GAME LOVE

GAME LOVE
bab 24 pernikahan dadakan


__ADS_3

Setelah tertunda karena Lili yang cedera, cedera hati dan fisiknya, kini syuting pembuatan iklan mau tidak mau hari ini harus berakhir dan hasilnya harus memuaskan.


Tim Aby dan Salsa sudah menyelesaikan pembuatan iklan mereka, dan bersiap siap untuk meninggalkan Villa terkutuk itu bagi seorang Lili.


Dan kini, Lili dan Alin sedang di make up oleh seorang MUA terkenal dikalangan selebriti.


Kecantikan keduanya nampak terpancar jelas, meskipun aura Lili sangat buruk hari ini, namun dapat ditutupi oleh kecantikan yang membuat mata siapa saja yang melihatnya merasa kagum akan ciptaan yang Kuasa.


"Nona memang sempurna, pantas saja Tuan Reza dan Jay saling berebut tadi untuk berpasangan dengan anda."


Celetuk MUA itu sambil memake up Lili yang hanya terdiam sedari tadi.


" Tadi mereka sempat bersitegang, bahkan sempat Tuan Jay memukul Tuan Reza, untung Dokter Kean bisa melerai mereka, dan semua jadi tenang sekarang."


Ucap MUA itu meneruskan apa yang dilihatnya tadi.


Namun Lili hanya terdiam, ia seakan tak mendengar semua perkataan MUA tadi dan asyik larut dalam lamunannya sendiri, hingga kata kata itu pun menyadarkan Lili dari lamunannya.


" Masya Allah,,, ternyata adikku memang cantik sekali, pantas saja banyak yang jatuh hati padamu."


Kean tiba tiba masuk dan duduk di sofa depan meja rias Lili.


Tanpa mengingat sekelilingnya, Lili pun berhambur ke pelukan Kean dan menumpahkan airmatanya. Kean pun membelai rambut adik angkat yang sangat disayanginya itu.


"Tumpahkan semua airmatamu sekarang, setelah itu jadilah Lili yang ku kenal dulu, sok kuat, sok jutek, sok sombong, hingga tak ada yang mau mengenalmu, karena dengan itu, kau tak akan terluka oleh mereka yang hanya ingin menjilatmu saja."


Kean pun mengusap airmata Lili, menatapnya penuh kasih dan membenamkan wajah Lili dalam dadanya.


" Semua yang terjadi takkan bisa kembali, ikhlaskan semuanya, tatap masa depanmu, karena bahagiamu datangnya dari hatimu sendiri, berdamailah sekarang dengan keadaan, aku ingin Lili ku kembali lagi, bukan wanita yang lemah seperti sekarang, meratapi dan menangisi yang tak perlu ditangisi, bukankah cepat atau lambat semua ini juga akan terjadi?"


Kean mengangkat wajah Lili dan memandangnya dengan intens, senyuman terukir dibibir Dokter tampan ini.


" Kamu semakin cantik dek, setelah kejadian semalam, aura pengantin baru terpancar tu dari wajahmu, meski mendung menutupinya, he,, he,, he,,,"


Kean terkekeh mencoba untuk menggoda Lili.


Dan benar saja raut wajah Lili langsung berubah memerah menahan marah dan malunya, bibirnya pun cemberut mendengar perkataan Kean.


" Kakak,,, kamu nyebelin tau, udah deh aku nggak mau ngomong sama kamu lagi,,,pergi sana, bela aja tuh sahabat laknut mu."


Lili semakin memajukan bibirnya, mode cemberut.

__ADS_1


"Haaa,,,ha,,,haaa,,,,"


Kean terbahak melihat kelakuan Lili yang terlihat imut dimatanya.


"Sapa pun yang melihatmu seperti ini, pasti ingin mencubit pipi cubby ini.'


Ucapnya sambil mencubit pipi Lili.


" Kakak,,,"


Lili pun memalingkan tubuhnya dari Kean dengan bibir yang cemberut.


" Inilah yang kurindukan nantinya, saat kau sudah menjadi milik orang lain, meski itu sahabatku sendiri, aku pasti akan iri dengannya."


Kean membelai rambut Lili dan mengangkat dagu Lili agar menatap kearahnya, setitik air mata jatuh dari pelupuk mata Dokter tampan ini. Lili pun memeluk Kean dan menumpahkan semua airmatanya.


"Jika Kakak begitu menyayangiku kenapa tidak Kakak saja yang menemaniku sampai kita menua."


Lili menatap sendu kearah Kean, dan Dokter itu tersenyum sambil mencubit kedua pipi cubby Lili, yang nampak memerah karena ulah Kean.


"Mana mungkin kita bersama sampai menua, aku juga butuh wanita, Dek! Dan kamu tak mungkin jadi wanitaku, karena kutau pasti sapa yang ada dihatimu, dan dia yang bisa menjagamu dari Deddy nya."


"Lili,,percayalah,,, dia bisa membahagiakan kamu, karena pada dasarnya kalian saling menyayangi dan saling melindungi, meski cara kalian tak lazim seperti orang kebanyakan, meski kalian punya pasangan kekasih, tapi hati kalian tidak dapat terpisah satu sama lain, hanya aku yang bisa memahami kalian berdua, sekarang kalian sama sama terluka, untuk sesaat cobalah berjuang untuk kebahagiaanmu sendiri dan bukan untuk orang lain, kamu juga berhak bahagia, Dek."


Kean pun memanggil MUA dengan isyarat tangannya agar mendekat ke arah mereka.


" Rias adikku lagi secantik bidadari syurga, karena hari ini sangat spesial untuknya!"


MUA itupun mengangguk dan mulai membersihkan dan memake up Lili lagi.


" Makasih Kak,,, hanya kamu yang bisa mengertiku, memahamiku, dan ku mohon jangan pernah tinggalkan aku saat aku butuh kamu."


Lili menggenggam tangan Kean dengan erat, seakan tak ingin dilepaskannya.


"Mana bisa aku menolak permintaan adik tersayangku, meski dunia kita menjauh, aku akan selalu ada saat kau butuh kehadiranku, ini janji seorang Kakak untuk adik tersayangnya."


Kean mencubit hidung Lili pelan, dan terdengar suara yang membuat mereka berdua langsung menoleh ke sumber suara.


"Nona Lili sudah ditunggu dibawah untuk acara pernikahan, Nona Alin sudah siap dan sudah menyelesaikan syuting nya, tinggal anda yang ditunggu sama yang lain.


Vino masuk ke dalam kamar setelah terlebih dulu mengetuk pintu kamar Lili.

__ADS_1


"Kamu pergilah dulu Vino, biar aku yang mengiringi dia nanti."


Ucap Kean sambil menggoda Lili dengan mencubit hidungnya pelan.


"Baik Tuan Kean, saya permisi dulu."


Setelah menunduk hormat akhirnya Vino keluar dari kamar Lili.


" Kenapa Vino mau jadi asisten pribadi Reza, toh dia juga anak orang terpandang dan disegani di negara dia."


"Karena dia berutang budi sama Reza, Kak. Kalau Reza tak menolongnya, mungkin dia sudah tak ada lagi di dunia ini, makanya dia setia sama kuman itu."


Ucap Lili seraya bangkit dari duduknya, karena make up nya udah selesai, dan ia sangat cantik dengan balutan kebaya model pengantin jawa zaman dulu. Bahkan Kean sendiri pangling dengan adik angkatnya itu.


Mereka pun berjalan ke ruang lokasi syuting pernikahan antara Lili dan Jay. Namun Lili terkejut saat sampai di tempat itu, karena yang menjadi pengantin prianya adalah Reza, bukan Jay seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya, Lili ingin meninggalkan tempat itu namun tangan Kean sudah mencekalnya. Dan membawanya melangkah ke arah Reza berada, meski dengan berat hati, Lili pun mengikuti langkah Kean.


Setelah Lili duduk di samping Reza, nampak Papa Sanjaya dan Mama Zahira serta Bibi May masuk ke ruangan itu, dan mereka duduk di samping Lili.


Penghulu pun memulai acara akad nikah itu, dan Papa Sanjaya pun menjadi wali untuk Lili.


Dalam satu tarikan nafas, Reza mengucapkan janji suci pernikahan. Dan semua orang pun bilang "sah" saat Reza selesai mengucapkan ijab qabulnya.


Lili yang merasa ada yang aneh pun menatap kearah Papa Sanjaya dan Mama Zahira. Dengan tatapan penuh tanya.


Dengan lembut Mama Zahira pun membelai rambut Lili dan mengatupkan kedua tangannya di pipi Lili, lalu mencium kening putri semata wayangnya itu.


"Jadilah istri yang baik untuk suamimu, doa Mama dan Papa akan selalu bersama dengan kalian."


Mendengar perkataan Mama Zahira yang sangat mengejutkannya, ia pun bangkit dari duduknya dan menatap setiap orang yang menganggukkan kepalanya, membuktikan kalau perkataan Mama Zahira itu benar adanya.


Ia pun menatap ke arah Alin yang tak jauh dari tempatnya berdiri.Tatapan mata yang mengandung penyesalan dan permintaan maaf,


" Ini semua tidak sah, karena aku menolak pernikahan ini."


Ucap Lili lalu berlari menuju ke kamarnya dengan derai airmata yang hanya dia saja yang tau.


bersambung, 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Terima kasih utk semua yg sudah memberikan dukungan.ke cerita receh ini,, moga Allah membalasnya dengan pahala berlipat ganda.❤️


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2