Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Keributan


__ADS_3

Khayra beserta dua orangtuanya tiba di rumah Dominic alias ayah dari Fabian, mereka datang kesana untuk memprotes tindakan Fabian yang dianggap semena-mena terhadap Khayra.


Kedatangan mereka secara tiba-tiba itu, membuat Dominic serta Cornelia merasa terkejut. Tak ada yang menyangka juga jika sang besan ternyata sudah tiba di Jakarta hari ini.


"Bu Linda? Pak Broto? Kapan kalian sampai Indonesia??" ujar Cornelia dengan wajah kaget.


"Kami baru sampai kemarin, dan ini hari kedua kami disini," jawab Linda ketus.


"Oh begitu, ada alasan apa sampai kalian harus terbang ke Indonesia tiba-tiba begini? Atau memang sudah direncanakan?" tanya Cornelia.


"Tidak Bu, kamu belum berencana untuk kembali ke Indonesia hari ini. Namun, kabar mengenai keretakan rumah tangga putri kami, membuat kami terpaksa datang kesini untuk memastikan bahwa kabar itu tidak benar. Tapi, nyatanya kami terlambat karena Khayra sudah lebih dulu bercerai dengan Fabian," jelas Linda.


"Iya Bu, untuk itu kita datang kemari saat ini. Kita mau menuntut penjelasan dari keluarga bu Linda dan pak Dominic terkait perlakuan Fabian terhadap putri kamu, jelas kami tak terima dengan perceraian ini!" timpal Broto.


"Tenang dulu pak, Bu! Kita bisa bicarakan ini baik-baik, tidak perlu pakai emosi!" ujar Cornelia.


"Bagaimana kami tidak emosi, Bu? Anak kami satu-satunya, perempuan lagi harus tersakiti gara-gara putra kalian selingkuh! Bukannya minta maaf, Fabian yang laknat itu justru menceraikan Khayra begitu saja dengan kejam!" geram Broto.


"Jaga mulut anda ya pak Broto! Jangan buat saya marah karena anda menghina putra saya!" Dominic angkat bicara dan langsung terbawa emosi.


"Mas, tenang mas!" ujar Cornelia berusaha menenangkan suaminya.


"Dengar ya pak Broto, Bu Linda! Fabian itu tidak sepenuhnya salah, dia memang selingkuh dan kami tau itu salah. Tapi, dia tidak mungkin begitu jika Khayra mau melayaninya!" sentak Dominic.


"Apa maksud anda pak?" tanya Broto heran.


"Tanyakan saja pada putri anda sendiri! Apakah dia sudah melayani Fabian sebagai istri yang baik atau tidak?" jawab Dominic.


Broto terdiam menatap ke arah putrinya, membuat Khayra gemetar dan menundukkan wajahnya.


"Itu tidak benar kan Khayra? Kamu sudah melakukan semua tugasmu dengan benar kan?" tanya Broto pada sang putri.


"Eee a-aku..."


Kegugupan Khayra membuat Broto serta Linda merasa was-was, mereka khawatir apa yang dikatakan Dominic tentang Khayra itu benar dan jika memang begitu maka pasti mereka tidak akan bisa menuntut keluarga Dominic.


"Lihat kan pak Broto? Putri anda tidak bisa menjawabnya, dia berarti mengakui kalau dia selama ini tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Fabian putra kami!" ujar Dominic.


"Tapi pak, bukan begini cara menyelesaikan masalah! Bagaimanapun, selingkuh bukan hal yang dibenarkan dan kami sebagai orang tua tidak terima Khayra diperlakukan seperti itu oleh Fabian!" sentak Broto.


"Lantas anda mau apa? Menggugat kami ke pengadilan? Hey pak, asalkan anda tahu, kemarin di meja hijau hakim saja mendukung Fabian dan terbukti mereka akhirnya bisa bercerai!" ucap Dominic.


"Pokoknya kami tidak terima, apapun akan kami lakukan untuk membalas perbuatan Fabian pada Khayra!" ancam Broto.


"Iya, kami menyesal telah menjodohkan putri kami dengan laki-laki seperti Fabian!" sahut Linda.


"Kami jelas lebih menyesal karena begitu saja menerima perjodohan ini, kalau tahu itu menyakiti Fabian, maka kami tidak akan memaksa dia untuk menikahi putri kalian itu!" balas Dominic.

__ADS_1


Suasana panas di dalam sana membuat Mahen merasa khawatir, dia takut akan terjadi keributan besar diantara dua konglomerat itu.


"Duh gawat! Apa saya lapor ke tuan muda aja ya?" gumam Mahen.




Disisi lain, Fabian dan Misha tengah berbincang di sofa ruang kerja lelaki itu sembari menikmati minuman yang telah disediakan.


Entah mengapa tiba-tiba Misha teringat pada sosok Khayra yang kini sudah resmi bercerai dengan Fabian.


Namun, bagaimanapun Khayra juga berhak tau mengenai pernikahan mereka. Itulah yang membuat Misha bertanya pada Fabian.


"Oh ya tuan, apa Bu Khayra sudah dikasih tahu perihal pernikahan kita?" tanya Misha tiba-tiba yang membuat Fabian tersedak saat sedang minum dan tumpah mengenai kemejanya.


"Uhuk uhuk!!" Misha panik melihatnya, dia bangkit mendekati Fabian untuk membantunya.


"Eh tuan, ya ampun pelan-pelan tuan!" ujar Misha.


"Udah udah gapapa, saya baik-baik aja kok! Saya tadi cuma kaget dengar pertanyaan kamu, lagian kamu nanyanya aneh-aneh aja sih!" ucap Fabian sembari mengusap bekas minuman di bibirnya.


"Maaf ya tuan! Aku cuma merasa kalau Bu Khayra harus dikasih tau, dia itu kan pernah jadi istri kamu tuan," ucap Misha.


"Saya ngerti, tapi saya gak mau ada kerusuhan di pernikahan kita nanti. Kalau saya kasih tahu ke dia, udah pasti dia bakal buat rusuh karena dia kan gak suka kita deketan," ucap Fabian.


"Jangan tuduh yang enggak-enggak dulu tuan! Kan belum tentu Bu Khayra bakal ngelakuin itu," ucap Misha.


"Terserah tuan aja deh, tapi kalau Bu Khayra marah karena gak diundang jangan salahin aku ya! Aku udah peringati tuan loh buat undang Bu Khayra," ucap Misha seraya memalingkan wajahnya.


"Huft, iya deh iya nanti saya undang dia dan kasih tau dia secara langsung," ucap Fabian mengalah.


"Nah gitu dong tuan!" ucap Misha tersenyum.


Fabian mencolek pipi Misha dan mengecupnya, seketika Misha merona memegangi bekas kecupan di pipinya itu.


"Mulai hari ini, jangan panggil saya tuan lagi ya!" ujar Fabian.


"Hah? Terus aku manggil kamu apa dong? Om gitu?" tanya Misha.


"Yeh gak gitu juga, masa saya masih muda begini dipanggil om?!" protes Fabian.


"Haha, ya terus apa dong tuan?? Lagian kenapa aku gak boleh panggil kamu tuan coba? Bukannya waktu itu kamu sendiri yang minta aku buat panggil kamu tuan?" tanya Misha keheranan.


"Itu dulu sayang, sebelum saya menyadari kalau saya cinta kamu. Sekarang kan kita udah mau nikah, masa kamu masih panggil saya tuan sih? Apa kata orang-orang coba?" jelas Fabian.


"Jadi?" Misha masih tak paham.

__ADS_1


"Kamu panggil saya mas aja ya? Kalau bisa sih ditambah sayang di belakangnya, jadi begini 'mas Fabian sayang'.." jawab Fabian.


"Apa? Aku gak mau ah, nanti kamu malah kege'eran lagi kalo dipanggil gitu!" tolak Misha.


"Hahaha, emang kenapa sih sayang? Kita kan udah mau resmi jadi suami-istri, udah sewajarnya kamu panggil saya begitu!" ujar Fabian tergelak.


"Ya iya sih, tapi..."


"Gak ada tapi tapi, kalau kamu gak nurut malam ini kamu gak akan saya biarin tidur!" potong Fabian.


"Ih tuan serem banget sih!" cibir Misha.


"Makanya kamu nurut sama saya, jangan bantah terus!" tegur Fabian.


"Iya iya, terserah tuan aja deh!" ucap Misha.


"Yaudah, sekarang coba kamu panggil saya mas!" pinta Fabian.


"Umm..."


"Misha!" sentak Fabian.


"Iya apa mas Fabian sayang?!" ucap Misha dengan nada lembut, suara halusnya terasa sangat indah di telinga sang lelaki.


"Duh, bisa pingsan deh saya dengar suara sama lihat ekspresi kamu itu!" ujar Fabian.


"Hehe, tuan baper ya?" goda Misha.


"Menurut kamu?" balas Fabian.


Fabian semakin mempersempit jarak diantara mereka, sudah bisa ditebak jika lelaki itu ingin meminta jatahnya kembali saat ini.


"Saya cinta kamu Misha!" bisiknya sensual.


Baru saja Fabian hendak melahap bibir Misha, namun tiba-tiba ponselnya berdering menggagalkan semuanya.


"Aaarrgghh ganggu aja sih!" geram Fabian.


"Sabar tuan, coba dilihat dulu siapa yang telpon!" ucap Misha.


Fabian pun mengecek ponselnya.


"Mahen, mau apa lagi ya dia? Saya kan sudah pecat dia sebagai asisten saya, ngapain coba dia telpon saya?!" ujar Fabian.


"Diangkat aja dulu tuan!" usul Misha.


"Enggak ah, saya mau makan kamu dulu!" ucap Fabian yang langsung membuang ponselnya dan meraup bibir Misha.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2