Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Menikah lagi?


__ADS_3

Misha tersipu begitu Fabian memujinya, deru nafas pria itu juga membuatnya merinding. Ya saat ini Misha sudah berganti pakaian, tentunya sebelum kesini Fabian sempat membawa Misha menuju sebuah butik dan salon langganannya.


Perlahan mereka melangkah masuk ke dalam rumah besar itu, sedangkan Mahen hanya menunggu di luar masih dengan perasaan bingung.


Kegugupan Misha semakin bertambah begitu ia memasuki rumah tersebut, tak terbayang di pikirannya jika ia akan mendatangi rumah itu sebagai calon istri dari tuan muda Fabian.


Dia juga terus berpikir, seperti apa nantinya reaksi sang papa dari Fabian jika tahu Misha adalah calon istri anaknya?


"Rileks baby, jangan panik gitu!" bisik Fabian.


Misha mengangguk pelan, berusaha menetralkan dirinya. Namun, tetap saja sulit baginya untuk bisa tenang sesuai permintaan Fabian.


Misha terus-menerus meremass gaunnya dan menggigit bibir bawahnya, lingkaran tangannya di lengan Fabian juga semakin dirapatkan.


Langkah mereka terhenti tepat saat mendengar suara langkah kaki dari arah depan, Misha semakin dibuat gugup karena mengira yang datang adalah orang tua Fabian.


Namun, nyatanya pikiran Misha salah. Di depan mereka saat ini bukanlah orang tua Fabian, melainkan seorang perempuan cantik yang tak lain adalah istri sah lelaki itu.


"Selamat datang, mas Biyan sayang!" keduanya sama-sama terkejut saat suara lembut terdengar di telinga.


Fabian melotot tajam, begitupun dengan Misha. Khayra saat ini tengah berdiri di hadapan mereka dan tersenyum ke arah sepasang kekasih itu.


"Khayra??" lirih Fabian. "Kamu ngapain disini? Siapa yang undang kamu?" lanjutnya masih dengan kedua mata terbuka lebar.


Bukannya menjawab, Khayra justru melangkah ke dekat suaminya. Ia menatap Fabian dan Misha secara bergantian dengan tatapan tak suka.


"Cih! Mau ngapain sih kamu bawa cewek murahan ini kesini?! Dia itu gak pantas ada disini, apalagi ketemu sama papa Dominic dan mama Cornelia. Sebaiknya kamu suruh dia pulang aja deh mas! Aku juga gak yakin mama papa mau ketemu sama cewek ini," sinis Khayra.


"Jaga bicara kamu Khayra! Saya mungkin bisa tahan kalau kamu hina saya, tapi jangan pernah sekalipun kamu menghina Misha, apalagi di depan saya!" kesal Fabian.


"Tuan, sabar tuan! Yang dibilang Bu Khayra emang benar kok, aku gak pantas ada disini. Biar aku pulang aja ya tuan?" ucap Misha.


"Hus! Kamu jangan terpengaruh kata-kata dia! Pokoknya kamu tetap disini dan jangan kemana-mana! Justru yang seharusnya angkat kaki dari rumah ini, itu dia!" ujar Fabian.


"Apa mas? Kamu kok lebih belain wanita murahan ini sih daripada aku istri kamu?" protes Khayra.

__ADS_1


"Status kamu sebagai istri aku itu udah usai Khayra, sebentar lagi kamu bukan lagi bagian dari keluarga besar Alvansyah. Kamu harusnya sadar diri, buat apa kamu masih menginjakkan kaki di rumah ini, ha?!" geram Fabian.


Tiba-tiba saja, Cornelia muncul setelah mendengar suara keributan dari depan. Wanita itu pun mendekati mereka dan menyapanya.


"Eh Fabian, jadi kamu yang datang? Pantas aja mama ngerasa gak asing sama suaranya," ujar Cornelia. "Kamu kenapa gak bareng tadi sama istri kamu kesininya?" lanjutnya.


"Eee iya ma, aku aja gak tahu kalau Khayra ternyata ada disini. Wajarlah ma, Khayra itu kan bukan istri yang patuh sama suaminya. Dia gak pernah mau nurut sama aku," ucap Fabian.


"Maksud kamu?" tanya Cornelia heran.


Fabian tersenyum licik, tampak Khayra merasa was-was jikalau Fabian menceritakan seperti apa hubungan pernikahan mereka pada mamanya.


"Kita bicara nanti aja ma, sekalian makan malam." Fabian berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Oh begitu, yasudah ayo masuk!" ajak Cornelia.


"Sebentar ma! Aku mau kenalin mama sama perempuan ini dulu," ucap Fabian.


"Dia siapa sayang?" tanya Cornelia heran.


"Ah iya, aku Misha tante." Misha maju dan mengenalkan dirinya pada Cornelia. Meraih tangan sang mama Fabian itu bermaksud menciumnya.


Cornelia menatap heran ke wajah Misha, tak sedikitpun terbesit di pikirannya untuk mau bersentuhan tangan dengan Misha.


"Kamu siapanya anak saya? Kenapa kamu bisa dibawa kesini?" tanya Cornelia sinis.


"Eee aku—"


"Misha ini calon istri aku, ma." Fabian langsung memotong ucapan Misha dan merangkul Misha di hadapan mamanya.


Sontak Cornelia terkejut hebat mendengar penjelasan mamanya, Misha juga merasakan hal yang sama, pasalnya dia sungguh tak menyangka jika Fabian akan berkata demikian di depan Cornelia dan juga Khayra.


"Apa? Kamu sudah gak waras ya Fabian? Kamu mau menikah lagi sama perempuan ini? Memangnya kamu gak cukup sama satu istri?" tanya Cornelia.


"Sebenarnya aku gak mau nikah lagi ma, tapi Khayra ini belum berhasil jadi istri yang baik buat aku. Asal mama tahu aja, selama tiga tahun Khayra gak pernah melayani aku sebagai suami. Dia juga tidak melakukan tugasnya sebagai seorang istri, gimana aku bisa tahan ma?" jelas Fabian.

__ADS_1


Cornelia langsung melirik sinis ke arah Khayra, seakan bertanya-tanya pada wanita itu.


"Eee itu gak benar ma, Khayra bisa pastiin kalau yang dikatakan mas Biyan semuanya bohong! Bukan aku yang gak mau layani mas Biyan, tapi mas Biyan sendiri yang selalu nolak aku," elak Khayra berbohong pada semuanya disana.


"Hey! Bisa-bisanya kamu bicara begitu di depan mama, dasar perempuan licik!" tegur Fabian. "Ma, mama jangan percaya sama dia!" sambungnya.


"Sudahlah, ayo kita sambung pembicaraan ini di dalam! Tapi, mama gak bisa ajak Misha buat ikut makan malam sama kita," ucap Cornelia.


"Kenapa ma? Misha ini calon istri aku, dia berhak dong ikut makan malam sama kita." protes Fabian.


"Tetap tidak bisa, mama gak mau papa kamu sakit jantung begitu tahu kalau kamu akan menikah lagi. Suruh saja dia tunggu di luar!" ujar Cornelia.


"Tapi ma—"


"Kalau kamu gak mau nurut sama mama, silahkan kamu keluar dari rumah ini!" potong Cornelia.


Fabian dibuat bingung dengan sikap mamanya, dia tak tahu harus bagaimana saat ini.


"Aduh, saya jadi bingung sekarang! Kalau saya suruh Misha nunggu di luar, dia pasti bakalan sakit hati. Tapi, kalau saya gak nurut sama mama, gimana saya bisa jelasin semuanya ke mama?" gumam Fabian dalam hati.


Khayra menyunggingkan senyum, merasa puas setelah Cornelia tak mengizinkan Misha untuk masuk ke dalam.


"Gimana Fabian? Kamu jadi mau bicara sama mama dan papa?" tanya Cornelia.


"Jadi ma, tapi Misha harus ikut sama aku! Ini semua ada hubungannya dengan Misha, jadi dia pun harus ikut ke dalam dan bicara sama kita!" jawab Fabian.


"Mama kan udah bilang, wanita ini gak bisa ikut ke dalam! Kamu emangnya mau bikin papa kamu jantungan?" tegas Cornelia.


"Walaupun gak ada Misha, papa tetap bisa jatuh sakit kalau tahu anaknya ini menderita akibat pernikahannya dengan wanita pilihan papa sendiri. Mama camkan itu!" ujar Fabian.


Fabian menggandeng erat tangan Misha, seakan tak mau berjauhan darinya.


"Ada apa ini??!"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2