut duduk di sebelah Cornelia.
"Gimana soal Ashraf?" tanya Cornelia.
"Eee..."
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1