
Misha benar-benar tak menyangka jika pelaku yang melakukan penusukan kepada Dominic adalah Ashraf, kakak sepupunya sendiri.
Wanita itu terlihat sangat syok, dia sangat heran sekaligus kesal pada Ashraf karena kelakuan pria itu bisa membuat hubungannya dengan Fabian menjadi berantakan.
Ya Ashraf memang telah ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus penusukan itu, dia ditangkap dan ditahan oleh polisi setelah mendapat laporan dari security rumah sakit.
Kini Misha mendatangi kantor polisi tempat Ashraf ditahan, ia hendak bertanya langsung pada lelaki itu mengapa dia melakukan penusukan tersebut.
"Silahkan pak Ashraf!" Misha menoleh ke asal suara, dilihatnya sang sepupu yang baru keluar dari sel bersama seorang polisi.
"Waktu anda lima menit untuk bicara, selebihnya anda harus kembali ke sel!" ucap si polisi.
Ashraf mengangguk saja, lalu menatap Misha dengan dingin. Sementara Misha juga langsung berdiri menghadap ke arahnya.
"Hai Misha!" sapa Ashraf sambil tersenyum.
"Kak, aku benar-benar gak nyangka kakak yang ngelakuin ini semua ke papa Dominic! Sebenarnya mau kakak apa sih? Kenapa kakak tusuk papa Dominic? Kakak mau bikin dia meninggal, iya?" geram Misha.
"Tepat sekali! Memang itu yang saya inginkan Misha, saya mau dia mati. Gimana sekarang kondisi dia? Dia udah mati kan sayang?" ujar Ashraf.
Plaaakk..
Misha melayangkan tamparan keras ke wajah Ashraf, membuat pria itu memegangi wajahnya sambil cekikikan.
"Kamu tampar saya Misha? Setelah saya membantu kamu untuk balas dendam dengan keluarga Dominic, ini yang kamu lakukan pada saya Misha?!" ucap Ashraf.
"Bicara apa sih kamu kak?! Aku gak pernah sama sekali minta kamu buat lakuin itu! Justru aku pengen kamu lupain semua dendam kamu, aku gak mau hidup penuh dendam!" sentak Misha.
"Oh ya? Kenapa cepat sekali kamu berubah pikiran Misha? Bukannya dulu kamu berkata ingin membalas semuanya? Oh, apa karena kamu jatuh cinta pada anak si pembunuh itu?" ujar Ashraf.
"Iya, aku jatuh cinta sama mas Fabian! Selain itu, aku juga udah mengikhlaskan semuanya. Aku rasa semua ini takdir dari Tuhan, jadi kita gak bisa berbuat apa-apa kak!" ucap Misha.
"Ya ya ya, terserah kamu aja Misha. Emang ya orang kalo udah dibutakan cinta, jadi gak berakal juga! Mending sekarang kamu pergi deh dari sini, aku males bicara sama kamu!" ucap Ashraf.
"Kak, ayolah jangan begini! Kakak harus bisa hilangkan rasa dendam itu!" ujar Misha.
"Sampai kapanpun, dendam ini akan terus menggelora di tubuh saya Misha. Selama Dominic masih hidup, selama itu juga saya tidak bisa melupakan kesalahan dia!" ucap Ashraf.
Misha menggeleng bingung dengan sikap sepupunya itu, ia tak tahu harus bicara bagaimana lagi untuk bisa membujuk Ashraf.
"Aku benar-benar bingung sama kamu!" ujar Misha.
"Yaudah, kalau bingung mah mending kamu pergi sana! Urus aja pernikahan kamu sama Fabian, bentar lagi kan?!" ucap Ashraf.
__ADS_1
"Aku sama mas Biyan udah sepakat buat undur pernikahan kita, sampai papa Dominic pulih dari sakitnya. Ini semua karena ulah kakak!" ujar Misha.
"Oh gitu, ya bagus deh! Semoga aja si Dominic meninggal, supaya kamu sama Fabian gak jadi menikah! Hahaha," ucap Ashraf sambil tertawa.
"Kakak senang ya aku menderita?" tanya Misha.
"Enggak, justru saya mau bikin kamu bahagia Misha. Kamu gak akan bisa bahagia kalau kamu masih berurusan sama keluarga mereka cantik!" jawab Ashraf.
"Terserah lah! Aku udah muak sama kelakuan kakak!" kesal Misha.
Misha mengambil tasnya dan berniat pergi, namun tiba-tiba Ashraf mencekal lengannya.
"Tunggu Misha!" ucap Ashraf.
"Ih apa lagi sih?!" sentak Misha.
"Ada satu lagi yang mau saya sampaikan ke kamu," ucap Ashraf.
"Apa?" tanya Misha penasaran.
"Dulu, ibu kamu meninggal bersama anak yang dikandungnya. Artinya kamu juga kehilangan adik kamu Misha, apa kamu masih mau memaafkan mereka?" jelas Ashraf.
Deg!
•
•
Ia pun bergerak menghampiri Fabian yang tengah duduk menunggu di depan, tampak pria itu juga masih bersedih memikirkan ayahnya.
"Fabian!" panggil Cornelia pelan seraya duduk di samping putranya itu.
"Iya ma, gimana kondisi papa? Baik-baik aja kan?" tanya Fabian penasaran.
"Papa kamu masih seperti sebelumnya, belum ada perubahan berarti. Tapi kata dokter, papa kamu beruntung karena racun yang ada di pisau itu belum sempat menyebar di seluruh tubuh papa kamu. Kalau enggak, mungkin aja papa kamu bisa kehilangan nyawanya," jawab Cornelia.
"Duh, syukurlah kalau begitu ma! Aku belum siap kalau harus kehilangan papa sekarang, aku masih pengen papa hadir di pernikahan aku dengan Misha! Terus, bisa gendong anak aku juga," ucap Fabian menahan tangisnya.
"Iya Fabian, mama juga sama kayak kamu. Kita berdoa aja ya buat keselamatan papa kamu!" ucap Cornelia seraya mengusap bahu putranya.
"Pasti ma, pasti aku bakal selalu doain papa! Aku mau papa cepat-cepat sembuh dan pulih seperti semula!" ucap Fabian.
"Aamiin!" ucap Cornelia.
__ADS_1
"Oh ya, Misha kemana? Mama kok gak lihat dia ada disini? Pulang?" tanya Cornelia.
"Misha tadi pamit sama aku, katanya mau temuin sepupunya yang di penjara. Dia sebenarnya mau pamit juga ke mama, tapi kan mama masih di dalam. Makanya aku bilang ke dia supaya langsung pergi aja," jawab Fabian.
"Ohh, terus kira-kira sepupunya Misha itu bakal dihukum berapa tahun ya atas kelakuan dia ke papa kamu?" tanya Cornelia.
"Aku juga gak tahu ma, biarin aja semuanya jadi urusan polisi. Tapi, sebetulnya aku ngerasa gak enak juga sama keluarga Misha. Semua ini terjadi kan karena dendam," jawab Fabian.
"Mama ngerti, tapi tetap aja yang dilakukan itu salah. Papa kamu kan udah minta maaf sama mereka, gak seharusnya dia ngelakuin ini ke papa kamu!" ucap Cornelia.
"Iya juga sih ma, aku juga marah sama apa yang dilakukan Ashraf ini!" ucap Fabian.
"Yaudah, yang penting hubungan kamu sama Misha harus tetap baik-baik aja ya! Jangan sampai kalian terpengaruh gara-gara masalah ini! Kasihan Misha nantinya!" ucap Cornelia.
"Soal itu mama gak perlu khawatir, aku kan udah janji buat membahagiakan Misha dan calon anak aku di kandungannya!" ucap Fabian.
"Baguslah!" singkat Cornelia.
Mereka pun berpelukan sembari saling menumpahkan air mata, Fabian terus berusaha menenangkan mamanya yang bersedih itu.
"Eee permisi!" tiba-tiba suara berat muncul, membuyarkan momen mengharukan mereka.
"Loh, ayah Hardi?" Fabian terkejut bukan main saat melihat kehadiran Hardi di dekatnya, ia dan mamanya pun sontak berdiri.
"Iya nak Biyan, ayah kesini mau lihat kondisi papa kamu. Sekaligus ayah mau menyampaikan permohonan maaf atas apa yang sudah dilakukan Ashraf," jelas Hardi.
Fabian terdiam sejenak, sedangkan Cornelia terlihat kebingungan menatap ke arah Hardi.
"Ah iya, perkenalkan saya Hardi, ayah Misha! Anda pasti ibunya nak Fabian kan?" ucap Hardi mengenalkan dirinya pada Cornelia.
"Betul, saya Cornelia mamanya Fabian," jawab Cornelia seraya menjabat tangan Hardi.
"Silahkan duduk yah!" ucap Fabian mengajak Hardi duduk disana.
Mereka bertiga duduk bersebelahan, lalu lanjut berbincang-bincang kecil membahas kejadian yang menimpa Dominic.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Hubungan Fabian & Misha aman🥰...
__ADS_1