GAME LOVE

GAME LOVE
bab 62 kemesraan


__ADS_3

Bagaikan tetesan embun di padang yang gersang, secercah cahaya dalam gelap gulitanya hati yang berkepanjangan. Begitulah kasih sayang seorang ibu bisa menjadi dahaga juga penerang dalam hidup kita. Begitu pun dengan Lili saat ini, meskipun melewati begitu banyak kesedihan, namun semua seakan sirna tatkala berada dalam pelukan Mamanya.


Selesai melepas rindu mereka, ke empatnya pun melangkah berniat meninggalkan tempat itu. Namun langkah Lili terhenti.


"Kenapa sayang,,?"


Mama Zahira menatap lekat penuh tanya ke arah Lili.


"Ma,,, aku ingin memetik anggur juga, membuat anggur dengan cara tradisional, boleh kan, Ma,,,?"


Lili menatap penuh harap pada ke tiga orang yang disayanginya itu secara bergantian.


Ia tahu jika ke tiganya tidak akan mengijinkannya untuk melakukan pekerjaan yang bisa membuatnya kelelahan dalam kondisinya saat ini. Apa lagi Reza yang tahu kondisi Lili cukup kecapekan karenanya.


Reza pun menatap Mama Zahira dengan penuh harap, dengan isyarat dari alisnya yang berkerut dan sedikit menggelengkan kepalanya, ia berharap Mama Zahira tidak mengabulkan keinginan Lili.


Mama Zahira yang mengerti akan isyarat itu pun tersenyum ke arah Lili.


"Sayang,,, kamu boleh saja memetik anggur sepuas hatimu, tapi nanti setelah kamu beristirahat terlebih dulu, jangan kecapekan, pikirkan juga soal debay,,,"


Mama Zahira membelai lembut rambut Lili lalu mengusap perut Lili yang masih rata, karena usia kandungan Lili baru mau 2 bulan.


Namun bukan Lili kalau tak keras kepala, semua keinginannya harus dituruti oleh kedua orang tuanya, sifat manjanya pun kembali hadir lagi setelah sekian lama menghilang dari hari harinya.


"Ma,,,Pa,,,Kak,,,aku tidak capek, ini juga kemauan debay, apa kalian ingin dia nanti ileran?"


Ucapnya sambil cemberut serta menatap ke tiganya secara bergantian, matanya sudah berkaca kaca, membuat ke tiganya pun merasa iba, tapi mereka juga tak mau jika Lili nanti sakit karena keras kepalanya itu.


"Sayang,,, benar kata Mama, kita petiknya nanti saja setelah kamu beristirahat, ok,,"


Reza mencoba meredam rajukan Lili dengan memeluk istrinya, namun tangannya di tepis oleh Lili.


Seperti anak kecil yang tidak dituruti keinginannya, Lili cemberut sambil menghentakkan kakinya ke tanah. Membuat semua orang yang melihatnya menahan tawa mereka.


Akhirnya ancaman Lili yang terakhir pun bisa membuat seorang Reza menuruti kemauan istrinya, seperti kerbau yang di cocok hidungnya akhirnya ia menuruti semua kemauan istrinya. Iya,,, Lili sempat mengancamnya.


Perlahan ia mendekati suaminya lalu berbisik di telinga Reza,"jika Kakak tidak menuruti keinginanku, bersiap puasa sebulan penuh!"

__ADS_1


Mendengar bisikan Lili membuat Reza pasrah dengan keinginan istrinya, membuat Lili tersenyum penuh kemenangan melihat raut wajah suaminya yang tak berdaya dengan ancamannya.


Mama Zahira dan Papa Sanjaya bisa menduga jika putrinya itu telah mengancam Reza, karena raut wajah Reza yang telah berubah. Keduanya hanya bisa tersenyum melihat kelakuan putrinya, dari dulu yang selalu membuat Reza menuruti keinginannya.


"Kak,,, ayo petikkan anggur itu untuk debay, bantu aku, kita buat anggur berdua ntar,,,"


Dengan senyum menggoda, Lili menarik tangan Reza mengikuti langkahnya. Mau tak mau Reza pun menuruti keinginan Lili.


"Tapi ingat, kalau lelah kamu harus berhenti, ini perintah!"


Ucap Reza tegas yang diangguki oleh Lili.


Reza pun tersenyum sambil mengoyak pelan rambut istrinya, membuat Lili tersenyum nyengir kearah suaminya.


Akhirnya Lili, Reza, Mama Zahira dan Papa Sanjaya memetik anggur bersama. Diikuti semua anak buah mereka.


Dalam waktu singkat anggur anggur itu telah terkumpul dan cukup untuk membuat minuman anggur yang menyegarkan.


Lili dan Reza pun mulai memilih anggur yang berkualitas bagus untuk mereka buat minuman segar. Lili yang begitu bersemangat tak nampak sedikitpun terlihat lelah di wajahnya. Justru ia terlihat begitu menikmati semua kegiatannya.


Reza hanya tersenyum melihat Lili yang kembali menjadi sosok yang ceria lagi. Dia pun bersemangat membuat Lili selalu tersenyum.


Tahap demi tahap mereka selesaikan berdua hingga proses yang terakhir, yaitu memasukkan ke dalam botol penyimpanan.


Lili sangat puas dengan hasil kerja kerasnya.


Setelah menyelesaikan semuanya, ia pun membersihkan dirinya. Begitu juga dengan Reza.


Kini malam pun menjelang, kerlip bintang nan jauh disana bersanding bulan sabit serta angin yang semilir menerpa seluruh makhluk di pulau itu.


Nampak kesibukan terjadi di taman belakang Mansion Sanjaya. Lili yang baru saja turun dari kamarnya setelah beristirahat sebentar, dikejutkan oleh suara yang selalu menghiasi hari harinya, dan ia pun tersenyum sambil membuka kedua tangannya, menanti pelukan erat dari bidadari kecilnya.


"Kak Lili,,,"


Teriak Cahya yang berhambur ke pelukan Lili.


"Sayang,,, kapan kamu berada di sini, sama sapa?"

__ADS_1


Lili membelai lembut rambut Cahya lalu mencium kening, pipi, dan menautkan hidung mereka.


"Itu,,, sama mereka,,,"


Cahya mengarahkan telunjuknya ke kerumunan orang yang berkumpul dengan membuat api unggun juga tenda tenda yang mengelili api unggun tersebut.


Nampak Reza, Jay, Vino, dan Papa Sanjaya beserta anak buah mereka sibuk mendirikan tenda dan membuat api unggun. Sedang Mama Zahira, Mama Aisyah, juga Erlangi dibantu istri istri anak buah mereka sibuk membuat hidangan makan malam, mereka sedang membakar ikan juga daging.


Suasana bertambah hidup saat alunan musik terdengar menghiasi malam yang penuh dengan kegembiraan itu.


Lili pun melangkah ke arah para wanita yang mempersiapkan makan malam, diiringi oleh Cahya.


Akhirnya makan malam pun dimulai setelah semuanya siap. Dan semuanya berbaur tanpa ada perbedaan. Nampak kebahagiaan terlihat di wajah setiap orang. Hingga Jay pun memetik gitarnya, disamping api unggun, diikuti oleh yang lain. Sebuah lagu lama yang dinyanyikan oleh Iwan Falls pun mengalun dari dawai gitar Jay.


Lili dan Reza pun menyanyikan lagu itu diikuti oleh yang lain, mereka mengitari api unggun dengan tangan saling bergandengan satu sama lain.


Penggalan lirik itu pun terdengar begitu merdu,,"


🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶


Kemesraan ini,,, janganlah cepat berlalu,,,


Kemesraan ini,,, ingin ku kenang selalu,,,


Hatiku damai,,, jiwaku tenang disampingmu,,,


Hatiku damai,,, jiwaku tentram bersamamu,,,


Ha,,,ha,,,,


🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶


Lili pun memeluk erat kedua orang tuanya. Begitu pun dengan Reza yang memeluk Mama Aisyah untuk pertama kalinya semenjak mereka bertemu. Hingga suara seseorang membuat semuanya menatap kearah sumber suara.


"Adakah tempat untukku di sini, juga di hati kalian?"


Seorang wanita berdiri memandang ke arah semuanya dengan tatapan penuh kesedihan.

__ADS_1


bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2