
Langit begitu cerah, tak segumpal awan hitam tampak disana. Dan terasa sejuk saat angin mendayu pelan, samar samar Sang mentari mengintip dari balik awan. Hingga sedikit menjadikan titik titik kristal mulai bermunculan membasahi pelipisnya, yang tengah duduk di kursi taman.
Menengadah, menikmati sendunya cuaca bersama sayupnya angin yang membelai ringan rambut panjangnya.
Tangannya memegang kertas dan sebuah pena, dengan lincahnya jari jari lentik itupun menggoreskan tinta di atas kertas putih yang belum ternoda oleh tinta merahnya. Dengan sedikit senyuman yang hambar dan penuh keputus asaan, ia tumpahkan isi hatinya dalam coretan coretan yang menodai kertas putih itu.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"*Kala kerinduan ini menyerang
Dengan apa aku bertahan
Menelisik seluruh hati
Membuai yang tak pasti
Kala kumenatap jauh
Bayangmu pun tak dapat kusentuh
Tinggalkan sakit yang terdalam
Dalam belenggu keputusasaan
Sejenak ku terpaku, dalam buai bayang semu
Akankah kau jadi milikku
Kala hati ini menjauh
Secuil harapan dan asa
Bawaku tegar dalam kata
Akankah kau disana
Juga rasa hal yang sama
Merajud kasih yang tak berwujud
Akankah bahagia itu milik kita?
Atau hanya dalamnya kerinduan yang menyiksa?
Duhai yang punya hati,
Apakah kau akan mengerti,
Perjalanan kisah ini
Haruskah berakhir sampai disini
Akankah ku mampu bertahan,
Dengan apa yang ingin kulepaskan.
L Z
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹*
Setelah menuliskan curahan hatinya, ia pun membuka secarik kertas usang yang telah menemani hari harinya selama ini. Perlahan dibuka dan dibacanya dengan penuh perasaan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
"Malam yang sejuk mengiringi kesepianmu
Angin malam turut membelai rambut indahmu
Menemanimu yang telah sendiri
Menatap indahnya bumi
Secerca cahaya mentari lewat menyapa
Dari balik jendela kau buka
Kelopak matamu yang terpejam
Berharap semua itu hanya mimpi
Hingga esok hari kau akan terbangun kembali
Tuhan kini aku sendiri....
Apakah ini jawaban dari doaku?
Rasanya baru kemarin aku mengenalnya
Tetapi mengapa aku sudah merindukannya?
Kuakui aku sangat sayang dia.....
Tapi sepertinya takdir sudah punya jalan cerita...
Sebelum dua insan tercipta.....
Kamu,,,, yang selalu terbayang dalam kenangan.....
Merindukanmu dalam angan.....
Menyayangi dalam mimpi....
Hingga mungkin harus kubiarkan hilang dalam keabadian......
by: RMS
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Kristal bening pun bergulir dari pelupuk matanya, membasahi pipi yang nampak merah merona karena malunya. Perlahan diusapnya airmata yang kini sudah jatuh menetes membasahi kertas usangnya.
" Reza,,, apakah kau tetap sama? Ataukah kini telah melupakan tentang kita?"
Diiringi derai air mata dipandanginya kertas usang itu.
" Alinnnn,,,,"
Gadis itu tersentak dari lamunannya, perlahan diusapnya airmata yang menganak sungai tadi, berganti dengan senyuman yang secerah mentari pagi.
Nampak seorang pria yang tampan sedikit berlari ke arahnya, lalu duduk di sampingnya.
Dengan sedikit nafas yang masih memburu karena berlari tadi.
" Kenapa kau datang, bukankah ku sudah melarangmu untuk menjemputku disini."
Ucapnya sambil membereskan alat tulis dan kertas kertasnya, memasukkan ke dalam tas kecil miliknya.
" Kau masih saja mengingatnya, padahal sudah empat tahun kalian berpisah."
__ADS_1
Pria ini mengambil nafas dalam dalam, mengatur pernafasannya. Lalu memandang sendu ke arah Alin, membelai rambut indah yang tergerai dengan lembut.
" Apa kau sangat merindukannya?"
Alin hanya terdiam, lalu tersenyum hambar dan menyandarkan tubuhnya di kursi dan menatap jauh ke depan dengan tatapan yang kosong.
" Aku berharap dia masih Reza yang sama saat kami bertemu nanti."
Suaranya lirih terdengar, terasa beban yang sangat berat di dalam ucapannya.
" Sudahlah, ayo kuantar kau pulang, bukankah besok kau akan menuju pelabuhan cintamu yang sudah lama kau tunggu saat ini."
Pria itu pun menarik lembut tangan alin untuk berdiri, dan mereka pun meninggalkan taman itu, menaiki moge nya, pria ini membawa Alin berkeliling kota, membuat gadis cantik ini melupakan kesedihannya untuk sementara waktu.
" Tunggulah hadirku Reza,,,,," teriaknya dari atas moge yg melaju dengan kencang, tangannya dibentangkan sambil berdiri dari duduknya, rambutnya pun berkibar terkena angin yang begitu kencangnya.
Setelah berteriak hatinya terasa lega. Dan ia pun bisa tertawa dengan riangnya.
Iya,,, Alin adalah gadis pertama Reza, bisa dibilang cinta masa kecil Reza hingga mereka lulus SMA, setelah itu mereka terpisah karena orang tua Alin harus dinas ke luar pulau. Sejak saat itu mereka hilang kontak. Dan saat ini Alin sudah menyelesaikan study nya di Universitas ternama di Australia. Dan dia berniat kembali ke Indonesia meski tanpa orang tuanya, karena orang tuanya kini telah meninggal setelah mengalami kecelakaan, dan dia diangkat anak oleh salah satu pengusaha ternama di negara itu.
Alin gadis yang periang, mudah bergaul, pandai dan multi talenta. Banyak yang jatuh cinta padanya, namun hatinya telah terikat dengan cinta masa kecilnya, yaitu Reza Maullana.
moga visualnya sesuai dengan karakter tokohnya ya...
********
Sementara itu di Rumah Sakit Medika nampak seorang pria tampan yang kini sedang duduk di kursi penunggu pasien yang berada di luar ruang ICU.
Wajahnya nampak tegang dan sangat cemas, berkali ia mondar mandir di depan ruang itu, sambil mengepalkan tangannya.
" Jika terjadi apa apa sama Lili, kalian tak akan selamat, aku pastikan itu."
Rahangnya telah mengeras dengan gigi yg bergemerutuk menahan marahnya, wajahnya nampak merah pedam dengan tangannya yang terus terkepal.
Setelah sekian lama akhirnya ada seorang suster yang keluar dari ruang ICU, dengan tergesa gesa. Pria ini pun segera menghadangnya.
" Suster, gimana kondisi Lili saat ini?"
Suster itu terkejut dengan penampakan di depannya, sungguh ciptaan yang sempurna. Sejenak suster itu terbengong dengan ketampanan pria ini hingga,,,
" Sus, cepat ambil darahnya."
Teriak suster yang lain dari ruang itu. Suster itu berniat melangkah pergi namun tercekal oleh pria ini.
" Katakan yang sebenarnya, gimana kondisi Lili saat ini."
Terdengar bentakan dengan nada tinggi membuat suster itu ketakutan.
" Tampang sih boleh ganteng ala oppa Korea, tapi sifatnya ihhhj,,, amit amit,," bisik di hati suster itu.
" Kenapa masih diam, jawab,,!"
Bentaknya lagi.
" Aduh kucing,,, kambing,, sapi,,, anakan tokek,, kadal,, buaya,,, e,,, harimau,,, e,, macan,," kata suster itu dengan gugup karena rasa takutnya akhirnya latahnya keluar mengabsen semua nama binatang.
Membuat pria ini semakin marah dan pergi meninggalkan suster tadi dan langsung masuk ke ruang ICU meski di larang.
bersambung🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa jejaknya mksh🙏
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️