
Malam telah berlalu dari peraduannya, meninggalkan jejak kisah semalam antara dua insan yang telah melakukan penyatuan meski itu karena keadaan.
Sinar Surya yang menerobos masuk ke dalam kamar menguarkan kehangatannya. Semilir hembusan bayu yang menyusup di balik tirai yang terbuka pun menampar wajah cantik yang masih setia dalam tidurnya.
Perlahan matanya mengerjap saat ia mendengar riuhnya suara yang saling bersahutan disertai dengan derunya ombak yang memecah batu karang.
Perlahan ia menggeliat dan merasakan sakit di daerah sensitivnya, tubuhnya pun terasa remuk redam, kepalanya masih sedikit pusing, membuatnya perlahan bangkit dari tidurnya dan bersandar di kepala ranjang.
"Kenapa tubuhku sakit semua, dan kenapa perih, nyeri sekali bawahku?"
Gumamnya sambil memijat keningnya.
" Tunggu,, bukankah semalam ada yang membiusku, kenapa sekarang aku justru ada di kamarku sendiri?"
Lili pun mencoba mengingat ingat kejadian semalam, sekilas ia teringat saat membenturkan kepalanya dan saat Reza masuk dalam bathtup.
" Tidak,,, tidak,,, itu tidak terjadi kan? Bukan dia kan yang mengambil kesempatan dariku, tidak,,, pasti ini hanya ilusiku."
Lili menggelengkan kepalanya dan mencengkram rambutnya kasar, air matanya pun turun membasahi pipinya yang masih terasa panas.
" Oh Tuhan,,, kenapa harus begini,,, Alin,,, maafkan aku, semoga yang kupikirkan tidak terjadi, dasar kuman,,, sampah tetaplah sampah, aku membencimu,,, hiksss,,, hikss,,, hiksss,,,,"
Lili membenamkan wajahnya di bantal yang dibawa dalam pangkuannya.
" Lili,,, kau harus kuat, apa pun yang terjadi kau harus ikhlas, ingat hidupmu bukan milikmu lagi, tetap fokus pada tujuanmu, ini hanya kerikil yang harus kau singkirkan, dimana Lili yang kuat dan tak pantang menyerah, yang hilang tak akan kembali, bukankah ini lebih mempermudahmu mencapai tujuanmu? Ayo bangkit Lili,, tujuanmu selangkah lagi, demi kebahagiaan semua kamu harus tegar dan kuat, sekokoh karang di lautan, tak bergeming meski badai ombak menerjang, bangkitlah Lili,, demi orang orang yang kamu sayangi."
Bisik hati sisi baiknya.
Lili seakan tersadar dari mimpi buruknya, ia pun perlahan turun dari tempat tidur dan melangkah perlahan menahan rasa sakit dibawahnya dan seluruh tubuhnya yang terasa remuk redam.
Melangkah ke kamar mandi dengan berpegang pada benda benda yang ada, namun langkahnya terhenti saat dihadapannya sudah berdiri sesosok pria yang dibencinya sekarang.
Reza yang baru saja selesai membersihkan dirinya pun menatap tajam kearah Lili, tanpa berkata apa apa, ia pun segera mengangkat tubuh Lili dan membawanya ke dalam kamar mandi.
" Lepaskankan aku brengsek, puas kamu sudah merenggut kesucianku semalam, dasar brengsek, aku membencimu sepenuh ragaku, aku tak akan memaafkanmu seumur hidupku, lepaskan aku,,,!"
Lili berontak dalam gendongan Reza yang hanya di balas senyum tipis olehnya.
" Diam,,, kalau tidak aku akan melakukannya seperti semalam, biar kamu juga tau betapa manisnya mereguk madu cinta, kau sungguh membuatku gila semalam,,,"
Bisiknya di telinga Lili yang membuatnya menatap tajam ke arah Reza.
"Berani kau melakukan itu lagi, maka aku akan bunuh diri dihadapanmu!
" Princess crewet nan manja,,, apa aku bodoh akan membiarkanmu bunuh diri begitu mudah, sekarang kamu hanya milikku, bahkan malaikat mautpun tak akan kubiarkan mendekatimu!"
Ucapnya lirih namun penuh dengan penekanan.
__ADS_1
Membuat Lili hanya terdiam tak membalas ucapan Reza, karena ia tau pasti sapa pria yang membawanya dalam gendongannya sekarang.Percuma berdebat dengannya kalau ia sudah tentukan pilihannya.
Reza pun mendudukkan Lili di dalam bathtup yang tadi telah disiapkan airnya oleh Reza saat mendengar langkah Lili menuju kamar mandi.
" Bisa mandi sendiri apa perlu aku yang mandiin?"
Tanpa Lili duga, seorang Reza mampu mengutarakan kalimat yang seperti itu, pria yang dulu dikenalnya cukup dingin namun kini berubah hanya dalam waktu semalam.
Wajah Lili pun seketika memerah, antara malu dan marah pada Reza saat ini.
" Pergilah, aku bisa melakukannya sendiri,"
Bentak Lili untuk menyembunyikan perasaannya saat ini, yang campur aduk tak karuan, antara benci, malu juga sedih.
" Ingat,,,, kamu adalah milikku, dan jangan coba coba menyakiti dirimu sendiri, karena ku bisa membuat orang yang kau sayangi merasakan penderitaan tak bertepi, kau tau maksudku kan, princess manjaku!"
Bisik Reza tepat ditelinga Lili, hingga hembusan nafasnya yang hangat pun menerpa leher Lili, membuat bulu bulu halusnya ikut berdiri.
"Pergi,,,!"
Bentak Lili namun bibirnya tertutup oleh Reza yang sudah menciumnya.
" Morning kiss honey,,"
Ucapnya seraya melangkah pergi, meninggalkan Lili yang masih terpaku menatapnya dan....
" Bruuugghh"
Reza terus saja mendekat ke arah tubuh Lili, sambil melepas kancing bajunya. Lili pun memundurkan tubuhnya sampai terpentok ke sudut bathtup, wajahnya pias melihat aksi Reza, rasa takut tiba tiba hadir dalam hatinya, dengan gemetaran ia pun menyilangkan tangannya menutupi dadanya.
"Ma,,, mau apa kamu,, per,, pergi,,,!"
Bentaknya namun dengan suara yang bergetar karena rasa takutnya tak dapat ia sembunyikan lagi.
Namun Reza tak mendengarkan perkataan Lili, ia semakin mendekatkan wajah mereka, dan tangannya mulai merengkuh leher Lili, dan membawanya dalam ciuman yang membuat tubuh mereka merasakan hawa panas yang berdesir di darah mereka. Semakin Lili mencoba berontak, semakin dalam Reza menciumnya. Hingga keduanya kehabisan nafas, baru Reza melepas ciuman itu.
" Ingat, jangan sekali kali kamu berani pada imammu, inilah hukuman karena kau berani melempariku dengan ini."
Reza pun mengangkat botol sabun dan tersenyum penuh kemenangan pada Lili. Lalu melangkah keluar dari kamar mandi.
"Dasar gila,,, brengsek kau kuman,,, sampah ,, aku jijik padamu,,,"
Teriak Lili dari kamar mandi yang bisa di dengar oleh Reza karena pintu kamar mandi yang tak tertutup dengan sempurna, dan Reza hanya tersenyum mendengarnya.
" Orang gila dan sampah ini yang akan memilikimu selamanya, dan kau tak kan bisa berbuat apa apa lagi princess crewetku nan manja."
Ucapnya lirih lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, setelah itu pun mulai fokus dengan mengecek berkas berkas kerjaannya yang ada di laptop Lili.
__ADS_1
Dan matanya membulat sempurna saat ia membaca pesan dari akun tersembunyi yang tersimpan rapi.
" Kau ingin menghancurkan keluargaku, dan Lili yang kau jadikan umpan, jangan harap aku akan tinggal diam, sedikit kau sentuh keluargaku, tak ada ampun untukmu, Ded!"
Reza mencengkram laptop Lili, matanya sudah memerah menahan marahnya, sungguh ia benar benar marah saat ini, dan ia juga kecewa pada Lili sekarang, yang menyembunyikan hal besar darinya. Dan kini mata itu tengah melihat ke arah Lili yang sedang menatapnya penuh tanya.
Dikendalikan oleh amarahnya, ia pun mendekati Lili dan mencengkram pundaknya dengan keras, membuat Lili meringis menahan sakitnya.
" Lepas,,, kau menyakitiku,,"
" Kenapa kau membohongiku, jawab!"
Bentak Reza dengan nada yang meninggi, membuat Lili tersentak dan menatap penuh tanya ke arah Reza.
"Jawab Liliana Az Zahra, jawab,,!"
Bentak Reza lagi, namun kali ini Lili menipis tangan Reza dan menamparnya.
"Siapa kamu berani membentakku, heh?"
Suara Lili pun meninggi dan tatapan tajam membunuh ke arah Reza.
Reza yang memegang pipinya karena ditampar Lili pun semakin tak terkontrol amarahnya.
" Kau ingin tahu aku siapa, baik akan kuberi tau padamu aku siapa, camkan dalam ingatanmu aku ini siapa."
Reza segera mengangkat tubuh Lili dan melemparnya ke tempat tidur, dengan kasarnya ia pun memaksa Lili menjadi pengobat amarahnya.
" Inilah aku, imammu sekarang, calon Papa dari anak anak kita, menantu dari keluarga Sanjaya, pemilik Golden Company, putra dari Golden Arsen!"
Ucapnya sambil merobek gaun yang di kenakan Lili.
" Jangan Rez,, aku mohon, lepaskan aku,, aku salah telah menyembunyikan semuanya, tapi tolong, jangan hukum aku seperti ini,,"
Airmata Lili terus mengalir berharap Reza mau melepaskannya.
" Semua sudah terlambat, kau tak akan bisa lepas lagi dariku, dan inilah untuk hukumanmu, nikmati saja ya sayang,,,"
Bisik Reza di telinga Lili yang kini tak bisa berontak lagi karena tubuhnya sudah terkunci oleh Reza.
" Maafkan aku princess manjaku, karena hanya dengan kau memiliki keturunanku, itu yang akan menyelamatkanmu dan keluargamu."
Bisik hati Reza yang juga terluka hatinya karena memaksakan kehendaknya pada Lili.
Dan semua terulang lagi dan kini semua terjadi disaat Lili terluka hatinya oleh perlakuan Reza.
bersambung🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
terima kasih pada semua yg mendukung cerita receh ini, moga semua mendapatkan pahala yang berkali lipat dari Allah , ❤️u all
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️