Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Misha lulus


__ADS_3

Beberapa hari setelah pernikahannya dengan Fabian, kini Misha kembali ke sekolah untuk melaksanakan ujian kelulusan agar bisa segera lulus dari sekolah itu.


Usia kehamilan Misha yang masih muda membuatnya berani bersekolah, karena tak akan ada yang tahu jika dirinya tengah berbadan dua saat ini dan sudah menikah.


"Misha!" wanita itu terkejut saat ada seseorang yang memanggilnya, ia menoleh lalu menemukan Elin, sahabatnya disana.


"Elin? Apa kabar?" tanya Misha.


"Gue baik kok, lu sendiri gimana? Lo kenapa gak pernah ngabarin gue sih?" ujar Elin.


"Hehe, maaf banget ya Lin! Belakangan ini aku sibuk ngurusin ayahku," ucap Misha.


"Ohh, iya iya gapapa. Yang penting sekarang lu udah balik sekolah lagi dan bisa ikut ujian, gue senang deh lihatnya!" ucap Elin.


"Hahaha, bisa aja emang kamu ya Elin! Oh ya, selama aku gak sekolah ada kejadian apa disini?" ujar Misha.


"Itu loh Mis, kemarin si Nesya ketahuan berbuat mesum di toilet sekolah sama adek kelas. Beuh beritanya rame banget Mis, sampai-sampai si Nesya dikeluarin dari sekolah! Gue gak tahu deh tuh nasib dia kayak gimana sekarang," ucap Elin.


"Apa? Nesya ketahuan mesum di toilet? Kok bisa sih?" kaget Misha.


"Gak tahu, mungkin ini karma kali buat dia," kekeh Elin.


"Maksud kamu?" tanya Misha.


"Ya iya Misha, kan waktu itu dia pernah tuduh lu hamil di luar nikah, padahal nyatanya gak kebukti kan? Eh sekarang malah dia yang kena batunya, ketahuan mesum di sekolah," jelas Elin.


"Eee iya juga sih, tapi biar gimanapun kasihan tau si Nesya! Apalagi ini kan udah mau hari kelulusan, eh dia malah harus pindah sekolah," ucap Misha.


"Iya ya, kemarin juga dia sempat nangis-nangis tuh mohon-mohon gitu ke kepala sekolah buat gak dikeluarin. Ya tapi keputusannya tetap gak bisa dirubah sih," ucap Elin.


"Yaudah, kita gausah bahas dia lagi. Mending kita masuk terus siap-siap buat ujian," ucap Misha.


"Oke!" Elin mengangguk sambil tersenyum, lalu bergandengan tangan dengan Misha memasuki sekolah tersebut.


Saat di dalam, mereka tanpa sengaja bertemu dengan Rully si cowok yang menyukai Misha.


"Hai Misha! Aku pikir kamu udah gak bakal balik lagi kesini, soalnya lama banget kamu gak datang sekolah," ucap Rully.


"Iya, aku kan harus urus ayah aku," ucap Misha.


"Tapi, sekarang kondisi ayah kamu gimana? Udah baik-baik aja kan?" tanya Rully.


"Udah kok," jawab Misha.


"Oh syukurlah! Eh ya, nanti siang aku boleh kan mampir ke rumah kamu?" ujar Rully.


"Hah ngapain?" tanya Misha sedikit kaget.

__ADS_1


"Cuma mau main aja, sekalian jenguk ayah kamu. Boleh kan Misha?" jelas Rully.


"Kalo gitu aku ikut juga dong Misha," timpal Elin.


"Eee kayaknya gak bisa sekarang deh, soalnya ayah belum mau ketemu siapapun," ucap Misha.


"Yah kok gitu sih?" tanya Elin.


"Iya Elin, ayah juga masih trauma sama kecelakaannya dulu. Mohon kalian berdua paham ya sama kondisi ayah aku!" jawab Misha.


"Oh gitu ya, iya deh kita paham kok. Semoga ayah lu bisa pulih benar ya!" ucap Elin.


"Aamiin!" ucap Misha mengaminkan.


"Kalau aku gak boleh main ke rumah kamu, gimana semisal nanti siang kita jalan berdua sekalian makan-makan gitu?" usul Rully.


"Duh, gak bisa juga dong Rully! Aku kan udah bilang tadi sama kamu, aku harus jagain ayah aku," ucap Misha menolak ajakan Rully.


"Yah gitu ya?" Rully tampak kecewa dengan penolakan Misha.


Setelahnya, mereka pun kembali melanjutkan langkah sampai ke dalam kelas untuk segera melaksanakan ujian.




Tibalah saatnya bagi Misha untuk merayakan kelulusannya, ia ditemani Hardi dan juga Fabian selaku wali wanita itu.


Sorak-sorai bergemuruh saat kepala sekolah menyebutkan nama Misha, wanita itu naik ke panggung menerima rapor kelulusan dan juga medali dari sekolahnya.


"Selamat ya Misha, kamu lulus dengan nilai terbaik di sekolah ini!" ucap kepala sekolah.


"Terimakasih pak!" Misha tersenyum seraya menundukkan kepalanya bersiap menerima pengalungan medali itu.


Tak hanya itu, Misha bersama kepala sekolah dan para guru juga melakukan sesi foto di atas panggung.


Fabian dan Hardi terus bertepuk tangan menyaksikan momen istimewa Misha itu.


"Yah, Misha hebat banget ya anaknya? Saya bangga punya istri seperti dia!" ucap Fabian.


"Kamu memang benar nak Biyan! Ayah pun juga bangga punya anak yang pintar seperti Misha!" ujar Hardi.


Misha pun turun dari panggung dan mendapat banyak ucapan selamat dari teman-temannya.


"Selamat ya Misha! Kamu emang hebat dan pintar banget deh! Semoga kita bisa satu kampus ya nanti!" ucap Elin berjabat tangan dengan Misha.


"Iya aamiin, terimakasih ya Elin!" ucap Misha.

__ADS_1


Setelah saling berpelukan, kini Misha kembali menemui keluarganya yang sudah menunggu disana.


"Ayah, mas Biyan!" panggil Misha.


"Selamat ya anak ayah yang cantik!" ucap Hardi.


"Ahaha, makasih ayahku yang ganteng!" balas Misha memeluk ayahnya.


"Misha, ibu kamu di atas sana pasti bangga lihat kamu berprestasi seperti ini!" ujar Hardi.


"Iya ayah, aku emang pengen bikin ibu bangga di atas sana!" ucap Misha.


Fabian tanpa sadar menitikkan air mata, hal itu membuat Misha terkejut dan spontan melepas pelukan bersama sang ayah.


"Ayah, sebentar ya! Aku mau samperin mas Biyan dulu," ucap Misha.


"Iya iya," ucap Hardi sambil mengangguk.


Misha kini beralih menatap Fabian dan meraih dua tangan pria itu.


"Mas, kenapa?" tanya Misha lembut.


"Hah? Enggak kok, saya gapapa. Saya cuma terharu lihat keberhasilan kamu, sekali lagi selamat ya istriku yang cantik!" jawab Fabian.


Misha tersenyum, lalu mendekap tubuh suaminya dengan erat.


"Loh loh, tumben banget kamu peluk saya duluan, biasanya kamu gak mau kalau saya suruh peluk. Tapi gapapa deh, saya suka dipeluk begini sama kamu!" kekeh Fabian.


"Iya dong mas, sekali-sekali aku mau peluk kamu, bukan cuma dipeluk sama kamu. Aku juga kan lagi bahagia banget sekarang," ucap Misha.


"Iya deh iya yang baru lulus dengan nilai terbaik, bahagia banget pasti ya?" goda Fabian.


Misha mendongak sambil tersenyum, Fabian yang gemas pun mencubit kedua pipinya dan mempererat pelukan mereka.


"Umm mas, jangan erat-erat dong! Nanti kalau anak kita kesakitan gimana?" lirih Misha.


"Oh iya juga ya, maaf saya lupa sayang!" ujar Fabian.


Pria itu mengendurkan pelukannya, lalu menangkup wajah Misha dan menciumi kedua pipinya.


Hardi yang melihatnya hanya bisa tersenyum, ia senang karena putrinya dapat memiliki kebahagiaan bersama seorang lelaki yang ia cintai.


Tanpa sadar, Rully memperhatikan aktivitas tersebut dari jauh. Ada rasa sakit hati yang amat sangat saat menyaksikan momen itu.


"Misha makin dekat ya sama cowok itu, mereka sebenarnya pacaran atau apa sih? Kok kelihatannya udah kayak suami-istri, saya jadi sakit hati lihatnya!" gumam Rully dalam hati.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2