GAME LOVE

GAME LOVE
bab 63 ciuman pertama


__ADS_3

Malam telah berlalu dari peraduannya, berganti dengan sinar mentari yang menghangatkan semua makhluk yang diterpa sinarnya. Nyanyian burung pun sayup sayup terdengar, mengalunkan melodi yang indah di dengar.


Tetes embun pagi masih membasahi dedaunan. Dan udara pun terasa sejuk menyegarkan, menenangkan pikiran juga mendamaikan hati sapa saja yang menikmatinya.


Perlahan Lili mengerjabkan matanya, kemudian bangkit dari tidurnya, bersandar pada kepala ranjang, ia pun tersenyum melihat Reza yang masih setia dengan buai mimpinya.


Perlahan di belainya rambut dan pipi suaminya,


lalu tersenyum tipis dan berbisik di telinga Reza.


"Kak,,, bangun,,, temani aku jalan jalan pagi ini."


Namun Reza tidak bergeming dari tidurnya, ia seakan tak merespon ucapan Lili.


Membuat Lili sedikit kesal dengan kelakuan suaminya. Ia tau kalau Reza sudah terbangun, namun ia sengaja tidak membuka matanya karena marah sama Lili. Ia ingin mengabaikan Lili seharian ini sesuai dengan ucapannya kemarin.


Sekilas peristiwa semalam masih terlintas di pikir Lili.


Saat Erlangi cemburu dengan kedekatan Mama Aisyah dan Reza, saat dia protes pada semua karena merasa diabaikan oleh orang orang yang memanjakannya selama ini. Karena itulah terjadi drama yang membuat Reza dan Lili ikut terlibat di dalamnya.


Lili yang berusaha menghibur Erlangi yang terlanjur cemburu dengan Reza, membuat Reza merasa di nomor duakan oleh Lili.


Ia tak suka jika Lili lebih perduli pada perasaan orang lain dari pada perasaannya. Ia tak mau Lili lebih membela Erlangi.


Apa lagi, baru kali ini ia bisa merasakan kasih sayang Mamanya, yang sudah hampir 25 tahun tak dirasakannya. Akhirnya ia pergi meninggalkan makan malam itu setelah berpamitan pada semuanya. Tanpa menghiraukan Lili yang terus memandanginya.


"Sayang,,, kejar suamimu,,, dia sedang marah sama kamu."


Tutur Mama Aisyah juga Mama Zahira disela sela percakapan mereka.


"Biarin aja Ma,,, mungkin dia butuh ruang untuk menyendiri dan menenangkan pikirnya."


Lili yang terlalu asyik dengan semuanya jadi lupa waktu. Ia baru naik ke atas menuju kamarnya setelah tengah malam. Dan itupun dalam kondisi yang mengantuk berat. Hingga setibanya di kamar ia langsung tertidur tanpa menghiraukan Reza yang sedari tadi telah menunggunya.


Reza yang tau jika istrinya itu sedang kelelahan, berusaha membuat Lili tetap tersadar, ia berusaha mencumbu Lili namun tak ada respon dari Lili.


"Kak,,, aku capek sekali,,, jangan malam ini ya,,, please,,,"

__ADS_1


Dengan mata yang telah tertutup, dalam hitungan detik ia sudah masuk dalam buai mimpinya.


Membuat Reza semakin menjadi marahnya, hingga ia berbisik di telinga Lili tak akan menghiraukannya seharian besok.


Lalu dia pun menyusul istrinya ke alam bawah sadarnya.


Lili pun tersenyum mengingat ucapan Reza semalam. Dengan senyum liciknya ia pun menggigit telinga Reza hingga menjadi merah, membuat empunya segera bangun dengan memegangi telinganya yang memerah, juga seluruh tubuhnya terasa mendapatkan sengatan listrik yang membuat bulu bulu halusnya berdiri semua.


Lili pun tertawa kecil melihat raut wajah suaminya sekarang.


"Kakak mau tidak nemani aku jalan jalan pagi, ini juga demi kesehatan debay Kak,,, aku nggak mungkin pergi sendiri, nanti kalau ada binatang buas gimana?"


Lili mulai mengeluarkan jurus rayuannya berusaha meluluhkan hati suaminya sekarang.


Dengan tatapan yang penuh harap dan sedikit senyum menggoda ke arah Reza. Ia mengatupkan kedua tangannya di dada. Reza hanya menatapnya dingin, tanpa sepatah kata ia pun bangkit dari duduknya lalu menuju ke kamar mandi.


Selesai membersihkan dirinya, ia pun keluar dari kamar mandi, namun ia tak mendapati Lili di tempat tidurnya.


Matanya pun diedarkan keseluruh penjuru ruangan bahkan ke balkon kamar, namun tak mendapati Lili di mana pun.


"Ma,,, Pa,,, dimana Lili?"


Reza yang khawatir pun lupa untuk menyapa yang lain. Dia fokus pada kedua orang tua Lili.


"Duduklah,,, sarapan dulu,,, dari semalem kamu makan sedikit aja, jaga kesehatanmu dulu, baru kau pikirkan putriku."


Mama Zahira memberi isyarat dengan matanya agar Reza duduk dan ikut bergabung untuk sarapan pagi.


Namun ia menolak dengan halus,"aku belum lapar Ma, di mana Lili sekarang,,,"


"Lili pergi jalan jalan bersama Vino juga Erlangi,,,"


Jawab Mama Aisyah yang mengolesi roti tawar dengan selai stroberry lalu mengambil cappucinno, dan memberikannya pada Reza.


Reza yang mulanya tak mau duduk, akhirnya duduk karena tak ingin mengecewakan Mamanya.


"Habiskan dulu sarapanmu, baru menyusul mereka, katanya mereka ingin berjalan di tepi pantai."

__ADS_1


Mama Aisyah dengan telaten dan lembut menyuapkan roti itu pada Reza. Dengan tersenyum malu Reza menerima setiap suapan yang diberikan oleh Mamanya, setelah habis segera ia meminum cappucinnonya, lalu bergegas bangkit dari duduknya dan pamit pada semua menyusul Lili yang terlebih dulu pergi bersama dengan Vino dan Erlangi.


Sementara itu, di pinggir pantai, nampak dua orang insan sedang beradu mulut. Hanya karena hal sepele saja.


Vino yang tidak mau mengambilkan kelapa muda karena takut ketinggian, di ejek oleh erlangi.


"Ganti saja celanamu dengan rok, pa daster sekalian, cwok masa takut dengan ketinggian,,,bukan cowok itu namanya tapi pria tulang lunak,,, ha,,, ha,,,, ha,,,"


Erlangi yang sudah menjatuhkan harga diri seorang Vino pun tertawa puas karena bisa membalaskan sakit hatinya yang di bilang anak manja anak Mami oleh Vino.


Sedang Vino hanya bisa menatap tajam ke arah Erlangi sambil mengepalkan tangannya. Tanpa di duga oleh Erlangi, tiba tiba saja Vino merengkuh lehernya dan memeluk pinggangnya dengan erat, lalu sebuah ciuman pun mendarat di bibir Erlangi.


Ia berusaha melepas ciuman itu, tapi Vino justru semakin memperdalam ciumannya, membuat Erlang tak berdaya dan hanya bisa memejamkan matanya serta meremas kaos Vino saat Vino menguasai dan merajai bibirnya.


Entah untuk berapa lama keduanya larut dalam buai kekesalan dan kemarahan yang berbuah kenikmatan.


Hingga suara itu menyadarkan mereka, hingga ke duanya pun melepas ciuman mereka," Lili mana,,,?"


Reza sudah berdiri di samping keduanya. Mereka berdua pun gugup, setelah insiden kiss mereka, pasti Reza sudah melihatnya.


"Katakan, Lili mana?


Keduanya dengan gugup mengatakan keberadaan Lili yang tak tentu, karena keduanya menunjuk berlainan arah.


Membuat Reza semakin khawatir dan ingin memarahi keduanya yang tak bisa menjaga Lili.


Belum sempat Reza membuka mulutnya, ia sudah di kagetkan dengan bunyi benda terjatuh.


"*Bruuugghhh,,,"


"Aaaarrgghhh*"""


Teriak Lili yang membuat ke tiganya berlari ke sumber suara.


"Lili,,,,"


bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2