
Giringan mobil yang membawa Milano dan Franck tadi sudah sampai di depan gerbang besar istana kerajaan Madison yang sudah di buka.
Banyak manusia di tempat ini bagai semut yang mengerumuni gula bahkan mereka memenuhi jalan kota yang langsung di padati kendaraan yang berhenti.
Para media sudah meliput dari sepanjang jalan bahkan ada drone yang terbang di atas sana menggambarkan suasana ramai akan kedatangan sosok besar Madison itu.
"Milano!" Gugup Franck melihat banyaknya media yang ada di kiri kanan mobil yang melaju pelan masuk ke gerbang besar istana.
"Tenanglah! Kakak tak perlu bicara. Aku yang akan mengurusnya."
"Tampaknya mereka tak terlalu suka dengan kedatangan kita," Gumam Franck melihat wajah para rakyat Madison yang tampak acuh tak acuh.
Kala mobil sudah ada di depan istana, para pengawal di belakang segera keluar mengamankan situasi. Media yang memenuhi area istana sampai tak bisa diam memantau pintu mobil itu untuk terbuka.
"Prince!"
Panglima Ottmar keluar lebih dulu. Ia berdiri di samping mobil melihat kiri kanan jika keadaan aman.
"Dia akan keluar!"
"Apa benar putra pertama Raja Barack masih hidup?"
"Aku tak percaya ini."
Desas-desus mereka hening. Keramaian tadi berubah seperti hari pemakaman kala Milano sudah keluar dari mobil dengan wajah tegas dan tatapan datarnya yang khas.
"Prince Milano sudah kembalii!!!" Ucap panglima Ottmar membuat mereka segera menunduk.
"Princee!!" Sapa mereka seperti biasa walau masih banyak yang tampak meremehkan Milano itupun hanya berbisik karena tak berani.
"Pangeran tak berguna sepertinya saja kenapa harus minta di sanjung?!"
"Benar. Setelah Raja dan Ratu Madison di tahanan, sekarang dia beralih membuat ulah."
"Ntah apa lagi penderitaan rakyat Madison selanjutnya!"
Obrolan ciut mereka yang berusaha sepelan mungkin tapi Milano masih mendengarnya. Ia sudah biasa dengan semua itu bahkan tak asing lagi.
Sedetik kemudian, tiba-tiba saja ada satu pesan masuk ke ponsel Milano yang segera melihatnya.
SEGERA BATALKAN RENCANAMU ATAU KAU AKAN LIHAT MAYAT KEKASIHMU.
Wajah Milano masih tenang. Ia menyimpan kembali ponselnya lalu melirik ke arah teras tinggi istana.
Ada dua sniper yang membidik ke arahnya dan di dalam kerumunan media yang ada di sekitar istana juga berdiri 10 pria berjaket yang menyimpan pistol.
"Biarkan seluruh orang di luar gerbang masuk!" Titah Milano dan panglima Ottmar mengisyaratkan pada prajurit yang tadi berjaga.
Orang-orang yang sudah menunggu untuk menyerang sedari tadi seketika di buat bingung saat Milano membiarkan para warga kota di luar masuk ke area istana yang luas.
Mereka terkagum dengan penampakan istana yang jauh lebih indah dari yang di balik beton tinggi itu.
"Ini pertama kalinya aku melihat istana dari dekat."
"Sangat megah dan mewah. Hasil alam kita memang di peruntukan bagi keluarga kerajaan"!
Gumam mereka melihat bagaimana tinggi dan besarnya tempat ini. Tapi, masih ada rasa takut kala ingin menyentuh tumbuhan hias dan patung-patung disini. Mereka lebih bersiaga karena kerap kali mendapat perlakuan kasar dari kerajaan.
"Tenanglah!!!"
Suara Milano lantang. Tatapannya begitu tegas menyapu seluruh manusia yang mengelilingi istana ini sampai area luar tak tampak lagi.
"Kalian bisa melihat sesuka hati dan sentuh kerajaan kalian!"
"Prince! Apa maksudmu dengan semua ini?" Tanya para media yang kebingungan.
__ADS_1
Apalagi, kali ini hawa keberadaan Milano tidaklah main-main. Ia seperti bukan pangeran brandal yang tak berguna itu bahkan Milano cukup membuat satu wilayah Madison gempar.
"Aku datang tak sendirian! Ada seseorang yang sudah berulang kali di singkirkan oleh anggota kerajaan hanya karena perebutan tahta!!"
"Apa??" Syok mereka tak percaya jika pangeran Franck masih hidup.
Seluruh rakyat Madison baik di luar maupun di dalam pekarangan luas istana tampak kebingungan.
"Apa maksudmu? Prince!"
"Kakakku pangeran pertama Madison masih hidup sampai saat ini!!" Tegas Milano membuat para musuh yang tadi sudah bersiap menunggu perintah semakin tak sabar untuk menembak.
Milano melirik ke arah belakang dimana ada salah satu sosok yang sangat ia kenal siapa. Pria ini benar-benar ingin mencegahnya dengan cara kotor seperti ini.
"Prince! Jelas-jelas Raja Barack mengumumkan kematian pangeran pertama sejak berpuluh tahun yang lalu!"
"Yaaah!!! Kami tak ingin di bohongi lagi!!" Sorak para rakyat Madison tampak sangat kecewa akan hal itu.
"Aku tahu dan paham apa yang terjadi. Saat itu kakekku..."
"Jangan dengarkan brandal ini!!!"
Sela seseorang di belakang sana. Semua orang bertambah terkejut kala melihat Raja Barack yang tiba-tiba muncul dari pintu besar istana dengan pakaian rapi seperti biasa.
Ia berjalan mendekat di dampingi oleh dua pengawal setianya.
"Bukankah Yang Mulia sudah di tahan?" Bingung mereka tapi Raja Barack terlihat tak punya rasa malu.
"Aku sudah terbukti tak bersalah!! Ada seseorang yang mencoba merusak nama baikku!"
"Benarkah?" Tanya Milano santai dan sangat tenang seakan sudah tahu jika Raja Barack akan di lepaskan oleh seseorang yang ada di belakangnya untuk mencegah ia membawa Franck kembali ke istana.
"Milano! Kau menyebarkan berita tak benar saat aku tak ada di istana. Apa yang kau pikirkan?" Tanya Raja Barack menyelipkan nada emosi.
"Kau ingin tahu apa yang ada di pikiranku?!"
Milano diam menatap dingin wajah licik Raja Barack. Pria paruh baya itu mendekatkan bibirnya ke telinga Milano.
"Sudahi semua ini. Latizia akan mati jika kau melanjutkannya!" Desis Raja Barack ingin menepuk bahu Milano yang segera menepisnya.
"Kalian pasti sudah tak tahan dengan kebijakan istana yang mengambil paksa anggota keluarga kalian untuk di jadikan prajurit dan pelayan secara paksa, bukan?" Tanya Milano menatap para rakyat Madison yang ada di sekitarnya.
Mereka tampak ragu menjawab dan ada ketakutan di dalam mata yang tak berani bicara banyak.
"Wilayah Madison luas tapi seluruh sumber daya langsung di ambil oleh kerajaan tanpa ada suplay kembali pada kalian, benaar????"
Mereka masih ragu-ragu dan takut. Raja Barack tersenyum licik karena tak ada satupun rakyat Madison yang berani menyinggung pemerintahannya.
"Kau sebagai pangeran yang tak punya kontribusi apapun selama ini, tak layak mengkritik kebijakan kerajaan!!"
"Lalu, apa kau layak?" Tanya Milano membuat Raja Barack bungkam.
Di hadapan puluhan media yang menyorot mereka, Milano tak lagi menahan diri atau bersembunyi di balik karakter bodoh yang selama ini ia tunjukan.
"Kau menjadi seorang Raja hanya karena telah membunuh Yang Mulia Raja pertama!!!!"
"Milanoo!!" Bentak Raja Barack tapi Milano tak main-main dengan langkahnya kali ini.
"Kau membunuh Raja Facsionus bahkan mengambil sumsum tulang putra pertama-mu hanya untuk mengeluarkan anak haram dari wanita itu!"
"Itu tidak benar!!" Sangkal Raja Barack mendidih. Ia tak menyangka Milano akan tahu sampai sejauh itu bahkan tak pernah di duga sebelumnya.
"Kenapa?! Kau takut tahtamu di renggut?"
"Kau jangan bicara asal, Milano! Aku ayahmu dan selama ini kau tak pernah peduli dengan urusan kerajaan!!" Kerasnya mendidih tapi raut panik itu tak bisa di sembunyikan.
__ADS_1
Para rakyat Madison mulai saling pandang membuat kekhawatiran Raja Barack kian naik.
"Jangan percaya apapun yang dia katakan!!"
"Apa mereka harus percaya padamu?" Tanya panglima Ottmar tersenyum kecut setelah rencana kedua mereka di lakukan.
Semua ponsel yang ada disini mendapatkan notif yang misterius. Mereka semua syok kala melihat sebuah rekaman pembicaraan Raja Barack dan Ratu Clorris yang mengungkit soal kematian Raja sebelumnya.
Seakan tak cukup akan rekaman itu, ada juga hasil tes DNA antara Raja Barack dan Delvin.
"Ini terlihat nyata dan asli!"
"Mereka benar-benar bukan manusia!!!"
"Yang Mulia Raja kami terdahulu membawa Madison pada masa emas dan pria ini bermain kotor di belakangnya!!!"
Marah para rakyat Madison sampai membuat Raja Barack pucat. Ia menatap penuh kebencian pada Milano yang justru dengan santai tersenyum penuh kemenangan padanya.
"K..kau.."
"Kejutan belum berakhir," Ucap Milano menjentikkan jarinya hingga lagi dan lagi ponsel mereka menerima notif baru yang lebih menghebohkan.
Raja Barack segera mengeluarkan ponselnya dan segera mendidih melihat ada rekaman dirinya dan Delvin dulu saat ingin menjebak kerajaan Garalden dalam pernikahan.
"Kauu..kau sudah lama ingin melawankuu!!" Ingin menyerang Milano tapi tiba-tiba tubuhnya kaku.
"Masa pemerintahanmu berakhir!"
"Milanoo!!! Akan-ku pastikan Latizia tiadaa!! Hentikan semua inii!!" Geramnya tapi segera terkejut kala melihat ada satu mobil yang masuk ke gerbang istana dan berhenti di samping mobil Milano.
"Maaf, kami terlambat!"
Latizia yang keluar segera mendekati Milano bersama Darren.
"K..kau.."
"Kau ingin menjadikan aku bahan ancaman agar Milano tak membawa Franck ke istana. Rencana-mu mudah sekali di tebak," Angkuh Latizia sangat senang bermain kejar-kejaran dengan suruhan Raja Barack yang sudah di amankan pihak kepolisian.
Seketika Raja Barack menatap wajah marah semua orang yang ada di dekatnya.
"I..ini.."
"Dia milik kalian!" Gumam Milano mendorong bahu Raja Barack kuat masuk ke dalam kerumunan semua warga Madison yang langsung melampiaskan dendam mereka selama ini.
Latizia melihat ke beberapa penjuru istana karena takut jika ada musuh yang mengintai.
"Mereka sudah di amankan!"
"Syukurlah! Aku khawatir jika suasana disini tak bisa di kendalikan tadi," Gumam Latizia pada Milano yang menatap langit di atas sana.
Tiba-tiba saja ada ribuan elang yang mengelilingi langit di sekitar istana. Hal itu sangat menyita perhatian karena berita di media kemaren ternyata benar.
"Itu elang yang bermigrasi tahunan!!"
"Ternyata dia bermigrasi di negara kita!!"
Sorak mereka merekam momen itu. Tapi, Latizia justru diam menatap Milano yang setia dengan wajah datar dan hawa ketenagan yang stabil.
"Mereka menyerang kesini?" Tanya Latizia tahu jika Milano tengah melindungi area ini dari serangan spritual dari luar.
"Milano! Apa mereka akan muncul?"
"Tidak. Kekuatannya masih belum cukup," Gumam Milano merasakan jika orang di balik ini semua tengah berniat untuk menyebar wabah ke wilayah Madison tapi tak cukup kuat mengusir elang-elangnya.
..
__ADS_1
.
Vote and like sayang..