
Khayra menyunggingkan senyum, merasa puas setelah Cornelia tak mengizinkan Misha untuk masuk ke dalam.
"Gimana Fabian? Kamu jadi mau bicara sama mama dan papa?" tanya Cornelia.
"Jadi ma, tapi Misha harus ikut sama aku! Ini semua ada hubungannya dengan Misha, jadi dia pun harus ikut ke dalam dan bicara sama kita!" jawab Fabian.
"Mama kan udah bilang, wanita ini gak bisa ikut ke dalam! Kamu emangnya mau bikin papa kamu jantungan?" tegas Cornelia.
"Walaupun gak ada Misha, papa tetap bisa jatuh sakit kalau tahu anaknya ini menderita akibat pernikahannya dengan wanita pilihan papa sendiri. Mama camkan itu!" ujar Fabian.
Fabian menggandeng erat tangan Misha, seakan tak mau berjauhan darinya.
"Ada apa ini??!" mereka semua terkejut saat suara berat muncul disana, Fabian serta yang lainnya langsung mengarah ke asal suara.
Disana berdiri Dominic Alvansyah, pengusaha kaya raya yang memiliki beragam tempat usaha itu yang tak lain juga ayah dari Fabian. Tampaknya Dominic tak sengaja mendengar keributan yang terjadi di depan sana, sehingga dia pun memutuskan keluar untuk mencari tahu ada apa disana.
"Kenapa kalian terdiam? Ini ada apa? Daritadi saya dengar suara keributan dari sini, apa yang terjadi?" tanya Dominic dengan bingung. Ia melirik ke arah Cornelia, seperti meminta jawaban darinya.
"Kami tidak ribut kok sayang, kami hanya beradu argumen tadi. Kamu tidak perlu khawatir, sebaiknya kamu kembali saja ke meja makan ya sayang! Nanti kami akan menyusul begitu urusan kami selesai," jawab Cornelia.
Dominic menatap tak percaya, dia bisa tahu kalau istrinya sedang menyembunyikan sesuatu.
"Ada apa ini? Katakan saja yang sejujurnya! Jangan buat saya marah! Kamu tahu kan sayang? Saya tidak suka dibohongi!" geram Dominic.
"Ya, aku tahu sayang. Mana berani aku bohongi kamu?" ucap Cornelia.
"Udah ma, mama gak perlu tutup-tutupi ini lagi dari papa!" sentak Fabian.
Cornelia pun beralih menatap Fabian dengan sorot mata tajam, sedangkan Dominic juga semakin dibuat penasaran setelah putranya berkata begitu.
"Ini ada apa sebenarnya? Fabian, bisa kamu jelaskan pada papa?" tanya Dominic.
"Bisa pa, sangat bisa. Aku memang ingin bicara dengan papa terkait hal ini, tetapi selalu dihalangi oleh mama. Padahal aku rasa, papa berhak tau semuanya," jawab Fabian.
"Fabian!" tegur Cornelia. Namun, tak digubris oleh Fabian yang nampak tersenyum santai.
"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Dominic.
"Soal Khayra, pa." Fabian menjawab santai.
"Kenapa sama istri kamu itu?" tanya Dominic lagi.
__ADS_1
"Dia..." Fabian sengaja menggantung ucapannya agar Khayra semakin ketar-ketir, ia juga melirik ke arah wanita itu dan tersenyum licik saat melihat kecemasan di wajahnya.
"Sial! Fabian benar-benar sengaja bikin aku terpojok, kalau tuan Alvan tahu semuanya, bisa abis aku!" batin Khayra.
"Dia apa? Kenapa?" Dominic sudah sangat penasaran saat ini, dia tidak sabar ingin tahu apa yang hendak disampaikan putranya itu.
"Aku ingin ceria dengan Khayra, pa. Itu yang sedari tadi kami perdebatkan disini," jelas Fabian. Khayra dan Cornelia melotot bersamaan menatap Fabian seakan tak percaya jika pria itu benar-benar mengatakannya pada Dominic.
"Apa? Cerai? Mengapa kamu ingin menceraikan Khayra??!" tanya Dominic sedikit terkejut.
"Simpel aja pa, aku sudah dapat pengganti yang lebih baik daripada Khayra. Yaitu wanita ini, Misha Nur Albiru," jawab Fabian. Dengan bangganya Fabian merangkul Misha di hadapan sang papa.
Dominic menatap bingung ke wajah Fabian, sedangkan Misha sendiri dalam keadaan cemas plus tidak tahu harus apa.
"Kamu ikut papa, kita bicara empat mata di dalam! Yang lainnya tetap disini, termasuk kamu Cornelia!" ucap Dominic dengan tegas.
"Baik pa!" ucap Fabian.
"Tapi sayang, aku—"
"Kamu disini saja, jangan membantah! Ayo Fabian!" potong Dominic dan langsung berbalik pergi.
Fabian pun menatap Misha sekilas untuk pamit padanya. "Sayang, kamu tunggu sebentar ya! Saya mau bicara dulu sama papa, tapi nanti saya kembali kok untuk kamu!" ucapnya.
Cup!
Fabian mengecup kening Misha di hadapan mama serta istrinya, kemudian pergi begitu saja menyusul papanya ke dalam sana.
Khayra menatap tajam ke arah Misha, rasanya ingin sekali dia menjambak atau bahkan menampar wanita itu saat ini.
"Umm, permisi Bu! Saya mohon izin keluar!" pamit Misha pada Cornelia.
"Hm." hanya itu yang keluar dari bibir Cornelia, sepertinya dia sangat cemas saat ini.
Misha pun pergi keluar, dia tidak berani berada di rumah itu tanpa adanya Fabian di sisinya.
Khayra yang melihat itu sontak mengikuti kemana Misha melangkah, dia sudah berencana untuk memberi pelajaran kepada Misha disana.
"Heh wanita murahan!" panggil Khayra.
•
__ADS_1
•
Sementara itu, Fabian tengah berbincang bersama papanya di ruang keluarga. Terlihat sang papa masih terheran-heran, tak percaya jika putranya akan bercerai dengan Khayra.
"Fabian, jelaskan ke papa sekarang kenapa kamu ingin menceraikan Khayra!" pinta Dominic.
"Tiga tahun kami menikah, Khayra tidak pernah sekalipun melayani aku sebagai seorang suami, pa. Dia malah sibuk dengan urusannya sendiri, sampai dia tidak ingat sama aku. Jelas aku gak bisa tahan lagi pa, makanya aku putusin buat bercerai sama Khayra dan menikah dengan Misha," jelas Fabian.
"Misha itu siapa?" tanya Dominic.
"Wanita yang tadi papa lihat di depan, dia itu pacarku. Aku mau menikahi dia secepatnya pa, setelah aku resmi bercerai," jawab Fabian.
"Mengapa kamu memilih Misha untuk dinikahi? Memangnya kamu sudah tahu asal-usul anak itu? Kamu yakin tidak akan menyesal jika kamu menikahinya nanti?" tanya Dominic.
"Karena aku sudah menidurinya, pa. Aku yang mengambil perawannya, jadi aku rasa aku harus bertanggung jawab dengan menikahinya. Apalagi sebentar lagi Misha mungkin akan hamil, karena aku selalu bermain tanpa pengaman," jelas Fabian.
"Kamu sudah gila Fabian! Kamu belum resmi bercerai, tetapi kamu sudah meniduri anak gadis orang. Apa kata orangtuanya nanti Fabian?!" tegas Dominic.
"Papa tidak perlu khawatir! Misha mencintaiku, aku yakin dia bisa menjelaskan semuanya pada ayahnya begitu sadar nanti. Yang terpenting, sekarang papa izinkan aku untuk menikah dengan Misha!" ucap Fabian.
Dominic terdiam sesaat, sedangkan Fabian terus mencecar nya dengan tatapan penuh arti.
"Baiklah, papa beri kamu izin untuk menikahi gadis itu. Tapi, tentunya setelah kamu resmi bercerai dan orang tua gadis itu menemui papa disini. Papa tidak mau kamu menikah, tapi papa tidak tahu asal-usul wanita yang kamu nikahi itu," ujar Dominic.
"Papa tenang aja! Misha itu bukan wanita yang gak punya asal-usul, dia memiliki ayah kok. Ya walau saat ini ayahnya sedang terbaring koma di rumah sakit," ucap Fabian.
"Koma? Lalu bagaimana kamu bisa bawa dia menemui papa?" tanya Dominic.
"Papa aja ya yang aku bawa ke rumah sakit buat ketemu sama ayahnya Misha?" usul Fabian.
"Tidak bisa, papa hanya akan kasih restu kalau kamu berhasil membawa orang tua gadis itu menghadap papa!" tegas Dominic.
"Tapi pa, ayahnya Misha kan lagi sakit. Gimana bisa aku bawa dia kesini?" ujar Fabian.
"Itu bukan urusan papa, sekarang kamu atur saja bagaimana caranya! Kalau tidak, papa tidak akan izinkan kamu menikahi gadis itu!" ancam Dominic.
Setelah mengatakan itu, Dominic langsung pergi begitu saja meninggalkan Fabian.
Sementara Fabian sendiri tampak bingung harus bagaimana saat ini, dia sangat ingin menikahi Misha secepatnya, tetapi tidak mungkin juga ia membawa ayah Misha yang sedang koma menemui papanya disana.
"Aaarrgghh papa bikin bingung aja! Tahu gini saya gausah minta restu papa atau mama, mending langsung bawa Misha ke KUA aja!" geram Fabian.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...