Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Bonus chapter + curhatan petrik


__ADS_3

Oke, author buat chapter bonus karena di episode akhir kemarin tuh ada yang ngegantung dan digantung itu sangat menyakitkan guys.


Salah satunya, dimana Misha? Kemana Misha? Kok cuma ada Fabian sama Khayra & anak-anaknya? Terus Mahen juga kemana?


Padahal Misha gak kemana-mana guys, dia ada kok disini.



Iya itu dia Misha, jangan ditanyain lagi ya guys! Yaudah, itu aja yang mau author sampein. Bye bye!


Eh satu lagi deh, author itu senang kalau ada yang komen ya guys. Itu bisa menambah semangat author buat nulis dan lanjutin cerita, tapi kalo gak ada yang komen rasanya jadi malas dan lebih milih buat tamatin aja novelnya.


Ya itu dia salah satu alasan author tamatin novel ini secara gantung, karena gak ada yang komen. Padahal udah berkali-kali author minta buat komen, tetap no responπŸ˜”.


β€’


β€’


β€’


β€’


"Misha!" Fabian terkejut melihat kedatangan Misha disaat ia tengah berbincang bersama Khayra di rumahnya.


Misha terlihat mengulum senyum, menganggukkan kepala memberi salam pada Fabian serta Khayra disana tanpa menunjukkan rasa cemburu ataupun tidak sukanya.


Fabian sudah nampak ketar-ketir dengan kehadiran Misha, tapi nyatanya wanita itu sendiri malah sangat santai menanggapi semuanya seperti tak ada masalah.


"Halo mas! Ternyata lagi ada tamu ya? Kamu kesini sama siapa Khayra?" ucap Misha.


"Eee aku sama Labib kok Misha, gak mungkin lah aku kesini sendiri. Lagian tadi Labib yang maksa buat ketemu sama Fabian, katanya dia kangen pengen main sama Fabian. Kamu tolong jangan marah ya Misha!" jelas Khayra.


"Marah? Kenapa aku harus marah? Emangnya kalian abis berbuat kesalahan? Atau baru mau?" tanya Misha dengan wajah heran.


"Gak gitu Misha, aku cuma jaga-jaga aja. Barangkali kamu salah paham karena lihat aku dan suami kamu berduaan disini, padahal nyatanya kita gak ada lakuin apa-apa kok," ucap Khayra.


"Iya Misha, kamu jangan salah paham ya sama Khayra! Aku tadi yang ajak Khayra buat ngobrol, aku mau bahas soal kedekatan aku sama Labib. Kamu tenang ya!" timpal Fabian.


"Kalian itu pada kenapa sih? Kok tegang banget kayak gitu? Perasaan dari awal aku juga gak masalah tuh pas lihat kalian lagi berduaan disini," heran Misha.


"Tetap aja kita perlu jelasin ke kamu, karena aku gak mau kamu salah paham. Kalau kamu udah salah paham, semua urusannya jadi panjang. Nanti kamu bisa ngambek terus kabur lagi dari rumah. Siapa coba yang susah? Aku sendiri Misha," ucap Fabian.


"Tenang aja kali mas! Sekarang aku kan udah bukan bocah lagi, aku bisa ngerti kok. Udah, dilanjut aja ngobrolnya!" ucap Misha.


"Enggak Misha, kita udah selesai kok. Eee aku mau temuin Labib dulu ya? Permisi!" ucap Khayra.


Khayra langsung bergerak pergi demi menghindari kemungkinan terjadinya keributan disana, ia memilih menemui putranya yang tengah bermain bersama putri Fabian serta Misha.

__ADS_1


"Misha, duduk dulu yuk! Kamu mau minum apa sayang?" ujar Fabian.


"Nanti aja deh mas, aku juga baru minum tadi bareng teman-teman di mall," ucap Misha.


"Oh gitu, gimana jalan-jalannya? Seru gak?" tanya Fabian.


"Seru dong mas! Makasih ya udah izinin aku buat jalan bareng teman-teman aku!" jawab Misha.


"Sama-sama sayang, apapun demi istriku yang cantik jelita ini. Asalkan kamu senang, aku pasti ikut senang!" ucap Fabian.


"Ah kamu bisa aja!" ucap Misha malu-malu.


Fabian datang mendekat dan memeluk istrinya, entah siapa yang memulai tapi kini keduanya sudah saling memagut satu sama lain dengan tubuh bertumpu pada sofa.


Sementara Khayra tanpa sengaja menyaksikan momen panas itu saat hendak kembali bicara pada Fabian, sontak ia pun terbelalak dan merasakan sesuatu yang aneh di tubuhnya.


"Mereka benar-benar ya, bisa-bisanya ciuman gak tahu tempat! Kalau anak-anak pada lihat gimana coba?" batin Khayra.


β€’


β€’


Khayra pulang ke rumahnya, bersama Labib sang putra setelah puas bermain dengan Fabian dan juga Eveline di rumahnya tadi.


Mereka turun dari mobil sambil tersenyum, lalu bergandengan tangan memasuki area rumah mereka.


"Ma, itu mobil papa kan?" tanya Labib.


"Iya sayang, benar itu mobil papa kamu. Terus kenapa?" jawab Khayra.


"Berarti papa udah pulang dong, ma?" tanya Labib.


"Sepertinya begitu, tapi biar jelasnya ayo kita lihat aja ke dalam!" ucap Khayra.


"Yeay asyik! Ayo ma, aku udah gak sabar buat ketemu dan main sama papa!" ajak Labib.


"Iya iya Labib, pelan-pelan aja!" pinta Khayra.


Labib tak mau mendengarkan, dia malah berlari kencang ke dalam rumah agar bisa segera bertemu dengan papanya.


"Papa!!" Labib berteriak cukup keras.


"Sayang tunggu!" sementara Khayra masih tertinggal di belakangnya.


"Hah papa??" seketika Labib terdiam mematung saat melihat papanya tengah bermesraan dengan wanita lain di ruang keluarga.


Mahen sendiri tampak tak khawatir, ia hanya melirik sekilas ke arah Labib dan kembali fokus mencumbui leher wanita di pangkuannya.

__ADS_1


"Sayang, itu anak kamu udah pulang. Kamu gak mau temuin dia?" tanya si wanita.


"Dia bukan anak aku sayang, dia cuma anak tiri aku," jawab Mahen singkat.


Hati Labib seketika hancur dibuatnya, perkataan Mahen benar-benar menyakiti hatinya. Rasa senangnya berubah seketika menjadi rasa sedih, ia sampai tak kuat menopang tubuhnya lebih lama lagi.


Khayra yang baru muncul seketika heran melihat putranya bersedih, tapi begitu menyadari Mahen tengah bersama perempuan lain, kini Khayra paham apa yang terjadi dengan Labib.


Deg!


"Labib, oh ya ampun!" panik Khayra.


Khayra langsung memeluk putranya, seketika itu juga Labib menangis sejadi-jadinya dan meluapkannya di dalam pelukan sang ibu.


"Mama... papa ma, papa jahat ma!" rengek Labib.


Melihat Khayra telah muncul, Mahen pun bangkit bersama wanita yang ada di dekatnya.


"Sebentar ya sayang, aku mau bicara sama mereka dulu? Kelihatannya drama ini harus segera diakhiri, aku muak lihatnya!" ucap Mahen.


"Iya sayang, cepat kamu urus semuanya supaya kita bisa bebas pacaran!" ucap si wanita.


"Oke sayang!" setelah mengatakan itu, Mahen langsung bergerak maju mendekati Khayra serta Labib.


"Hey, halo Labib yang ganteng!" sapa Mahen.


"Kamu benar-benar tega Mahen! Apa yang kamu lakukan ini sungguh kejam!" sentak Khayra.


"Kenapa Khayra? Aku udah muak dengan hubungan kita, sampai sekarang kamu masih belum bisa cintai aku. Jadi, buat apa aku bertahan lebih lama lagi? Aku gak mau sakit hati terus, lebih baik semuanya berakhir sekarang dan kita cerai!" tegas Mahen.


Khayra terkejut hebat mendengarnya, begitupun dengan Labib yang semakin tak kuasa menahan tangisnya.


"Mahen, bisa gak sih kamu jangan bahas ini di depan Labib??!" ujar Khayra.


"Aku gak perduli, pokoknya aku talak kamu! Hubungan kita selesai sampai disini, dan jangan harap aku mau terima kamu atau anak ini lagi!" bentak Mahen.


Khayra menggeleng tak percaya, sosok Mahen yang selama ini ramah dan lembut ternyata bisa berbuat sekeji ini padanya.


Mahen pun pergi begitu saja bersama wanita selingkuhannya, ia tak pernah kembali dan pernikahannya dengan Khayra pun berakhir dengan kisah memilukan.


β€’


β€’


Udah itu aja ya guys, kalo diceritain terlalu detail kasihan sama Khayra. Mungkin ini karma buat Khayra karena dia pernah mencampakkan Fabian, jadi sekarang gantian deh dia yang digituin.


Oke bye bye...πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1



__ADS_2