GAME LOVE

GAME LOVE
bab 9 perkelahian


__ADS_3

Suasana arus lalu lintas yang padat, membuat gadis ini harus memutar laju motor sport nya memasuki gang gang kecil yang sangat sepi, entah mengapa malam ini ia merasa berbeda dengan malam malam sebelumnya, walaupun gang sepi namun setidaknya masih ada aktifitas seseorang, entah penjual makanan keliling yang mangkal atau para pengemudi motor yang lain, meskipun hanya beberapa orang.


Saat ini jalanan seakan mencekam karena hanya dia saja yang melintasinya. Sejenak ada perasaan was was di hati gadis ini namun ditepisnya. Ia mencoba berpikir positif dan segera mengegas motornya lebih kencang lagi hingga ia harus mengerem mendadak, untung remnya pakem hingga motor itu terangkat ke atas sedikit belakangnya.


Ia pun menatap tajam ke depan, nampak ada beberapa preman yang sedang menghadangnya. Wajah mereka terlihat sangat sangar dan bengis, dengan membawa senjata tajam yang siap dihunuskan pada mangsanya.


Untuk sesaat hati Lili menciut melihat mereka, namun ia berusaha tenang dan tetap fokus. Preman preman itupun menghampirinya. Dan mereka sudah mengepung Lili. Dan mengambil kunci motornya.


" Nona cantik, serahkan motormu, juga barang berharga lainnya, kalau tidak kami tidak akan sungkan untuk menyakitimu!"


Nada berat dan kasar terucap dari salah satu preman itu.


Saat ia ingin menarik Lili dari atas motornya, tangannya sudah tercekal oleh gadis ini dan sebuah pukulan tinju sudah mengarah ke wajahnya, membuat hidungnya mengalirkan darah segar.


Melihat temannya terhuyung kebelakang dengan hidung yang berdarah, preman yang lain pun menyerang Lili bersamaan.


" Dasar wanita sialan, rasakan ini,,,!"


Teriak salah satu dari mereka.


Lili pun turun dari motornya dan bersiap memasang kuda kuda, saat ke empat preman itu menyerang secara bergantian, Lili dengan mudah bisa menangkis serangan mereka, namun saat mereka menyerang bersamaan, nampak Lili sedikit kewalahan, meskipun ia jago bela diri dan sudah ditempa sedari kecil, namun tenaganya sudah mulai terkuras oleh ke empat preman itu yang ternyata juga jago dalam bela diri.


Saat menghindari serangan seorang preman yang membawa pisau dan mengarah ke wajahnya, ia mendapatkan pukulan di punggungnya hingga harus jatuh tersungkur ke aspal, untung lengannya di jadikan penopang agar wajahnya tak menyentuh aspal.


Ia pun segera bangkit dan mempersiapkan diri lagi, saat seorang preman ingin menusuk dadanya ia berkelit ke samping, dan hanya ruang kosong yang ditusuk pria itu.


Lili pun menendang perut preman itu hingga terjengkang ke belakang, namun segera ketiga temannya menyerang Lili bersamaan, membuat gadis itu mundur kebelakang dengan memegangi perutnya yang terkena pukulan salah seorang preman, nampak darah mengalir di sudut bibirnya.


Lili pun mengusap darah itu dengan tangannya.

__ADS_1


" Brengsek kalian, siapa yang menyuruh kalian, dibayar berapa kalian untuk membunuhku?"


Suaranya lantang memecah kesunyian malam. Dengan nafas yang masih memburu ia mencoba tetap fokus.


" Brengsek, kenapa aku tadi tidak bawa senjata saja, biar kuhabisi saja cecunguk cecunguk itu, sial,,, wajahku jadi ternoda kan,, brengsek kalian,,,"


Lili sudah mempersiapkan diri lagi saat mendapat serangan berikutnya, kini ia benar benar tak bisa memandang preman preman itu enteng, karena mereka cukup terlatih.


Perkelahian tak seimbang pun terjadi lagi, meski Lili berhasil memukul lawannya namun dirinya juga terkena sabetan pisau hingga jaketnya robek dan tangannya terluka, mengeluarkan darah segar membasahi jaketnya.


Saat salah seorang preman ingin menusukkan pisau di perutnya, pandangan mata Lili sudah kabur, karena melihat darahnya sendiri yang mengalir dari luka di lengannya.


Dengan keterbatasan pandangannya ia mencoba memberikan perlawanan, dan harus berakhir dengan ambruknya badannya ke aspal.


" Ma, Pa, inikah akhir dari hidupku, maafkan putrimu ini Ma,, Pa,,, Reza,,, maaf,,,"


Lili pun menutup mata tak sadarkan diri.


Salah satu dari mereka pun menghubungi seseorang yang menyuruh mereka untuk mencelakai Lili.


" Hallo,,, gimana,,, semua beres?"


Tanya dari seberang.


" Semua beres Bos, dia sudah terluka parah, apa kita perlu membuangnya dari kota ini?"


" Habisi dia dan buang mayatnya ke jurang atau lautan, biar tak ada yang menemukannya."


Titah dari seberang yang penuh dengan nada kebahagiaan.

__ADS_1


" Baik Bos,,, tapi apa kami boleh bersenang senang dulu Bos, rugi wanita secantik dia meninggal sebelum merasakan syurga dunia, biar kami yang akan memberikan syurga itu padanya."


" Ha,,, ha,,,ha,,, idemu bagus juga, buat dia meninggal dengan tersiksa pelan pelan, kalau bisa cabik cabik seluruh tubuhnya hingga kematiaan pun enggan menghampirinya."


Tawa jahat dari seberang membuat preman itu tersenyum senang dan memasukkan ponselnya kembali ke saku celananya karena sambungan tlp telah terputus.


" Teman teman,, malam ini kita berpesta,,,ha,,,ha,,, ha,,,"


Dengan menghampiri tubuh Lili yang tergeletak bersimbah darah yang keluar dari luka di lengannya.


" Wanita cantik sadarlah, kita akan bersenang senang, kami akan memberikan kematiaan yang nikmat untukmu,,, ha,, ha,, ha,,,"


Saat tangan pria itu ingin menyentuh tubuh Lili, ada tangan yang sudah mencekalnya, dan pukulan tepat kearah hidungnya hingga darah mengalir deras dari hidungnya.


Disusul dengan tendangan ke perut dan dadanya, membuat pria itu tersungkur jatuh ke aspal, belum sempat ia terbangun pukulan keras sudah mendarat di ulu hati pria itu membuatnya tak sadarkan diri.


Keempat preman yang lain hanya diam saja tak berani memberikan pertolongan pada temannya.Karena mereka takut pada pria yang sudah berdiri dihadapan mereka.


Tanpa menunggu perkataan pria ini mereka segera meminta maaf, namun pukulan pria ini dengan cepat menghantam ke arah ulu hati ke empatnya hingga mereka terkapar ke aspal.


" Beraninya kalian menyentuh wanitaku!"


Setelah itu pria ini mengangkat tubuh Lili dan memasukkan ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


" Bertahanlah sayang,,,aku yakin kamu pasti bisa,, kamu wanita yang kuat,,, kumohon,,,"


ya,,,ya,,, sapa hayo yang bantu Lili,, nantikan esok lagi ya,,, 😂🤭


bersambung,,, 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


jgn lupa ninggalin jejak ya mkasih🙏


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2