Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Rencana yang gagal


__ADS_3

"Ahh tuan aku sampai...!!"


"Bersama sayang!" Fabian mempercepat tempo gerakannya, lalu menumpahkan lahar panasnya di dalam rahim sang wanita.


Misha berteriak keras merasakan pelepasan dibarengi dengan sesuatu yang menyembur rahimnya, terasa cukup hangat di dalam sana dan seketika Misha ambruk di atas meja dengan kondisi lemas.


Fabian melepaskan penyatuannya, mengambil secarik tisu untuk membersihkan miliknya dan juga Misha. Ia pun terduduk di kursi kebesarannya, ia benar-benar puas saat ini begitupun dengan Misha yang masih terdiam di posisinya.


"Haaahhh rasanya puas sekali, milik kamu emang selalu bikin saya merasa puas!" ujar Fabian.


"Terimakasih tuan, punya tuan juga besar banget dan bikin enak!" balas Misha.


Fabian pun tersenyum, menarik tubuh Misha dan dibawa kembali ke pangkuannya. Ia cumbui setiap inci wajah Misha yang berkeringat dan sesekali menyesapnya.


"Udah tuan, aku mau ke toilet dulu ya?" ucap Misha menjauhkan wajahnya dari Fabian.


"Aku temenin ya?" ujar Fabian.


"Enggak ah, nanti bukannya aku bersih-bersih malah jadi main lagi," tolak Misha.


"Hahaha, yaudah kamu sendiri aja. Mau saya pesenin minuman?" ucap Fabian.


"Umm, boleh. Aku mau minum es ya tuan?" ucap Misha.


"Iya iya, apapun untuk wanitaku yang cantik dan manis ini," ucap Fabian sembari mengusap dan mengecup dua pipi Misha.


Misha terkekeh saja, kemudian bangkit dari pangkuan Fabian.


"Yaudah ya tuan, aku ke kamar mandi dulu? Siniin baju aku!" ucap Misha.


Fabian pun memberikan baju serta rok milik Misha, tetapi tidak dengan underwear sang wanita. Hal itu sontak membuat Misha jengkel dan merengut.


"Ih tuan, itunya balikin juga sini!" pinta Misha.


"Gak mau ah, saya masih pengen pegang ini. Mungkin saya juga mau simpan punya kamu ini, jadi saya bisa bawa kemanapun saya pergi saat gak ada kamu di sisi saya," ujar Fabian.


"Jangan tuan aku malu! Lagian masa aku gak pakai itu sekarang?" ucap Misha.


"Gapapa, biar saya lebih gampang sentuh kamu. Udah lah Misha, katanya kamu mau ke kamar mandi tadi? Cepet gih sana!" ujar Fabian.


"Huh iya deh iya!" ketus Misha.


Akhirnya Misha berjalan pergi menuju toilet yang tersedia di ruangan itu, sedangkan Fabian menghubungi salah satu ob di kantornya untuk memesan minuman.


📞"Halo! Tolong buatkan minuman untuk saya ya, diantar ke ruangan saya sekarang juga! Jangan lupa pakai es yang banyak biar seger!" ujar Fabian.


📞"Baik pak!"


Setelahnya, Fabian menutup telpon dan bergegas memakai semula pakaiannya.


"Luar biasa nikmatnya tubuh Misha!" ucap Fabian.


Tak lama kemudian, seseorang datang mengetuk pintu. Fabian pun mempersilahkan orang itu untuk masuk karena ia juga sudah selesai berpakaian.

__ADS_1


Ceklek..


Fabian terkejut melihat sekretarisnya yang ternyata datang membawakan satu gelas minuman, padahal sebelumnya ia menyuruh office boy disana untuk membuatkannya minuman.


"Permisi pak, ini minuman yang bapak minta!" ucap Zya meletakkan gelas itu di meja.


"Ya, terimakasih! Tapi, kok kamu sih yang bawa? Tadi kan saya suruh ob," tanya Fabian heran.


"Iya pak, kebetulan tadi ob nya itu ada urusan mendadak. Jadi, ya saya aja deh yang antar minuman ini kesini. Gapapa kan pak?" jelas Zya.


"Gapapa sih, saya tadi cuma penasaran aja. Yaudah, kamu boleh pergi lanjutin kerja kamu!" ucap Fabian.


"Baik pak! Saya permisi!" ujar Zya.


Fabian mengangguk singkat, sedangkan Zya pun berbalik lalu keluar dari ruangan bosnya itu.


Namun, di luar sana Zya menghentikan langkahnya. Menempelkan telinganya tepat di depan pintu ruangan Fabian.


"Semoga aja obatnya cepat bereaksi! Kali ini gak boleh gagal lagi!" lirih Zya.


•


•


Di dalam, Fabian yang sudah kehausan akhirnya meminum minuman tersebut sampai sisa setengah. Disitu ia baru ingat kalau ia juga harus memberikan Misha minuman.


"Oh iya, kan ada Misha. Kok saya cuma pesan satu sih?" ujar Fabian menggaruk keningnya.


"Akh! Kenapa panas sekali? Apa AC nya kurang dingin ya?" ujar Fabian.


Fabian mengambil remote AC, lalu menurunkan suhu AC di ruangan itu agar tubuhnya bisa terasa lebih sejuk.


Akan tetapi, semua usahanya sia-sia. Tubuhnya justru semakin panas tak karuan, sehingga Fabian menaruh curiga pada gelas minuman itu.


"Saya kenapa jadi panas gini ya? Apa karena minuman ini?" gumamnya.


"Haish, masa iya ob itu sengaja kasih obat panas di minuman ini? Kan gak mungkin," ujarnya kebingungan.


Tak lama, Misha akhirnya keluar dari toilet dan mendekatinya.


"Tuan, kenapa?" tanya Misha terheran-heran melihat Fabian yang terus mengipas-ngipas tubuhnya dengan telapak tangan.


"Eh Misha? Akhirnya kamu keluar juga, nih kamu minum dulu!" ujar Fabian langsung memberikan minuman sisa miliknya kepada Misha.


"I-ini minuman siapa tuan??" tanya Misha.


"Ya minuman buat kamu lah," jawab Fabian.


"Tapi, kok cuma setengah?" tanya Misha lagi.


"Tadi saya pesan minum sama ob cuma satu, soalnya saya lupa kalau ada kamu juga disini. Nah, pas udah keminum setengah saya baru sadar, yaudah deh saya sisain buat kamu," jelas Fabian.


"Gausah tuan, nanti aku bikin minum sendiri aja di bawah. Mending ini tuan abisin aja, takutnya nanti tuan kurang kan?!" ucap Misha.

__ADS_1


"Gapapa, kamu minum aja dulu sampai habis yang ini! Kalau mau bikin lagi mah gampang, tapi kan sekarang kamu pasti haus banget!" ucap Fabian.


"Iya sih," lirih Misha.


"Nah kan, yaudah minum dulu nih!" ucap Fabian menyodorkan gelas minuman itu kepada Misha.


Misha mengangguk saja, mengambil gelas tersebut lalu menenggak minumannya sampai habis tak bersisa.


"Kalau memang di dalam minuman itu ada obat panas, harusnya Misha juga kena efeknya nanti. Awas aja ya, siapapun pelakunya pasti akan saya beri hukuman setimpal!" batin Fabian.


Setelah minum, Misha kembali menatap Fabian sambil tersenyum dan meletakkan gelas itu di atas meja.


"Udah abis tuan," ujar Misha.


"Iya sayang," Fabian tersenyum lebar sembari membelai rambut panjang Misha.


Hawa panas di tubuh Fabian semakin membara, membuatnya tak tahan lagi dan ingin segera melahap tubuh Misha.


"Tuan, kamu kenapa sih? Ada masalah?" tanya Misha tak mengerti.


"Eee iya nih sayang, tubuh saya tiba-tiba panas banget. Kamu harus bantu saya ya!" jawab Fabian.


"Hah kok bisa? Emang tuan abis ngapain tadi?" tanya Misha terkejut.


"Gak tahu, mungkin efek minum minuman itu. Makanya kamu bantu saya ya!" ujar Fabian.


"Minuman ini? Emangnya di minuman ini ada apanya tuan?" tanya Misha.


"Entahlah, kayaknya sih ada obat panasnya disitu. Tapi, saya gak tahu siapa yang taruh," jawab Fabian.


"Ish, kok tuan malah suruh saya abisin minuman ini tadi? Tuan sengaja ya pengen jebak saya?!" kesal Misha.


"Enggak, saya cuma penasaran aja. Di minuman itu beneran ada obatnya apa enggak, makanya saya mau tes ke kamu. Jadi, gimana perasaan kamu sekarang?" ujar Fabian.


"Gara-gara tuan bahas itu, saya mendadak jadi ikutan ngerasa panas nih." Misha mulai merasakan hawa aneh menjalar di tubuhnya. Ia menggerai rambutnya untuk meredakan rasa panas itu.


"Mmhhh iya panas tuan.. aku gak kuat tuan! Ini gimana cara ngilanginnya??" rintih Misha.


Fabian tersenyum lebar, mendekap tubuh Misha dari samping dan membenamkan wajahnya di pinggang ramping wanita itu.


"Tentu saja dengan bercinta sayang," ucap Fabian yang langsung melucuti semua pakaiannya.


Misha hanya bisa pasrah, karena dia pun sangat menginginkan itu. Fabian pun mulai bergerak menyusuri tubuh Misha yang ia baringkan di sofa itu.


Sementara dari luar, Zya mencak-mencak setelah menyaksikan momen panas bosnya bersama Misha.


"Ih sialan! Kok bisa ada cewek lain sih di dalam sana? Siapa coba dia? Aih gagal deh rencana saya buat deketin pak Fabian!" geram Zya sambil menginjak-injak lantai untuk melampiaskan kekesalannya.


Akhirnya Zya memutuskan pergi dengan perasaan kesal, rencana yang sudah ia susun sedemikian rupa harus gagal untuk kesekian kalinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2