Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda
Ashraf Nalendra


__ADS_3


...Ikan hiu ada di kaca...


...I love you buat yang baca...


...~Misha...


...|||...


Pagi harinya, Misha dikejutkan dengan suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamar rawat ayahnya.


Misha pun terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara tersebut, ia melihat jam sekilas lalu mengusap wajahnya sebelum bangkit.


TOK TOK TOK...


"Iya sebentar," lirih Misha sembari merentangkan kedua tangannya untuk peregangan.


"Duh, siapa sih datang pagi-pagi begini? Apa mas Fabian ya?" gumamnya.


Wanita itu bergegas melangkah ke dekat pintu untuk mengetahui siapa yang datang, sedangkan Hardi sang ayah masih tertidur pulas di ranjang.


Ceklek..


Akhirnya pintu terbuka, Misha terbelalak lebar melihat sosok pria berdiri di hadapannya dan menatap ke arahnya sambil tersenyum.


"Kak Ashraf??" Misha sangat tak menyangka jika sepupunya yang sudah sekian lama tidak ia jumpai itu, kini muncul di hadapannya dengan kondisi yang jauh berbeda dibanding sebelumnya.


"Halo Misha, selamat pagi!" sapa laki-laki bernama lengkap Ashraf Nalendra Pratama itu.


"Kak, kak Ashraf ngapain kesini? Salah kamar ya?" tanya Misha keheranan, pasalnya baru kali ini dia bertemu lelaki itu disana.


"Enggak kok, aku emang mau kesini. Aku pengen jenguk om Hardi, dia sudah sadar dari komanya kan?" jawab Ashraf sambil tersenyum.


"Hah? Ka-kak Ashraf tahu darimana soal itu?" tanya Misha gugup.


"Aku bisa tau apapun yang aku mau, Misha. Kamu lihat kan sekarang tampilan aku berbeda? Ya, ini karena pendidikan yang aku jalani selama bertahun-tahun di Swedia. Sekarang aku sudah memiliki kemampuan yang bisa dibilang hebat," jelas Ashraf membanggakan dirinya.


"Ah iya, selamat ya kak! Aku ikut bangga dengarnya! Berarti kakak menghilang selama ini karena menempuh pendidikan di Swedia?" ujar Misha.


"Iya Misha, cuma itu satu-satunya cara supaya kakak bisa balas dendam atas apa yang dilakukan pembunuh sialan itu!" ucap Ashraf.


"Balas dendam? Maksudnya?" tanya Misha.


"Oh ayolah, tidak mungkin kamu tidak mengerti Misha!" ucap Ashraf.


'Apa kamu ingin balas dendam soal kecelakaan ayah?" tanya Misha.


"Ya, begitulah. Sampai sekarang, aku masih tidak terima dengan semua itu. Dia sudah menghancurkan keluarga kita Misha, dan kita gak bisa diam aja!" jawab Ashraf.

__ADS_1


"Untuk apa balas dendam sih kak? Itu semua gak perlu dan cuma buang waktu aja, mending kepintaran kakak itu dijadikan sebuah keuntungan untuk membuat bisnis atau apalah yang menguntungkan," saran Misha.


"Kamu kenapa begitu sih Misha? Kamu emang gak mau lihat pelaku pembunuhan orang tua kamu itu celaka dan sengsara?" tanya Ashraf.


"Itu semua kecelakaan kak, bukan pembunuhan. Dan itu juga udah takdir," jawab Misha.


"Soal takdir itu memang benar Misha, tapi bagaimana dengan kelakuan si penabrak itu yang tidak mau bertanggung jawab?" ujar Ashraf.


"Sudahlah kak, aku tidak mau bahas itu lagi. Lagipula, kakak kesini mau nengok ayah kan? Yaudah, sana kakak masuk aja!" ucap Misha.


"Iya, kakak akan masuk dan bicara dengan ayah kamu. Terimakasih Misha!" ucap Ashraf.


Disaat laki-laki itu hendak melangkah, sebuah suara berat muncul di gendang telinganya memanggil nama Misha.


"Misha!" mereka menoleh secara bersamaan, menatap Fabian yang baru datang dengan nafas terengah-engah.


"Mas Biyan?" lirih Misha sedikit kaget.


"Misha, aku datang bawa sarapan sama baju-baju kamu. Kamu pasti belum sarapan kan?" ucap Fabian.


"Belum sih mas, tapi kenapa kamu pake repot-repot segala? Bukannya kamu ada meeting ya pagi ini?" ujar Misha.


"Iya ada, makanya aku buru-buru nih. Aku mau bawain kamu sarapan dulu, supaya kamu gak telat makan," ucap Fabian.


"Makasih banyak ya mas! Oh ya, kenalin ini sepupu aku, namanya kak Ashraf. Kak, ini calon suami aku, mas Fabian," ucap Misha mengenalkan Ashraf dengan Fabian.


Fabian terkejut hebat mendapati sosok pria yang ada di depannya kini, seketika dia teringat pada kejadian semalam saat pria itu sempat mengancamnya.


"Halo tuan muda Fabian! Saya gak nyangka, kita bisa ketemu lagi disini. Sepertinya memang takdir mengatakan bahwa kita akan selalu dipertemukan," ucap Ashraf dengan senyum lebar yang membuat Fabian kesal itu.


"Ngapain anda disini? Ada urusan apa anda dengan calon istri saya?" tanya Fabian menggeram kesal.


"Tu-tunggu deh, kalian sudah saling kenal?" ucap Misha penasaran.


"Belum terlalu sih Misha, kami baru bertemu sekali. Dan itu semalam, waktu tuan muda Fabian ini pulang dari sini," ucap Ashraf.


"Apa??" kaget Misha.


"Iya Misha, dan asal kamu tau, cowok ini udah bikin aku hampir mati semalam!" geram Fabian.


"Baru hampir kan Fabian? Belum mati beneran seperti ibu kandung Misha?" ucap Ashraf.


Fabian tersentak kaget mendengarnya, begitupun Misha. Mereka tak menyangka jika ucapan Ashraf akan sefrontal itu.




Flashback on

__ADS_1


Ciiitttt...


Fabian terpaksa mengerem secara mendadak, ia sangat kaget dengan apa yang terjadi barusan.


"Hah? Siapa sih itu?!" kesalnya.


Fabian pun turun dari mobil dengan segera, menghampiri mobil di depannya untuk mencari tahu siapa itu.


"Woi keluar lo!" sentak Fabian, ucapannya barusan seperti bukan berasal dari mulutnya.


Tak lama, seorang pria dengan jas hitam pun turun dari mobil tersebut. Ia menatap Fabian dari atas sampai bawah dengan senyum smirk nya.


"Lo siapa? Mau lo apa cegat mobil gue di jalan tadi?" tanya Fabian.


"Akhirnya kita bertemu disini, Fabian Labib Walandouw. Putra dari Dominic Alvansyah yang kaya raya itu," ucap si pria.


"Hah? Apa maksud lo??" sentak Fabian.


"Tidak ada, saya hanya ingin melihat secara langsung seperti apa putra dari tuan besar Dominic itu. Ternyata kalian memang mirip ya? Sama-sama arogan, pantas sekali kalian menjadi pasangan ayah dan anak," ujar si pria.


"Lo itu siapa? Darimana lo tahu tentang bokap gue?" tanya Fabian heran.


Pria yang tentunya adalah Ashraf itu tersenyum, memasukkan satu tangannya ke saku celana dan bergerak mendekati Fabian.


"Fabian Fabian, siapa sih yang gak tahu tentang tuan besar Dominic? Namanya itu sangat besar loh, sampai-sampai dia tidak berani bertanggung jawab pada sebuah kecelakaan besar dan memilih kabur begitu saja. Bahkan sangking pengecutnya dia, dia sampai meminta berita-berita nasional tidak memberitakan itu. Jahat sekali bukan?" ujar Ashraf.


"Jaga bicara lo ya! Bokap gue bukan orang yang begitu, dia itu orang baik! Lagian lo siapa sih? Kita aja gak saling kenal, kenapa lo bisa jelek-jelekin bokap gue?!" sentak Fabian.


"Saya bicara apa adanya, tuan muda Fabian. Ayah anda tidak sebaik yang anda kira, dibalik kebaikannya itu, tersimpan jiwa jahat yang sudah membuat keluarga orang yang anda cintai terluka. Ingat itu baik-baik Fabian!" ucap Ashraf.


Setelah mengatakannya, Ashraf kembali masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Fabian begitu saja tanpa berbicara sepatah katapun lagi.


Sementara Fabian masih berdiam di tempat, menatap mobil Ashraf yang bergerak pergi menjauh darinya.


"Dia itu siapa sih? Terus, maksud dia soal papa tadi itu apa ya?" gumam Fabian.


Flashback end


Mendengar ucapan Ashraf tadi, Fabian jadi semakin yakin jika orang yang dimaksud Ashraf semalam adalah Misha, karena hanya Misha lah yang Fabian cintai untuk saat ini.


"Kak, kak Ashraf bicara apa sih? Kenapa kakak bawa-bawa ibu aku?" kesal Misha.


"Sabar Misha! Kakak cuma mau kasih tahu ke Fabian, kalau dia tidak semenderita kamu. Yaudah, kamu disini aja temani Fabian ya? Kakak mau masuk dan bicara sama ayah kamu," ucap Ashraf.


Misha mengangguk pelan, memberi jalan bagi Ashraf untuk masuk ke dalam menemui ayahnya meski dia sedikit khawatir.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2