Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Ketakutan Misha


__ADS_3

Misha dan teman-teman sekolahnya tengah berkumpul di kantin seperti biasa, mereka berbincang mengenai berita yang sedang viral dan panas-panasnya di sekolah itu.


Ya seperti kebanyakan wanita pada umumnya, Misha juga senang sekali membicarakan orang lain. Memang kebiasaan semua wanita itu sama dan sulit dirubah.


"Eh eh, kalian udah pada tahu belum berita yang lagi viral di sekolah kita?" ujar Nafsah.


"Hah? Emang ada apaan lagi sih?" tanya Elin.


"Itu loh guys, barusan gue dapat info kalau Roro anak kelas satu hamil. Katanya sih dia dihamilin sama cowok angkatan kita," jawab Nafsah.


"Apa? Serius lu Naf?! Siapa emang yang hamilin si Roro?" Elin terkejut bukan main.


Misha juga sama terkejutnya, tapi dia lebih kalem dan hanya berekspresi tanpa mengeluarkan suara.


"Iya serius, kalo gak percaya tanya aja sama orang-orang sana! Gue yakin mereka juga udah pada tahu berita ini kok," jawab Nafsah.


"Ih gila sih, masih kelas satu udah hamil aja! Mau jadi apa tuh si Roro kalo udah lulus nanti?" ujar Elin geleng-geleng kepala.


"Namanya juga remaja, mungkin dia penasaran mau tau rasa bikin anak kayak gimana. Eh tapi malah kebablasan sampe hamil," ucap Nafsah.


"Eee emang siapa sih yang udah hamilin Roro? Kamu tahu Naf?" tanya Misha.


Nafsah menggeleng, "Gue juga belum tahu, tapi gosipnya sih antara Reza atau Rully. Soalnya mereka yang paling dekat sama Roro," jawabnya.


"Gak mungkin Rully lah! Dia cowok baik-baik kok, masa iya dia tega hamilin anak orang kayak gitu?" ucap Misha.


"Yah hati orang siapa yang tahu sih Mis? Kita gak bisa nilai orang dari luarnya aja, apalagi Rully itu idola di sekolah kita, semua cewek pasti rela kasih apapun buat dia," ucap Nafsah.


"Udah lah gausah gosip, nanti timbulnya fitnah loh!" ucap Misha.


"Ih siapa yang gosip? Ini beneran tau, Roro kan emang hamil dan sekarang dia juga udah gak berani masuk sekolah karena takut dibully sama teman-temannya," ucap Nafsah.


"Oh ya? Wah berarti ini bukan sekedar kabar angin dong, parah banget sih Roro itu! Kok bisa-bisanya ya dia begituan sebelum nikah?" ujar Elin.


"Gak tahu deh, siap-siap aja tuh dia bakal dihukum berat sama pihak sekolah!" ucap Nafsah.


"Hah? Emangnya kalau hamil itu bakal dapat hukuman ya dari sekolah?" kaget Misha.


"Iyalah Mis, pihak sekolah mana mau punya murid liar kayak Roro? Hamil di luar nikah itu aib, dia pasti bakal dikeluarin dari sekolah deh!" jawab Nafsah.


"Kasihan juga ya dia!" lirih Misha.


"Gausah dikasihani! Waktu buatnya aja dia pasti keenakan kok, jadi biarin aja dia tanggung resikonya sekarang!" ujar Nafsah.

__ADS_1


"Nah bener tuh!" sahut Elin.


Misha terdiam dengan wajah tertunduk, tiba-tiba saja rasa cemas melandanya mengingat belakangan ini Fabian mengeluarkan laharnya di dalam dan tanpa mengenakan pengaman.


"Duh, kalau aku hamil gimana ya? Masa aku dikeluarin juga sih?" batin Misha.




Misha berjalan di lorong sekolah dengan wajah murung, dia masih memikirkan kejadian buruk yang menimpa adik kelasnya, Roro.


Misha sangat cemas dan khawatir, dia tak mau kejadian itu juga menimpanya. Apalagi dia sudah seringkali melakukan hubungan terlarang itu.


"Aku harus gimana ini??" gumamnya.


"Misha!" wanita itu tersentak kaget saat Rully tiba-tiba muncul di depannya. Rully tersenyum tipis ke arahnya dan mendekatinya.


"Rully, ngapain kamu ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Misha ketus.


"Harusnya aku yang tanya ke kamu, kenapa kamu murung gitu daritadi?" Rully balik bertanya pada Misha dengan lembut.


"Umm, aku gak kenapa-napa kok. Udah ya, aku permisi dulu!" ucap Misha.


"Tunggu Misha!" ucap Rully.


"Lepasin aku Rully!" pinta Misha.


"Kamu itu kenapa sih? Aku ada salah sama kamu sampai kamu begini ke aku?" tanya Rully heran.


"Enggak kok, kamu gak ada salah sama aku. Tapi, kamu punya salah sama Roro," jawab Misha.


"Roro? Maksudnya?" Rully tampak tak mengerti.


"Iya Roro, anak kelas satu yang kamu hamilin. Mending kamu tanggung jawab deh dan jangan deketin aku lagi!" jelas Misha.


"Hah??!" Rully jelas terkejut, mulutnya terbuka bersamaan dengan sorot matanya yang lebar.


"Kamu bicara apa sih Misha?! Aku gak pernah ngelakuin itu! Boro-boro hamilin Roro, sentuh dia aja aku gak pernah!" elak Rully.


"Aduh udah deh Rully, kamu ngaku aja! Kamu kan yang hamilin Roro?! Mau berbuat harus mau bertanggung jawab dong Rully!" tegas Misha.


"Tanggung jawab gimana? Bukan aku pelakunya, kamu dengerin dulu penjelasan aku!" ujar Rully.

__ADS_1


Misha melepas paksa tangannya dari genggaman Rully, lalu mendorong tubuh pria itu menjauh darinya.


"Kamu gak perlu jelasin apa-apa ke aku, aku gak perduli mau kamu hamilin Roro atau enggak! Itu semua bukan urusan aku! Aku cuma kasihan aja sama Roro, karena dia harus hamil tapi pelakunya ini malah gak mau tanggung jawab," ketus Misha.


Rully menatap heran ke wajah Misha, dia sungguh tak mengerti mengapa Misha terus-terusan menuduhnya seperti itu.


Misha pun pergi begitu saja meninggalkan Rully yang masih terdiam bingung, Rully tak mampu lagi menahan Misha sehingga ia hanya bisa membiarkan wanita itu pergi.




Sepulang sekolah, Misha menunggu jemputan di halte seperti biasa. Lagi dan lagi dia masih terus memikirkan mengenai kejadian yang menimpa Roro.


"Aku harus gimana? Aku gak mau hamil dan dikeluarin juga kayak Roro!" batinnya.


"Ehem ehem... cewek, sendirian aja nih?" Misha sontak terkejut mendengar suara pria di dekatnya, ia mendongak untuk mencari tahu siapa itu.


Namun, Misha begitu kesal saat mendapati Fabian lah yang datang mendekatinya.


"Ih tuan! Kenapa sih tuan ngagetin aku?! Untung aja jantung aku gak copot," kesal Misha.


"Ya kalau jantung kamu copot, nanti saya bakal donorin jantung saya buat kamu. Saya gak mau kehilangan kamu Misha, jadi saya akan lakukan apapun demi kamu!" ucap Fabian.


"Huh gombal!" cibir Misha.


Fabian terkekeh, lalu duduk di samping Misha dan mengusap rambut yang menutupi wajah cantik wanitanya itu.


"Kamu kenapa sayang? Ada yang lagi kamu pikirin ya? Daritadi saya perhatiin, kayaknya kamu gelisah gitu. Cerita dong sama saya! Apa tadi Khayra datangi kamu lagi?" tanya Fabian.


Misha menggeleng pelan, "Enggak tuan. Aku begini bukan karena istri tuan kok," jawabnya.


"Lalu, karena apa?" tanya Fabian lagi.


"Eee aku sebenarnya lagi cemas tuan," jawab Misha sembari menyatukan jari-jarinya.


"Cemas kenapa?" Fabian makin dibuat penasaran.


"Aku takut kalau aku hamil, soalnya kan tuan beberapa kali keluarin di dalam. Kalau sampai itu beneran terjadi, aku takut banget aku bakal dikeluarin dari sekolah ini," jelas Misha.


"Hah? Apa?!"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2