
Sendiri, di tengah jalan yang ramai lancar, itulah gambaran mengenai keberadaan Khayra saat ini.
Istri sah dari Fabian itu, kini sedang dilanda kemarahan setelah mengetahui perbuatan suaminya di belakangnya.
Khayra terus mengumpat kesal, beberapa kali ia juga memukul setir atau kepalanya sendiri untuk meluapkan emosi.
Tak sedikitpun dia menyangka jika Fabian akan selingkuh di belakangnya, karena selama ini ia tahu bahwa Fabian begitu mencintainya.
Tapi mata kepalanya sendiri yang menyaksikan bahwa suaminya baru saja mengantar seorang gadis SMA dan terlihat cukup mesra.
Cemburu? Ya, bisa jadi itu yang dia rasakan saat ini. Meski selama ini dia selalu menyangkal bahwa dirinya mencintai Fabian, bahkan dia juga tak pernah mau disentuh olehnya.
"Aaarrgghh!! Kenapa Biyan ngelakuin ini ke gue coba? Apa sih maksud dia itu?" kesal Khayra.
"Kira-kira siapa ya cewek kegatelan itu tadi? Pasti dia udah godain Biyan deh, soalnya gak mungkin banget Biyan yang mulai duluan! Gue tahu banget sikap cowok kulkas itu," pikirnya.
"Tapi, kenapa sikap Biyan ke cewek itu bisa manis banget ya? Sedangkan sama gue, dia malah sering banget marah-marah,"
"AH GAK TAU AH PUSING!!" Khayra membenturkan dahinya ke setir mobil berkali-kali untuk meredakan rasa emosi di dalam hatinya.
Wanita itu tampak sulit mengendalikan diri, selalu terlintas bayangan saat Fabian suaminya melambaikan tangan dan tersenyum ke arah gadis SMA tadi.
"Gue harus cari tau tentang cewek itu, gue harus singkirin dia! Gak boleh ada yang rebut Biyan dari gue, apalagi cuma bocah ingusan kayak dia!" geram Khayra.
Tatapannya kini sangat tajam, menandakan dia dipenuhi emosi. Khayra menambah kecepatan mobilnya menjadi seratus kilometer per jam, dia benar-benar gila saat ini.
"Mas, kamu itu milik aku! Aku janji akan bikin kamu tahu bahwa aku lebih pantas buat kamu, dibanding gadis murahan itu!" ucapnya.
•
•
Fabian pulang ke rumah dengan ekspresi gembira, ia melihat mobil istrinya sudah terparkir di garasi tak seperti biasanya.
"Tumben, biasanya tuh cewek selalu pulang larut malam. Ini kok dia udah ada di rumah aja? Apa jangan-jangan sekarang hari kebalikan ya?" gumam Fabian merasa heran.
Lelaki itu membuang jauh pikirannya mengenai Khayra, dia sudah berjanji untuk melupakan Khayra dan lebih fokus pada Misha. Meskipun, tentu Khayra masih menjadi istri sahnya.
Ya bisa dibilang Fabian sudah lelah dan muak menghadapi sikap Khayra padanya, yang dia inginkan adalah cinta dan kebahagiaan, tapi nyatanya Khayra tak bisa memenuhi dua keinginan sederhananya itu.
__ADS_1
Khayra selalu sibuk dengan kerjaannya, bahkan wanita itu tak pernah mau melayaninya. Berkali-kali Fabian meminta, tetapi Khayra selalu menolak.
Kini lelaki itu sudah masuk ke rumahnya, ia syok berat mendapati Khayra sedang duduk di sofa ruang tamu dengan penampilan cukup seksi.
Mata Fabian tak bisa berbohong, dia benar-benar takjub melihat itu. Ini kali pertama Fabian menyaksikan istrinya berpakaian seperti itu, walau sudah lama dia memintanya.
Fabian pun bergerak mendekati Khayra, entah kenapa dia seperti terhipnotis saat melihat penampilan sang istri.
Khayra sendiri terus tersenyum menggoda, ia bangkit menyambut kedatangan suaminya dan menarik lembut tubuh Fabian untuk lebih dekat dengannya.
"Masss... kamu baru pulang ya? Pasti kamu capek banget kan?" Khayra berbicara dengan suara yang diimut-imutkan.
"I-i-iya," Fabian salah tingkah sampai gugup saat digoda oleh istrinya itu.
Khayra melepas pegangannya sebentar, mengambil sebuah gelas berisi minuman di meja lalu memberikannya pada Fabian.
"Aku udah buatin kamu minuman spesial, kamu minum ya biar seger lagi!" ucap Khayra.
Fabian mengangguk saja, ia benar-benar sudah dikuasai oleh hasrat yang menggelora.
Tanpa basa-basi, Fabian langsung menenggak minuman itu sampai habis tak bersisa. Khayra membantu membersihkan sisa minuman di bibir suaminya itu dengan jarinya.
"Terimakasih mas!" ucap Khayra malu-malu, ia sengaja memasang wajah imutnya agar Fabian makin terpancing.
Lambat laun tubuh Fabian makin tak terkendali, hawa panas terasa mengalir di tubuhnya berbarengan dengan rasa pusing di kepalanya.
"Mas, kamu kenapa?" tanya Khayra begitu menyadari keanehan pada suaminya.
"Eee entahlah, apa yang kamu taruh di minuman ini ha?" ucap Fabian bertanya pada istrinya.
"Gak ada kok, cuma obat ****." dengan santainya Khayra menjawab seperti itu.
"Apa??" Fabian melotot tajam ke arah Khayra, ingin sekali ia memukul istrinya itu karena sudah lancang, tetapi tiba-tiba kepalanya makin pusing.
"Akh!" lelaki itu reflek memegangi dahinya. Khayra tersenyum lebar, ia bisa merasakan sebentar lagi suaminya akan menyerah.
"Mas, mau aku bantu?" tanya Khayra sensual.
"Bagaimana ini? Aku ingin sekali merasakan tubuh Khayra, sejak aku menikahinya, belum pernah sama sekali aku menyentuh tubuhnya itu. Tapi, aku tidak mau menyakiti hati Misha!" Fabian terus berdebat di dalam hatinya.
__ADS_1
Khayra mempererat cengkraman di lengan sang suami, memberi sentuhan-sentuhan sensual yang membuat sang empu makin gelisah.
Karena tak tahan, Fabian memegang kuat bahu Khayra dan langsung meraup bibirnya begitu saja. Ya ini adalah ciuman pertama Khayra!
Fabian yang sudah diselimuti gairah, akhirnya menggendong tubuh sang istri seperti koala tanpa melepas tautan bibir mereka.
Ia membawa Khayra ke dalam kamarnya, tak lupa lelaki itu mengunci pintu agar tidak ada yang bisa mengganggu kegiatan panasnya.
•
•
Mereka berdua sudah sama-sama naked, Fabian terus mencium tiap inci tubuh Khayra dari atas sampai bawah tanpa ada yang tertinggal.
Khayra hanya bisa bersuara pelan sembari menggigit bibirnya, dia amat menikmati sentuhan lembut suaminya.
"Oh my God! Jika aku tahu rasanya senikmat ini, aku tidak mungkin menolak ajakan mas Biyan kemarin-kemarin! Maafkan aku mas, maafkan aku!" batin Khayra.
Wanita itu terkejut saat tiba-tiba Fabian menarik tubuhnya hingga terduduk di pangkuannya.
"Akkhh!" Khayra memekik saat terasa sesuatu coba menyeruak masuk di bawah sana, sangat sakit rasanya sehingga wanita itu menangis sambil mencengkram kuat bantalnya.
Fabian tak perduli, dia langsung saja menggerakkan pinggulnya meski Khayra terus menjerit kesakitan.
Ini adalah kali pertama bagi Khayra, tampak darah mengalir di bawah sana, namun Fabian bermain seakan-akan wanitanya adalah seorang pelayan.
"Akh Biyan! Pelan!" pekik Khayra. Bukannya menurut, Fabian justru semakin semangat bermain di dalam sana dan membuat Khayra menggila. Khayra sudah seperti kesetanan dibuatnya.
Fabian terus menambah tempo, walau ia sadar milik Khayra tidak bisa mengalahkan nikmatnya milik Misha. Bahkan, saat ini yang terbayang di pikirannya adalah wajah Misha, bukannya Khayra.
"Arrhh Misha!" Fabian memekik keras dan menumpahkan lahar panasnya ke dalam rahim sang istri sambil membayangkan wajah Misha.
Pria itu langsung melemas dan ambruk di samping tubuh Khayra, tampak Khayra menangis sesenggukan sembari menatap wajah Fabian yang sudah terlelap itu.
"Apa ini? Siapa Misha??"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1