GAME LOVE

GAME LOVE
bab 26 salam perpisahan


__ADS_3

Disebuah ruang kerjanya, Reza hanya bisa membuang semua benda yang ada di depannya saat ini, amarahnya sudah mencapai ubun ubun. Bagaimana tidak, segala usaha telah ia lakukan untuk menemukan keberadaan Lili, namun semua hanya sia sia belaka.


"Aaarrrgghhh,,,, pyaaarrr"


Reza membanting sebuah bingkai foto yang selalu tersimpan rapi di laci meja kerjanya.


Foto yang selama ini sangat diagung agungkannya, namun kini,, ia pun melemparnya bagai sampah yang menjijikkan.


" *Lili,,, kenapa kau lakukan ini padaku, bukankah sudah ku bilang, kita hadapi semua bersama, kenapa kau bersikeras pergi."


" Pyaarr*,,, "


Suara gelas yang dibanting oleh Reza, kini ruangannya sudah tak serapi biasanya, melainkan seperti kapal pecah, semua berkas berserakan di mana mana, pecahan gelas dan bingkai foto itupun berceceran tak tau kemana, sapa pun yang melihat Reza saat ini pasti akan takut dengan kemarahannya.


Pria yang biasanya terlihat cooll kini berubah menjadi orang yang sangat memperihatinkan, wajahnya nampak kusut dan penampilannya yang berantakan.


Setelah melampiaskan semua amarahnya pada benda benda di sekitarnya. Reza pun terduduk lesu di sofa ruang kerjanya. Tangannya mengusap kasar wajahnya.


Sekilas terlintas dalam ingatannya saat Lili pergi meninggalkan mereka.


Setelah pernikahan yang tak dikehendaki Lili, dan setelah syuting itu selesai, mereka segera pulang ke rumah menyisakan Lili dan Reza yang mau tetap tinggal, dengan alasan ingin menghabiskan waktu berdua, seperti pasangan yang lain setelah menikah.


Tanpa ada rasa curiga, Papa Sanjaya, Mama Zahira dan yang lain pun memberikan ijin pada keduanya, dan itu tanpa adanya pengawal yang biasanya selalu menjaga mereka dari jauh.


Nampak Lili sedang memandang ke luar jendela kamarnya yang langsung disuguhkan oleh pemandangan laut yang indah. Semilir angin yang masuk lewat jendela yang terbuka dengan tirai sebagai penghalangnya pun menampar lembut wajah Lili.


Tanpa disadarinya, sepasang tangan telah melingkar di perutnya, dan hembusan nafas yang hangat menerpa lehernya, memberikan sensasi yang membuat bulu halusnya berdiri karena kecupan lembut telah mendarat di sana.


Lili hanya memejamkan matanya saat pelukan itu semakin erat dan kecupan itu berubah menjadi ciuman yang sesekali menggigit kecil leher jenjangnya nan mulus itu.


" Kenapa dalam waktu sekejap singa betina sepertimu bisa menjadi kucing manis yang menggemaskan?"


Bisik Reza tanpa mengakhiri aktifitasnya, yaitu mengabsen setiap inci leher Lili dan meninggalkan bekas kissmark di sana.


Andai Lili tau jika lehernya sekarang seperti orang yang alergi, banyak tanda merahnya pasti ia sudah marah marah.


Reza tersenyum penuh arti saat ia tau jika Lili sedang memejamkan matanya.


"Princess crewetku berubah jadi wanita yang penurut sekarang pasti ada hal besar yang disembunyikan, apa pun itu aku tak akan membiarkanmu melewatinya sendirian, kita lewati bersama."

__ADS_1


Bisiknya lembut di telinga Lili dengan aktifitasnya yang terus mengabsen setiap inci tubuh istrinya.


Lili hanya bisa menggigit bibir bawahnya saat sentuhan Reza sudah memberikan rangsangan yang membuatnya tak tahan untuk menahan hasratnya. Ia mencoba tak mengeluarkan desahannya saat tangan itu menyusup kedalam gaunnya, membelai perut ratanya, lalu naik dan bermain di dadanya.


Raut wajah Lili yang memerah menahan hasratnya dengan mata yang terpejam dan menggigit bibir bawahnya, terlihat sangat menggemaskan oleh Reza, dia pun tersenyum penuh kemenangan.


Dibaliknya tubuh Lili menghadap ke arahnya, dengan lembut di ciumnya bibir yang manis itu.


Semakin lama ciuman itu semakin dalam, dan Reza menuntun tubuh Lili ke tempat tidur tanpa melepas ciuman mereka.


Perlahan Reza merebahkan tubuh Lili, dan menghimpitnya, entah kenapa saat ini tak ada perlawanan sedikitpun dari Lili. Bahkan ia mengimbangi permainan Reza yang membawa mereka pada puncak kenikmatan yang tak dapat dilukiskan dengan kata.


Entah untuk berapa lama mereka memadu kasih, menciptakan syurga dunia yang hanya mereka sendiri yang bisa merasakannya.


Sikap manis Lili justru mengundang kecurigaan Reza, karena dia tahu betul karakter seorang Liliana. Namun ia mencoba menepis prasangka buruknya dan menganggap Lili mau menerima pernikahan ini dan berusaha menjadi istri yang baik dengan menjalankan kewajibannya.


Dengan lembut ia membelai wajah Lili yang telah tertidur pulas setelah melayaninya tadi. Kemudian mencium keningnya.


"Kau cukup manis tadi sayang, terima kasih untuk semua yang kau beri, dan kuberdoa semoga segera muncul kehidupan di rahimmu ini."


Tutur Reza sambil mengusap dan mencium perut rata istrinya.


"Cepatlah hadir sayang, jadilah pemersatu cinta kami selanjutnya, hadirlah kesayangan Papa dan Bunda."


Perlahan Reza bangkit dari tidurnya, karena ia tak mau gerakannya bisa membangunkan Lili yang tertidur pulas, setelah mengambil celana boxer dan memakainya ia berjalan ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Cukup lama Reza berendam di bathtup, merilekskan tubuh nya agar kembali segar setelah kegiatan yang menguras tenaganya tadi. Ia pun memejamkan matanya, mencoba mendinginkan pikirannya yang terus bekerja langkah langkah apa yang akan diambil untuk perusahaan selanjutnya.


Tanpa disadarinya Lili sudah masuk dan duduk di tepi bathtup dengan tangannya yang sudah memijat pundak Reza.


"Kenapa sudah bangun, apa kamu tidak capek sayang?"


Tangan Reza sudah menggenggam tangan Lili dan mencium punggung tangan itu.


"Tak perlu memijatku, aku tak secapek dirimu, bersihkan tubuhmu sekarang!"


Reza sudah merengkuh leher Lili dan menarik tubuh Lili hingga jatuh ke dalam bathtup.


Posisi Lili yang ada di atas Reza membuat mereka saling beradu pandang, Sama sama saling menyelami dalamnya arti tatapan yang penuh kasih itu.

__ADS_1


"Oh Tuhan, biarkan aku egois untuk saat ini, aku hanya ingin kan dia untuk saat ini, tak ingin berbagi dengan siapa pun."


Bisik hati Lili yang berkecamuk dalam hatinya,


ia pun mencium bibir Reza dan semua terulang lagi.


Entah untuk berapa lama mereka menyatukan semua perbedaan dan melebur jadi satu dalam mencapai ridho Nya.


Setelah puas bermain, mereka pun membersihkan diri dan kembali ke kamar mereka.


"Yank,,, kamu pasti lapar kan? Biarkan aku memasak untukmu, kau istirahat saja."


Tanpa menunggu jawaban dari Reza, Lili telah melangkah keluar menuju dapur, Reza hanya tersenyum mendengar ucapan Lili, lalu mengambil bajunya dan memakainya.


Lili pun dengan cekatan membuat nasi goreng dan telur ceplok, karena di dalam kulkas tak menyisakan apa pun untuk di masak selain telur dan buah buahan. Setelah itu ia membuat orange jus.


Saat sedang menyiapkan makanan di meja makan, tangan kekar sudah memeluknya dari belakang, dan ia tau tangan sapa itu.


"Ayo kita makan dulu, pasti kamu sudah lapar kan?"


Lili menarik Reza agar duduk di kursi dan mengambilkan nasi goreng lalu menyuapi Reza dengan tangannya sendiri.


Reza pun membuka mulutnya dan menerima suapan pertama dari Lili selama mereka hidup bersama selama ini. Sungguh hatinya berbunga bunga melihat Lili yang begitu menyayanginya, bahkan dalam mimpi pun ia tak pernah membayangkan sikap Lili yang semanis ini. Mereka saling bergantian menyuapi dari piring yang sama, sampai suapan terakhir mereka.


Lili mengampil orange jus itu dan memberikan pada Reza, tanpa rasa curiga Reza menghabiskannya tanpa sisa. Lili tersenyum penuh kemenangan.


Tak berapa lama Reza merasakan kantuk yang sangat berat, ia pun melangkah ke kamar dengan bantuan Lili.


Sesampainya di kamar, Lili merebahkan tubuh Reza yang tak dapat menahan kantuknya.


"Maafkan aku, biarkan aku pergi, carilah bahagiamu, karena aku bukan yang tepat untukmu, jadikan hari ini salam perpisahan kita, tolong jaga orang tuaku, maafkan aku imamku!"


Airmata Reza mengalir membaca lembaran kertas yang Lili tinggalkan saat kepergian dia.


Ia pun meremas kertas itu dan membawanya dalam genggaman tangannya yang menjadikan tangan itu sebagai penopang keningnya.


"Kenapa kau sekejam ini, Liliana Az Zahra,,,, kenapa,,,"


bersambung🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Terima kasih yang telah memberikan hadiah, vote, like, komentar n rate nya serta fav, semua dukungan kalian sangat berarti bagiku, , maaf aku tidak bisa membalas nya, moga Allah membalasnya dengan pahala yang berkali lipat,, selamat menjalankan ibadah puasa bagi sesama muslim, moga kembali ke fitrah, mohon maaf lahir dan batin🙏


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2