GAME LOVE

GAME LOVE
bab 40 rahasia terkuak


__ADS_3

" Lili,,, buka matamu sayang,,, ini Mama sayang,,,"


Lili terkejut mendengar suara yang sangat dikenalnya. Ia pun segera membuka matanya, nampak Mama Zahira tersenyum kearahnya.


Segera ia bangun dari tidurnya lalu memeluk erat Mamanya.


" Mama,,, aku sangat merindukanmu, aku tak sanggup hidup tanpa kalian, Ma,, anakku pun pergi meninggalkan aku, hikss,, hikksss,,,"


Air mata mengiringi tiap ucapannya, membuat hati sapa saja yang mendengarnya pun tersentuh ingin menangis juga.


" Kamu yang sabar sayang,, ikhlaskan semuanya,, ini yang terbaik untukmu, percayalah,, Allah tahu mana yang terbaik untuk hambanya,,kamu harus kuat,,,"


Suara lembut itu menyadarkan Lili lalu menghapus airmatanya, melepas pelukannya, memandangi Mamanya yang tersenyum dengan membelai rambutnya.


" Yakinlah sayang, kami akan selalu bersamamu, doa kami selalu menyertaimu, jangan pernah merasa sendiri,,karena kamu punya kami dan Allah yang selalu melindungimu,, jangan pernah putus asa tetaplah jalani hidup dengan baik."


Mama Zahira membelai rambut dan pipi Lili, mengecup keningnya lalu memeluknya.


Lili merasakan kedamaian dalam pelukan Mamanya. Hingga ia merasa tubuh itu semakin lama semakin memudar seperti kabut yang menghilang.


Dengan sekuat tenaganya ia berteriak,,"Mama,,,"


Reza yang duduk disampingnya terkejut melihat Lili yang mengeluarkan keringat dingin dan langsung terbangun dari pingsannya, airmatanya tak henti menetes lagi.


"Maafkan aku, membuatmu seperti ini, aku janji, akan menjagamu di sisa hidupku."


Reza membawa tubuh Lili dalam pelukannya, berusaha memberikan ketenangan pada istrinya yang sedang terpuruk saat ini.


" Mama,,, dia hadir tadi Kak,,,hikkss,, hikkss,,,"

__ADS_1


Tutur Lili lirih disela tangisnya.


"Kamu harus ikhlaskan semua, jika ingin mereka bahagia disana."


Reza mengangkat dagu Lili mengarahkan padanya, ia pun mengusap air mata istrinya, mencium kening lalu membawa Lili dalam dekapannya.


Lili tak dapat pungkiri, jika ia merasakan kedamaian dalam pelukan suaminya, meski hatinya masih terluka.


*********


Sementara itu di Mansion Arsen, pria paruh baya itu seperti kebakaran jenggot, mengetahui Reza telah meninggalkan Mansion dan menjemput Lili pulang, amarahnya tak dapat dibendung lagi. Semua barang yang ada di depannya jadi sasaran marahnya.


Sedang Henry hanya duduk santai sambil menikmati sarapan paginya, ia sudah hafal dengan sikap Om nya itu.


Iya,, Henry adalah putra dari adik Arsen yang telah meninggal saat melahirkan, sedang pria yang menghamilinya tak mau bertanggung jawab justru menikah dengan wanita yang lain.


Itu semua salah adik Arsen sendiri yang berusaha memiliki pria itu dengan menjebaknya. Hingga hadirlah Henry dalam rahimnya, namun sayang harapannya tetap terkubur bersama dengan jasadnya, karena pria yang dicintainya tetap memilih wanita pujaannya.


Sejak saat itu Henry diasuh dan dibesarkan oleh Arsen, apa lagi usia Henry dan Reza yang sama, ia seakan mendapat ganti sosok putranya yang dibawa kabur oleh wanitanya.


Dia menganggap Henry seperti putranya sendiri.


Namun Arsen membesarkan Henry dengan caranya yang salah, hingga Henry pun tumbuh jadi pria yang sombong dan kejam, hingga ia bertemu dengan Alin, karena Alinlah ia bisa merasakan cinta.


"Kenapa kau hanya duduk santai menikmati sarapanmu, sedang anak brenngsek itu sudah kembali ke wanita sialan itu."


Suara Arsen meninggi dengan mata yang melotot ke arah Henry.


"Om tenang saja, Reza pasti akan ninggalin wanita itu, rencana kita tak akan gagal."

__ADS_1


Ucapnya penuh keyakinan dengan meminum jus nya.


" Bagaimana kau bisa yakin semua akan berhasil, padahal semua hanya rekayasa kita saja, mereka berdua bahkan tidak tahu kalau kita yang menjebak Reza dan Alin dalam satu ranjang?"


Arsen mulai menatap penuh selidik pada Henry yang menatapnya dengan senyum liciknya.


"Om akan tau dalam beberapa hari ini, karena ku yakin dengan hasil karyaku."


Henry tersenyum penuh kemenangan.


Arsen yang melihat tingkah Henry pun sadar akan kelicikan keponakan kesayangannya, meskipun ia sayang sama Alin dan tau jika Alin cinta pertama Reza, namun ia juga tau kalau Henry mencintai Alin, dan ia tau, pasti Henry akan melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta Alin, setidaknya ia bisa mengikat Alin disisinya meski tak mendapatkan cinta Alin.


"Jangan bilang kalau kau sudah mengambil kesempatan dari ini, Henry,,, kau sudah gila,, bagaimana kalau Reza dan Alin tau, semua bisa kacau,,"


Arsen menggeram menahan marahnya. Tangannya sudah terkepal dan siap memukul ke arah Henry.


" Aku sudah mendengar semuanya, Pa,,"


Suara itu mengejutkan Arsen dan Henry yang membuat mereka menoleh kearah sumber suara secara bersamaan, mereka terkejut karena Alin sudah berdiri tak jauh dari mereka.


"Alin sayang,,, maafkan Papa, tolong beri Papa waktu untuk jelasin semuanya."


Arsen melangkah mendekati Alin namun tangan Alin memberi kode agar Arsen tak mendekat.


"No Pa, jangan dekati aku, sampai kapan pun aku tak akan memaafkan kalian,,,"


Dengan derai air mata Alin berlari keluar Mansion menuju laut lepas yang ada di depan Mansion. Henry dan Arsen segera mengejarnya.


"Maafkan aku Reza,,, Lili,, aku tak berani bertemu dengan kalian lagi setelah semuanya terjadi, aku telah hancur, kan kubawa kenangan kita bersama, juga anak yang tak kuharapkan hadirnya ini bersamaku di keabadian."

__ADS_1


Alin terus melangkahkan kakinya memasuki lautan yang makin lama makin dalam, dan tiba tiba semua jadi gelap dan ia terjatuh.


bersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2