Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Resmi sah


__ADS_3

...Karena gak ada yang jawab kemarin, jadi endingnya gantung ya😆...


...•••...


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, setelah menunda selama beberapa hari, kini tibalah saatnya Fabian dan Misha mengikat janji suci mereka dalam sebuah upacara pernikahan.


Keduanya tampak sangat bahagia dengan senyum mengembang di kedua pipi, terutama Fabian yang memang sudah lama menantikan momen ini, dimana ia bisa duduk bersanding dengan Misha di pelaminan yang megah itu.



Begitulah kira-kira gambarannya, nuansa serba putih merupakan permintaan Misha karena wanita itu amat menyukai warna tersebut.


Sekarang mereka telah resmi menjadi sepasang suami-istri, Fabian terus memegangi kedua tangan Misha seolah tak mau melepaskan wanita itu dari genggamannya.


"Mas, gak nyangka ya hari ini akhirnya datang juga?" ucap Misha dengan senyum manisnya.


"Iya sayang, udah lama saya menantikan hari ini datang. Tapi, selalu ada aja cobaan yang harus kita hadapi. Untungnya kita masih diberi kekuatan untuk melewati itu semua, dan sekarang kita udah resmi jadi suami-istri deh," ucap Fabian.


"Betul mas, aku bersyukur banget karena aku akhirnya bisa sah jadi istri kamu! Aku gak perlu takut lagi sekarang kalau kamu minta jatah dari aku," kekeh Misha.


"Duh, kamu kenapa bahas soal itu disini sih? Tuh junior saya jadi tegang tau," ujar Fabian.


"Masa sih? Lemah banget kamu mas!" goda Misha.


"Kamu kan tahu sendiri, saya ini emang selalu lemah setiap kali di dekat kamu. Eh malah kamu bicara kayak gitu," ujar Fabian.


"Hahaha, yaudah ditahan dong mas! Ini juga udah malam dan sesi terakhir kok, sebentar lagi semuanya selesai," ucap Misha.


"Iya sih, tapi tetap aja saya gak bisa tahan walau cuma beberapa jam. Kita izin ke kamar duluan yuk!" ajak Fabian.


"Ish, aku gak mau ah! Nanti ribet lagi mas kesini nya, mending kamu tahan dulu!" tolak Misha.


"Ya kita gausah kesini lagi, kita bilang aja kalau kita capek dan bikin istirahat. Saya yakin mama papa dan ayah kamu pasti ngerti kok, ayolah Misha saya udah gak tahan!" paksa Fabian.


Bukannya menurut, Misha justru memberi tatapan tajam ke arah suaminya. Mau tidak mau Fabian pun terpaksa mengurungkan niatnya.


"Kamu gak mau nih?" tanya Fabian kecewa.


"Iya mas, kamu tahan dulu ya sampai semua acaranya selesai? Aku yakin kamu bisa kok, lagian kamu juga harus ngerti dan jangan sampai bikin anak kita ini kesakitan!" jawab Misha.


"Oh iya ya, saya lupa di perut kamu sekarang udah ada calon anak kita," ujar Fabian.


Misha tersenyum lebar saat merasakan sentuhan tangan Fabian di perutnya, meski ia sedikit was-was dan cemas jika ada yang curiga dengan tindakan Fabian itu.


"Fabian, Misha!" suara panggilan itu membuat mereka terkejut, Fabian dengan cepat segera menjauhkan tangannya dari perut Misha.


"Eh mama?" kaget Fabian sembari menatap wajah mamanya disana.


"Kita foto-foto lagi yuk! Sebelum fotografer nya pergi, mama masih pengen punya album foto yang banyak di nikahan kalian berdua!" ucap Cornelia.

__ADS_1


"Eee..."


"Ayo ma, aku mau!" Misha menyela dengan cepat dan bangkit dari tempat duduknya.


"Misha, kamu apa-apaan sih? Pelan-pelan dong sayang!" tegur Fabian.


"Ma-maaf mas!" ucap Misha lirih.


"Gapapa, yaudah yuk ikut mama kesana!" ajak Cornelia.


Misha mengangguk patuh, lalu meraih tangan Cornelia dan ikut pergi bersama mama mertuanya itu menuju lokasi pemotretan.


"Eh Misha, mama, tunggu!" Fabian terlihat heran dan kesal karena ditinggal begitu saja.


Fabian pun menyusul istri serta mamanya itu, dan mereka semua kembali melakukan sesi foto keluarga seperti yang diinginkan Cornelia.


•


•


Singkat cerita, Fabian dan Misha sudah kembali ke hotel yang sebelumnya telah dipersiapkan Fabian untuk malam pertamanya dengan Misha.


Walaupun mereka sudah pernah melakukan itu sebelumnya, namun Fabian tetap ingin merasakan melakukannya disaat mereka resmi menikah.


Fabian membawa Misha ke dalam kamar dengan menggendongnya ala bridal style, Misha yang masih mengenakan gaun pengantin itu hanya bisa pasrah menuruti kemauan suaminya.


"Sayang, kamu kelihatan makin cantik kalau begini! Saya gak sabar buat unboxing kamu malam ini!" ujar Fabian dengan senyum seringai nya.


"Apa sih mas?!" kesal Misha.


"Jangan cemberut gitu dong! Senyum aja kayak tadi, biar saya makin senang lihatnya sayang!" ucap Fabian sambil mengusap wajah Misha.


Perlahan lelaki itu melepas satu persatu kancing kemeja miliknya, hingga semuanya terlepas.


Misha terbelalak menyaksikan pemandangan yang indah itu, meski ia sudah sering melihatnya tapi tetap saja Misha selalu terkagum-kagum saat Fabian menunjukkan tubuh kekarnya.


"Kenapa sayang? Kamu suka ya sama tubuh saya? Mau pegang?" goda Fabian dengan sengaja memamerkan tubuhnya itu di depan Misha.


"Ish, bicara apa sih kamu mas? Aku kan udah sering pegang," ujar Misha.


"Iya juga, tapi kan itu sebelum kita nikah. Asal kamu tahu, rasanya pasti beda kamu sentuh tubuh saya sebelum menikah dan sesudah menikah," ucap Fabian.


"Masa sih?" tanya Misha tak percaya.


"Iya, silahkan aja dicoba!" jawab Fabian.


Misha pun bangkit dan duduk di atas ranjang itu, sedangkan Fabian yang masih berdiri hanya tersenyum memandangi wajah istrinya.


Fabian meraih satu tangan Misha dan mengarahkannya ke tubuh atletis miliknya, Misha langsung berdegup kencang saat tangannya menyentuh perut kekar sang suami.

__ADS_1


"Gausah dipegangin mas, aku bisa elus sendiri kok!" protes Misha.


"Oke, saya lebih suka itu!" ucap Fabian melepas tangan istrinya.


Misha tersenyum, kemudian mulai meraba-raba perut itu dengan jari-jarinya. Ia amat menikmati semua itu, bahkan tanpa sadar dia terpejam sembari menggigit bibir bawahnya.


Fabian yang melihat ekspresi sang istri menjadi semakin panas dan bergairah, ia mati-matian menahan semua itu karena malam ini ia ingin membuat Misha terpuaskan.


"Gimana? Kamu suka kan?" tanya Fabian.


Seketika Misha terkejut dan membuka matanya.


"I-iya mas, aku suka kok. Aku juga kagum sama kamu, ternyata di sela-sela kesibukan, kamu masih sempat olahraga juga!" jawab Misha.


"Oh iya dong, saya kan pengen muasin kamu. Kapan-kapan kita gym bareng ya?" ujar Fabian.


"Boleh, aku juga pengen punya perut kotak-kotak kayak gini," ucap Misha.


"Eee jangan gitu juga! Saya lebih suka perut ramping kamu yang sekarang, gausah dibikin kotak-kotak!" ucap Fabian.


"Kenapa?" tanya Misha sedikit kecewa.


"Gapapa, saya suka aja yang sekarang. Udah ya, kamu mau malam pertama kita ini cuma ngobrol-ngobrol doang?" ujar Fabian seraya mencubit hidung sang istri.


"Emangnya kamu mau ngapain?" tanya Misha pura-pura polos.


"Kamu gausah mancing deh! Jelas lah saya mau minta hak saya sebagai suami!" jawab Fabian.


"Umm, mau gak ya...??" Misha dengan sengaja terus memancing suaminya.


"Oh ayolah Misha!" kesal Fabian.


"Hehehe, iya iya mau. Tapi, ingat ya kamu harus pelan!" ujar Misha.


"Pasti sayang," singkat Fabian.


Tanpa berbasa-basi lagi, Fabian langsung menyerang bibir ranum Misha dan menahan tengkuknya.


"Mmhhh masshh.."


Lenguhan itu terdengar hingga luar kamar, yang mana disana terdapat kedua orang tua mereka.


"Pak, ritualnya sudah dimulai," kekeh Dominic.


"Benar!" ujar Hardi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2