
Di ruang rapat, semua pemegang saham PT. Sanjaya Group sudah hadir, tak terkecuali Lili dan Reza, begitu juga dengan pihak perwakilan dari Ceofeng. Aby dan Salsa pun tak ketinggalan. Begitu juga dengan Arsen dan Henry pun ikut dalam meeting tersebut.
Mulanya semua pada heran akan kedatangan Arsen serta Henry, namun setelah Henry menjelaskan jika Arsen juga merupakan pemilik saham, maka semuanya pun mengerti. Begitu juga dengan Reza yang terkunci bibirnya saat tau Arsen menanamkan sahamnya di Sanjaya Group. Tapi mulai kapan, itulah yang jadi pertanyaan Reza.
Akhirnya meeting pun dimulai oleh perwakilan Ceofeng Company. Mereka mempersilahkan PT. SANJAYA GROUP juga PT. INDORAYA GROUP untuk mempresentasikan hasil kerja mereka.
Mulanya Aby yang mempresentasikan hasil kerjanya, dengan rasa percaya diri yang kuat, ia menjabarkan semua hasil kerja timnya mempromosikan produk kecantikan dari Ceofeng Company.
Setelah dirasa cukup puas, ia pun mengakhiri presentasinya, lalu duduk kembali di kursinya.
Perwakilan dari Ceofeng Company tersenyum pada Reza, dengan isyarat tangannya ia mempersilahkan Reza untuk mempresentasikan hasil kerjanya.
Reza pun melirik kearah Lili yang fokus membaca berkas berkas yang ada dimejanya, tanpa menghiraukan sekitarnya.
Akhirnya Reza pun mempresentasikan hasil kerja dari timnya, meski ada sedikit kegundahan hatinya ia mencoba menepisnya.
Setelah dirasa cukup, ia pun mengakhiri presentasinya.
Perwakilan dari Ceofeng pun memandang kearah Jay yang sedang fokus menatap Lili dengan senyum khasnya. Dia hanya tersenyum melihat Bos nya yang kini lain dari biasanya.
Akhirnya ia membuka suara.
__ADS_1
"Kami memutuskan yang akan memenangkan tender ini PT SANJAYA GROUP, tapi dalam pantauan kami, karena mulai sekarang Perusahaan ini milik kami, juga Nona Lili sudah menjadi milik Ceofeng Company. sesuai dengan perjanjian yang telah kami sepakati bersama, benarkan Nona Lili?"
Ucap perwakilan Ceofeng itu sambil menatap pada Lili yang terkejut dengan ucapannya hingga ia memandang kearah perwakilan Ceofeng tersebut.
Lalu dengan langkah tegapnya perwakilan Ceofeng itu memberikan berkas perjanjian antara Ceofeng Company dengan Lili waktu itu.
Kini Lili hanya tersenyum pahit memandangi berkas perjanjian yang kini sudah ada ditangannya.
Sedang Reza yang sudah menahan marahnya sedari tadi hanya bisa mengepalkan tangannya. Raut wajahnya merah padam dengan memandang tajam ke arah perwakilan Ceofeng.
Lili hanya bisa membuang nafasnya dengan berat lalu tersenyum hambar ke arah perwakilan Ceofeng.
"Saya akan menepati perjanjian kita, tapi ada hal yang ingin saya katakan pada Presdir Ceofeng Company."
" Yang membuat perjanjian ini saya sebagai pemilik dari Sanjaya Group, tapi sekarang Sanjaya Group bukan milik saya lagi. Melainkan milik Tuan Arsen, beberapa menit yang lalu dia telah membeli saham Sanjaya Group sebesar 60%, dan saham yang lain sebesar 40% adalah milik Reza, jadi saya bukan lagi pemilik dari PT SANJAYA GROUP. Karena itu saya tidak bisa memberikan Perusahaan ini pada pihak kalian, satu satunya yang saya punya hanyalah saya sendiri, maka hanya dengan diri saya akan menepati perjanjian kita, bagaimana?"
Ucapan Lili begitu tegas, tak ada raut takut atau penyesalan yang nampak di wajahnya. Ia nampak tegar dengan semua yang terjadi.
" Tuan, saya ada penawaran buat anda, gimana kalau saya berikan seluruh harta saya dan Lili, dengan balasan kebebasan Lili dari perjanjian ini."
Ucap Reza yang terdengar begitu berat, ia tak bisa membayangkan jika Lili benar benar menjadi budak Ceofeng, pasti hidupnya akan hancur dan menderita, ia tak sanggup dengan itu semua.
__ADS_1
Ia berdiri dari kursinya, melangkah kearah kursi Lili berada lalu meletakkan kedua tangannya di pundak Lili, menariknya lembut hingga kepala Lili bersandar pada tubuhnya.
Aby dan Salsa yang melihat adegan itu sama sama terbakar hatinya, mereka sama sama menatap tajam kearah Reza dan Lili. Namun tak
berani berkomentar apa pun, karena mereka telah ditutup mulutnya oleh Jay. Dengan semua skandal mereka yang jika diketahui oleh publik maka hancurlah karier mereka.
Bagai kerbau yang ditusuk hidungnya, mereka hanya bisa menuruti kemauan Jay yang merupakan Presdir Utama dari Ceofeng Company.
"Maaf Tuan Reza, tapi saya tidak tertarik dengan penawaranmu, harta saya sudah lebih dari cukup untuk tujuh turunan kami, yang saya mau hanya Nona Lili,,, oh tepatnya Nyonya Reza Maulana."
Tutur Jay tenang dengan tatapan dinginnya kearah Reza yang sudah memerah matanya.
" Sampai kapan pun saya tidak akan membiarkan istri saya jadi budakmu."
Ucap Reza seraya menarik lembut Lili agar bangkit dari duduknya, lalu membawanya keluar ruangan, namun belum sempat mereka mencapai pintu, Jay sudah menghentikan langkah Reza dan Lili.
"Jika kau tak ingin melihat Mama mu tuk selamanya, maka bawalah istrimu itu pergi, kau dapatkan Mama mu dan aku dapatkan kekasih hatiku."
Reza berbalik kearah Jay yang sudah berjalan kearah mereka, lalu menarik Lili dari dekapan Reza, hingga tubuh Lili membentur tubuhnya.
"*Dia sudah jadi wanitaku sekarang, kesalahan besar jika kamu mempertahankannya!"
__ADS_1
bersambung๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น*