GAME LOVE

GAME LOVE
bab 33 pertemuan kembali


__ADS_3

Bunda Ay akhirnya membuka matanya saat merasakan ada tangan yang menyentuhnya. Beliau pun perlahan bangkit dari posisinya yang menyandarkan kepalanya di samping tubuh Zahra.


" Kau sudah siuman, Nak? Syukurlah, Bunda sangat takut jika terjadi apa apa sama kamu."


Bunda Ay membelai rambut Zahra dan mencium kening nya.


Zahra pun memeluk Bundanya dengan erat, dihapusnya sisa air mata yang tertinggal agar tak terlihat oleh Bunda nya.


" Maafkan Zha,,, sudah membuat Bunda khawatir, andai saja Zha mendengarkan nasehat Bunda pasti tak akan terjadi peristiwa ini."


Tutur Zha sambil melepas pelukannya, dan memandang pada Bundanya dengan penuh penyesalan.


" Semua bukan salahmu sayang, ini cobaan dan takdir yang harus kamu jalani, kamu harus ikhlas dan tabah dengan cobaan ini."


Bunda Ay membelai lembut rambut Zha.


"Iya Bunda, tapi dimana Lili, kenapa dia tidak nampak?"


Zha mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan tak menjumpai Lili disana.


"Sayang,, Lili,,, dia,,,diculik,,dan kami belum tau keadaannya."


Tutur Bunda Ay terputus putus karena tak kuasa menahan sedihnya mengingat kondisi Zha dan Lili sekarang.


"Ya Allah,,, kenapa jadi gini, pasti Mas Reza akan marah besar pada kami, karena kami yang memaksa Lili ikut."


Zha sudah gemetaran memegang tangan Bundanya, nampak raut cemas dan takut terukir di matanya.


"Keberadaan Lili sudah ditemukan, Reza dan yang lain sudah pergi menyelamatkan Lili sekarang, kalian tidak perlu cemas."


Tiba tiba saja Kean menyela pembicaraan mereka.


Keduanya pun serentak menatap kearah Kean yang jadi salah tingkah karena dipandang begitu intens oleh Zha dan Bunda Ay.


"Apa Lili baik baik saja Nak Kean?"


" Insya Allah Bunda, ia wanita yang tangguh jika berhubungan dengan orang yang dikasihinya, dia akan berjuang untuk kebahagiaan mereka, aku yakin Lili baik baik saja, dia bisa menjaga dirinya sendiri."


Kean pun bangkit dari duduknya, lalu berjalan menghampiri brangkar Zha.


"Bunda dan Zha tidak perlu khawatir, Lili pasti punya sejuta akal untuk lolos, sekarang fokus saja pada kesehatan Zha."

__ADS_1


Kean memandang sendu pada Zha, sungguh dihatinya terselip penyesalan dan rasa bersalah telah membuat gadis ini menanggung semua yang seharusnya Lili yang menanggungnya.


Sesaat mereka saling pandang hingga bunyi ponsel Kean membuyarkan semuanya.


"Hallo,, apa,,,???Tidak mungkin itu terjadi, Ya Allah,,,,,"


Kean duduk terkulai di brangkar Zha, nampak raut kesedihan terlihat jelas wajahnya, matanya berkaca kaca, namun segera ditepis dengan menengadah ke langit agar buliran itu tak jatuh.


"Kenapa Kean, apa yang terjadi?"


Pertanyaan Zha sukses membuat Kean tersadar dari lamunannya.


"Papa Sanjaya dan Mama Zahira mengalami kecelakaan pesawat, mereka dikabarkan meninggal karena pesawat mereka jatuh di lautan dan hancur berkeping keping."


"Innalillahi,,, trus Lili?"


Airmata sudah mengalir dari pelupuk mata Zha dan Bunda Ay,, mereka juga merasakan kesedihan yang dalam, karena selama ini mereka sudah diterima dengan baik oleh keluarga Sanjaya semenjak Lili mengajak mereka untuk tinggal bersamanya.


Keluarga itu menerima mereka seperti keluarga sendiri, apa lagi Lili, ia tak pernah membedakan Mama nya dan Bunda Ay, ia berusaha adil untuk kedua orang yang dianggapnya sebagai Ibu.


"Bagaimana jika Lili tau nantinya, kasihan anak itu, masih muda tapi merasakan derita yang cukup berat."


Bunda Ay memeluk Zha yang semakin terisak.


*********


Di kamar yang besar dan luas itu, perlahan pria itu membelai wajah Lili. Dengan senyum penuh arti ia pun mulai mencium kening Lili, mengabsen setiap inci wajah Lili dengan kecupannya.


Senyum nya mengembang, nampak kebahagiaan jelas terlihat di matanya, ia pun mulai membuka bajunya, melemparnya ke sofa kamar, setelah itu ia pun mulai mencumbu Lili yang seperti mayat hidup itu, karena dia hanya terdiam meskipun tubuhnya tersentuh oleh orang, seakan ia jatuh ke alam mimpinya yang terdalam, dan tak terusik oleh apa pun juga.


"Sayang,, sadarlah,, kita ciptakan syurga dunia kita, ayo bangunlah,,,"


Bisik pria itu yang kini tengah asyik bermain di tempat favoritnya, yaitu kedua dada Lili.


Rangsangan demi rangsangan pun ia lakukan untuk menyadarkan Lili dari alam bawah sadarnya. Dan usahanya pun tak sia sia, Lili pun merespon semua aksinya.


Perlahan mata Lili pun terbuka, dan samar samar ia bisa melihat pria yang ada dihadapannya sekarang, yang menatapnya penuh kasih sayang.


"Reza,,,benar ini kau?"


Ucapnya lirih sambil menakupkan kedua tangannya di pipi suaminya.

__ADS_1


"Iya sayang,, ini aku,, kamu aman sekarang,,,maaf kalau aku sedikit terlambat datangnya."


Lirihnya seraya mencium kening dan bibir Lili.


Airmata Lili tak dapat di bendungnya lagi, ia pun menangis di dada bidang suaminya, suami yang dulu sangat ingin dihindarinya, tapi sekarang justru dialah yang sangat diharapkan kehadirannya oleh Lili.


Reza pun memeluk tubuh istrinya dengan erat, seakan tak ingin terpisah lagi, untuk sesaat ia melupakan hasratnya yang tadi telah sampai ubun ubun nya. Ia membuat Lili tenang dalam dekapannya. Setelah tersadar, Lili pun mulai melepas pelukan Reza.


Melihat Reza yang tak memakai baju dan gaunnya yang terbuka, ia pun tersenyum, menatap penuh tanya ke arah Reza, yang ia sendiri pun tau akan jawabnya.


" Bolehkan sayang,, kan sudah 2 minggu kita nggak lakuinnya?"


Reza menatap Lili penuh harap.


" Nggak boleh sayang,, ingat pesan Dokter Feby, kita tak boleh lakuinnya selagi aku belum siap."


Lili tersenyum penuh kemenangan saat Reza mengambil nafas dalam dalam, terlihat jelas keputus asaan dan kekecewaan yang besar di matanya.


"Sayang,,, maaf ya,,, kan demi debay juga,,,maaf ya,,,"


Dengan manjanya Lili menelusuri tiap jengkal dada bidang suaminya menggunakan telunjuknya, dan tersenyum menggoda kearah Reza.


Reza pun menatap tajam ke arah Lili, dan dengan cepat ia sudah menghimpit tubuh istrinya itu.


" Kau yang menggodaku sayang,, jangan salahkan aku."


Bisiknya dengan melancarkan aksinya, membuat Lili tak berdaya, hingga harus menuruti semua inginnya.


"*Tapi perlahan, aku tak mau debay kenapa napa."


"Aku akan melakukannya dengan perlahan, nikmati saja syurga dunia kita*."


" Tunggu Kak,,, bagaimana kau bisa ada disini sekarang? Seingatku aku sudah dibius oleh pria itu."


Lili menahan tubuh Reza yan ingin mencumbunya. Nampak jelas dimatanya ada sejuta pertanyaan yang ingin diutarakannya. Namun Reza segera menepis tangan Lili.


"Kuceritakan setelah aku menengok debay, aku sudah kangen dengan kalian berdua."


Bisik Reza yang sudah memulai aksinya, membuat Lili tak berdaya dengan aksi suaminya ini.


Mereka pun menghabiskan malam dengan kasih sayang yang mereka ciptakan, menyatukan perbedaan dalam manisnya lautan madu yang mereka selami berdua.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, bahaya telah mengancam di luar kamar mereka.


bersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2